Jumat, 28 Juni 2013

Jalan-Jalan ke Kampung Teletubbies

Jika Bromo terkenal dengan Bukit Teletubbiesnya yang sejuk, lain halnya dengan Yogyakarta yang memiliki sebuah perkampungan yang dikenal dengan Dusun Teletubbies. 


Ada sebuah perkampungan di pinggiran Jogja yang memiliki bangunan unik dan berbeda. Tidak seperti lazimnya rumah yang memiliki atap genteng dengan konstruksi batu bata, rumah di perkampungan ini memiliki bentuk setengah lingkaran dengan cat berwarna putih, sekilas mirip seperti rumah iglo milik penduduk Eskimo. Begitulah suasana rumah di Dusun Ngelepen, Desa Sumberharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, sebuah dusun yang terletak di antara jalur Prambanan - Piyungan.

Deretan rumah-rumah berbentuk setengah lingkaran, mirip seperti tempat tinggal para Teletubbies, tokoh film anak-anak yang gembul nan menggemaskan yang sempat tayang pada era awal tahun 2000-an. Keberadaan dusun Teletubbies ini tidak bisa dilepaskan oleh bencana gempa bumi yang meluluh-lantakkan Yogyakarta pada 27 Mei 2006 silam. Hampir seluruh bangunan rumah di Dusun Sengir ini hancur tak bersisa akibat dari dasyatnya gempa yang menerjang kawasan Jogja. Bahkan tanahnya pun sempat ambles sekitar enam meter sehingga sudah tidak layak huni lagi.


Pemerintah pun bekerja sama dengan World Association on Non-Governmental Organizations (WANGO) dan  The Domes for The World Foundation (DFTW) memberikan bantuan hunian baru kepada penduduk Dusun Sengir yang rumahnya hancur diterjang gempa. Lembaga donor ini mengajukan syarat untuk membuat hunian dengan konsep rumah domes, bentuk rumah yang mungkin masih sangat asing bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Masyarakat Dusun Sengir pun direlokasi di Dusun Ngelepen dan diberi bantuan rumah dengan konsep domes ini. Hingga saat ini, terdapat sekitar 71 bangunan domes, tiga bangunan diantaranya digunakan sebagai bangunan umum seperti mushola, taman kanak-kanan, dan juga rumah bidan desa.

Walau terlihat sempit dari luar, namun rumah domes ini memiliki ruangan yang cukup luas. Rumah domes ini memiliki dua buah lantai di dalamnya. Konsep rumah domes diklaim memiliki ketahanan terhadap goncangan gempa. Namun, ada satu hal yang luput dari perhatian, yaitu rumah ini tidak tahan terhadap terjangan hawa tropis. Hal ini bisa terlihat dari banyaknya dinding yang retak sehingga menimbulkan rembes pada saat musim penghujan.


Ada hal unik yang saya temui di kampung Teletubbies ini. Walaupun bangunan rumah mereka dibuat cukup modern dan ditata dengan seragam, namun kebiasaan masyarakat khas pedesaan masih melekat sampai sekarang. Dahulu rumah dan tanaman hias yang hidup di kampung ini terdiri dari pohon palem dan cemara, namun setelah berjalannya waktu, banyak masyarakat yang rata-rata sebagai petani kembali melakukan kebiasaan lama mereka. Di pekarangan rumah pun ditanami dengan tanaman pisang, pohon jagung, pohon jambu, kersen (talok) dan sebagainya. Tanaman seperti ini dirasa lebih menghasilkan dibandingkan dengan pohon palem maupun cemara yang dahulu sempat ditanam. Kebiasaan unik lain adalah warga yang menjemur gabah di pinggir jalan maupun di area pekarangan.

Walaupun bangunan rumah di perkampungan ini cukup modern, namun kearifan lokal serta kebiasaan masyarakat masih belum berubah, masih sama seperti sebelum terjadinya gempa yang menghancurkan rumah mereka. Keramahan dan kehangatan masyarakat dusun ini pun masih cukup kental terasa. Hal ini terlihat dari sikap mereka yang ramah dan tanpa canggung mempersilahkan saya untuk masuk menengok keadaan di dalam rumah.


Karena keunikan bangunan yang dimiliki Dusun Ngelepen ini, dalam perkembangannya tempat ini menjadi desa wisata. Cukup banyak wisatawan yang berasal dari dusun sekitar yang datang berkunjung ke sini. Penduduk setempat pun ada yang berprofesi sebagai pedagang makanan dan camilan seiring dengan ramainya kunjungan. Ada pula yang menjual pernak-pernik seperti gantungan kunci berbentuk rumah dome sebagai buah tangan. Bagi Anda yang sedang berkunjung di sekitar Prambanan dan Ratu Boko, tak ada salahnya untuk mampir menikmati keunikan Dusun Teletubbies ini.

keterangan :

  • rute yang diambil dari Prambanan langsung saja ambil jalan menuju Ratu Boko, namun lurus ke arah Piyungan, lokasi dari Prambanan sekitar 3 kilometer
  • jika ragu lebih baik bertanya kepada penduduk setempat, mereka dengan ramah akan menunjukkan arah menuju Dusun Teletubbies ini
  • tidak ada tarif retribusi khusus, cukup bayar seikhlasnya untuk pemasukan kas desa

Selasa, 25 Juni 2013

DISCLAIMER BLOG SABANG ISLAND


Salam Sejahtera Bagi Kita Semua...

Blog Sabang Island ini merupakan Blog Personal yang menampilkan info Sabang (Kota Sabang) dengan sudut pandang pribadi dengan berbekal foto dari kamera HP pribadi serta beberapa tips dan berita terkait erat tentang Wisata dan Sabang yang saya ambil dari berbagai sumber online dan saya berusaha mencantumkannya selalu diakhir postingan (khusus artikel yang bukan kepunyaan pribadi).

Keterbatasan penyajian terutama artikel yang mungkin terlalu pendek karena memang pengalaman jurnalistik saya masih nol jadi saya hanya menggambarkan sebatas kemampuan saya menjabarkan apa yang saya lihat. Selanjutnya kualitas foto juga sering buram dikarenakan beberapa foto tersebut saya ambil dengan kamera HP.

Bila ingin mengkopi isi blog dipersilahkan dengan catatan jangan lupa cantumkan link sumbernya agar tidak dianggap spam oleh google yang berefek pada penghapusan blog ini dan juga blog Anda. Link sumber boleh mengarah ke blog saya atau langsung ke blog yang menjadi sumber artikel saya.

Sekian Kabar Singkat dari Saya, Salam Kompak dan Sukses Selalu dan Jangan Lupa Jadikan Sabang sebagai salah satu Tujuan Wisata Keluarga Anda

TIPS AGAR LIBURAN BISA ENJOY TANPA BEBAN

Mungkin kita pernah mengalaminya saat liburan. Rencana awal mau menghilangkan stress malah sampai ditempat tujuan terpaksa balik cepat dan dibuat stress oleh kegiatan yang seharusnya telah selesai dilaksanakan. Niatnya mau nenangin pikiran tapi gagal total. Wah kalau kayak gitu double stress bisa-bisa. Udah stres ditambah stres lagi.

Bila Anda ingin ini tidak terjadi pada Liburan Anda, ada beberapa cara yang bisa dihindari dan juga dilakukan saat mempersiapkan dan saat menikmati liburan agar tetap fresh, bebas stres. Bagaimana caranya? berikut ini beberapa tips yang mungkin saja bisa dilakukan agan/sista agar enjoy selama berlibur seperti yang saya kutip dari postingan di Forum Kaskus, silahkan disimak :

1. Planning waktu liburan

Walaupun memang terkadang kita pergi secara dadakan, tapi lebih baik jika punya planning untuk manajemen waktu liburan anda. Beberapa yang termasuk dalam planning waktu liburan antara lain seputar waktu kapan anda akan pergi berlibur dan kapan akan anda kembali.

Anda bisa menggunakan kalender sebagai bantuan karena itu akan sangat amat membantu anda. Pilih waktu liburan misalnya ketika tanggal merah atau weekend yang anda inginkan atau bahkan anda ingin mengambil cuti? Ini nanti akan terkait lagi dengan pertimbangan lain bagi anda yang tidak suka dengan keramaian.

Tujuan planning waktu ini penting. Pertama, anda bisa mengatur jadwal dan mempersiapkan segalanya. Anda bisa dari jauh-jauh hari menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang harus anda selesaikan dan mempersiapkan hal lain seputar barang-barang dan sebagainya. Jangan sampai, segala sesuatu yang mendadak akan menghancurkan segala mood anda saat liburan.

2. Selesaikan semua pekerjaan penting

Jika anda ingin berlibur dengan tenang, sebaiknya tidak menyisakan atau menunda pekerjaan anda. Apalagi bagi yang pekerja kantoran. Duh... kebayang bagaimana jika berlibur masih disibukkan dan dipusingkan dengan urusan-urusan kerjaan.

Buat timeline yang bagus dan selesaikan semuanya tepat waktu. Ada baiknya jika diselesaikan saat sebelum pergi berlibur, karena kalau ditunda, kita akan semakin pusing karena terlalu banyak menumpuk.

Buat juga note kepada teman-teman kantor atau bisnis bahwa tanggal sekian anda tidak bisa diganggu. Ini akan cukup membuat mereka maklum dan anda bisa lebih tenang.
 
3. Kenali tipe pejalan anda

Sebaiknya anda juga bisa mengenal diri anda sendiri. Maksudnya begini, anda bisa menghindari hal-hal yang sekiranya akan membuat mood anda rusak dan berusaha mencegahnya. Misal, jika anda paling tidak suka keramaian, macet, dan sebagainya, cari tempat dan waktu liburan yang tepat.

Seperti di hari libur nasional, apalagi yang jatuh di akhir pekan. Anda sedikit banyak bisa memprediksi bagaimana lalu lintas menuju tempat wisata A, B, C, dan sebagainya. Lalu perkirakan juga kepadatan di lokasinya. Jika anda termasuk tipe yang tidak menyukai hal-hal yang padat, ramai, bising sebaiknya cari cara.

Bisa dengan mencari alternatif jalan, mengatur waktu keberangkatan (pagi-pagi agar segar dan tidak terlalu macet) atau bisa juga dengan menunda waktu keberangkatan dan memilih hari lain. Berbagai cara bisa anda lakukan.

4. Bawa sesuatu yang anda sukai

Banyak hal yang bisa membuat anda rileks selama di perjalanan. Nah, sebaiknya anda bisa membawa barang-barang tersebut agar bisa membantu menetralisir mood anda yang mungkin bisa jatuh tiba-tiba.

Bagi yang suka musik, silakan mendengarkan musik. Bagi yang suka makan, bawa makan makanan yang menyegarkan seperti buah dan lain-lain. Ini akan kita bahas lagi selanjutnya. Intinya, anda tahu apa yang bisa membuat anda rileks, bukan?

5. Hindari junkfood

Sebaiknya, tidak memilih junkfood sebagai teman makanan perjalanan anda. Akan lebih baik jika anda makan makanan yang menyegarkan agar anda ikut tetap fresh dan semangat. Jangan lupa untuk tetap konsumsi air putih.
 
6. Tetap berolahraga

Agar mood tetap terjaga, lakukan olahraga walaupun sedang berlibur. Olahraga akan membantu meregangkan syaraf2 yang tegang dan akan membuat anda lebih rileks. Sedikit saja dan yang ringan-ringan. Misalnya streching, atau lari pagi, bisa juga senam pagi saat berada di hotel dan pilihan lainnya.
 
7. Nikmati apa yang ada

Kadang kala atau bahkan sering, mood akan berubah drastis saat apa yang kita inginkan tidak ada. Sebaiknya buang jauh-jauh kebiasaan tersebut. beradaptasi dengan cepat akan membuat anda lebih enjoy. Nikmati makanan lokal apa adanya, akomodasinya, transportasinya, penduduknya, udaranya, dan lain sebagainya. Hal tersebut akan membuat anda lebih rileks saat berlibur.

Demikian postingan singkat Tips Agar Liburan bisa Enjoy Tanpa Beban, Semoga bermanfaat buat kita semua.

Sumber Artikel dan Gambar : kaskus.co.id

TIPS JITU CARA CARI TEMAN SAAT TRAVELING

Musim liburan sekolah telah tiba. Biasanya banyak dari kita baik yang anak sekolahan atau justru yang punya Anak yang lagi sekolah pasti mengisinya dengan liburan. baik liburan ke kampung halaman atau liburan ke tempat wisata alam yang cantik seperti Liburan Ke Kota Sabang yang layak Anda jadikan prioritas. Kenapa Layak? Anda wajib membaca postingan saya terdahulu Mengapa Saat Liburan Sekolah Harus ke Sabang?

Jalan-jalan atau traveling tentunya merupakan aktivitas yang menyenangkan. Ada beberapa jenis traveling jika dibedakan dari tipe jumlah pelakunya. Ada traveling bersama pasangan atau traveling berdua dengan teman dan bahkan traveling secara rombongan. Nggak kalah seru, ada juga traveling solo alias traveling sendirian.
 
Baik traveling bersama pasangan, rame-rame, atau bahkan solo tentu punya cerita dan pengalaman masing-masing. Salah satu yang bisa didapat dari traveling adalah teman baru. kalau lagi jalan-jalan, sebenernya peluang buat dapet teman baru itu besar, Apalagi kalau kamu traveling sendirian, bisa dapet teman baru baik sesama traveler atau penduduk lokal. Seru kan, tapi sayangnya, sering kali kita bingung memulai atau memilih teman baru. Gimana ya caranya? Kebetulan saya ada sedikit Tips yang saya kutip dari postingan Kaskuser (kebetulan saya juga Kaskuser juga), Silahkan disimak :
 
Pastikan anda berkenalan dengan orang yang benar
Untuk yang satu ini, bolehlah 'judge a book by its cover'. Lewat penampilannya, Anda bisa melihat apakah dia turis atau warga setempat. Lihat juga raut muka dan perawakannya sebelum menimbang-nimbang untuk berkenalan. Mulailah dengan pertanyaan-pertanyaan umum seperti "Sedang traveling juga?" atau "Dari mana asalnya?". Dua pertanyaan itu ampuh untuk memulai percakapan dan menciptakan keakraban. 
 
Jangan takut berbagi itinerary
Anda yang traveling sendirian maupun bersama rombongan, pasti berpegang pada itinerary (atau dengan kata lain skedul jalan-jalan kita). Nah, jangan sungkan untuk berbagi rencana perjalanan dengan orang yang baru berkenalan apalagi kalau dia seorang traveler. Bagi Anda traveler solo, hal ini menguntungkan sehingga Anda punya teman mencoba beragam kegiatan seru. Misal, saat Anda traveling ke pantai yang punya beragam fasilitas, tanyakan apakah dia suka bermain banana boat atau snorkeling. Anda bisa ikut itinerary miliknya, atau sebaliknya. Melakukan beragam hal seru bersama orang baru seringkali menyenangkan lho.

Jangan 'ngintil' terus!
Anggaplah Anda dan partner traveling baru sudah kenal cukup dekat dan mengunjungi berbagai tempat bersama-sama. Tapi ingat, Anda dan dia punya itinerary perjalanan masing-masing. Jangan terus-terusan mengikuti ke mana dia pergi alias 'ngintil'.
 
Jangan terlalu cepat percaya
Anda boleh saja merasa dekat dengan teman baru, mungkin sudah melakukan perjalanan bersama selama berhari-hari. Namun, jangan percaya begitu cepat. Bagaimanapun Anda patut waspada soal penipuan yang marak dalam dunia traveling. Kalau Anda seorang traveler wanita yang pergi sendirian, tingkat kewaspadaan itu harus dilipat ganda. Tetap waspada selama traveling, jangan sampai teman baru Anda melewati batas.
 
Bertukar nomor kontak
Nah, ini hal terakhir yang penting dilakukan saat berkenalan dengan orang baru. Mintalah nomor kontaknya, alamat lengkap, atau akun-akun social medianya seperti Facebook dan Twitter. Hal ini penting untuk menjalin hubungan pertemanan ke depannya. Anda dan dia bisa berbagi itinerary dan traveling bersama-sama di lain waktu.

Demikian Tips Jitu Cara Cari Teman saat Traveling, semoga bermanfaat buat yang mau liburan atau bahkan yang lagi liburan saat ini. Siapa tahu saat liburan mendapatkan teman baru, saudara baru atau bahkan ketemu jodoh.

Sumber Artikel : kaskus.co.id

Minggu, 23 Juni 2013

SUASANA CERAMAH ISRA' MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW DI KOTA SABANG

Jum'at malam atau Malam Sabtu kemaren, di Mesjid Agung Babussalam Kota Sabang dilaksanakan Acara Ceramah Agama dalam Rangka Ulang Tahun Kota Sabang yang ke 48 serta memperingati Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW. Ceramah agama disampaikan oleh Tgk. Yusri Puteh dari Kabupaten Pidie.

Sebenarnya saya mau merekam ceramah tersebut agar bisa saya bagikan kepada pembaca, namun sayang HP yang saya gadang-gadangkan untuk merekam kehabisan batere. Jadinya hanya bisa menampilkan satu foto kegiatan. Nah bagi yang belum tahu dimana Mesjid Agung Babussalam silahkan mampir ke Kota Sabang, mesjid ini bisa diakses dari segala penjuru dan terletak di Jalan Agussalim diseputaran Simpang Garuda.


SABANG MASUK DESTINASI ALAM UNGGULAN INDONESIA

Alhamdulillah, Kota Sabang Masuk Destinasi Alam Unggulan Indonesia. Dirjen Pengembangan Destinasi pada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, telah menetapkan Kota Sabang bersama 44 objek/kawasan wisata lainnya di negeri ini sebagai Destinasi Alam Unggulan Indonesia. “Alhamdulillah, Sabang termasuk salah satu dari 45 destinasi alam unggulan di Republik ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Drs Adami Umar MPd kepada Serambi di Banda Aceh, Jumat (21/6).

Seiring telah ditetapkannya Sabang bersama 44 destinasi alam unggulan lainnnya mewakili 34 provinsi di Indonesia, makan Dirjen Pengembangan Destinasi akan mengumumkan nama-nama objek/kawasan unggulan tersebut pada 5 Juli 2013, di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf RI di Jakarta.

Menurut Adami Umar, ke-45 Destinasi Alam Unggulan dari 34 provinsi se-Indonesia itu ditetapkan juga sebagai produk New9Wonderful. Sebagai sebuah produk unggulan, mereka berhak untuk diikutsertakan ke dalam even New9Wonderful Parks.

Untuk itu, pada 27-29 September 2013, Dirjen Pengembangan Destinasi akan memfasilitasi para calon peserta, termasuk delegasi Sabang, untuk memperkenalkan diri pada ajang New9Wonderful Expo di Singapura. Kemudian, pada awal tahun 2014, masing-masing produk mendeklarasikan wilayahnya sebagai peserta even New9Wonderful Parks.

Selanjutnya, pada 27 September 2014 di Singapura, akan dideklarasikan New9Wonderful Parks sebagai sebuah “Kawasan Taman Wisata Dunia”. Agendanya ada tiga, yaitu meresmikan System New9Wonderful Parks berbasis jejaring sosial di www.new9wonderful.com, menjadikan Singapura sebagai pintu gerbang pertama masuk ke Kawasan New9Wonderful Parks (Indonesia), termasuk Sabang, dan terakhir meluncurkan New9Wonderful Card.

Selasa, 18 Juni 2013

Kipo - Si "Ruas Jari" yang Manis Legit

Menikmati kuliner tradisional selalu memberikan kesan tersendiri bagi saya. Bukan hanya soal rasa, namun juga cerita untuk mendapatkannya. Perjalanan rasa kali ini membawa saya menelusuri kawasan Kotagede, salah satu sudut perkampungan di sebelah tenggara Kota Yogyakarta yang menyuguhkan keindahan bangunan-bangunan tua yang hingga kini masih terjaga.



Kotagede memang terkenal dengan kerajinan peraknya yang cukup melegenda. Konon, kerajinan perak di Kotagede merupakan kerajinan perak terbaik di Indonesia. Bagi penggemar wisata heritage, Kotagede bisa menjadi pilihan Anda menjelajah. Banyak bangunan-bangunan tua yang masih sangat terjaga di kawasan ini. Sering saya menyebut Kotagede sebagai sebuah mesin waktu, menuju pintu gerbang ke masa lalu.



Selain keindahan bangunan tua peninggalan masa silam, Kotagede juga menyimpan kekayaan kuliner yang sayang jika dilewatkan. Salah satu kuliner khas dari Kotagede ini adalah kipo. Makanan ini berbentuk mungil  sebesar satu ruas jari ini memiliki cita rasa manis legit bercampur dengan rasa gurih. Ada cerita menarik di balik pemberian nama kipo pada makanan ini. Awalnya Bu Djito, sang pencipta panganan sederhana ini mencoba menjual panganan hasil kreasinya di warung sederhana miliknya. Banyak pembeli yang bertanya-tanya kepada Ibu Djito "iki opo?" atau dalam Bahasa Indonesia berarti "ini apa" ketika melihat panganan tersebut. Dari pertanyaan itu kemudian nama kipo tercipta. Sebuah nama yang berasal dari singkatan pertanyaan "iki opo" yang berulang kali dilontarkan oleh pembeli kepada Bu Djito.



Kipo sendiri terbuat dari adonan tepung beras yang dicampur dengan santan dan garam, serta diberi pewarna hijau. Adonan tersebut dibentuk bulat lalu dipipihkan, kemudian diberi isian enten-enten yang berasal dari campuran parutan kelapa dan gula jawa. Adonan tersebut kemudian dipadatkan, lalu diletakkan di atas daun pisang, untuk kemudian dipanggang di atas wadah semacam wajan, namun memiliki bentuk yang rata. Dahulu pemanggangan kipo dilakukan menggunakan tungku kayu, namun sekarang dilakukan di atas kompor gas seiring dengan perubahan zaman.


Warna hijau pada adonan kipo berasal dari pewarna alami yaitu perasan daun suji atau daun pandan yang dicampurkan ke dalam adonan. Campuran daun suji ini membuat aroma khas kipo keluar ketika dipanggang. Jajanan kipo ini cocok dijadikan sebagai teman minum teh baik di pagi maupun sore hari. Kipo tidak memakai bahan pengawet, sehingga hanya mampu bertahan selama seharian saja. Walaupun tidak basi, namun kipo yang sudah terlalu lama akan terasa keras dan kurang enak untuk disantap.



Tak seperti halnya makanan khas Jogja lainnya seperti bakpia, geplak, maupun gudeg yang hampir dijual di seluruh sudut Kota Yogyakarta, jajanan kipo ini hanya dijual di kawasan Kotagede saja, tidak dijual di kawasan lain. Warung kipo yang terkenal adalah warung milik Bu Djito yang beralamatkan di Jalan Mondokaran no 27 Kotagede, Yogyakarta. Selain membeli kipo, Anda pun dapat melihat secara langsung proses pembuatannya di warung Bu Djito ini. 



Lokasi
Warung kipo Bu Djito terletak di Jalan Mondorakan 27 Kotagede, Yogyakarta. Jika Anda dari arah Jalan Kemasan langsung saja menuju pasar, lalu belok ke kanan (ke arah barat), telusuri saja jalan tersebut, warung kipo Bu Djito terletak di sebelah kanan jalan.

Bagaimana Menuju Ke Sana ?
Untuk menuju wilayah Kotagede, Anda dapat menggunakan jasa Trans Jogja dengan trayek 3A dan 3B, turun di shelter Tegal Gendu, lalu berjalan kaki ke arah pasar Kotagede. Anda dapat pula menggunakan kendaraan pribadi seperti motor dan mobil. Anda juga dapat menggunakan jasa becak, andong, maupun taksi untuk menuju daerah tersebut.

Harga
Untuk satu bungkus berisi lima buah kipo dijual dengan harga Rp 1.300,00 saja, murah bukan !

Tips
Selain berburu kipo, di Kotagede ini Anda dapat berburu kerajinan perak, mengunjungi pabrik Cokelat Monggo, maupun berwisata di Makam Raja-Raja Mataram yang letaknya saling berdekatan.

Senin, 17 Juni 2013

Air Terjun Jurang Pulosari, Kini Mulai Diminati Wisatawan

Nikmatilah setiap jengkal perjalanan, jangan ragu untuk berbincang dengan penduduk sekitar.

Perjalanan menyambangi keindahan Curug Banyunibo memberikan saya sebuah pembelajaran, bahwa sejatinya sebuah perjalanan bukanlah tentang destinasi yang kita tuju, melainkan bagaimana kita bisa menikmati setiap proses di dalam melakukan sebuah perjalanan itu sendiri.


Usai menikmati keindahan alam di Curug Banyunibo, perjalanan saya lanjutkan menuju Jurang Pulosari, salah satu air terjun yang lokasinya tak jauh dari Curug Banyunibo ini. Perjalanan menuju Jurang Pulosari pun tak kalah menantang. Jalan setapak dengan cor blok dengan medan naik turun dan sedikit berkelok pun tetap setia menemani sepanjang perjalanan.


Pertama kali saya mengetahui keberadaan Jurang Pulosari berdasarkan informasi yang dishare oleh mas Wijna di blognya. Melihat dari tulisan dan foto-foto yang ditulis, Jurang Pulosari ini memiliki pemandangan yang cukup cantik, namun medan jalan yang dilalui lumayan sulit. Semacam sebuah filosofi yang saya ingat, untuk mencapai "surga", jalan yang dilalui memang "berliku". Informasi tentang Jurang Pulosari ini masih tergolong minim, bahkan ketika saya mencoba mencari di mesin google, yang keluar tak jauh dari cerita wingit karena pernah dijadikan sebagai lokasi syuting acara Dua Dunia.

Dibutuhkan waktu berkendara sekitar 10 menit perjalanan dari Curug Banyunibo menuju Jurang Pulosari ini. Sepanjang perjalanan hanya ditemani kebun yang lebih mirip dengan hutan. Tampak tanah dengan kontur tandus dan tanaman yang mulai meranggas diterjang hawa panas musim kemarau. Seorang bapak-bapak setengah baya menghalau laju kendaraan saya sambil menawarkan halaman rumah miliknya untuk dijadikan tempat parkir. Tak salah memang jika saya memilih memarkirkan kendaraan di bagian atas, kemudian lanjut dengan berjalan kaki. Kontur jalan untuk menuju ke bawah memiliki jalan menurun yang sempit dengan lekukan yang cukup tajam sebelum akhirnya tiba di parkiran bagian bawah.


Jujur saya sedikit kaget dengan wujud asli Jurang Pulosari yang saya lihat langsung ketika itu. Cukup berbeda memang dengan  gambar-gambar yang saya lihat di blog milik Mas Wijna. Mungkin lagi-lagi saya kurang beruntung karena datang pada saat hujan sudah mulai jarang. Antara percaya dan tidak percaya jika yang saya lihat adalah wujud asli dari Jurang Pulosari.

Tapi lagi-lagi saya harus akui jika air terjun ini memiliki karakteristik yang unik, yaitu terlihat sangat fotogenik ketika diabadikan dengan kamera. Di balik penampilannya yang sederhana terlihat pesona yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata. Jika debit air sedang tinggi, saya yakin pesona Jurang Pulosari akan lebih terpancar lagi.

Saya pun beranjak mengikuti aliran sungai untuk menuju daerah hulu. Belum sampai hulu saya berjalan, terlihat warga desa sedang bergotong royong membersihkan aliran sungai. Katanya tak lama lagi di salah satu sudut aliran sungai ini akan dimanfaatkan untuk arena lomba memancing. Acara tersebut bertujuan untuk menambah atraksi serta mengenalkan desa di sekitar Jurang Pulosari ini sebagai salah satu lokasi desa wisata.


Lelah dan dahaga pun perlahan menggerogoti tenggorokan saya yang sedari tadi berjalan-jalan tanpa diberikan asupan. Beruntung ada beberapa lapak sederhana milik warga yang berdiri di sekitar lokasi jalan menuju air terjun. Tanpa pikir panjang saya pun memesan segelas es Marimas yang terpampang di lapak sederhana tersebut. Saya pun iseng bertanya kepada sang penjual, dari penuturannya Jurang Pulosari ini memang belum lama dibuka untuk kegiatan pariwisata. Masih dalam tahap perintisan memang, namun saya yakin tempat ini memiliki cukup potensi untuk dikembangkan.

Ah, lagi-lagi perjalanan saya dikejutkan dengan harga minuman yang saya pesan siang itu. Coba tebak kira-kira berapa harga es Marimas yang saya pesan? Rp 4.000,00? Rp 3.000,00? Rp 2.000,00? Rp 1.000,00? BUKAN ! Harga segelas es Marimas di Jurang Pulosari hanya dihargai Rp 500,00 saja per-gelasnya ! Ah saya jadi tak tega ketika harus membayarnya :(

keterangan :

  • untuk menuju Jurang Pulosari ini cukup mudah, dari arah Curug Banyunibo tinggal susuri jalan setapak naik menuju pos ronda. Dari pos ronda belok ke kiri, lurus hingga menemukan pertigaan. Dari pertigaan tinggal belok saja ke kiri mengikuti petunjuk jalan yang sudah disediakan penduduk setempat
  • jangan ragu untuk bertanya kepada penduduk setempat jika tidak mau tersasar
  • tarif parkir motor Rp 2.000,00
  • lokasi ini masih dalam tahap rintisan tempat wisata, jadi fasilitas umum seperti toilet belum ada
  • jangan lupa untuk menjaga lingkungan sekitar, hal yang paling sederhana adalah tidak membuang sampah sembarangan :)

Selasa, 11 Juni 2013

Curug Banyunibo - Wisata Air Andalan di Daerah Pajangan, Bantul

Bantul, sebuah wilayah yang terletak di sebelah selatan Yogyakarta memang terkenal dengan ragam pilihan wisatanya. Mulai dari wisata pantai di pesisir selatan, menikmati suasana pedesaan yang tenang, kuliner tradisionalnya yang memanjakan lidah, serta terkenal sebagai sentra penghasil barang-barang kerajinan yang beraneka rupa. Siang itu kendaraan saya arahkan menuju desa Krebet, sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Pajangan, sebelah barat wilayah Bantul yang terkenal dengan kerajinan batik kayunya. 


Tujuan saya kali ini tidak untuk menikmati wisata batik kayu yang disajikan di Desa Krebet, melainkan mencari keberadaan sebuah curug yang berlokasi tidak jauh dari desa wisata ini. Curug Banyunibo, sebuah air terjun yang tergolong baru, yang kini mulai dikembangkan oleh warga setempat sebagai obyek wisata. Secara administratif Curug Banyunibo ini berada di Dusun Kabrokan Kulon, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Perjalanan menuju Curug Banyunibo memang cukup berliku. Mulai dari jalan aspal yang mulai tidak rata dengan medan naik turun, dilanjutkan dengan jalan setapak yang dikeraskan dengan cor blok menyusuri hutan dan deretan perkampungan. Namun, pemandangan perbukitan yang cukup rindang sedikit mengalihkan perhatian dari rasa lelah saat perjalanan. Lokasi curug ini sedikit "mblusuk" memang. Tapi tak perlu khawatir tersesat, karena petunjuk jalan sudah dipasang, walaupun berukuran cukup kecil. Jika ragu dan tidak ingin tersesat, jangan takut bertanya dengan penduduk setempat, dengan ramah mereka akan menjelaskan rute menuju Curug Banyunibo ini dengan jelas.

Jalan cor blok dengan medan yang menurun disertai tikungan yang cukup tajam di beberapa titik menjadi tantangan terakhir sebelum akhirnya tiba di parkiran kendaraan. Jalan tersebut sedikit licin terlebih setelah terguyur oleh hujan. Parkir kendaraan menempati halaman rumah warga yang dikelola secara swadaya. Dari arah parkiran dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan yang sedikit menurun. Suasana tenang dipadu dengan rimbunnya pepohonan setia menemani selama berjalan kaki menuju lokasi. Sebuah air terjun yang mengalir di antara batuan karst pun menyambut kita seolah mengajak bermain bersama.


Air Terjun Banyunibo, melihat sekilas wujudnya memang tidak seperti air terjun kebanyakan dengan aliran air yang langsung jatuh ke bawah dari atas ketinggian. Air terjun ini lebih mirip seperti lereng jurang dari bebatuan kapur yang kemudian dilewati oleh aliran air. Airnya sangat jernih, dengan pantulan warna kehujauan yang berasal dari tanaman lumut yang tumbuh di antara sela-sela bebatuan. Satu hal yang saya sukai dari Curug Banyunibo selain dari suasana alamnya yang masih tenang dan rindang adalah karakteristik si curug yang terlihat sangat fotogenik ketika diabadikan oleh kamera. Setidaknya hal itulah yang tertangkap oleh mata saya ketika mengabadikan keindahan Curug Banyunibo dari kamera. Keasrian hutan yang menjadi latar belakang curug ini seolah menambah keindahan dan ketenangan suasana di sekitar curug. Suasana yang tenang dengan udara yang cukup segar seolah mengajak kita untuk sejenak berlama-lama menikmati keindahan alam di Curug Banyunibo ini.


Airnya yang jernih siap menggoda siapa saja untuk berbasah-basah ria menikmati kesegaran aliran air Curug Banyunibo. Terlihat antusiasme anak-anak yang bermain air di bawah aliran air terjun Curug Banyunibo dengan sangat ceria pada saat saya tiba. Apabila Anda suka tantangan, tak ada salahnya untuk mencoba mendaki ke bagian atas bukit bebatuan menyusuri aliran air terjun curug ini. Harus ekstra hati-hati memang karena bebatuan curug yang cukup licin dengan kemiringan yang cukup vertikal, sekitar 70 derajat. Curug Banyunibo menyimpan pesona keindahan alam yang mengangumkan. Obyek wisata ini tergolong masih baru, hal ini dilihat dari fasilitas penunjang pariwisata yang masih sangat sederhana. Lapak-lapak sederhana milik warga setia menjajakan camilan dan minuman untuk menemani wisatawan yang  sedang menikmati keindahan curug yang cantik ini.

Satu hal yang membuat saya salut dengan keberadaan Curug Banyunibo ini adalah kesadaran masyarakat setempat untuk selalu menjaga kebersihan dan kelestarian alam sekitar. Hal ini terbukti dari masih rimbunnya pepohonan yang tumbuh serta hampir tidak dijumpai sampah yang berserakan di sekitar lokasi air terjun ini. Semoga kesadaran masyarakat setempat ini dibarengi dengan kesadaran wisatawan yang datang berkunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan. Bagi Anda yang ingin mencari alternatif tempat berlibur dengan tema air, tak ada salahnya blusukan ke Curug Banyunibo yang ada di kawasan Pajangan, Bantul ini.

keterangan :

  • Untuk menuju lokasi Curug Banyunibo ini cukup mudah, dianjurkan untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju lokasi
  • Untuk menuju daerah Pajangan, cukup susuri ring road selatan menuju daerah pabrik gula Madukismo,  dilanjutkan menuju Desa Krebet. Dari patung Semar di Desa Krebet arahkan kendaraan ke kiri, lurus ikuti jalan hingga menemukan pertigaan lalu belok ke kanan. Petunjuk arah menuju Curug Banyunibo terlihat kecil, butuh sedikit kejelian, jika tidak mau tersasar silahkan bertanya kepada penduduk sekitar.
  • Tarif parkir motor Rp 2.000,00
  • Pada musim kemarau debit air cenderung kecil, sedangkan pada musim penghujan debit air curug relatif cukup besar.

Selasa, 04 Juni 2013

Pantai Sepanjang - Menikmati Suasana Pantai Kuta Lama ala Jogja

Garis pantai yang cukup panjang membentang dipadu dengan hamparan pasir putih sepanjang mata memandang. Ada pula jalan kecil dengan alur menyisiri garis pantai. Sekilas mirip dengan suasana sebuah pantai ternama di Pulau Dewata !


Awan mendung menyambut kedatangan saya di Pantai Sepanjang, salah satu deretan pantai di pesisir selatan Gunung Kidul, Yogyakarta. Sambil menunggu teman yang datang, saya pun dibuat penasaran oleh jalan setapak yang sudah beraspal kasar yang membentang di sepanjang tepi pantai. Di sepanjang jalan tersebut terlihat warung-warung sederhana milik warga yang menjajakan makanan, ada pula yang menjual pernak-pernik sederhana yang dapat Anda jadikan cinderamata. Suasana jalan yang mengingatkan saya pada suasana Pantai Kuta, pantai ternama di Pulau Dewata.

Belum sampai ujung jalan ponsel saya sudah berdering. Sebuah pesan singkat dari teman mengabarkan jika dia sudah berada di dekat pos retribusi Pantai Sepanjang. Buru-buru saya putar balik motor menuju pos tersebut. Kami pun memarkirkan kendaraan di tepi pantai, kemudian berjalan menghampiri sebuah warung sederhana milik warga. Warung-warung makan yang berjajar di Pantai Sepanjang memang tampak bersahaja. Bangunan gubug sederhana beratapkan daun kering berpadu cantik dengan hamparan laut di depan mata.


Saya pun duduk terdiam di atas tikar yang digelar. Sambil menunggu mie goreng yang saya pesan, mata saya tertuju pada hamparan hijau yang sesekali nampak di sapu ombak. Penamaan Pantai Sepanjang sendiri terkait dengan panjangnya garis pantai yang dimiliki pantai ini. Konon, garis pantai yang dimiliki Pantai Sepanjang merupakan yang terpanjang di antara pantai-pantai lain di pesisir Gunung Kidul. Berbeda dengan Pantai Kuta yang ramai dengan wisatawan serta bangunan hotel, cafe, serta pusat perbelanjaan yang megah, Pantai Sepanjang menghadirkan suasana alami dan relatif tenang dari hingar bingar keramaian.



Pesona Pantai Sepanjang bukanlah hamparan pasir putih yang menawan maupun deretan perbukitan yang tinggi menjulang. Lihatlah lebih jeli lagi di antara putihnya pasir pantai yang tersapu oleh ombak. Anda akan menemukan banyak cangkang hewan sejenis mollusca dengan aneka macam bentuk dan warna. Anda pun dapat menemukan bintang laut yang bersembunyi di sela-sela batu karang, di wilayah pasang surut yang dekat dengan bibir pantai. Ada pula beberapa jenis ikan kecil yang berenang-renang di antara batuan karang. Saya pun beruntung siang itu, melihat langsung siput laut, seperti tokoh Gerry dalam film kartun Spongebob yang populer di kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Hewan ini memiliki tubuh yang sedikit kenyal namun tak memiliki cangkang.



Pesona lain dari Pantai Sepanjang adalah bebatuan karang yang terhampar tak beraturan di salah satu sudut pantai. Rasanya nyaman sekali duduk di salah satu hamparan bebatuan tersebut sambil terdiam menikmati pemandangan. Deburan ombak yang cukup besar sesekali menghantam, jadi pastikan barang bawaan Anda aman dari terjangan gelombang. Dari sini saya melihat seorang ibu-ibu sedang sibuk mencari rumput laut yang memang cukup banyak terhampar di bagian pasang surut. Rumput laut ini diolah menjadi kripik renyah dan kemudian dijajakan di pantai sebagai kudapan yang nikmat.


Perjalanan saya siang itu ditutup dengan pemandangan nelayan yang pulang membawa tangkapan lobster. Dua ekor berukuran sedang berhasil ditangkap oleh sang nelayan. Lobster memang salah satu buruan yang paling dicari nelayan di pesisir pantai Gunung Kidul karena nilai ekonomisnya yang cukup menjanjikan. Ah Pantai Sepanjang, tak salah memang jika orang menyebutmu dengan sebutan Kuta tempo dulu karena pesona keelokanmu.