Tampilkan postingan dengan label MONUMEN DAN MUSEUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MONUMEN DAN MUSEUM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

MUSEUM GUNUNG MERAPI ( edukasi dan konservasi)





MUSEUM GUNUNG MERAPI ( edukasi dan konservasi)

Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan cincin api yang memiliki lebih dari 450 gunung berapi di mana terdapat 129 gunung berstatus aktif dan tidak menutup kemungkinan Gunung berapi yang berstatus tidak aktif (mati) akan berubah statusnya menjadi aktif ( misal: Sindoro). Jumlah tersebut hampir  13 persen dari total gunung api aktif di dunia. Oleh karena itu, diperlukan sebuah upaya mitigasi untuk menekan jumlah korban jiwa ketika bencana melanda. Dan upaya mitigasi bencana tersebut menjadi tangging jawab kita bersama.


Museum Gunung Merapi didirikan  sebagai wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan ilmu kebencanaan gunung api, gempa bumi, dan bencana alam lainnya. Juga sebagai sebuah wahana wisata lokal baru yang berada  dikawasan lereng Merapi,


Museum ini terletak di Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Bangunan museum yang berbentuk limasan segitiga tidak beraturan dibangun sesuai filosofi bangunan Jawa (Yogyakarta) serta wilayah Gunung Merapi yang berwujud kombinasi teknologi dan budaya yang disesuaikan dengan aturan adat (Pakem) mengikuti garis lurus,  Terdiri dari  gunung Merapi, Tugu Yogyakarta, Kraton Yogyakarta serta laut selatan.



MUSEUM GUNUNG MERAPI ( edukasi dan konservasi)


Memasuki pintu masuk, pengunjung akan dihadapkan pada  sebuah miniature Gunung Merapi berukuran besar yang terus menerus mengeluarkan asap dan memuntahkan magma. Tak ketinggalan pula terdengar bunyi gemuruh yang menggelegar dari gunung tersebut. Selain itu, terdapat tiga tombol yang masing-masing bertuliskantahun 1969, 1994, dan 2006. Jika Anda memencet salah satu tombol, maka secara otomatis sebaran aliran magma akan berubah sesuai dengan kejadian yang terjadi pada tahun tersebut.



MUSEUM GUNUNG MERAPI ( edukasi dan konservasi)




Selanjutnya memasuki  zona dunia gunung api. Di zona ini terdapat berbagai foto dokumentasi dan alat peraga tentang fenomena kegunungapian yang ada di seluruh dunia. Foto-foto dan alat peraga tersebut disajikan lengkap dengan keterangan dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. 



MUSEUM GUNUNG MERAPI ( edukasi dan konservasi)



MUSEUM GUNUNG MERAPI ( edukasi dan konservasi)


Selanjutnya  menuju zona khusus Gunung Merapi. Menyajikan informasi  eksklusif tentang Gunung Merapi. Mulai dari fenomena pertumbuhan kubah Gunung Merapi, mitos seputar Gunung Merapi, pos pengamatan Gunung Merapi dari era Belanda hingga era modern, dan masih banyak lagi. Semua disajikan dalam gambar dan foto yang menarik. Tak hanya itu, di zonatersebut juga ditunjukkan bagaimana caranya menyelamatkan diri dari ancaman bahaya gunung api yang meletus.



Dan satu hal lagi yang semakin menarik, bahwa setelah erupsi merapi tahun 2010 lalu, Museum merapi mempunyai tambahan koleksi baru, yaitu 2 (dua) buku tamu mbah Maridjan , dan kopian layang kekancingan dari pihak Kraton kepada Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi. 

Bahkan yang belum banyak diketahui bahwa wisatawan yang berkunjung ke museum ini  juga sekaligus dapat menikmati dan melihat secara langsung panorama gunung Merapi, tepatnya di lantai dua sebelah belakang. Bahkan ditempat tersebut juga disediakan teropong bagi wisatawan yang ingin memanfaatkannya.

Bagaimana?? Tertarik??

Jumat, 18 November 2011

MUSEUM KERETA PUSAKA





Museum Kereta Pusaka Berlokasi hanya sekitar 100m sebelah barat Keraton Jogjakarta. Kereta adalah Kendaraan Utama di masa dahulu, dan juga sekaligus sebagai Pusaka Keraton, Oleh karena itu, untuk melestarikan dan menjaganya, Dibangunlah Museum ini .

Ibarat mobil, kereta pun mempunyai Nama, bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Museum Kereta Pusaka menyimpan berbagai koleksi kereta milik Kraton, beberapa diantaranya adalah Kyai Garuda Yeksa, Kereta yang dipergunakan untuk acara kirab dalam rangkaian penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono VI sampai X, Kyai Jaladara digunakan Sultan untuk tugas keliling desa dan Kyai Kanjeng Jimat yang digunakan Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai III untuk acara Garebeg atau menjemput tamu-tamu khusus.




Nama-nama dari kereta yang di pamerkan di Museum tersebut antara lain adalah kereta Kyai Jongwiyat, kereta Kyai Jolodoro, kereta Roto Biru,  kereta Kyai Rejo Pawoko, kereta Landower, kereta Premili, kereta Kus Sepuluh, kereta Kapulitin, kereta Kyai Kutha Kaharjo, kereta Kus Gading, kereta Kyai Puspoko Manik, kereta Roto Praloyo, kereta Kyai Jetayu, kereta Kyai Harsunaba, kereta Kyai Wimono Putro, kereta Kyai Manik Retno, kereta Kanjeng Nyai Jimad, kereta Mondro Juwolo, kereta Garudo Yeksa, kereta Landower Wisman, kereta Landower Surabaya, Kereta Kyai Noto Puro.




Selain kareta yang di pamerkan, ada juga replika pelana milik Sultan HB VIII, yaitu pelana Kyai Cekatha. Pelana Sultan yang asli dengan berhiaskan emas dan butiran berlian.

Bentuk kereta juga membedakan fungsi dan penggunanya. Kereta jenis pertama digunakan oleh Sultan untuk kendaraan rekreasi. Jenis kedua digunakan oleh beberapa kelompok terpandang seperti para pengawal sultan, rombongan penari keraton, dan para komandan prajurit keraton. Yang ketiga adalah kereta khusus Sultan dan keluarganya. 


Kyai Ratapralaya yang dibuat di kampung Rotowijayan adalah kereta jenazah khusus bagi Sultan yang sudah mangkat. Dalam sejarahnya, kereta ini baru digunakan dua kali.

Sebagai pusaka keraton, kereta-kereta tesebut juga mendapat penghormatan berupa acara Jamasan. Jamasan adalah kegiatan memandikan, membersihkan , dan permohonan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.






Jamasan pusaka keraton selalu jatuh pada Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon pertama tiap bulan Suro( bulan pertama dalam kalender Jawa). Upacara jamasan pusaka Keraton Yogyakarta berlangsung di dua tempat yaitu di Gedong Pusaka dan di  Museum Kereta Pusaka Keraton Yogya.
 

Pelaksanaan jamasan pusaka di  Museum Kereta Pusaka hanya khusus untuk kereta pusaka. Upacara jamasan kereta pusaka dipimpin oleh sesepuh abdi dalem keraton yang bertugas menjaga museum tersebut.Kereta yang wajib di jamasi tiap tahun adalah kereta Nyai Jimat.Kereta Nyai Jimat merupakan kereta kebesaran Sultan HB I sampai dengan Sultan HB IV yang dianggap sebagai sesepuh kereta-kereta yang lain.




Dan prosesi jamasan ini telah menjadi agenda wisata tidak resmi di Jogjakarta, Tiap kali diadakan Jamasan, Banyak warga Jogjakarta dan sekitarnya yang datang Berduyun-duyun untuk menyaksikan Prosesi Jamasan tersebut.

MONUMEN JOGJA KEMBALI



Mirip nasi tumpeng ya!! Sayangnya ini bukan makanan, ini adalah Monumen Jogja Kembali. Monumen yang di bangun untuk mengenang sejarah pertempuran 1 maret 1949, atau biasa disebut Serangan Umum 01 Maret 1949 ( SU 01 maret ’49).





Monumen Jogja Kembali Bangunan monumen yang terdiri dari tiga lantai terbagi dalam beberapa bagian. Seluruh bangunan dikelilingi oleh kolam air. Di lantai satu adalah museum dimana terdapat empat ruang museum yang menyajikan benda-benda koleksi berupa: realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum yang kesemuanya menggambarkan suasana perang kemerdekaan 1945-1949.

Memasuki area monumen yang berada di ring road Utara Jogjakarta ini, para pengunjung akan disambut dengan replika Pesawat Cureng di dekat pintu timur serta replika Pesawat Guntai di dekat pintu barat. Menaiki podium di barat dan timur pengunjung bisa melihat dua senjata mesin beroda lengkap dengan tempat duduknya, sebelum turun menuju pelataran depan kaki gunung Monumen. 





Di ujung selatan pelataran berdiri tegak sebuah dinding yang memuat 420 nama pejuang yang gugur antara 19 Desember 1948 hingga 29 Juni 1949 serta puisi Karawang Bekasi-nya Chairil Anwar untuk pahlawan yang tidak diketahui namanya.

Sementara itu jalan utara dan selatan terhubung dengan tangga menuju lantai dua pada dinding luar yang melingkari bangunan terukir 40 relief yang menggambarkan peristiwa perjuangan bangsa mulai dari 17 Agustus 1945 hingga 28 Desember 1949. sejumlah peristiwa sejarah seperti perjuangan fisik dan diplomasi sejak masa Proklamasi Kemerdekaan, kembalinya Presiden dan Wakil Persiden ke Jogjakarta hingga pembentukan Tentara Keamanan Rakyat tergambar di relief tersebut.


Sedangkan di dalam bangunan, berisi 10 diorama melingkari bangunan yang menggambarkaan rekaan situasi saat Belanda menyerang Maguwo pada tanggal 19 Desember 1948, SU Satu Maret, Perjanjian Roem Royen, hingga peringatan Proklamasi 17 Agustus 1949 di Gedung Agung Yogyakarta.


 
Lantai teratas merupakan tempat hening berbentuk lingkaran, dilengkapi dengan tiang bendera yang dipasangi bendera merah putih di tengah ruangan, relief gambar tangan yang menggambarkan perjuangan fisik pada dinding barat dan perjuangan diplomasi pada dinding timur. Ruangan bernama Garbha Graha itu berfungsi sebagai tempat mendoakan para pahlawan dan merenungi perjuangan mereka.




Di Monumen ini pengunjung akan mendapat pelajaran sejarah yang sangat berharga, karena Monumen Yogya Kembali memberikan gambaran yang lebih jelas bagaimana kemerdekaan itu tercapai. Melihat berbagai diorama, relief yang terukir atau koleksi pakaian hingga senjata yang pernah dipakai oleh para pejuang kemerdekaan. 


Pengunjung bisa melihat tandu yang digunakan untuk menggotong Panglima Besar Jenderal Soedirman selama perang gerilya, seragam tentara dan dokar yang juga pernah digunakan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman. Konon total koleksi barang-barang dalam museum tersebut mencapai ribuan.


Dengan      Melihat Diorama-Diorama dan semua yang ada di Monumen ini, Kita serasa dibawa Larut dalam masa-masa perjuangan dan semangat yang dikobarkan oleh para Pahlawan dalam memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia. Mungkin, Monumen Jogja Kembali dapat menjadi referensi anda jika sedang berkunjung di Jogjakarta. Selamat Berwisata sambil Belajar.


MUSEUM AFFANDI


Nama Affandi sudah sangat terkenal di Indonesia, Dia adalah salah satu pelukis besar yang sudah membuahkan banyak karya lukis dengan nilai seni yang tinggi. Dan Museum ini didirikan untuk mengenang dan mengabadikan karya-karya monumental dari sang Dewa Lukis.


Museum Affandi berlokasi  di Jalan Laksda Adisucipto 167, di tepi barat Sungai Gajahwong dan berhadapan dengan sebagian gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta. Kompleks museum menempati tanah seluas 3.500 meter persegi yang terdiri atas bangunan museum beserta bangunan pelengkap, dan bangunan rumah tempat tinggal pelukis Affandi dan keluarganya. 


Walaupun Bukan seorang Arsitektur, Akan tetapi Affandi mendesain sendiri bangunan tersebut tanpa bantuan arsitek. Awalnya ia menggambar sketsa sampai mendapatkan bentuk yang sesuai dengan keinginannya. 

Setelah sketsa bangunan sudah ready, miniatur bangunan ia buat dari tanah liat. Barulah kemudian para pekerja mengerjakan bangunan berdasarkan dari miniatur yang dibuat olehnya. Ternyata, arsitektur bangunan Museum Affandi pada tahun 1981 pernah di tawarkan untuk mendapatkan Aga Khan Award dari Aga Khan Foundation, Pakistan, tetapi Affandi menolak.
 Suasana di museum memang terasa cukup teduh. Terdiri dari empat bangunan utama, yang kesemuanya terlihat artistik dengan konstruksi menyerupai pelangi.


Arsitektur bangunan Museum Affandi mengambil bentuk daun pisang untuk desain atapnya, karena menurut  Affandi, daun pisang adalah pelindung keluarganya dari penyakit cacar pada saat ia masih susah, dan juga karena daun pisang merupakan simbol perlindungan keluarganya dari panas dan hujan.

Terdapat tiga galeri utama di Museum ini. Masing-masing galeri memiliki ciri khas dan karakteristik yang berbeda-beda yang akan terasa perbedaannya ketika memasuki masing-masing galeri tersebut.

GALERI I
Pada galeri ini dapat  disaksikan hasil karya Affandi yang berupa lukisan dari tahun-tahun awal hingga tahun terakhir semasa hidupnya. Lukisan tersebut terdiri atas sketsa-sketsa di atas kertas, lukisan cat air, pastel, serta cat minyak di atas kanvas.
Hasil karya dua buah patung potret diri yang terbuat dari tanah liat dan semen, serta sebuah reproduksi patung karyanya berupa potret diri bersama putrinya, Kartika, yang aslinya menjadi koleksi Taman Siswa Jakarta.


Selain itu terdapat sepedanya dan sejumlah reproduksi di atas kanvas dan kertas. Galeri I dan Rumah Affandi yang merupakan bangunan asli museum dibangun secara bertahap oleh Affandi dan selesai pembangunannya pada tahun 1962, dan diresmikan sebagai museum pada tahun 1974.



GALERI II
Di sini dipajang sejumlah lukisan para pelukis, baik pemula maupun senior, yang ditampungnya dalam museum. Galeri yang diresmikan tahun 1988 ini terdiri dari dua lantai dengan lukisan yang dapat dilihat dari sudut pandang berbeda. Lantai pertama banyak berisi lukisan-lukisan yang bersifat abstrak, sementara lantai 2 memuat lukisan dengan corak realis namun

Galeri III
Merupakan bangunan berbentuk garis melengkung dengan atap membentuk pelepah daun pisang , di Galeri ada ruang perawatan dan perbaikan lukisan, dan di ruang  bawah tanah di gunakan sebagai tempat menyimpan koleksi lukisan.

Selain itu, terdapat studio lukis “Gajah Wong” yang diambil dari nama sungai yang ada di sebelah  museum tersebut. Dibagian tengah terdapat kafe Loteng, sebuah kafe mini dimana bangunan atas terdapat sebuah perpustakaan.

Dibagian belakang kafe terdapat ruangan kursus untuk melukis bagi anak-anak. Kursus lukis ini merupakan salah satu program yayasan Affandi yang didirikan oleh pihak keluarga sebagai bentuk serta upaya untuk melestarikan setiap karya-karya Affandi dan keberlangsungan museumAffandi.


Dan sebagai Cinderamata, pihak pengelola juga menyediakan souvenir seperti pajangan, kaos, buku serta patung-patung yang bergambarkan sang maestro ataupun salah satu karya Affandi.

Jumat, 30 September 2011

SIMPANG LIMA GUMUL

SIMPANG LIMA GUMUL

Monumen Simpang Lima Gumul adalah salah satu ikon baru dari objek wisata lokal yang ada di  kediri. Terletak di persimpangan arah selatan ke Wates/pesantren, Timur Ke Gurah – Utara ke pagu – arah timur laut ke Pare – dan arah ke Barat ke Kota Kediri. Tujuan awal dibangun Simpang Lima Gumul (SLG) adalah sebagai sentra ekonomi baru di Kabupaten Kediri. Sehingga diharapkan roda perekonomian Kediri makin maju.



SIMPANG LIMA GUMUL


Sebagai ikon di bangun monumen mirip L’Arch de Triomphe Paris. Orang kediri menyebut Simpang Lima Gumul sebagai  Ka'bah Kediri .

SIMPANG LIMA GUMUL


Karena kalau lewat Simpang Lima Gumul harus muteri monumen tersebut dan berbentuk kotak mirip ka'bah. Sangat sering orang yang lewat muter terus karena kebablasan jalur belokannya.


SIMPANG LIMA GUMUL

Pembangunan monumen ini diawali sejak tahun 2003. Penggagasnya adalah Bupati Kediri saat ini, Sutrisno. Monumen ini tepatnya berada di Desa Tugu Rejo, Kecamatan Ngasem. Ada yang bilang monumen ini terinspirasi dari “Jongko Jojoboyo” Raja Kediri abad XII yang ingin menyatukan lima wilayah di Kediri.



Secara fisik monumen Simpang Lima Gumul ini seluas 804 meter persegi dengan tinggi bangunannya mencapai 25 meter dan ditumpu tiga tangga setinggi 3 meter dari lantai dasar. Angka-angka tersebut menggambarkan tanggal, bulan, tahun, hari jadi Kabupaten Kediri, yakni 25 Maret 804 Masehi. Di ke empat sisi monumen ada arca ganesha, lambang kabupaten kediri.



SIMPANG LIMA GUMUL
lorong

Apa isi Monumen SLG? Isinya adalah ruang-ruang untuk pertemuan di di gedung utama dan hall auditorium di lantai atas yang beratapkan mirip kubah (dome), ruang serba guna di “basemen”, diorama di lantai atas, minimarket yang jual souvenir di lantai bawah. Monumen ini juga memiliki tiga akses jalan bawah tanah menuju monumen yang terhubung ke basemen dari tempat parkir.




SIMPANG LIMA GUMUL
Ehm...

Fasilitas lain di Simpang Lima Gumul ini adalah Convention Hall atau gedung pertemuan ( dalam tahap pembangunan) ada di selatan monumen, Mall(rencana). Di utara Simpang Lima Gumul ada jalan 2 arah yang cukup luas dan panjang, sehingga sering di buat balapan liar.


SIMPANG LIMA GUMUL
Para tukang Ojek.. piss dab

Kalau hari libur monumen ini di buka untuk umum dan bisa naik ke atas. Kalau mau mengadakan pentas, event di kediri, Simpang Lima Gumul juga lokasi yg tepat. Jambore nasional VW adalah salah satu event besar terbaru di SLG. Sering juga lomba-lomba di gelar d SLG misal: lomba mewarnai, drag race, dsbnya.

Biasanya Pemda Kediri mengadakan pekan seni dan Budaya, pameran produk unggulan Kabupaten Kediri.

SIMPANG LIMA GUMUL
Mas Andy Law


SIMPANG LIMA GUMUL
Halo Pak Tri

Walaupun pembangunan SLG ini mengundang pro dan kontra dari masyarakat Kediri, karena dana yang begitu besar mencapai ratusan Rupiah.

SIMPANG LIMA GUMUL
pengen nampang, tapi malu



GUMUL PARADISE ISLAND


Dewasa ini wisata air (water park) adalah wahana yang paling diminati oleh warga masyarakat sehingga hampir disetiap daerah, pemerintah setempat berusaha untuk mengembangkan salah satu jenis wisata tersebut, hal ini diharapkan bisa menjadi salah satu ikon wisata daerah setempat dan sebagai kota tujuan wisata. Wisata air terbaru kebanggaan  Pemerintah Kabupaten Kediri ini  bernama Gumul Paradise Island (GPI) yang juga terletak di area Simpang Lima Gumul (SLG) Kab. Kediri yang dikelola oleh PT. Panorama Wisata Sejahtera. Lokasi yang sangat strategis, dan terintegrasi dengan  grand design lokasi/tempat wisata di area SLG.






SIMPANG LIMA GUMUL

Dengan design dan rancangan yang menarik, diharapkan mampu menjadi salah satu wisata air terbaik di Jawa Timur. Gumul Paradise Island (GPI) menawarkan berbagai macam wahana permainan seperti: Speed slide, body slide, kolam jamur, fun boomerang, kolam bak tumpah,flying fox dll. Selain itu juga disediakan fasilitas penunjang untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung seperti: Toilet, Food Court, Musholla, Loker, giftmart dll. Lokasi yang cukup megah, lokasi parkir luas dan cukup tertata rapi. 

Selain tempat yang strategis dan terjangkau, GPI juga tidak mematok harga tiket yang mahal (Update: April)

  • Dewasa             Rp 20.000,-

  • Anak-anak        Rp 15.000,-

Hal ini ditujukan supaya semua kalangan bisa menikmati wisata air ini, khususnya masyarakat Kediri dan wisatawan luar kota maupun wisatawan asing khususnya.

SIMPANG LIMA GUMUL


SUB TERMINAL PENUMPANG

Demi meningkatkan jumlah kunjungan dari wisatawan , maka di sekitar areal Simpang Lima Gumul juga telah di bangun sub terminal penumpang. Ini diharapkan dapat memudahkan pengunjung yang naik kendaraan umum , baik bus atau mpu untuk berkunjung di Simpang Lima.


Selain itu Sub terminal ini juga sebagai media promosi untuk Simpang Lima Gumul, Karena  Dengan adanya Sub terminal ini, maka setiap penumpang jurusan Kediri Surabaya, Kediri-Malang atau sebaliknya pasti akan melewati simpang lima dan  menikmati sekilas SLG bahkan jika tertarik, bisa transit sebentar untuk sekedar berwisata.