Kamis, 26 September 2013

Penutupan Acara Asia Tri Jogja 2013

Dinginnya kawasan Kaliurang di lereng Merapi dipadu dengan keindahan Museum Ullen Sentalu kembali menjadi tempat penyelenggaraan acara Asia Tri Jogja 2013. Asia Tri merupakan acara pementasan seni dari sejumlah negara di Asia dan Eropa. Acara yang diprakarsai oleh Indonesia, Korea, dan Jepang ini sudah menginjak tahun ke delapan dalam penyelenggaraannya.


Animo penonton pun cukup membludak. Mereka harus rela duduk lesehan sambil berdesak-desakan, bahkan ada pula yang harus rela berdiri dari awal hingga akhir acara. Acara penutupan Asia Tri Jogja 2013 dimeriahkan dengan pertunjukan seni tari kontemporer dari beberapa penari dari berbagai negara. Para penari dari sanggar seni di kawasan Kaliurang pun menjadi pembuka acara penutupan acara Asia Tri Jogja yang diselenggarakan pada 25 September 2013. 


Malam itu saya memang tidak melihat pertunjukan sampai pada akhir acara. Yak, inilah beberapa gambar  seadanya yang bisa saya tangkap dengan kamera jadul saya. Selamat menikmati :)





Selasa, 24 September 2013

Kemeriahan Penutupan Ramayana International Festival 2013

Panggung Terbuka Ramayana menjadi lokasi diselenggarakannya acara Ramayana International Festival 2013. Acara ini diselenggarakan selama empat hari berturut-turut, yaitu mulai dari tanggal 6 sampai tanggal 9 September 2013. Ramayana International Festival tahun ini dimeriahkan oleh para peserta yang berasal dari sembilan negara, meliputi India, Kamboja, Myanmar, Singapura, Malaysia, Laos, Filipina, Thailand, serta Indonesia. Acara ini berlangsung sangat meriah dan menyedot animo penonton yang cukup banyak hingga memenuhi seluruh area Panggung Terbuka Ramayana yang berada di kompleks Candi Prambanan.


Saya berkesempatan untuk melihat penutupan Ramayana International Festival pada tanggal 9 September 2013, dengan penampilan dari kontingen Thailand kemudian dilanjutkan penampilan dari kontingen Bali, Indonesia. Kontingen Thailand menampilkan episode Perang Phra Ram dan Thotsakan. Dalam episode ini diceritakan peperangan yang dilakukan oleh Rama (Phra Ram) yang dibantu oleh adiknya yaitu Lakshamana (Phra Lak) melawan Rahwana (Thotsakan), seorang raja iblis dari kerajaan Alengka yang menculik istri Rama, yaitu Dewi Sita.




Adegan perang antara Rama dengan Rahwana dibawakan dengan lemah gemulai oleh para penari dari Thailand ini. Hentakan kaki dari para penari sesekali terdengar memecah keheningan, dipadukan dengan beberapa alunan alat musik khas Thailand yang terdengar mendominasi sepanjang penampilan. Para penari tersebut mengenakan pakaian dengan motif khas Thailand lengkap dengan hiasan kepala khasnya yang sekilas mirip seperti pagoda.



Episode terakhir Epos Ramayana ini ditutup oleh kontingen Bali yang menampilkan cerita "Pertemuan Kembali Rama dan Sita". Episode ini diawali dengan iringan gamelan Bali yang enerjik dipadukan dengan tarian pasukan kera Hanoman yang disambut dengan iringan tepuk tangan penonton yang sangat meriah. Riuh penonton semakin bertambah ketika di tengah adegan peperangan muncullah sosok raksasa Rahwana sang raja iblis dari negeri Alengka. Selain musik dan gerak para penari, pencahayaan atau lighting panggung pun membuat suasana semakin meriah. Episode ini ditutup dengan bersatunya kembali Rama dan Sita yang mengendarai sebuah kereta kencana dan disambut dengan suka cita oleh iring-iringan seluruh pasukan di negeri Wanara.


Tak rugi rasanya malam-malam saya harus berkendara jauh-jauh menuju Prambanan untuk melihat acara Ramayana International Festival 2013 ini. Penutupan acara Ramayana International Festival 2013 ini ditutup dengan kembang api yang membuat penutupan acara ini semakin meriah. Acara Ramayana International Festival ini memang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya di negara-negara peserta secara bergantian. Acara Ramayana International Festival direncanakan akan diadakan kembali tahun depan di negara Thailand. Anda berminat untuk melihat acara ini tahun depan di Thailand?

Senin, 16 September 2013

Keunikan Warisan Kuliner Nusantara "Bubur Sumsum"


Bubur sumsum, begitu nama makanan ini disebut. Meski tampilannya sederhana dan mungkin terkesan biasa-biasa saja, jangan meremehkan keistimewaan rasa bubur yang satu ini. Bubur sumsum  yang dikombinasikan dengan srontol yang disajikan dengan kuah santan, kuah gula merah dan sagu mutiara akan menciptakan perpaduan rasa gurih dan manis dengan aroma yang harum perpaduan dari aroma buah nangka dan daun pandan wangi. Srontol adalah bola-bola dari tepung ketan dan tepung sagu yang telah direbus dalam air gula merah dan dikentalkan dengan sedikit tepung ketan, atau kita sering menyebutnya dengan biji salak, Grundul atau Candil. Bubur sumsum  adalah kuliner yang tak boleh dilewatkan saat Anda mengunjungi Kota Mojokerto di Jawa Timur. 
Kuliner di Kota Mojokerto yang merupakan salah satu pusat wilayah peninggalan Kerajaan Majapahit pada masa lampau yang pernah menjadi Kemaharajaan Raya yang mengayomi wilayah yang luas di Nusantara dan memiliki kekuasaan hampir seperempat dunia dan sudah menjadi buah bibir di kalangan Sejarawan. Cita rasa makanan Mojokerto memang khas hasil dari resep yang turun menurun dan bercita rasa tinggi berpadu dengan sentuhan rasa gurih di hampir setiap masakannya.
Masyarakat Mojokerto memang terkenal royal menggunakan bumbu dan rempah-rempah di setiap olahan masakannya. kekayaan rasa ini dapat dikecap di hampir semua jenis olahannya. Tidak terkecuali pada menu bubur sumsum yang rasanya unik, hasil perpaduan rasa gurih, manis sekaligus segar. Demikian khas, lezat dan populernya olahan lokal ini, bubur sumsum  bahkan menjadi salah satu olahan yang turun temurun di Kota Mojokerto. Bagaimana tidak, bubur sumsum  sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam rangkaian tradisi dan upacara-upacara adat yang sudah dilaksanakan masyarakat Mojokerto. 
Penampilan bubur yang bernutrisi tinggi ini tak jauh berbeda dari bubur kebanyakan. Hal yang menjadikannya unik dan berbeda dari bubur biasa adalah pada variasi dan kombinasinya. Variasi dan kombinasi bubur sumsum  yang tepat adalah bubur grundul atau sruntul atau candil, bubur mutiara, bubur ketan hitam, bubur kacang hijau yang kental, bubur sagu, kukusan buah pisang tanduk, rebusan buah nangka dicampur gula merah, rebusan santan dicampur daun pandan wangi, dawet hijau dan variasi serta kombinasi terakir yang pas adalah es batu bagi yang suka dingin. Nama sumsum sendiri dalam bahasa Mojokerto yang berarti sumsum tulang yang mempunyai tampilan putih, lembut dan bersih. Hal ini didasarkan pada tampilan fisik bubur dan cara pengolahannya dimana semua bahan memiliki tekstur rasa yang lembut dan bersih.
Jenis bahan makanan yang biasa digunakan sebagai bahan bubur ini adalah tepung beras, tepung ketan, tepung sagu, ketan hitam, air kapur sirih, air, gula merah, santan kelapa, dawet hijau, sagu mutiara, kacang hijau, dan lainnya. Adapun bahan makanan yang dicampurkan di dalamnya adalah, garam, daun pandan wangi, buah nangka dan lainnya. Cara pengolahan bubur sumsum  cukup sederhana dan mudah. larutkan tepung beras dengan santan serta tambahkan daun pandan dan garam. Tepung beras sebagai salah satu bahan utama dimasak dengan air santan. Bahan makanan seperti pandan wangi dan garam dapat dimasukkan bersamaan. Bubur terus dimasak sambil diaduk sampai meletup-letup hingga teksturnya mengental dan semua bahan matang merata namun jangan sampai terlalu cair atau terlalu matang.
Membuat kuah gula merah. Campur gula merah dan air secukupnya, aduk-aduk hingga gula merah mencair menjadi encer. Tambahkan pandan wangi untuk menambah aroma harum dan masukkan buah nangkah sebagai penambah rasa dan variasi. Untuk menambahkan rasa gurih dan segar bias menggunakan kuah santan dengan cara rebus semua bahan kuah santan sampai mendidih dan sisihkan.
Cara mengelola variasi dan kombinasi bubur sumsum  diantaranya bubur grundul atau sruntul atau candil, bubur mutiara, bubur ketan hitam, bubur kacang hijau yang kental, bubur sagu, kukusan buah pisang tanduk, dawet hijau dan es batu bagi yang suka dingin adalah sebagai berikut;
 Cara pengolahan grundul atau sruntul atau candil. Campur tepung ketan, tepung sagu, garam, dan air kapur sirih. Masukkan air hangat sedikit-sedikit sambil diuleni sampai menjadi adonan. Ambil adonan secukupnya dan bentuk menjadi bola-bola sebesar kelereng lalu sisihkan. Rebus air dan gula merah sampai larut lalu tambahkan garam dan daun pandan sampai mendidih, masukkan bola-bola yang disisikan tadi lalu rebus sampai terapung dan matang, lalu tuang larutan tepung ketan sambil diaduk-aduk sampai meletup-letup lalu angkat dan sisihkan.
Pengolahan bubur mutiara. Rebus air lalu masukkan sagu mutiara dengan api sedang, apabila keliahatan sudah cukup matang maka bergegaslah untuk meniriskan serta hindari pemakaian api yang terlalu besar yang membuat air cepat mendidih karena bias membuat sagu mutiara hancur dan lumer. Untuk pengolahan bubur ketan hitam, bubur kacang hijau dan bubur sagu, Anda cukup menggunakan air panas dan memasukkan bahan secara terpisah lalu mengaduk-aduknya sampai terlihat kental dan tidak terlalu berair.
Untuk pengolahan kukusan buah pisang tanduk dan pembuatan es batu merupakan kegiatan yang sangat mudah yaitu untuk pengolahan kukusan buah pisang tanduk cukup dengan mengukus buah pisang tanduk sampai matang dan untuk membuat es batu hanya memerlukan air mineral dan dimasukkan ke dalam lemari es hingga air mengeras seperti batu. Untuk dawet hijau anda tidak perlu repot-repot mengolahnya karena sudah banyak dijual dalam bentuk sudah matang di pasar dan area perbelanjaan terdekat.
Sepertinya tidak terlalu berlebihan bila menyebut bubur sumsum  merupakan Warisan Kuliner Nusantara, karena bubur merupakan resep yang turun temurun dan salah satu menu yang wajib dalam berbagai tradisi dan acara adat yang sudah ada sejak zaman kerajaan dahulu seperti selamatan, pernikahan, kelahiran, ruwatan dan acara-acara lainnya. Tradisi penyajian bubur di setiap acara adat tidak hanya terdapat di Mojokerto, akan tetapi terdapat di daerah-daerah lainnya seperti Festival Tabot di Bengkulu, tradisi sedekah laut di Karimunjawa, tedak siten di Jawa Tengah dan tradisi-tradisi lain yang menggunakan bubur sebagai salah satu menu dan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan.
Seporsi bubur sumsum  dipercaya dapat menbalikan energy dan stamina Anda yang berkurang akibat berbagai kegiatan. Itu karena makanan ini kaya nutrisi. Untuk dapat menikmati sajian bubur khas Mojokerto ini Anda dapat mengunjungi Warung Bu Saudah yang berlokasi di Jl Mayjen Sungkono daerah Wates sebelah barat lapangan bola yang menjadi salah satu warung bubur Mojokerto yang sudah punya nama dan memiliki rasa bubur yang paling nikmat. Bagai mana tidak punya nama dan memiliki rasa bubur yang paling nikmat, Bu Saodah mengaku sejak th 89 dia berjualan bubur, resepnya turun temurun dari sang nenek yg saat ini sudah tiada. Harga seporsi bubur ini mulai dari Rp2.500,-. Selain bubur sumsum , dapat pula Anda cicipi menu andalannya yakni bubur srontol, bubur ketan hitam, bubur mutiara. Namun favorit para pelanggan adalah bubur sumsum  dan bubur sruntul.
Kota Mojokerto yang terus berbenah demi menunjang industri wisatanya ini, merupakan kota dengan peninggalan-peninggalan sejarah Kerajaan majapahit, yang meliputi Kolam segaran, Candi brahu, Candi tikus dan masih banyak lainnya yang bisa menjadikan salah satu alasan bagi Anda untuk berkunjung ke Kota Mojokerto.  Suatu saat bila anda mengunjungi Kota Mojokerto dan berada di daerah situs Trowulan maka tidak ada salahnya anda untuk mencicipi kuliner sambel wader, karena tidak jauh dari area situs Trowulan tepatnya di area Kolam segaran terdapat warung dengan menu sepesial sambel wader. Wader adalah sejenis ikan air tawar yang hidup didaerah sekitar dan di area Kolam segaran. Apabila bercerita tentang sambel wader, seolah olah saya bernostalgia dengan almarhumah ibu saya yang terkadang membuat sambel wader dengan berbagai lalapan, mulai dari lalapan kubis, daun kemangi, kacang panjang, mentimun, terong goreng serta tahu dan tempe sebagai menu yang wajib untuk mendampingi sambel wader. Bagi Anda yang cinta dengan kuliner dengan bahan yang saya rasa di luar bahan makanan yang wajar, tidak ada salahnya anda mencicipi hidangan berbahan belalang yang terkadang di jual di daerah Watu blorok, akan tetapi hidangan ini tidak selalu ada setiap hari, jadi tergantung dari keberuntungan Anda. Untuk lebih mengetahui beragam kuliner di Indonesia, ada baiknya untuk berkunjung ke website Indonesia Travel

Makam Troloyo


Makam Troloyo. Situs ini letaknya di kompleks pemakaman Islam zaman kerajaan Mojopahit di Desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan Kab. Mojokerto. Obyek utamanya adalah Makam Sayyid Muhammad Jumadil Qubro (Syech Jumadil Kubro). Syech Jumadil Kubro adalah kakek dari Sunan Ampel. Beliau adalah ulama dari Persia yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.Di kompleks makam troloyo terdapat dua kelompok makam, yaitu kelompok makam bagian depan, terdiri dari makam Wali Songo dan Kelompok Makam Syech Jumadi Kubro. Kelompok makam inilah yang paling banyak dikunjungi peziarah. Dan kelompok makam bagian belakang terdiri dari dua cungkup, yaitu cungkup pertama makam Raden Ayu Anjasmara dan makam Raden sering disebut sebagai kubur pitu.Para peziarah itu datang dari dalam da luar Mojokerto, serta ada pula yang datang dari luar Jawa. Peziarah datang ke makam itu berbagai tujuan. Ada yang datang ingin tahu keberadaan Makam Troloyo, ada pula yang datang untuk memberikan doa kepada leluhur Walisongo dengan membacakan ayat-ayat suci Al Quran.

Minggu, 15 September 2013

Kota-kota terunik di Indonesia

Indonesia memiliki banyak kota-kota ada yang besar dan ada yang kecil. Semakin padatnya pemukiman penduduk telah menumbuhkan banyak kota di Indonesia dengan berbagai fasilitas yang ada sebagai ciri sebuah kota. Di antara kota-kota tersebut terdapat beberapa kota yang unik di Indonesia. Berikut kota-kota unik di Indonesia menurut versi indonesiatop.blogspot.com :


Kota Agats, Kota di Atas bilah Papan

Kota Agats terletak di Kabupaten Asmat, Papua. Kota ini sangat unik karena hampir semua bangunannya berdiri di atas papan termasuk jalan-jalan di kota ini. Agats, didirikan di atas ribuan papan dengan tiang pancang dari kayu.

Semua infrastruktur baik perumahan, perkantoran dan jalan raya di Kota Agats ibukota Kabupaten Asmat ini terbuat dari kayu dengan konstruksi panggung. Aktifitas sehari-hari warganya dilakukan di atas papan seperti bersekolah, bekerja bahkan berolahraga. Di Agats warganya bermain bola di atas lapangan yang terbuat dari papan. Jalan di kota Asgats pun berupa jembatan kayu yang menghubungkan antara satu tempat dengan tempat lainnya. Seluruh jalan di Agats tersebut berbentuk panggung. Kendaraan di kota ini hanya ada motor listrik dan sepeda karena hanya kedua jenis kendaraan itu saja yang boleh digunakan di Agats.

Tanah di Agats memang berupa rawa-rawa berlumpur yang tidak cukup kuat dijadikan landasan bangunan. Wilayah Agats berupa rawa-rawa dengan ketinggian air mencapai satu meter sehingga kota ini dibangun di atas papan.


Kota Gili Trawangan, kota tanpa kendaraan bermotor



Kota Gili Trawangan terletak di pulau Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB.  Gili trawangan merupakan lokasi wisata yang sangat banyak pengunjungnya. Di Gili ada berbagai opsi penginapan, dari kelas resort berbintang, hingga homestay. Gili Trawangan sudah ramai dengan berbagai fasilitas wisatanya sehingga sudah pantas disebut kota.

Keunikan Gili Trawangan yaitu tidak terdapat kendaraan bermotor karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Masyarakat setempat melarang kendaraan beroperasi di pulau-pulau kecil itu sehingga tempat ini bebas dari polusi. Sarana transportasi Gili Trawangan adalah sepeda dan kendaraan unik kereta kuda seperti dokar yang sering disebut sebagai cimodo.

Gili Trawangan merupakan tempat yang sudah dikenal wisatawan dunia. Daya tarik utama wisata di pulau ini adalah pesona lautnya. Keindahan alam bawah laut tempat ini telah diakui wisatawan mancanegara.


Kota Bogor kota yang selalu hujan


Kota Bogor terletak di Jawa Barat. Kota ini memiliki keunikkan karena setiap harinya kota ini selalu hujan walaupun sedang musim kemarau. Curah hujan di Kota Bogor dikenal merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Kota  ini secara letak geografisnya memang sangat berpotensi memiliki curah hujan tinggi karena terletak di kaki Gunung Salak dan Gunung Gede. Kota Bogor terletak pada ketinggian 190 sampai 330 m dari permukaan laut. Udaranya relatif sejuk dengan suhu udara rata-rata setiap bulannya adalah 26 °C dan kelembaban udaranya kurang lebih 70%.

Hujan disini memang hampir terjadi setiap hari, dan waktunya pun tak dapat diprediksi, entah itu pagi, siang, atau malam. Hujan di kota ini bisa terjadi sepanjang hari dan  tidak mengenal musim, karena tidak diketahui batas antara musim hujan dan kemaraunya. Bogor yang sering hujan ini menyebabkan kota ini dikenal sebagai kota hujan.


Kota Tembagapura kota yang diselimuti kabut



Kota Tembagapura berada di wilayah Kabupaten Mimika, Papua. Jaraknya sekitar 55 km dari Kota Timika. Tembagapura adalah kota yang dibangun untuk menunjang kegiatan pertambangan Freeport. Ada perkantoran, pemukiman, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan sekolah. Keunikan dari kota ini yaitu kota ini selalu diselimuti kabut yang menghalangi matahari. Setiap hari, kota ini selalu diselimuti kabut yang menghalangi matahari dan memiliki curah hujan tinggi.

Kota ini jarang disinari matahari dengan awan-awan putih yang menyelimuti wilayahnya. Tembagapura dikelilingi pegunungan dan awan putih yang berlapis-lapis karena kota ini berada di ketinggian sekitar 2.500 mdpl. Suasana ini menghadirkan suhu yang cukup dingin, dengan suhu berkisar 5-20 derajat Celcius.

Dengan suhu udara yang cukup dingin, jarang munculnya sinar matahari dan hiasan awan putih yang seolah tidak pernah hilang, menjadikan Kota Tembagapura ini mendapat julukan Negeri di atas Awan.

Kota Kuala Kencana, kota di tengah hutan




Kota Kuala Kencana merupakan suatu kawasan Freeport yang terletak di Timika, Papua. Kota ini dibangun di tengah hutan oleh PT Freeport. Kota Kuala Kencana juga merupakan kota yang dibangun PT Freeport disamping Tembagapura. PT Freeport membangun 2 kota utama yaitu Tembagapura yang sering disebut highland dan kuala kencana yang disebut lowland.

Keunikan kota ini yaitu berada di tengah hutan. Kota ini dikelilingi hutan, dimana batas-batas jalan ataupun halaman-halaman rumah, pusat-pusat perbelanjaan dan kantor-kantor adalah pepohonan lebat. Kadang kita bisa melihat burung-burung khas Papua beterbangan di antara pepohonan di sekitar kota ini.

Walau dikelilingi hutan tropis, Kuala Kencana sudah seperti kota-kota di luar negeri. Sistem saluran air hingga listrik semuanya melalui bawah tanah. Model-model rumah yang ada di kompleks Kuala Kencana hampir menyerupai model rumah ala negara barat.  Jalanannya sudah ditata sangat rapih dan apik bak di luar negeri. Di Kuala kencana juga tersedia lengkap area wisata keluarga seperti kolam renang, food court, golf dsb.


Kota Bunga, Cipanas, Kota wisata yang unik



Kota Bunga ini merupakan kota wisata yang terletak di dataran tinggi Puncak, Cipanas, Jawa Barat. Kota Bunga memang kawasan yang luas dan hijau, dengan bunga-bunga bermekaran di taman-tamannya. Kota ini dibangun di lahan seluas sekitar 125 hektar sejak sekitar tahun 1993. Kota Bunga Cipanas merupakan komplek Villa dengan berbagai tipe Villa dari belahan dunia. Hingga saat ini jumlah vila yang dibangun mencapai sekitar 2.500 rumah. Rumah-rumah di kota bunga memiliki bentuk yang unik karena arsitekturnya mengikuti bentuk rumah dari berbagai negara.

Keunikan dari kota bunga ini karena memiliki tempat wisata danau yang dibuat mirip dengan kawasan Venesia di Italia, yang dinamakan Little Venice. Replika sudut Kota Venesia di area wisata Kota Bunga ini mirip sekali dengan aslinya. Little Venice ini tidak hanya menampilkan sentuhan Eropa, tapi juga menampilkan sentuhan budaya Asia dengan adanya bangunan mirip Gerbang Kemakmuran yang terdapat di China dan Patung Merlion yang terdapat di Singapura. Selain Little Venice, Kota Bunga Cipanas juga menyediakan arena permainan untuk anak-anak, yaitu Arena Fantasi dan penyewaan kuda tunggang.

Di akhir pekan atau libur sekolah, vila-vila yang ada penuh dihuni tidak saja oleh pemilik vila, tetapi juga pendatang yang sengaja menyewa vila. Untuk masuk ke kawasan vila ini gratis. Tiket baru dikenakan kepada pengunjung yang akan menggunakan fasilitas wisata. Kota dengan udara yang sejuk ini bisa jadi tempat liburan yang sangat menarik.



Kota Pontianak, Kota di garis tengah bumi



Kota Pontianak adalah Ibukota Kalimantan Barat. Kota ini terletak di lintasan garis khatulistiwa sehingga dikenal sebagai Kota Khatulistiwa atau kota Equator. Kota ini terletak di lintasan garis khatulistiwa, tepatnya antara 0°02’24” LU - 0°01’37” LS dan 109°16’25” BT - 109°23’04” BT.

Keunikan kota Pontianak yaitu menjadi satu-satunya kota di dunia yang dilintasi persis oleh garis khatulistiwa. Titik nol derajat atau kulminasi matahari yang ada di Pontianak merupakan salah satu keistimewaan kota ini dibandingkan negara-negara lain yang dilalui garis Khatulistiwa. Pasalnya, titik kulminasi di Pontianak tepat berada di tengah-tengah kota. Di Kota ini pun didirikan tugu khatulistiwa. Jadi kalau kita ada di tengah kota ini kita berada tepat di garis khatulistiwa yang memisahkan belahan Bumi utara dan belahan Bumi selatan.

Di kota ini kita akan mengalami fenomena unik karena pada waktu tertentu kita tidak bisa melihat bayangan sendiri dan itu hanya terjadi dua kali dalam setahun. Setiap tanggal 21 -23 Maret dan 21-23 September setiap tahun diperingati hari kulminasi matahari di tempat ini, yakni matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa sehingga bayangan benda di tempat ini hilang. Setiap tanggal 21 Maret dan 23 September, bayangan tubuh akan menghilang bila tepat berdiri di titik kulminasinya karena saat itu Matahari tepat berada di titik tersebut.

Itulah 7 kota terunik yang ada di Indonesia. Sebenarnya setiap kota di Indonesia memiliki keunikan masing-masing. Masih ada kota unik lainnya yang tidak ditulis dalam tulisan ini.(Indotop)

Kamis, 12 September 2013

House of Raminten - Tempat Makan Wajib di Jogja

Banner berisi foto wanita setengah baya berdandan dengan pakaian Jawa lengkap dengan kebaya dan sanggulnya seolah mempersilahkan setiap tamu yang datang untuk menikmati warung makan miliknya. Nuansa atmosfer Jawa pun sangat terasa bahkan ketika kita tiba di depan tempat makan ini. Alunan musik gending Jawa berpadu dengan bau dupa menjadi ciri khas tempat makan yang cukup nyentrik di tengah Kota Jogja.


House of Raminten, sebuah icon kuliner Kota Jogja yang menjadi tempat wajib bagi siapa saja yang ingin bersantap di Kota Pelajar. Selain keunikan suasana tempatnya, menu-menu di House of Raminten pun juga tak kalah unik. Mengambil beberapa menu kaki lima seperti warung angkringan, kemudian disajikan di tempat layaknya restoran, namun dengan harga yang membuat kantong masih nyaman.


Menu Makanan di House of Raminten
Rata-rata menu yang disediakan oleh House of Raminten adalah menu-menu masakan Jawa. Di sini kita dapat menemukan menu-menu makanan khas angkringan seperti nasi kucing, sate usus, sate telur puyuh, dan sebagainya. Dari beberapa menu yang disajikan di House of Raminten, saya paling sering memesan menu-menu berikut ini :

Nasi Kucing Pakte Double
Menu di House of Raminten memang mengangkat menu-menu makanan yang dijajakan di angkringan, namun dengan sedikit sentuhan yang membuatnya nampak lebih elegan. Jika di angkirngan, menu nasi kucing biasa dibungkus dengan daun pisang yang dilambari dengan kertas koran pada bagian luar. Namun di House of Raminten ini nasi kucing disajikan di atas piring berbentuk persegi, serta lauk pauk yang ditata rapi sehingga menimbulkan kesan elegan pada menu makanan yang identik dengan menu makanan kalangan rakyat kelas bawah ini.


Nasi kucing "pakte double" terdiri dari dua buah nasi yang disajikan dengan lauk seperti ikan teri, sambal terasi, serta kering tempe, kemudian diberi telur dadar sebagai lauk tambahan. Mungkin Anda sedikit asing dengan istilah "tante" dan "pakte". "Pakte" merupakan singkatan dari "pakai telur", sedangkan "tante" singkatan dari "tanpa telur". Nasi kucing pakte double ini dihargai Rp 4.000,00 per-porsinya, cocok bagi Anda yang ingin makan berat namun dengan porsi yang tidak terlalu banyak.


Nasi Liwet
Saya bilang ini termasuk menu yang cukup "langka" karena tidak setiap saat tersedia. Beberapa kali saya mampir di House of Raminten harus menelan rasa kecewa karena menu nasi liwet ini selalu habis terjual. Menu nasi liwet ini terdiri dari nasi gurih yang dipadukan dengan lauk seperti sayur jipan, suwiran ayam, telur masak kuning, dan tentu saja sambal sebagai penambah rasa. Porsinya memang kecil, namun cukup untuk mengobati rasa rindu saya akan masakan khas Kota Solo ini. Satu porsi nasi liwet dihargai Rp 3.000,00 saja, cukup murah bukan?


Ayam Koteka
Namanya memang nyentrik, mengingatkan kita dengan pakaian adat khas suku di Papua. Menu ini berbahan dasar cacahan ayam yang dicampur dengan telur, kemudian dimasak dan disajikan pada sebilah bambu, sekilas bentuknya mirip-mirip seperti koteka. Menu ayam koteka ini memiliki rasa yang cukup gurih sehingga pas dijadikan sebagai lauk tambahan untuk menemani menu nasi yang telah dipesan. Seporsi ayam koteka ini dihargai Rp 10.000,00.

Pilihan Minuman di House of Raminten
Banyak menu minuman yang cukup unik disajikan oleh House of Raminten ini. Ada yang berupa jamu godhogan, aneka macam susu, serta minuman dari bahan rempah yang berkhasiat menghangatkan badan. Dari sekian banyak menu minuman yang disajikan, saya hampir selalu memesan es kelapa muda jumbo. Es kelapa muda jumbo terdiri dari campuran kelapa muda, nata de coco, lalu diberi sirup cocopandan. Hal yang menjadikan menu ini unik adalah cara penyajiannya yang disajikan di dalam sebuah gelas yang berukuran sangat besar alias jumbo. Kalau saya bilang sih gelasnya hampir mirip seperti akuarium mini. Campuran kelapa muda dan nata de coco nya banyak, ditambah dengan siraman sirup cocopandan yang manisnya pas. Cocok disantap ketika siang hari untuk melepaskan dahaga. Es kelapa muda ukuran jumbo ini dihargai Rp 14.000,00 per-gelasnya. Tertarik untuk mencoba?


Selain menyajikan hidangan yang nikmat, House of Raminten juga memiliki nuansa tempat yang cukup nyaman untuk berkumpul sambil bersantap. Nuansa Jawa yang kental dengan ornamen-ornamen ruangan yang unik serta para waiters dengan penampilan yang apik dengan setelan jarik dipadukan dengan kaos putih yang diberi rompi hitam, semakin membuat tempat makan ini memiliki kekhasan tersendiri bagi siapapun yang pernah singgah di tempat makan ini. Semua kekhasan yang dimiliki oleh House of Raminten ini memang disesuaikan dengan konsep yang diusung yaitu "unique, antique, and elegant". Keunikan dan kekhasan yang dimiliki oleh House of Raminten ini menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang datang ke Kota Jogja. Tak heran jika warung makan yang buka selama 24 jam ini selalu dipenuhi oleh pengunjung yang ingin menikmati santapan di House of Raminten ini.


keterangan :

  • House of Raminten Jogja sekarang memiliki tiga buah tempat, yaitu di Jalan Magelang, di Jalan Kaliurang atas dan yang paling terkenal adalah di Jalan FM Noto no 7 Kotabaru, Yogyakarta. Dari ketiga tempat tersebut saya lebih merekomendasikan warung yang berada di Kotabaru karena nuansa atmosfer Jawa yang lebih kental, baik suasana tempat maupun menu-menu yang disajikan.
  • Untuk info lebih lanjut tentang House of Raminten Jalan FM Noto no 7 Kotabaru, Yogyakarta dapat menghubungi nomor telepon (0271) 586928

Selasa, 10 September 2013

INDAHNYA PANTAI TERSEMBUNYI DI BALIK GEDUNG WORKSHOP DEKRANAS KOTA SABANG

Hmm lama tidak ngeblog karena kesibukan offline membantu pelatihan yang diadakan oleh Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Kota Sabang yang bekerjasama dengan Dekranas Kota Sabang berupa pelatihan Kerajinan Kayu Kelapa

Gedung Worshop Dekranas Kota Sabang tempat pelatihan berlangsung berada di Jalan Anoi Itam - Ie Meulee. Nah penampakan berikut adalah pemandangan yang cukup indah yang mana lokasi ini berada tepat di belakang Gedung Dekranas Kota Sabang. Mungkin belum semua kita mengenal atau tahu bahwa ditempat ini tersaji pemandangan yang elok rupawan seperti ini.
 
Pemandangan Pantai Dari Gedung Workshop Dekranas Kota Sabang

Pemandangan Pantai Dari Gedung Workshop Dekranas Kota Sabang

Warisan Kebesaran Kerajaan Majapahit

Di sinilah kita bisa mereka-reka serta berimejinasi mengenai kebesaran dan kegagahan dari sebuah kerajaan terbesar di Nusantara lebih dari 700 tahun yang lalu. inilah sisa-sisa dari bangunan yang bersejarah akan kemegahan kerajaan yang berada di tanah air kita, ini adalah sebagai saksi bisu yang menceritakan kepada anak cucu kita beta besar dan agungnya peradaban bangsa kita di masa lampau, sebuah kerajaan terbesar di Indonesia yang lebih dari 700 tahun lalu. Ya, inilah situs Kerajaan Majapahit dari masa abad  XIII – XV Masehi. Berlokasi di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
Trowulan adalah satu-satunya situs kota di Indonesia yang luasnya mencapai 11 x 9 km 99 km² dan menyimpan ratusan ribu peninggalan arkeologis, baik yang sudah ditemukan maupun yang masih terkubur. Berwisata ke tempat ini bukan sekedar liburan, namun Anda juga bisa menapaki sejarah besar dari sebuah kerajaan yang menjadi inspirasi Bangsa Indonesia tentang "Persatuan Nusantara". Selain itu Anda akan mengetahui bagaimana tingkat peradaban di Trowulan di masa Majapahit, mulai dari sistem pemerintahan, perdagangan, hubungan luar negeri, teknologi, arsitektur, pertanian, hingga seni kerajinan.

Kerajaan Majapahit berdiri 1293 M setelah runtuhnya Kerajaan Singosari. Didirikan oleh Raden Wijaya, awalnya berpusat di daerah Hutan Tarik yang banyak terdapat Pohon Maja yang buahnya pahit, oleh karena itu dinamakan Majapahit. Raden Wijaya sendiri adalah menantu Raja Singosari yaitu Kertanegara dari garis keturunan Ken Arok, pendiri Kerajaan Singosari. Dia menjadi raja pertama Majapahit hingga 1309 M.
Kebesaran Majapahit mencapai puncak keemasan pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada yang mengikrarkan Sumpah Palapa untuk mempersatukan Nusantara. Majapahit berhasil merangkai jejaring perniagaan lokal dan regional dengan komoditi beras dan hasil bumi yang ditukar dengan rempah-rempah, keramik, dan tekstil. Mata uang yang digunakan adalah uang gobog dan uang ma dari emas atau perak, uniknya mata uang Cina dari Dinasti Tang, Song, Ming, dan Qing berlaku juga di Majapahit. Dalam kehidupan beragama terjadi penyatuan agama Siwa dengan Budha, selain berkembang agama Karesian dan Islam. Hal ini menunjukan Majapahit sebagai negara multikultur dan masyarakatnya hidup damai dengan berbagai aliran kepercayaan secara harmonis. Majapahit mengalami pasang surut akibat perebutan tahta di kalangan keluarga raja hingga akhirnya mengalami keruntuhanya abad XV M.

Bangunan keraton Majapahit diperkirakan seperti rumah bertingkat dengan atap dari kayu tipis, tembok dari bata, lantainya dari anyaman tikar pandan atau rotan. Sementara rumah penduduk umumnya dari atap jerami. Situs-situs di Trowulan telah dipugar untuk menjaga keindahannya. Situs Trowulan ini ramai pengunjung terutama hari Sabtu-Minggu dan liburan sekolah. Setiap harinya rata-rata 50-an orang pada hari-hari biasa dan rata-rata 170-an orang pada hari liburan dan liburan sekolah.

Situs Trowulan sendiri pertama kali muncul dalam literatur berjudul “History of Java I” yang ditulis Sir Stamford Raffles tahun 1817. Raffles mengatakan bahwa nama Trowulan berasal dari Trang Wulan atau Terang Bulan. Saat ditemukan seluruh situs ini tertutup hutan jati yang cukup lebat, sehingga dia tidak terlihat sebagai sebuah kota klasik.

Situs kota kota klasik Trowulan dibagi beberapa segmen yang memperlihatkan perannya dimasa lalu. Dibangun dengan pola ruang kanal air diduga ada hubungannya dengan konsep mandala yang digunakan sebagai acuan dan dasar pembagian kosmologis kota ini. Kolam Segaran membuktikan hal tersebut tak ubahnya bagai telaga di tengah kota. Berdasarkan sketsa rekonstruksi Kota Majapahit dan foto udara memperlihatkan kota lama ini memiliki sistem kanal pengairan untuk drainase dan pasokan air yang dibuat dalam garis lurus memanjang barat laut-tenggara dan timur laut-barat daya.

Selasa, 03 September 2013

Menikmati Keheningan Between Two Gates di Kotagede

Pesona Kawasan Kotagede telah membuat saya jatuh cinta kepada tempat ini. Begitu banyak hal-hal unik yang saya temui di kawasan yang terletak sebelah tenggara Yogyakarta ini. Mulai dari makanan tradisionalnya, keramahan masyarakatnya, hingga deretan bangunan tua bernuansa Jawa yang seolah membuat saya tidak pernah bosan untuk mengunjungi tempat ini.


Sebuah gapura kecil di salah satu sudut perkampungan di Kotagede ini seolah menggelitik rasa penasaran saya. Dari balik gapura terlihat samar bangunan-bangunan tua bercorakkan arsitektur Jawa yang masih sangat terpelihara keberadaannya. Kaki saya pun melangkah memasuki pintu gapura yang lebih mirip dengan gerbang tersebut. Sebuah perkampungan dengan lingkungan yang cukup asri serta jalan setapak yang terata rapi seolah menyambut kedatangan saya siang itu setelah melangkahkan kaki melewati pintu gerbang itu.



Between Two Gates, begitulah penduduk setempat menyebut nama perkampungan yang terletak di Kampung Alun-Alun RT 37 RW 09 Kelurahan Purbayan, Kotagede ini. Keistimewaan perkampungan ini adalah keberadaan sembilan buah bangunan joglo Jawa yang memang tetap dipertahankan keaslian bangunannya. Pemberian nama Between Two Gates ini merupakan pemberian dari seorang peneliti dari jurusan Teknik Arsitektur UGM pada tahun 1986. Between Two Gates sendiri diartikan "di antara dua gerbang", melihat bentuk perkampungan ini yang diapit oleh dua buah gerbang di sisi barat dan di sisi timur.




Memasuki gang ini kita akan dibuat takjub dengan bangunan joglo yang lengkap dengan ukiran-ukiran di beberapa ornamen bangunan. Rumah-rumah berkonstruksi bangunan kayu dengan jendela dan pintu yang lebar mendominasi hampir di semua bangunan rumah yang ada di sudut gang ini. Sebagian besar bangunan memang sudah bukan bangunan asli dari jaman dahulu lagi, karena gempa bumi yang sempat memporak-porandakan Jogja pada tahun 2006 dan membuat sebagian besar bangunan di area ini mengamali kerusakan. Beruntung, ada lembaga donor yang membantu untuk merenovasi bangunan-bangunan di perkampungan ini sehingga kini keindahannya dapat dinikmati kembali.


Suasana Between Two Gates ini cukup sepi. Beberapa rumah tampak kosong ditinggalkan oleh pemiliknya. Hanya sesekali saja mereka datang berkunjung untuk membersihkan rumah. Jika kita melewati gerbang di bagian ujung timur, maka akan terlihat tulisan Atmosoeprobo 1840. Ya, pemukiman ini memang sudah ada sejak tahun 1840 di mana salah satu penghuninya adalah Atmosoeprobo yang merupakan seorang saudagar yang cukup terkenal pada masa itu. Bagi penyuka bangunan-bangunan tua, lokasi Between Two Gates ini dapat Anda jadikan pilihan berwisata di kawasan Kotagede, Yogyakarta :)