Sabtu, 31 Desember 2016

Paket Wisata Karimunjawa 2016

Paket wisata karimun jawa murah 2016 ~ Kami yakin calon wisatawan yang mampir ke blog ini, pasti ingin ke karimunjawa. Sudah pada tahu pulau karimun jawa dimana? Kepulauan Karimun Jawa berada di kabupaten Jepara dan setidaknya terdapat 27 pulau dengan 4 pulau yang berpenghuni. 

tempat wisata karimunjawa
tempat wisata karimunjawa

Setiap pulau di karimunjawa punya keunikan tersendiri. Tapi yang pasti air laut nan jernih hampir dapat dijumpai di semua area Kepulauan Karimunjawa. Jadi, tidak perlu berpikir panjang ya, segera atur jadwal untuk liburan ke sini. Terutama bagi Traveler muda yang alay, nge-hit dan suka selfie. Belum lengkap rasanya jika belum punya foto saat liburan ke karimunjawa. Tentunya buat gaya-gayan di medsos ya, biar teman-teman pada tau dan ngiri kalau kita pernah ke pulau karimunjawa.

bukit pulau karimunjawa
bukit karimunjawa

Kalau sudah ada temen dan modal buat nge-explore karimunjawa, langsung saja hubungi contact person yang ada di blog ini. Bingung posisinya dimana, langsung saja scroll ke samping kiri jika memakai laptop. Tapi jika anda pengguna mobile atau HP, gulirkan saja ke bagian bawah, pasti anda akan menemukan contact person kami. Kenapa kami menyuruh hubungi biro travel wisata kami, karena kami akan membantu anda dalam liburan ke karimunjawa. Apa saja itu? Pokoknya dijamin puas, karena paket wisata karimunjawa dari kami banyak dan lengkap. Semuanya dengan harga paket wisata ke karimunjawa yang murah dan terjangkau. Anda yang masih pelajar atau kuliah bisa ikut paket backpacker karimunjawa, untuk keluarga bisa ikut paket family karimunjawa, dan jika anda datang dengan pasangan ikut saja paket honeymoon karimunjawa.

wisata karimunjawa
wisata karimunjawa

Paket Lengkap Wisata Karimunjawa Tahun 2016

Paket wisata karimunjawa 2016 dari kami juga memberi beberapa pilihan seperti Paket Homestay Karimunjawa 2016. Paket homestay kami termasuk paling murah dibanding yang lainnya. Untuk harga bisa diadu dan berani memberi banyak promo dan diskon biaya ke karimunjawa.

Harga Paket Homestay Murah Karimunjawa 2016

2 Hari 1 Malam Rp. 900.000 / Orang
3 Hari 2 Malam Rp. 1.150.000 / Orang
4 Hari 3 Malam Rp. 1.450.000 / Orang

Selain paket homestay karimunjawa 2016 di atas, kami juga menyediakan paket hotel karimunjawa 2016. Kami akan merekomendasikan hotel yang bersih dan nyaman untuk liburan anda. Kelebihan paket ini adalah penawaran penginapan ber AC bagi anda yang gak suka gerah. Karimunjawa memang terkenal akan cuacanya yang panas. Paket lengkap hotel karimunjawa adalah paket full service yang akan menambah kemudahan dan kenyamanan anda dalam wisata di karimunjawa.

Harga Paket Hotel Murah Karimunjawa 2016

2 Hari 1 Malam Rp. 1.450.000 / Orang
3 Hari 2 Malam Rp. 1.950.000 / Orang
4 Hari 3 Malam Rp. 2.400.000 / Orang

Daripada anda repot mengurus sendiri perjalanan ke karimunjawa, jangan ragu untuk ikut paket wisata karimunjawa kita tour. Fasilitas dan pelayanan yang menarik sudah kami persiapkan khusus bagi anda. Kelebihan kami adalah mampu mengolah perjalanan wisata yang biasa menjadi luar biasa dan penuh kesan. Bersama kami Anda tidak perlu bayar mahal untuk menikmati pulau berlaut biru bening, dan nikmatnya makanan khas seafood Karimunjawa.

Jumat, 01 April 2016

Open Trip Karimunjawa Paket Murah

OPEN TRIP KARIMUNJAWA BULAN MARET 2016 ~ Paket promo hemat karimunjawa murah merupakan pilihan paket wisata yang sangat menarik dan wajib anda ikuti. Karena paket wisata hemat ke pulau karimunjawa ini memberikan cara berlibur yang murah dan menyenangkan. Taman Nasional ini memang wajib anda kunjungi, sebab disini anda bisa menikmati keindahan alam darat dan atau bawah laut karimun jawa.

wisata paket karimunjawa

Dengan cara treking atau snorkeling anda bisa mengeksplore pulau karimunjawa secara lengkap. Bahkan ada beberapa tempat wisata di karimunjawa yang keindahannya sudah diakui oleh wisatawan dalam negeri dan mancanegara. Banyak sekali pantai dan laut serta perairan karimunjawa yang sangat sayang jika dilewatkan saat liburan bersama kawan dan keluarga.

Kami akan membantu anda dengan pilihan paket wisata yang murah dan berkesan. Fasilitas banyak sekali didapatkan jika ikut paket karimunjawa hemat dan murah kami. Kami akan memberikan solusi kepada anda yang ingin berlibur di karimunjawa untuk menikmati eksotisme kepulauan dengan biaya murah dan terjangkau.

eksotisme karimunjawa

Fasilitas Paket Promo Karimunjawa Hemat

1. Tiket Kapal Express Bahari / Kapal KMP Siginjai
2. Penginapan homestay 3 hari 2 malam
3. Asuransi Perjalanan (Kapal)
4. Makan (pagi, siang, malam )
5. Penginapan
6. Lokal transport
7. Kapal wisata 2 hari
8. Alat snorkeling
9. Dokumentasi underwater (diharap membawa flasdisk 4gb)
10. Guide
11. Free masuk Penangkaran hiu, pantai, dan pulau

Paket hemat karimunjawa ini cocok untuk para mahasiswa, pelajar, maupun backpacker mania. Anak hit jangan ngaku hobi traveling jika belum ke pulau karimunjawa. Dengan mengikuti paket yang murah anda tetap akan bisa melihat dari dekat keindahan pantai karimunjawa. Silahkan lihat jadwalnya dibawah ini:

Jadwal Acara Dan Tempat Yang Dikunjungi

Hari ke 1
08.00 meeting point di pelabuhan kartini jepara
09.00 kapal cepat berangkat
11.00 kapal cepat sampai, peserta diantar ke penginapan
11.15 makan siang (disediakan), istirahat
13.00 snorkeling di pulau menjangan kecil
15.00 sunset di pantai Tanjung Gelam
17.30 balik ke penginapan
18.00 mandi, makan malam (disediakan), istirahat
20.00 jalan jalan ke alun2 (opsional)

Hari ke 2
07.00 sarapan (disediakan)
08.00 foto2 di pulau gosong (opsional)
10.00 snorkeling di pulau kecil/perairan pantai annora (opsional)
12.00 makan siang di pulau kecil (disediakan)
14.00 snorkeling di pulau tengah/perairan pantai annora (opsional)
16.00 foto2 di penangkaran hiu pulau cemara besar
17.30 balik ke penginapan
18.00 mandi, makan malam (disediakan), istirahat
20.00 jalan2 ke pusat oleh2 (opsional)

Hari ke 3
07.00 sarapan (disediakan)
08.00 ke bukit love/bukit joko tuo
09.30 balik ke penginapan (prepare pulang)
10.30 diantar ke pelabuhan karimunjawa
11.00 kapal cepat berangkat
13.00 sampai di pelabuhan kartini jepara
14.00 perpisahan

NB: Jadwal sewaktu-waktu bisa berubah mengikuti kondisi cuaca di karimun jawa dan bisa saja tanpa pemberitahuan sebelumnya

eksotisme pulau karimunjawa

Harga Paket Dan Syarat (Ketentuan)

Rp 1.050.000/orang sekamar 2 orang, kapal cepat
Rp 950.000/orang sekamar 3 orang, kapal cepat
Rp 900.000/orang sekamar 4 orang, kapal cepat
Rp 950.000/orang sekamar 2 orang, kapal cepat dan kapal feri
Rp 875.000/orang sekamar 3 orang, kapal cepat dan kapal feri
Rp 850.000/orang sekamar 4 orang, kapal cepat dan kapal feri

NB:
- minimal 10 peserta
- kurang dari 10 orang harga 1.150.000/orang (PROMO)
- paket 3 hari 2 malam
- naik kapal cepat berarti pulang pergi kapal cepat
- naik kapal feri berarti berangkat naik kapal cepat pulang naik kapal feri atau sebaliknya
- harga tersebut untuk menginap di homestay non ac 3hr 2mlm
- free tempat masuk wisata (tergantung paket)
- termasuk makan (pagi, siang, malam),
- free penangkaran hiu,
- free alat-alat snorkeling,
- free guide,
- asuransi kapal,
- hanya bisa berangkat di hari senin, selasa, jumat, dan sabtu
- start point jepara jateng

Info selanjutnya hubungi
CONTACT PERSON
763A739A (PIN BB)
085233067444 (SMS / WA)
089670107333 (Three)

Minggu, 21 Februari 2016

Pesta Lomban (Sawalan) Jepara

Pesta Lomban di Kabupaten Jepara, merupakan suatu tradisi kuno yang sampai sekarang masih dilestarikan. Pesta Lomban banyak dilakukan oleh kota kota di pesisir pantai utara jawa. Seperti di Tegal, Batang, Kendal, Pati, Juwana, Kabupaten Jepara, dan lain-lain. Perayaan pesta lomban dilakukan pada saat seminggu setelah hari raya idul fitri atau hari ke 6 setelah lebaran syawal.

pesta lomban syawalan jepara
pesta lomban di jepara

Sejarah Pesta Lomban
Pesta Lomban atau syawalan di jepara, sudah cukup lama menjadi tradisi tahunan. Kemungkinan besar sudah ada kurang lebih 1 abad yang lalu. Saat itu pusat keramaian hari raya Lomban berada di teluk Jepara dan berakhir di Pulau Kelor (saat jepara masih pisah dengan pulau jawa). Pada saat itu Tradisi Lomban merupakan kegiatan yang bisa disebut paling meriah bagi masyarakat di Jepara, khususnya bagi para nelayan jepara.

Pada hari itu, biasanya masyarakat akan bangun pada pagi hari untuk mempersipakan berbagai keperluan pesta Lomban. Setelah itu para nelayan menuju perahu (yang biasa buat mencari ikan) masing-masing. Dengan di iringi bunyi gamelan khas yakni gamelan kebogiri, perahu-perahu nelayan tersebut berangkat menuju Pulau Kelor. Setibanya di pulau tersebut mereka selanjutnya akan menikmati makanan masing-masing dan saling memberi (berbagi) dengan yang lain. Setelah acara itu, mereka akan berziarah ke sebuah makam, yaitu makam Encik Lanang. Beliau adalah tokoh yang membantu dalam perang Bali yang kemudian atas jasa beliau oleh Pemerintah Hindia Belanda dipinjamkan Pulau Kelor (sekarang pantai kartini) untuk ditinggalinya. Cik Lanang merupakan sosok yang dihormati nelayan Jepara karena menjadi tokoh cikal bakal wilayah nelayan di daerah setempat.

Prosesi Acara Pesta Lomban
Pada saat sekarang, prosesi pesta lomban biasanya diawali dengan kirab sambil membawa seekor kebo. Hewan kebo tersebut nantinya akan disembelih, lalu kepalanya akan di larung di pantai jepara. Sebelumnya juga biasa dilangsungkan pagelaran wayang kulit di TPI Ujungbatu pada malam harinya. Selanjutnya pelarungan kepala kerbau dilakukan di perairan jepara, atau di utara Pulau Panjang. Tidak lupa juga akan diikuti festival kupat lepet di Pantai Kartini Jepara. Tidak lupa pada hari yang sama, juga dilakukan pentas seni wayang kulit di TPI Kelurahan Bulu dan TPI Kelurahan Demaan. Semuanya dilakukan untuk perayaan pesta lomban atau Bodho Kupat (bodho lomban).

Pesta Lomban Jadi Agenda Wisata
Pada mulanya tradisi pesta Lomban merupakan pesta para nelayan di wilayah Kabupaten Jepara. Namun seiring berjalannya waktu, perkembangan tradisi Pesta lomban ini telah menjadi milik masyarakat Jepara dan menjadi agenda wisata tahunan. Tradisi pesta Lomban merupakan puncak acara dari Perayaan Pekan Syawalan. Selain perayaan di prosesi larung kepala kerbau, tradisi lainnya yang tidak kalah populer adalah pesta kupat dan lepet (bodho kupat). Pada saat tersebut memang berbarengan dengan pembuatan kupat lepet di seluruh lapisan masyarakat jepara. Umumnya masyarakat Jepara merayakan pesta bodho kupat lepet dengan memasak kupat (ketupat) dan lepet.

Melihat kemeriahan yang sebegitu rupa saat pesta Syawalan (Lomban), tidak salah jika akhirnya pemerintah kabupaten jepara membuat acara tersebut menjadi agenda wisata. Bahkan sekarang pemda menjadikannya agenda wisata resmi. Pemerintah mulai berani mempromosikan pesta syawalan (lomban) untuk dijadikan program wisata daerah guna memancing wisatawan agar meramaikan tradisi leluhur di bumi kartini jepara.

Jumat, 19 Februari 2016

Tragedi Loncat dari Shuttle Bus di Banyuwangi

Saya jarang sekali menceritakan pengalaman pahit atau boleh dibilang "sisi gelap" perjalanan yang saya lakukan di dalam blog ini. Terkadang, dalam sebuah perjalanan itu memang tidak selamanya berjalan mulus sesuai dengan rencana. Terkadang ada pengalaman-pengalaman yang mengesalkan, tak jarang juga terdapat pengalaman yang mendebarkan dalam setiap perjalanan yang pernah kita lakukan. Namun, semuanya akan menjadi cerita yang mengesankan untuk kita kenang.

Awal Mei 2015.

Pagi ini saya berjanji untuk bertemu dengan seorang kawan dari Jakarta di Stasiun Gubeng Surabaya. Kami merencanakan untuk melakukan perjalanan bersama menuju Taman Nasional Baluran. Seperti biasa, rute perjalanan yang akan kami lalui adalah menuju Kota Banyuwangi terlebih dahulu menggunakan jasa kereta lalu melanjutkan perjalanan menggunakan bus.. Rencana perjalanan sudah kami susun sedemikian rupa, namun sekitar satu jam sebelum keberangkatan kereta, ada selentingan kabar jika jadwal keberangkatan akan mengalami keterlambatan karena banjir yang menggenangi jalur kereta di daerah Porong, Sidoarjo.

Hotel Mahkota, Genteng, Banyuwangi, tempat kami menginap setelah perjalanan panjang
Kami berdua harap-harap cemas menanti kabar kepastian keberangkatan kereta yang akan membawa kami ke Banyuwangi. Penumpang kereta Bima tujuan Jakarta-Malang yang tiba pagi itu pun juga belum mendapat kepastian kabar untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Malang. Suasana tegang jelas terlihat di pintu keberangkatan, di mana para penumpang menunggu kepastian tentang jadwal keberangkatan kereta, terutama kereta-kereta yang melewati jalur Porong. Kereta Mutiara Timur Pagi yang akan kami gunakan pun juga tak luput dari ketidakjelasan jadwal pemberangkatan karena masih menunggu informasi tentang rute jalur di Porong.


Sekitar pukul 10.30 barulah ada kejelasan dari PT KAI bagi penumpang tujuan Banyuwangi. Para penumpang dapat memilih untuk menunggu kereta yang belum jelas kapan bisa diberangkatkan atau memilih untuk refound tiket keberangkatan dan memilih menggunakan moda transportasi untuk ke Banyuwangi. Saya dan kawan saya sejak tadi berunding untuk mencari alternatif lain menuju Kota Banyuwangi. Kemudian dipilihkan transportasi shuttle bus untuk menuju Bumi Gandrung tersebut. Untung saja ada sebuah shuttle yang sedang menunggu penumpang dan masih ada kursi kosong untuk kami gunakan. Usai antri untuk melakukan refound tiket, kami pun menuju shuttle yang akan berangkat menuju Kota Banyuwangi.

Masih di luar dugaan, ternyata kami harus masih berputar-putar selama kurang lebih satu jam di Kota Surabaya untuk menjemput beberapa penumpang. Panasnya Kota Surabaya memang cukup membuat penumpang di dalam shuttle merasa gerah, ditambah lagi dengan AC di dalam kendaraan yang tidak bekerja dengan maksimal. Ditambah dengan jalanan yang cukup padat, bahkan cenderung macet di beberapa ruas jalan, membuat perjalanan siang itu terasa begitu panjang.

Memasuki area Gempol, ada sedikit insiden yang membuat seluruh penumpang teriak histeris. Saat mobil yang akan kami tumpangi akan menyalip truk di depan melalui bagian kanan, tidak disangka truk pun juga melaju menuju kanan. Tak ayal lagi, spion mobil yang kami tumpangi tersenggol oleh bagian belakang badan truk. Setir mobil mengalami sedikit oleng, namun untung sang sopir dengan cekatan dapat mengendalikan laju kendaraan. Oke, kami selamat dari insiden siang itu. Sempat terjadi adu mulut antara driver kami dengan sopir truk yang menyenggol kendaraan yang kami tumpangi. Untung saja perdebatan tersebut tidak panjang sehingga shuttle pun dapat melanjutkan perjalanan kembali.

Sepanjang Gempol sampai dengan Pasuruhan, lalu lintas padat merayap. Hari itu berpetapan dengan libur panjang menjelang akhir pekan. Sopir kami cukup lihai dan cekatan mencari celah jalan sehingga dapat mencari sela-sela jalan yang kosong untuk memacu kendaraan, walau kadang membuat beberapa penumpang wanita berteriak histeris melihat kelakuan si sopir. Perjalanan Surabaya-Pasuruhan yang biasa ditempuh sekitar satu jam perjalanan pun akhirnya molor menjadi beberapa jam karena kondisi padatnya jalan.

Kepadatan jalan masih terus berlanjut ketika kami melanjutkan perjalanan ke Kota Probolinggo. Meluapnya sungai yang menggenangi jalanan di Pasuruhan menjadi salah satu penyebab macetnya jalanan siang itu. Begitu memasuki Probolinggo, ada kejanggalan yang kami rasakan. Laju mobil terasa tersendat dan setiran terasa tidak terkendali. Benar saja, ternyata si sopir sempat tertidur sebentar ketika sedang berkendara. Untung saja penumpang di bagian segera menyadarkan si sopir. Si sopir pun segera memacu kendaraannya menuju tempat makan. Si sopir pun bisa beristirahat, begitu juga dengan para penumpang. Perjalanan siang itu terasa sangat lama, memakan waktu yang lebih panjang dari biasanya. Padahal, normalnya waktu tempuh dari Surabaya menuju Probolinggo hanya memakan waktu sekitar dua jam perjalanan saja.

Setelah beristirahat di tempat makan, suasana antar penumpang di dalam shuttle terasa lebih mencair. Saya malah merasa jika kami sedang melakukan tamasya bersama, bukan sedang menggunakan jasa transportasi umum. Suasana terasa akrab, di mana semua penumpang mulai saling bercanda satu dengan yang lain sambil menceritakan pengalamannya masing-masing. Dan lagi-lagi, kami harus berpacu dengan kemacetan yang terjadi di sepanjang perjalanan Probolinggo menuju Kota Jember. Kali ini kami sudah mulai terbiasa dengan gaya menyetir mas driver yang membawa shuttle kami. Manuver-manuvernya beliau melewati kemacetan panjang memang cukup membuat kami berdebar-debar. Terlebih lagi rute jalan yang sempit dan naik-turun semakin memompa adrenalin kami ketika mas driver memacu kendaraan dengan manuver-manuvernya.

Memasuki Kota Jember lalu lintas jalan sudah mulai cukup lengang. Beberapa kali kami meminta berhenti di pom bensin atau minimarket untuk membeli logistik atau sekedar buang air kecil. Perjalanan menggunakan shuttle kali ini memang benar-benar perjalanan paling santai yang pernah saya lakukan. Barulah ketika memasuki daerah Gunung Gumitir yang berlokasi antara Jember dan Banyuwangi, kondisi jalan kembali padat. Kondisi jalan cukup berkelok, naik-turun dan minim penerangan jalan. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 lebih. Hampir semua penumpang terlihat diam kelelahan menempuh perjalanan. Ada beberapa yang mulai terlelap, termasuk saya.

Mas driver menghentikan laju mobil dan memarkirkannya di dekat rest area di daerah Gunung Gumitir. Beberapa penumpang memilih untuk turun dari shuttle guna meluruskan kaki. Lelah rasanya sudah seharian ini kami terjebak di padatnya jalan. Padahal normalnya, perjalanan darat dari Surabaya menuju Banyuwangi memakan waktu sekitar tujuh jam perjalanan saja. Sedangkan kami sudah hampir lebih dari dua belas jam perjalanan dan belum juga tiba sampai tujuan.

Di sinilah insiden kembali dimulai. Tiba-tiba saja mobil yang sedang berhenti berjalan sendiri karena mobil diparkirkan dalam posisi yang tidak benar. Sepertinya mas sopir lupa untuk menarik tuas rem tangan. Kondisi jalanan yang sedikit menurun membuat mobil meluncur begitu saja. Padahal di bawah sana ada jalanan berkelok yang di sebelahnya jurang, ditambah ada beberapa kendaraan berat yang melaju dari arah bawah menuju ke atas. Sontak seluruh penumpang yang berada di dalam merasa panik dan mencoba untuk melompat keluar. Saya berhasil melompat keluar dengan posisi mendarat yang tidak sempurna. Dengkul saya cidera dan memar. Perih rasanya memang, namun saya bersyukur masih bisa menyelamatkan diri. Naas, ada seorang penumpang yang berhasil melompat namun bagian kakinya terlindas ban mobil. Namun untung saja tidak mengalami cidera yang serius. Sungguh sebuah pengalaman yang mendebarkan dalam perjalanan-perjalanan yang pernah saya lakukan.

Dengan cekatan mas driver dibantu warga sekitar segera mengendalikan mobil yang tiba-tiba meluncur sendiri tersebut. Untungnya mobil bisa dikendalikan dan kami semua selamat, tidak mengalami kejadian yang lebih parah. Perjalanan pun dilanjutkan dengan raut muka yang tegang para penumpang. Sudah lebih dari pukul 12 malam, saya dan kawan saya diturunkan di salah satu hotel di kawasan Genteng untuk beristirahat. Sepertinya mas sopir shuttle ini sangat paham dengan kondisi fisik kami yang sudah mulai kelelahan setelah melakukan perjalanan yang super panjang. Ya, tanpa pikir panjang kami memilih untuk beristirahat di hotel tersebut dan melanjutkan perjalanan pada keesokan hari. 

Selasa, 16 Februari 2016

13 Jam Bersama Kereta Logawa

Melihat berita banjir yang melanda kawasan Jawa Timur, khususnya yang melanda daerah Porong, Sidoarjo, mengingatkan saya tentang perjalanan menggunakan jasa kereta api pada awal 2014 silam. Perjalanan pulang dari Probolinggo menuju Jogja menggunakan jasa kereta api Logawa setelah mengikuti rangkaian acara Tour De Probolinggo. Perjalanan darat yang seharusnya memakan waktu sekitar delapan jam perjalanan, namun akhirnya harus molor menjadi tiga belas jam lamanya. Ya, semua dikarenakan banjir yang menggenangi jalur rel kereta di daerah Porong-Tanggulangin  yang notabennya merupakan daerah aliran lumpur Lapindo sehingga jalur tersebut tidak dapat dilewati oleh kereta.


Pagi itu, saya bersama lima orang teman rombongan dari Jogja dan Solo berencana pulang menggunakan kereta Logawa dari Kota Probolinggo. Waktu itu sekitar awal bulan Februari 2014, di mana hujan mulai intens mengguyur daerah-daerah di Jawa. Perjalanan pulang dari Kota Probolinggo pun berjalanan lancar tanpa hambatan. Kereta Logawa yang kami gunakan datang tepat waktu sesuai dengan jadwal keberangkatan. Perjalanan menggunakan kereta ekonomi ini terasa menyenangkan. Gerbong kereta yang cukup nyaman dengan tambahan fasilitas pendingin ruangan, kondisi di dalam gerbong kereta yang bersih, serta para penumpang yang terlihat tertib sesuai peraturan membuat perjalanan kali ini terasa cukup nyaman. Sepanjang perjalanan saya bersama kawan tak henti-hentinya bercengkrama mengingat kembali cerita selama mengikuti acara Tour De Probolinggo tersebut.


Pedagang asongan pun tidak terlihat lalu lalang sepanjang perjalanan. Mereka hanya naik dan turun menawarkan barang dagangan ketika kereta sedang berhenti di stasiun saja. Sedangkan selama kereta berjalan, kondisi di dalam gerbong terasa cukup kondusif. Kejanggalan pun mulai terasa ketika kereta berhenti cukup lama di Stasiun Pasuruhan. Selentingan kabar jika perjalanan kereta akan terhambat karena banjir di daerah Porong pun semakin santer terdengar dari mulut ke mulut pedagang asongan yang berkeliling menawarkan barang dagangan di dalam gerbing. Saat kami konfirmasi kepada petugas kereta pun, tidak ada jawaban yang pasti tentang selentingan kabar tersebut. Seluruh penumpang dihimbau untuk tetap tenang dan menunggu kepastian kabar dari stasiun. Setelah beberapa saat berhenti, akhirnya kereta pun melanjutkan perjalanannya.


Kali ini kereta berhenti di Stasiun Bangil. Terlihat beberapa penumpang tujuan Surabaya mulai gelisah karena jadwal kereta yang mulai molor dari jadwal yang telah ditentukan. Saya rasa kekhawatiran mereka cukup beralasan, karena sebagian dari mereka akan melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya menggunakan jasa kereta lain atau menggunakan pesawat yang sudah tertera jelas jadwal keberangkatannya. Setelah menunggu sekitar 30 menit, beberapa penumpang tujuan Surabaya memilih untuk turun dari kereta dan menggunakan moda transportasi lainnya. Pada akhirnya memang pihak KAI memberikan tanggung jawab dengan menyediakan transportasi bagi penumpang yang akan melanjutkan perjalanan mereka ke Kota Pahlawan tersebut.

Saya dan rombongan memang sengaja bertahan di atas kereta. Perjalanan pulang ini memang kami buat santai karena tidak ada agenda yang harus kami lakukan pada hari kepulangan tersebut. Adanya pedagang asongan memang memberikan berkah tersendiri. Ya, apalagi kalau bukan adanya makanan murah dan mengenyangkan. Pagi itu saya membeli nasi bungkus. Maklum, kami memang belum sempat sarapan tadi pagi. Akhirnya dengan adanya pedagang asongan ini sangat membantu menyelamatkan perut dari kelaparan dan isi dompet yang pas-pasan.

Setelah sekira menunggu kepastian hampir satu jam lamanya, pihak KAI memutuskan untuk tetap memberangkatkan kereta Logawa, namun melalui jalur lintas selatan yang melewati Kota Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri dsb. "Wah, itung-itung piknik gratis ya nak kita ini, diajak muter-muter sama KAI", celetuk penumpang yang duduk di kursi seberang. Iya, kereta Logawa normalnya melewati jalur tengah melalui Kota Surabaya, bukan melalui jalur selatan melalui Kota Malang.

Perjalanan pulang kali ini memang terasa cukup panjang dan melelahkan. Atas ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang, pihak KAI memberi kompensasi berupa sebotol air mineral dan satu buah roti semir. Ya, perjalanan panjang yang tak terduga ini membuat pengeluaran kami bertambah karena kami harus membeli makanan di dalam gerbong kereta, terlebih memang kami tidak membawa persiapan bekal. Untuk menghilangkan rasa bosan, saya bersama teman-teman memilih untuk berjalan-jalan di dalam gerbong kereta. Sesekali kami mengecek laman sosial media untuk memperbarui berita. Untung saja sekarang sudah ada fasilitas colokan dan listrik gratis di dalam gerbong sehingga kami tak perlu khawatir untuk mengisi ulang baterai di ponsel kami karena dayanya telah habis.


Hujan gerimis mulai mengiringi perjalanan kami ketika memasuki Stasiun Madiun. Kelegaan mulai terasa karena sebentar lagi kami akan segera tiba di Jogja. Akhirnya sekitar pukul delapan malam lebih kami tiba di Stasiun Lempuyangan, padahal menurut jadwal yang tertera di tiket keberangkatan, kami akan tiba di Jogja sekitar pukul 14.30 sore. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan menggunakan jasa kereta api kali ini. Karena jalur yang terendam banjir membuat kami harus memutar arah menempuh perjalanan yang lebih jauh dari rute perjalanan biasa.

Minggu, 14 Februari 2016

5 Daftar Tempat Wisata Yang Berada di Pulau Sabang Aceh | Sumatra

Sabang merupakan sebuah pulau kecil yang berada di provinsi Aceh, yaitu bagian barat ujung Indonesia. Untuk menuju lokasi Wisatawan harus menyebrangi lautan menggunakan kapal ferry dari Banda Aceh, selain itu bisa juga melewati jalur udara menggunakan pesawat terbang yang tersedia di Bandara Maimun Saleh. Nah, kali ini saya akan menyebutkan daftar dari beragam tempat wisata Bahari dan juga Wisata Sejarah yang bisa Wisatawan jumpai di Pulau Sabang ini.

Berikut daftar lokasi Wisata yang harus anda kunjungi

1. Tugu 0 Kilometer Indonesia
Lokasi pertama yang harus anda kunjungi yaitu Tugu Nol Indonesia yang berada di Pulau Sabang, jarak tugu ini dari lokasi Kota Sabang berkisar 30 Km ke lokasi tugu, tugu titik nol kilometer Indonesia ini merupakan penanda geografis ujung barat Indonesia, tempat ini sering di jadikan sebagai lokasi favorite untuk berfoto bagi Wisatawan luar dan local.
http://embunwisata.blogspot.co.id
Tugu Nol Kilometer Sabang
2. Pantai Gapang
Pantai gapang merupakan pantai yang terkenal sebagai pantai berpasir putih dan juga air yang sangat jernih, disekitar pantai dapat kita jumpai pohon Gapang yang juga menjadi nama pantai tersebut. lokasi Pantai Gapang tidak jauh dari Tugu Nol Indonesia, Wisatawan hanya perlu melewati beberapa pantai.
http://embunwisata.blogspot.co.id
Keindahan Alam Pantai Gapang Sabang

3. Pantai Iboih
Nama Iboih sendiri diambil dari nama sebuah desa yang berada di Kecamatan Sukakarya, Sabang. Di desa Iboih terdapat dua pantai yaitu Pantai Teupin dan Pantai Sirkui. Namun, Wisatawan dari luar lebih suka menyebutkan kedua nama pantai tersebut dengan sebutan Pantai Iboih. Pantai Iboih salah satu pantai yang memiliki banyak terumbu karang.
http://embunwisata.blogspot.co.id
Sumber: http://webtempatwisata.com
4. Pantai Anoi Hitam
Tidak seperti pantai lainnya, Pantai Anoi Hitam ini memilik keunikan dan perbedaan dengan pantai-pantai lainnya yang berada di Sabang. Pantai yang memiliki pasir berwarna hitam ini memiliki kandungan nikel yang tinggi di dalam komposisi mineral penyusunnya, perpaduan antara pasir yang berwarna hitam dengan batu-batu kapur berwarna putih menjadikan kawasan sekitar terlihat kontras dan memberikan keindahan tersendiri.
http://embunwisata.blogspot.co.id
Sumber: http://jalan2.com
5. Air Terjun Pria Laot
Lokasi terakhir yaitu Air Terjun Pria Laot, tidak hanya Pantai objek wisata yang ada di Sabang di sini juga terdapat Air Terjun Pria Laot. Air terjun yang berada di desa Pria Laot ini, berjarak 15 Km dari Kota Sabang, untuk menuju lokasi Wisatawan harus menempuh ke lokasi dengan berjalan kaki kurang lebih 20 menit.
http://embunwisata.blogspot.co.id
Sumber: http://ensiklopediaindonesia.com

Sekilas Tentang Masjid Raya Bandung



Sekilas Tentang Masjid Raya Bandung

Selamat malam sahabat note travelling. Walaupun sekarang cuaca sering turun hujan, namun jangan sampai mengurungkan niat Anda untuk pergi berwisata menikmati keindahan tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia. Kali ini saya akan memberikan informasi menarik mengenai tempat wisata religi. Wisata religi kali ini yang terpilih adalah Masjid Raya Bandung. Disana Anda tidak hanya bisa beribadahbagi umat muslim, namun berwisata ke masjid ini, anda bisa melihat kemegahan dan keagungan masjid tersebut. Tempat wisata religi yang ada di Bandung begitu menjadi populer dan favorite dikalangan masyarakat di Indonesia, khususnya warga Bandung sendiri.
Sekilas Tentang Masjid Raya Bandung :

- Masjid Agung didirikan pada tahun 1812. Masjid ini pada awalnya dibangun dengan bentuk bangunan panggung tradisional yang sederhana, bertiang kayu, berdinding anyaman bambu, beratap rumbia dan dilengkapi sebuah kolam besar sebagai tempat mengambil air wudhlu.

- Pada tahun 1826 dilakukan perombakkan terhadap bangunan masjid dengan mengganti dinding bilik bambu serta atapnya dengan bahan dari kayu.

- Perombakan dilakukan lagi tahun 1850 seiring pembangunan Jalan Groote Postweg (kini Jalan Asia Afrika).

- Tahun 1900 Masjid Agung dibuat lebih representative, lengkap dengan ciri khusus seperti masjid tradisional pada umumnya, yaitu bentuk segi empat dan atap tumpang susun tiga, serta dilengkapi Mihrab, Pawestren, Bedug, Kentongan dan Kolam, tetapi belum dilengkapi dengan menara.

- Tahun 1930 berdasarkan rancangan arsitek Maclaine Pont, Masjid Agung dilengkapi dengan serambi (pendopo) depan dan sepasang menara pendek beratap tumpang susun di kiri dan kanan bangunan.

- Pada tahun 1955 Masjid Agung mengalami perombakan total.

- Pada tangga19 Juni 1972 berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat No.234/A-V/16/SK/72 tentang Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Agung Bandung, maka dilakukanlah Peletakan Batu Pertama oleh Bapak Gubernur Jawa Barat bersama Pangdam VI Siliwangi.

- Untuk mengembalikan citra Masjid Agung agar menjadi kebanggaan masyarakat Bandung dan Jawa Barat, maka terbitlah SK Walikota Bandung Nomor 023 Tahun 2001 tanggal 11 Januari 2001 tentang Panitia Pembangunan Masjid Agung.

- Pada tanggal 4 Juni 2003, Renovasi Masjid secara besar-besaran mengundang perhatian Bapak Gubernur Jawa Barat, HR.Nuriana.

- Proses pembangunan dan penataan ulang kawasan alun alun dan masjid Agung Bandung dinyatakan selesai pada tanggal tanggal 13 Januari 2006. Bersamaan dengan pergantian nama dari Masjid Agung Bandung menjadi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat serta menyandang predikat sebagai masjid provinsi, namun masyarakat Bandung kebanyakan masih menyebutnya sebagai Masjid Agung Bandung.
 
Sekilas Tentang Masjid Raya Bandung
 
Itulah sekilas sejarah mengenai Masjid Raya Bandung. Taman disekitar masjid sangatlah indah, Anda bisa santai sambil duduk-duduk ditaman. Mengajak keluarga tercinta ke masjid yang indah ini sangatlah cocok sekali. Banyak pengunjung yang datang mengabadikan moment dengan berfoto-foto juga. Tampilan dan interior dalam masjid sangat menakjubkan. Anda akan berdecak kagum saat melihat kemegahan masjid ini, SUBHANALLAH kata yang pas untuk diucapkan saat melihat indahnya masjid raya Bandung ini.
Masjid ini tidak pernah sepi dengan jamaah yang berdatangan, lingkungan masjid pun tampak bersih dan terjaga. Bagi Anda yang belum pernah mengunjungi masjid ini, Anda bisa mengatur jadwal akhir pekan Anda mengunjungi Masjid Raya Bandung ini. Saya akan memberikan informasi akses atau rute yang bisa ditempuh untuk sampai ke wisata religi ini.

Sekilas Tentang Masjid Raya Bandung
 
Akses atau Rute Perjalanan yang bisa ditempuh :

- Bandara Husein Sastranegara

Dari Bandara Husein Sastranegara naik ojek ke perempatan Patung Husein (perempatan Padjajaran-Abdurrahman Saleh-Aruna). Lalu naik angkot hijau Cimahi-Stasiun Hall turun di Stasiun Hall. Dari Stasiun Hall naik angkot hijau muda-hijau 12 Stasiun Hall-Gede Bage turun di Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Stasiun Bandung

Keluar pelataran selatan/Jalan Stasiun Timur, jalan ke Terminal Stasiun Hall, disitu naik angkot hijau muda-hijau 12 Stasiun Hall-Gede Bage turun di Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Stasiun Kiaracondong
Keluar ke Jalan Kiaracondong, disitu naik salah satu Angkot hijau-kuning 01A Kalapa-Cicaheum via Binong/angkot coklat-krem-coklat 07 Ciwastra-Cicaheum/angkot biru-kuning-biru 15 Margahayu Raya-Ledeng/angkot putih-hijau 18 Riung Bandung-Dago/angkot merah-hijau 30 Kalapa-Cicadas/angkot hijau-biru-hijau 32 Cibiru-Cicadas turun di Jalan Jakarta. Dari Jalan Jakarta naik salah satu bis Damri Cicaheum-Cibeureum/Cicaheum-Leuwipanjang/Cibiru-Kebon Kalapa turun di Alun Alun/Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Terminal Cicaheum
Dari Terminal Cicaheum naik salah satu bis Damri Cicaheum-Cibeureum/Cicaheum-Leuwipanjang/Cibiru-Kebon Kalapa turun di Alun Alun/Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Terminal Leuwipanjang
Dari Terminal Leuwipanjang naik bis Damri Leuwipanjang-Cicaheum turun di Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Cimahi
Dari Cimahi naik bis Damri Ciburuy-Alun Alun turun di Masid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Cileunyi
Dari Cileunyi naik bis Damri Jatinangor-Dipatiukur turun di Jalan Jakarta. Dari Jalan Jakarta naik salah satu bis Damri Cicaheum-Cibeureum/Cicaheum-Leuwipanjang/Cibiru-Kebon Kalapa turun di Alun Alun/Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Jakarta
Dari Stasiun Gambir naik KA Argo Parahyangan Jakarta-Bandung turun di Stasiun Bandung. Keluar pelataran selatan/Jalan Stasiun Timur, jalan ke Terminal Stasiun Hall, disitu naik angkot hijau muda-hijau 12 Stasiun Hall-Gede Bage turun di Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Cirebon
Dari Terminal Harjamukti naik bis Cirebon-Bandung turun di Terminal Cicaheum. Dari Terminal Cicaheum naik salah satu bis Damri Cicaheum-Cibeureum/Cicaheum-Leuwipanjang/Cibiru-Kebon Kalapa turun di Alun Alun/Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Tasikmalaya
Dari Terminal Indihiang naik bis Tasikmalaya-Bandung turun di Terminal Cicaheum. Dari Terminal Cicaheum naik salah satu bis Damri Cicaheum-Cibeureum/Cicaheum-Leuwipanjang/Cibiru-Kebon Kalapa turun di Alun Alun/Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

Itulah informasi "Sekilas Tentang Masjid Raya Bandung". Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan membuat Anda yang belum pernah kesana, segera mengunjungi Masjid yang megah tersebut.

 
Terima Kasih,

Salam Blogger :)

Selasa, 09 Februari 2016

Daftar Tempat Kuliner di Majalengka


 
DAFTAR TEMPAT KULINER DI MAJALENGKA

 Selamat sore sahabat note travelling...

Setelah update mengenai informasi tempat wisata yang ada di Majalengka, kali ini saya akan membagikan informasi menarik lainnya mengenai "Daftar Tempat Kuliner di Majalengka". Selain cita rasa makanannya, tempat kuliner ini juga sangat cozy banget untuk kita makan bersama keluarga dan sekedar nongkrong sama teman-teman. Berikut informasinya!


Restaurant Saung Sang Raja dengan ciri Khas Masakan Sunda dengan inovasi terbaru untuk melestarikan budaya kuliner khas sunda. Restaurant ini menyajikan cita rasa masakan yang sangat lezat. Alamatnya Jalan Pasukan Sindangkasih Cigasong Majalengka, Telepon: 085759913747. 


Tidak terlalu sulit mencari lokasi rumah makan ini, sebelum kota majalengka dari arah Kadipaten, tepatnya di sekitar bunderan Munjul, Jalan KH Abdul Halim, rumah makan ini sudah bisa kita lihat plangnya yaitu Pondok Dahar Pak H. M. Djaja. Menunya beragam, berbagai macam olahan seafood, masakan-masakan khas Sunda, dan masakan-masakan Indonesia lainnya. Minumannya juga macam-macam, banyak pilihannya. Rasa masakannya enak, harganya relatif terjangkau.


Menyajikan Makanan khas laut dengan nuansa tempat makan yang asri dan nyaman. Anda bisa menyambangi rumah makan ini di Jalan Raya Rajagaluh. Rumah makan ini sudah cukup terkenal di kawasan tersebut.


Suasana yang nyaman dan asri rumah makan ini sangat disukai para pengunjung yang datang, sehingga sangat cocok untuk acara keluarga, atau kantor (resmi/santai) maupun untuk acara-acara lain. Menunya pun beragam diantaranya adalah khas Ayam Bakar, Ikan Bakar, Ayam Goreng, Ikan Goreng, aneka masakan lainnya dan juga terdapat penjualan oleh-oleh yang bisa Anda bawa pulang kerumah. Lokasi beralamatkan di jalan Raya Cicanir Talaga.


Konsep rumah makan ini yaitu dengan konsep makanan sunda dan dibawah pohon yang rindang yang dihiasi permata yang bersinar terang disuguhi makanan dan minuman yg nikmat sungguh tidak terbayangkan. Jika Anda penasaran dengan rumah makan ini, bisa Anda sambangi di alamat jalan Gerakan Koperasi No. 72 Majalengka dengan nomor telepon: (0233) 282367.


Apabila Anda berminat wisata kuliner dengan menu ikan bakar dan iga bakar dengan suasana pesawahan dan konsep pedesaan alami yang sejuk, RM Sawah Aki di Sindangkasih, Kabupaten Majalengka bisa menjadi destinasi wisata kuliner Anda dan keluarga selanjutnya. Harganya pun bervariatif. Berlokasi kan di jalan Pejuang 45 No. 93 Sindangkasih Majalengka, dengan nomor telepon: 085380000666 / 081222000666 / 08817769255 / 081222000333.


Sesuai dengan namanya, tempat makannya terdiri dari beberapa saung di sawah, baik yang berukuran besar maupun kecil, terbuka dengan konsep makan lesehan bernuansa alam dengan pesawahan di belakangnya. Menunya didominasi makanan khas sunda, seperti gurame goreng, pepes ikan plus sambel lalap. Anda bisa bersantap makan dengan keluarga besar atau kantor dengan nyaman, dengan menikmati suasananya yang unik. Tempat kuliner ini dilengkapi dengan fasilitas bermain anak-anak seperti lapangan futsal, sehingga anak-anak bisa leluasa bermain. Alamatnya di jalan Cicurug Pejuang No. 45, Majalengka, Jawa Barat. Telp. 0233-8287264 – 085224836835.


Saya dan keluarga baru saja menikmati santap siang di RM Banjarsari. Selama menempuh perjalanan yang cukup jauh, saat sedang mecari rumah makan yang terlihat nyaman, lalu saya dan keluarga tidak sengaja melihat RM Banjaran sari. Saat memasuki areanya banyak terdapat gazebo dan gubuk-gubuk lesehan, tinggal memilih sesuai selera kita ingin makan di tempat duduk atau lesehan. Area parkirpun cukup luas. Pelayanannya sangat ramah. Terdapat fasilitas seperti musholla, kamar mandi yang cukup bersih. Pemandangan di rumah makan ini sangat tenang sekali walaupun letaknya berada di pinggir jalan, namun suasana pedesaan dan persawahan masih sangat kental terasa. Masakan yang disajikan hangat-hangat sangat terasa lezat. Sambil menikmati makanan yang tersaji kita juga bisa memnadangi kolam-kolam ikan dibawahnya. Jika Anda ingin mencobanya, silahkan mampir di jalan Raya Banjaransari, Cikijing.

Itulah 8 Daftar Tempat Kuliner di Majalengka yang patut Anda coba. Anda akan mendapatkan sensasi makan dengan keindahan alamnya dan cita rasa masakan nusantara yang sangat enak, tentunya dengan harga yang bervariatif. Semoga informasi mengenai Daftar Tempat Kuliner di Majalengka bisa membantu Anda memudahkan mencari tempat-tempat makan yang enak dengan suguhan pemandangan yang masih asri suasana pedesaan.



Thank You,


Salam blogger :)

Tempat Wisata di Majalengka Provinsi Jawa Barat


Selamat siang sahabat note travelling :)

Bagaimana dengan liburan kalian akhir-akhir ini? Apakah sangat berkesan? Semoga liburan Anda menjadi liburan yang paling menyenangkan, apalagi liburan bersama dengan keluarga tercinta. Ya untuk kali ini saya akan memberikan informasi yang sangat luar biasa dan tentunya sangat menarik untuk dibaca. Apa Anda tahu apa saja tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi saat kita berada di Majalengka? Ternyata banyak sekali loh guys tempat-tempat wisata di kota tersebut. Sebelum kita tahu apa saja nama tempat wisatanya, kita juga harus tahu dulu apa itu Majalengka. Yap.. Majalengka merupakan suatu kota atau daerah atau kabupaten yang berada di provinsi Jawa Barat. Kabupaten Majalengka terletak pada titik koordinat yaitu Sebelah Barat 108° 03' - 108° 19 Bujur Timur, Sebelah Timur 108° 12' - 108° 25 Bujur Timur, Sebelah Utara 6° 36' - 5°58 Lintang Selatan dan Sebelah Selatan 6° 43' - 7°44. Bagian Utara wilayah kabupaten ini merupakan dataran rendah, sementara wilayah tengah berbukit-bukit dan wilayah selatan merupakan wilayah pegunungan dengan puncaknya Gunung Ceremai yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan serta Gunung Cakrabuana yang berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Sumedang.

Nah, setelah kita tahu apa itu Majalengka, sekarang saatnya saya memberikan informasi mengenai tempat-tempat wisata yang ada di Majalengka. Berikut Tempat Wisata di Majalengka Provinsi Jawa Barat:

1.) AIR TERJUN CIBALI - MAJALENGKA
 
 
TEMPAT WISATA DI MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT
 
Tempat wisata ini pada umumnya sering di kunjungi oleh para pelajar yang datang pada waktu libur. Namun tidak hanya kalangan pelajar, banyak juga rombongan yang datang bersama keluarga menikmati tempat wisata di Majalengka ini. Objek wisata Air Terjun Cibali ini belum terkelola dengan baik. Masih banyak yang perlu diperhatikan agar salah satu tempat wisata di Majalengka ini bisa menjadi tempat liburan terbaik nantinya. Untuk akses menuju lokasi tersebut kurang baik dan angkutan umum yang menuju ke tempat wisata ini belum ada. Sedangkan fasilitas di tempat wisata ini belum dibangun. Semoga tempat wisata air terjun cibali ini kedepannya bisa mendapat perhatian dari pemerintah setempat supaya bisa dikelola lebih baik dan lebih bagus lagi dalam hal sarana dan prasarananya. Air terjun ini berlokasi di Desa Cikondang Kecamatan Cingambul yang memiliki jarak +39 km dari pusat kota Majalengka.

2.) CURUG MUARA JAYA - MAJALENGKA
 
CURUG MUARA JAYA MAJALENGKA
 
Tempat Wisata Curug Muara Jaya di Majalengka Provinsi Jawa Barat terletak di Desa Argamukti Kecamatan Argapura Kab. Majalengka. Tempat wisata ini berjarak sekitar 20 km dari Kota Majalengka. Tempat Wiata Curug Muara Jaya menawarkan keindahan alam berupa air terjun atau yang disebut dengan curug dengan ketinggian 73 m. Di tempat ini juga sering diadakan upacara adat berupa upacara pareresan yang biasanya dilakukan saat panen raya. Untuk mengunjungi tempat ini anda tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar, cukup dengan uang 4000 rupiah anda sudah dapat mendapatkan tiket masuk ke tempat wisata Curug Muara Jaya Majalengka Jawa Barat.

3.) PANORAMA CIKEBO - MAJALENGKA
 
PANORAMA CIKEBO MAJALENGKA
 
Panorama Cikebo berada di Desa Tegal Sari Kecamatan Maja, dengan jarak tempuh lebih dari 14 km dari pusat Kota Majalengka. Objek dan daya tarik Panorama Cikebo memiliki pemandangan yang indah dan dapat dijadikan sebagai tempat untuk beristirahat dan tempat bakar jagung bagi pengunjung. Akses untuk menuju lokasi objek wisata ini cukup baik karena berada dipinggir jalan dan dilalui oleh angkutan umum. Fasilitas yang terdapat disana yaitu tempat istirahat dan tempat bakar jagung.Panorama Cikebo berada di Desa Tegal Sari Kecamatan Maja, dengan jarak tempuh lebih dari 14 km dari pusat Kota Majalengka. Objek dan daya tarik Panorama Cikebo memiliki pemandangan yang indah dan dapat dijadikan sebagai tempat untuk beristirahat dan tempat bakar jagung bagi pengunjung. Akses untuk menuju lokasi objek wisata ini cukup baik karena berada dipinggir jalan dan dilalui oleh angkutan umum. Fasilitas yang terdapat disana yaitu tempat istirahat dan tempat bakar jagung. Jika Anda mengunjungi tempat wisata ini, Anda akan menikmati keindahan alam dari atas bukit untuk melihat keindahan kabupaten Majalengka.

4.) AIR TERJUN CILUTUNG - MAJALENGKA

AIR TERJUN CILUTUNG MAJALENGKA

Tempat wisata Air Terjun Cilutung merupakan salah satu tempat wisata yang indah di Majalengka Provinsi Jawa Barat. Lokasi Air Terjun Cilutung adalah di Desa Campaga Kecamatan Talaga Majalengka. Tempat wisata ini berjarak 28 km dari Kota Majalengka. Akses menuju tempat wisata Air Terjun Cilutung ini cukup baik. Dari namanya saja sudah sangat unik, apalagi tempat wisatanya yang tidak kalah menariknya. Saat liburan, akan ada banyak sekali pengunjung yang berdatangan.

5.) SITU SANGIANG - MAJALENGKA
 
 

SITU SANGIANG MAJALENGKA
 
Di tempat wisata Situ sangiang ini pengunjung dapat melihat pemandangan Situ atau danau yang sangat indah serta disana kita dapat berziarah ke makam keramat Pucuk Ulum Talaga atau Sunan Parung. Kita juga dapat mengetahu sejarah makam tersebut. Lokasi tempat wisata ini adalah terdapat di Desa Sangiang Kecamatan Banjaran Majalengka Jawa Barat. Jarak untuk mencapai tempat wisata Situ Sangiang adalah sekitar 27 km dari pusat kota Majalengka. Akses menuju tempat wisata ini sudah bagus sehingga dapat membuat pengunjung nyaman. Selain menikmati panorama situ, di tempat ini pengunjung dapat menyaksikan kegiatan budaya seperti potong kambing yang diadakan pada waktu-waktu tertentu, biasanya Senin dan Kamis. Selain itu juga terdapat agrowisata jagung dan susu murni. Hmmmm.... sangat menarik bukan! Tunggu apalagi guys :)

6.) KEBUN TEH CIPASUNG - MAJALENGKA
 

KEBUN TEH CIPASUNG MAJALENGKA
 
Bagi Anda yang menyukai suasana wisata dengan dipenuhi hamparan kebun teh, Majalengka juga ada lokasi yang amat strategis untuk Anda coba kunjungi. Lokasi wisata Kebun Teh Cipasung ini berada di Desa Cipasung Kecamatan Lemahsugih. Perkebunan. teh ini berjarak +- 59 KM dari Majalengka Kota dengan waku tempu sekitar 1,5-2 jam perjalanan. Perkebunan teh ini berada di lereng timur dari Gunung Cakrabuana dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. Perkebunan teh ini seluas +- 58 Hektar dan dikelola oleh Koperasi Buana Mukti. Selain perkebunan teh disini juga terdapat pabrik pengeringan daun teh. Kebun Teh Cipasung ini memiliki area kebun teh yang sangat luas dan juga pemandangan yang sangat bagus dan asri. Perkebunan teh memang selalu memberi kesan yang hijau dan mendamaikan hati bagi para penikmatnya.

7.) CURUG TONJONG - MAJALENGKA
 

TEMPAT WISATA DI MAJALENGKA
 
Salah satu tempat wisata di Majalengka ini banyak diminati oleh wisatawan. Tempat Wisata Curug Tonjong ini berlokasi di Desa Teja Kecamatan Rajagaluh Majalengka. Disini Anda bisa melihat pemandangan air terjun yang sangat indah dan masih asri. Aliran air sungainya disini cukup deras dengan adanya bebatuan di sepanjang sungai tersebut. Anda juga akan menjumpai jembatan bambu yang semakin menambah kesan alami dari curug tonjong.

8.) PENDAKIAN GUNUNG CIREMAI - MAJALENGKA
 
 
GUNUNG CIREMAI MAJALENGKA

Tempat Wisata di Majalengka Provinsi Jawa Barat yang satu ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki jiwa petualang dan suka dengan tantangan. Untuk mencapai Gunung Ciremai, Anda harus melakukan pendakian. Gunung Ciremai secara administratif termasuk dalam 3 wilayah, yakni wilayah Kabupaten Majalengka, Cirebon dan Kuningan. Ketinggian Gunung Ciremai sekitar 3.078 mdpl. Wilayah di sekitar Gunung Ciremai sekarang ini dikelola oleh Taman Nasional Gunung Ciremai. Untuk bisa mendaki Gunung Ciremai, anda dikenakan biaya 6500 Rupiah per orang. Sebaiknya dalam melakukan pendakian, ada pendamping orang yang terbiasa mendaki Gunung Ciremai, dan mengetahui medan pendakian Gunung Ciremai ini. Tidak lupa juga menyiapkan keperluan dan juga tenaga yang prima jika hendak melakukan pendakian.

9.) AGRO BATU LUHUR - MAJALENGKA

AGRO BATU LUHUR MAJALENGKA
 
Tempat Wisata Agro Batu Luhur merupakan salah satu wisata yang masih dalam tahap pembangunan dan pengembangan. Mungkin beberapa dari Anda merasa bosan dengan rekreasi pergi ke mall, bioskop, atau kolam renang yang sudah bercampur aduk dengan padatnya penduduk kota dengan suasana perkotaan yang jenuh. Tempat Wisata di Majelengka yang satu ini sangat cocok sekali untuk Anda kunjungi. Ciri khas yang menjadi daya tarik dari tempat ini adalah batu-batu tinggi yang telah berada di tempat tersebut. Saat ini sedang dilakukan pembangunan dan dipersiapkan untuk kegiatan alam, kegiatan rohani (pesantren), kegiatan pendidikan dan pelatihan seperti pendidikan tentang bercocok tanam, pengenalan jenis bambu, penangkaran dan domba unggulan.Wisata Agro Batu Luhur terletak di Desa Jerukleueut Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Jarak dari pusat Kota Majalengka menuju objek ini sekitar 22 km. Tempat wisata Agro Batu Luhur ini menawarkan fasilitas seperti flying fox sepanjang hampir 200 meter yang merupakan rute terpanjang di wilayah III Cirebon. Anda dapat menikmati permainan ini dengan membayar Rp 20.000 (pengunjung umum) dan Rp. 15.000 untuk anak-anak sekolah. Selain itu terdapat juga permainan yang memicu adrenalin anda yaitu melewati jembatan dengan seutas tali tambang. Pengunjung hanya dikenakan tarif Rp 2.000 dan hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu. Pengunjung juga bisa melakukan kegiatan perkemahan dan bermain sepeda pada sirkuit yang telah disediakan.

Itulah beberapa informasi penting yang harus Anda simak dan Anda ketahui keberadaannya. Kabupaten Majalengka memiliki kekayaan alam yang melimpah dan bisa kita nikmati keindahannya. Bagi kita penikmatnya, sudah seharusnya membantu pemerintah setempat dalam menjaga kebersihan tempat-tempat wisatanya. Membuang sampah di tempat sampah yang sudah disediakan di area tempat wisata, dan tidak merusak fasilitas yang ada. Alam ini butuh orang-orang yang menyayangi lingkungan yang bersih, karena dengan hal itu kita sebagai manusia juga akan merasakan kenyamanan jika melihat lingkungan wisata yang kita kunjungi itu bersih.

Demikianlah artikel mengenai "Tempat Wisata di Majalengka Provinsi Jawa Barat". 
Semoga info-info tentang wisata alam, wisata seru, pegunungan, laut dan pantai, wahana bnermain, wisata keluarga, wisata edukasi, keindahan alam, wisata Indonesia, dan wisata lainnya dapat bermanfaat untuk Anda sahabat note travelling.


Thank You Guys,


Salam Blogger :)









Minggu, 07 Februari 2016

Danau Ranu Kumbolo Mahameru | Jawa timur

Ranu Kumbolo merupakan tempat wisata danau yang berada di kawasan Gunung Semeru, Ranu Kumbolo juga salah satu tempat transit bagi pendaki Puncak Gunung Semeru. Lokasi Danau Ranu Kumbolo terletak pada ketinggian 2.400 mdpl. Bagi pendaki, Ranu kombolo menjadi sumber tempat pengambilan air yang berlimpah untuk persediaan pendaki, dan juga sebagai tempat berkumpul dan berkemah ketika melepas penat.
http://embunwisata.blogspot.co.id
Gerbang Masuk Menuju Danau Ranu Kumbolo Gunung Semeru
Lokasi Danau Ranu Kumbolo lebih tepatnya berada di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di antara Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Untuk Wisatawan yang  berasal dari luar Jawa, bisa langsung menuju Malang, setelah sampai di Malang Wistawan bisa langusung naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Kemudian, melanjuti perjalanan menggunakan mobil jeep yang disewakan oleh penduduk sekitar. 
http://embunwisata.blogspot.co.id
Danau Ranu Kumbolo Kabupaten Lumajang Jawa Timur
Sebelum melakukan pejalanan menuju Ranu Kubolo disarankan untuk mempersiapkan fisik yang optimal, karena akses menuju Ranu Kumbolo cukup jauh dan memakan waktu yang cukup panjang dengan berjalan kaki. Selain itu, di Pos Ranu Pani kita juga akan di peiksa dan menyiapkan beberapa bukti seperti fotocopy KTP 3 lembar, dan surat keterangan sehat dokter dan materai. Hal tersebut di maksudkan untuk kemananan dan berjaga-jaga apabila terjadi sesuatu bagi Wisatawan. 

Untuk biaya tiket masuk menuju Ranu Kumbolo kurang lebih 10.00 Rupiah per orang, dan untuk menyewa tenda berkisar antara 20.000 – 30.000 per tenda. Ada dua alternatif menuju Ranu Kumbolo pertama Wisatawan bisa melalui Watu Rejeng dan Bukit Ayek-Ayek. Namun di antara kedua alternatif tersebut memiliki perbedaan jalur dan waktu tempuh yang berbeda. Jalur Watu Rejeng memiliki trek-trek yang gampang untuk di lalui, namun memakan waktu yang cukup lama untuk sampai kelokasi. Dari Buktit Ayet-ayet memiliki trek yang cukup ekstrem dan berbahaya bagi Pengunjung nubi, namun waktu perjalanan jauh lebih cepat.
http://embunwisata.blogspot.co.id
Suasana Pagi Hari di Danau Ranu Kumbolo
Dari Ranu Pani Wisatawan akan menempuh perjalanan sejauh 7 Kilometer menyelusuri lereng-lereng bukit, dan di sepanjang perjalanan Wisatawan bisa menjumpai Tumbuhan Langka seperti Bunga Edelwiess dan tanaman liar lainnya.
http://embunwisata.blogspot.co.id
Keindahan Alam Danau Ranu Kumbolo
Perjalanan selanjutnya Wisatawan akan disambut oleh bukit dan lembah yang di tumbuhi oleh pohon pinus dan cemara. Dan hal yang paling menakjubkan yaitu kumpulan asap dari puncak Gunung Semeru dengan jarak yang sangat dekat dengan kita. Saat sampai di Danau Ranu Kumbolo Wisatawan bisa mendirikan tenda, dan melepas penat dengan berenang di air yang segar dan jernih. Saat-saat indah dan yang paling di nanti-nanti oleh Wisatawan ketika menginap di sana yaitu melihat matahari yang terbit dari kedua bukit dan pancaran sinar mentari yang menyinari Danau Ranu Kumbolo.
http://embunwisata.blogspot.co.id
Pemandangan dari kejauhan Gunung Semeru Jawa Timur
Namun, hal yang perlu Wisatawan ketahui apabila ingin berkunjung ke Danau Ranu Kumbolo agar dapat menjaga kelestarian lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan dan lainnya. Kesalahan inilah yang paling sering kita jumpai di Tempat Wisata Alam Nusantara Negeri Tercinta ini, semoga saja apa yang saya sampaikan ini khususnya bagi wisatawan dapat menambah wawasan akan kepentingan menjaga kelestarian lingkungan kita sendiri.

Sabtu, 06 Februari 2016

Puncak Tertinggi Di Indonesia Gunung Jayawijaya | Papua

Puncak Gunung Jayawijaya merupakan Puncak Tertinggi Di Indoneia. Gunung Jayawijaya termasuk salah satu Gunung yang memiliki salju abadi, puncak gunung yang berada di Provinsi Papua ini memiliki ketinggian mencapai 4.884 meter diatas permukaan laut.
Puncak Gunung Jayawijaya, Papua
Namun, menurut hasil penelitian salju abadi yang berada di puncak Gunung Jayawijaya ini kemungkinan akan menyusut seiring berjalannya waktu, hal tersebut telah di buktikan dari endapan es di pegunungan dari tahun ke tahun mengalami penyusutan yang cukup drastis, kemungkinan penyebab menyusutkan es akibat pemanasan global yang semakin tinggi.
Pendaki Gunung Jayawijaya Papua
Puncak Gunung Jayawijaya salah satu puncak yang ada di perlintasan garis khatulistiwa, jika kita lihat dari atas udara, Puncak jayawijaya terlihat seperti permadani hitam yang diselimuti putihnya salju. Apabila cuaca cerah, hamparan salju akan memantulkan cahaya yang menyilaukan. Kandungan es di pegunungan mencapai 5 persen dari sebagian es dunia yang berada di luar Benua Antartika.
Pemandangan Gunung Jayawijaya Papua
Nama Puncak Gunung jayawijaya mempunyai nama lain yang dikenal dengan sebutan Carstensz Pyramide, atau Puncak Carstensz. Menurut sejarah Gunung Jayawijaya nama Carstenz di ambil dari seorang petualang dari Belanda yang pertama kali melihat adanya Puncak Gunung Salju yang berada di daerah tropis, lebih tepatnya di Papua. Carstensz mengamati Gunung Jayawijaya secara langsung melalui sebuah kapal laut pada tahun 1623.

Akses menuju Puncak Jayawijaya melalui medan pendakian yang cukup berat, dan proses yang rumit. Pendaki tidak boleh asal naik ke gunung ini karena resiko nya cukup berat. Di sarankan kepada pendaki agar menyewa jasa agen yang berpengalaman. Untuk jalur pendakian ada dua alternatif pertama jalur klasik melalui desa Ilaga, dan yang kedua alternatif yang bisa dibilang lebih nyaman yaitu dengan helikopter melalui base camp Bukit Danau. Tentunya biaya yang dikeluarkan cukup besar untuk alternatif ini berkisar kurang lebih 10.000 USD atau setara dengan 100 Juta Rupiah.

Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa kebanyakan pendaki dari luar yang menjelajahi pegunungan Jayawijaya, menurut survey setiap tahunnya terdapat 200 – 400 pendaki dari luar negeri yang mengeksplore pegunungan ini, pendaki local hanya puluhan orang yang terhitung mendaki Puncak Gunung Jayawijaya setiap tahunnya. Kemungkinan dengan biaya yang cukup tinggi tidak menjadi masalah bagi pendaki luar sebaliknya menjadi masalah bagi pendaki local, selain itu masalah perizinan menjadi salah satu kendala bagi pendaki local. 

Sekian pembahasan mengenai Wisata Alam Puncak Gunung Jayawijaya Di Indonesia, Papua. Semoga Bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan bagi pembaca, terima kasih.