Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Tips Menjalin, Menjaga serta Mempertahankan Kekompakan dalam Sebuah Komunitas

Tips Menjalin, Menjaga dan Mempertahankan Kekompakan di Dalam Komunitas

Kekompakan dalam sebuah Komunitas tentunya sangatlah penting , agar komunitas tersebut tetap terjaga keutuhannya. Ada beberapa Tips yang bisa kita terapkan dalam Sebuah Komunitas untuk Menjalin, Menjaga dan Mempertahankan Kekompakan terutama untuk Telapak Sumut yaitu :

1. Pengertian
Dalam sebuah komunitas diperlukan pengertian. Tanpa adanya pengertian antar anggota maka komunitas itu tidak akan solid dan yang ada hanya ada pertikaian di dalamnya. Di dalam komunitas kita harus tahu apa watak/Karakter tiap anggota jadi  kita harus menghormati mereka.

2. Jika Kamu Seorang Leader (Pemimpin)
Menurut saya sih, tidak ada leader-leaderan,  karena kita maju bersama dalam komunitas. Tapi kadang kala ada yang bilang tanpa leader komunitas tidak bisa jalan, dan komunitas harus ada leader. Maka, Jika kamu seorang Leader kamu harus bijak terhadap anggota dan jangan egois. jika masukan dari anggota positif, harus dipertimbangkan dan dijalankan. Seorang leader juga harus mengetahui baik dan buruknya dalam suatu komunitas, mengetahui karakter anggota, berpikiran satu langkah lebih cepat dari yang lain, tanggung jawab komunitas harus sepenuhnya di jalankan. Demikian juga jika kalian bukan leader harus menghormati keputusan dari leader.

3. Ketahui kelemahan dan kelebihan antar anggota.
Hal ini penting guna menentukan penugasan dan pembagian komunitas. Idealnya masing-masing anggota  saling melengkapi satu dengan yang lain sehingga terbentuk keharmonisan dalam melakukan tugas. Sebagai team leader Anda harus yang lebih mengetahui kelebihan dan kelemahan anggota sehingga tugas-tugas diserahkan kepada yang ahlinya. Namun, agar pembagian tugas lebih adil dan merata – tidak menumpuk pada satu orang, usahakan Anda melakukan mix and match sehingga anak buah yang kurang begitu ahli dibidang tersebut bisa ikut membantu dan belajar dari yang lebih ahli.

4. Alokasikan waktu berkumpul bersama komunitas atau grup Anda.
Inti dari sebuah komunitas adalah kebersamaan. Maka, seringlah berkumpul bersama anggota komunitas, bukan sekedar untuk brainstorming masalah pekerjaan, mendiskusikan rencana serta rencana ke depan atau hal formal lainnya, melainkan hal-hal yang bersifat personal. komunitas Anda harus tahu dengan siapa mereka bekerja, tujuannya untuk menciptakan chemistry, membangun kepercayaan, serta mengenal kepribadian masing-masing individu. Semakin saling mengenal, semakin tercipta sebuah ikatan yang erat antara mereka.

5. Ciptakan suasana keterbukaan dan bangun komunikasi yang efektif.
Kesalahpahaman sering menjadi penyebab ketidakkompakan sebuah komunitas. Keluhan, ketidakpuasan, serta ide-ide yang tidak tersampaikan merupakan bom waktu yang setiap saat bisa meruntuhkan sebuah komunitas. Maka, buatlah kesepakatan dengan komunitas Anda untuk selalu membicarakan masalah apapun di dalam komunitas. Sediakan diri Anda untuk menjadi penengah dan pendengar saat mereka membutuhkan Anda sebagai teman ‘curhat’. Be approachable, sebab terkadang anak buah merasa segan bercerita pada Anda dan memilih pemimpin komunitas  lain yang lebih simpatik untuk menumpahkan keluh kesah.

6. Buatlah peraturan bersama yang mengikat semua anggota komunitas.
Untuk meminimalisir gesekan, buatlah kesepakatan tidak tertulis untuk selalu menjaga konduktivitas kerja dalam komunitas. Misalnya, jika ada anggota yang saling berselisih harus langsung diselesaikan secara internal, dilarang saling membicarakan di belakang, atau dilarang bercerita masalah internal. Peraturan ini penting agar masing-masing anggota berkomitmen dan bertanggung jawab dalam menjaga keutuhan komunitasnya.

7. Lakukan aktivitas yang dapat memotivasi dan meningkatkan kerjasama grup.
Salah satu caranya adalah melakukan outbond/outing yang bertujuan untuk melatih kekompakan. Hal ini merupakan stimulus yang bagus, sebab dalam game tersebut terdapat latihan problem solving, kepercayaan, kekompakan, kemandirian, dan tanggung jawab yang sangat berguna untuk diterapkan dalam dunia kerja.

8. Ingat-Ingat awal terbentuknya Komunitas.
Mencari komunitas yang cocok dengan kita tidaklah mudah, harus adaptasi yang tidak memerlukan waktu yang sebentar , merintis dari awal yang tentunya sungguh-sungguh menguras tenaga dan otak. maka ingat2lah ketika awal kamu membuat sebuah komunitas.

9. Jangan Egois dan Sombong
Inilah yang paling sering terjadi dalam komunitas yaitu Egois!!! Merasa dirinya paling hebat, paling pandai, punya segalanya maka bertindak semena-mena dalam komunitas, padahal belum tentu orang yang begini lebih baik dari anggota yang lain, koreksi diri mungkin langkah yang lebih baik. Dan kalau udah Sukses jangan sombong, tetep rendah hati dan bersahaja.

10. Konflik Dulu, Baru Asyik
Sayur tanpa garam kurang enak,demikian dalam komunitas kalo kita belum ada masalah dengan anggota lain pasti ada yang kurang,maka dari itu kita harus konflik dulu biar cadas!! Tapi bukan berarti kita sengaja konflik dengan anggota lain. Dengan demikian kita akan mengetahui sifat anggota lain, jika ada masalah kita cari solusinya, hal tersebut malah menjadi pelajaran yang baik dalam komunitas. Langkah selanjutnya yaitu harus berdamai, “peace man ^_^V”, kemudian kita saling menghargai satu sama lain, dan bangun komunitas menjadi lebih baik.

Ini lah beberapa Tips yang bisa kita terapkan dalam Menjalin, Menjaga serta Mempertahankan Kekompakan dalam Sebuah Komunitas. Semoga Tips ini bermanfaat Buat kita semua.^_^.
Dan jika ada yang mau menambahkan Tips yang baik dan membangun, silahkan tinggalkan pesannya di komentar ya sobat..:)

Salam Lestari..!!

Sumber 1 : http://boland-capzlock.blogspot.com/2011/07/cara-menjaga-kekompakan-pada-komunitas.html
Sumber 2 : http://paracikbun.wordpress.com/2012/11/05/tips-kekompakan/

Rabu, 10 April 2013

Sejarah Pecinta Alam Indonesia

Sering kita mendengar dan menemui sekelompok manusia yang suka berpetualang di alam terbuka dengan membawa nama Pecinta Alam. Dan uniknya, nama tersebut, yakni pecinta alam hanya ditemui di Indonesia. Bukan dari segi bahasa, namun dari segi arti dan makna kalimat. Di Luar negeri sendiri mungkin lebih dikenal dengan nama Aktifis Lingkungan.


Konsep Pecinta Alam dicetuskan oleh Soe Hok Gie pada tahun 1964. Gie sendiri meninggal pada tahun 1969 karena menghirup gas beracun Gunung Semeru. Gerakan "Pecinta Alam" awalnya adalah pergerakan perlawanan yang murni kultur kebebasan sipil atas invasi militer dengan doktrin militerisme - patriotik. Perlawanan ini dilakukan dengan mengambil cara berpetualang dengan alasannya yakni :


"Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia - manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi ( kemunafikan ) dan slogan - slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung." ( Soe Hok Gie - Catatan Seorang Demonstran ) 


Era pecinta alam sesudah meninggalnya Soe Hok Gie ditandai dengan adanya ekspedisi besar - besaran, dan era berikutnya ditandai dengan Era 1969 - 1974, merupakan era antara masa kematian Gie dan masa muncul munculnya Kode Etik Pecinta Alam .


Era ini menandai munculnya tatanan baru dalam dunia kepecinta - alaman, dengan diisahkannya Kode Etik Pecinta Alam ( KEPAI ) di Gladian IV Ujungpandang, 24 Januari 1974. Ketika itu di barat juga sudah mengenal suatu 'Etika Lingkungan Hidup Universal' yang disepakati pada 1972. Era ini menandakan adanya suatu babak monumental dalam aktivitas kepecintaalaman Indonesia dan perhatian pada lingkungan hidup di negara - negara industri. Lima tahun setelah kematian Gie, telah memunculkan suatu kesadaran untuk menjadikan Pecinta Alam sebagai aktivitas yang teo - filosofis, beretika, cerdas, manusiawi / humanis, pro - ekologis, patriotisme dan anti - rasial. 


Dalam Etika 'Etika Lingkungan Hidup Universal' Ada 3 etika yang merupakan prinsip dasar dalam kegiatan petualangan yaitu :


Take nothing but picture, Leave nothing but footprint, Kill noting but time. 


Dalam Kode Etik Pecinta Alam Indonesia, disebutkan :


- Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.


- Pecinta alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam sebagai makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.


PRINSIP DASAR PETUALANGAN DAN PECINTA ALAM


1. Dalam pelaksanaan kegiatan petualangan terdapat etika dan prinsip dasar yang sudah disepakati bersama. Etika dan prinsip dasar tersebut muncul sebagai rasa tanggung jawab kepada alam. Selain didukung dengan perlengkapan dan peralatan yang memadai, juga dalam petualangan mutlak diperlukan kemampuan yang mencukupi. Kemampuan itu adalah kemampuan teknis yang yang berhubungan dengan ritme dan keseimbangan gerakan serta efisiensi penggunaan perlengkapan. Sebagai contoh, pendaki harus memahami ritme berjalan saat melakukan pendakian, menjaga keseimbangan pada medan yang curam dan terjal sambil membawa beban yang berat serta memahami kelebihan dan kekurangan dari perlengkapan dan peralatan yang dibawa serta paham cara penggunaannya. 


2. Kemampuan kebugaran yang mencakup kebugaran spesifik yang dibutuhkan untuk kegiatan tertentu, kebugaran jantung dan sirkulasinya, serta kemampuan pengkondisian tubuh terhadap tekanan lingkungan alam. Berikutnya, kemampuan kemanusiawian. Ini menyangkut pengembangan sikap positif ke segala aspek untuk meningkatkan kemampuan. Hal ini mencakup determinasi / kemauan, percaya diri, kesabaran, konsentrasi, analisis diri, kemandirian, serta kemampuan untuk memimpin dan dipimpin.


3. Seorang pendaki seharusnya dapat memahami keadaan dirinya secara fisik dan mental sehingga ia dapat melakukan kontrol diri selama melakukan pendakian, apalagi jika dilakukan dalam suatu kelompok, ia harus dapat menempatkan diri sebagai anggota kelompok dan bekerja sama dalam satu tim. 


4. Tak kalah penting adalah kemampuan pemahaman lingkungan. Pengembangan kewaspadaan terhadap bahaya dari lingkungan spesifik. Wawasan terhadap iklim dan medan kegiatan harus dimiliki seorang pendaki. Ia harus memahami pengaruh kondisi lingkungan terhadap dirinya dan pengaruh dirinya terhadap kondisi lingkungan yang ia datangi. 


Keempat aspek kemampuan tersebut harus dimiliki seorang pendaki sebelum ia melakukan pendakian. Sebab yang akan dihadapi adalah tidak hanya sebuah pengalaman yang menantang dengan keindahan alam yang dilihatnya dari dekat, tetapi juga sebuah resiko yang amat tinggi, sebuah bahaya yang dapat mengancam keselamatannya. 

Sumber: http://www.belantaraindonesia.org/2012/01/sejarah-singkat-pecinta-alam-indonesia.html

Senin, 08 April 2013

Kode Etik Pencinta Alam Seluruh Indonesia

Kode Etik Pencinta Alam Seluruh Indonesia

  • Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
  • Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat Indonesia, sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air.
  • Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa Pecinta Alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Yang Maha Kuasa.
Sesuai dengan hakekat diatas, kami dengan kesadaran menyatakan :
  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
  3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah air.
  4. Menghormati Tata Kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.
  5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara Pecinta Alam sesuai dengan Azas Pecinta Alam.
  6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.
  7. Selesai.
Disyahkan dalam :
Forum Gladian Nasional ke-4
Ujung Pandang, 1974

Jumat, 01 Maret 2013

Kirim Artikel Menarik

Kirim Artikel Menarik

Hay sobat Telapak Sumut Semua, Buat kalian yang hobby Bercerita dan Menulis, Mari kirimkan artikel atau tulisan yang menarik untuk blog ini.. Tulisan dapat berupa Cerpen, Puisi, Pantun ataupun menuliskan pengalaman perjalanan ketempat-tempat wisata alam bersama Telapak Sumut.

Nah, Buat Sobat yangbersedia mengirimkan tulisannya, Silahkan Kirim ke :
  1. Melalui Email
    • Kirim ke : telapaksumut@gmail.com 
    • subjek     : Artikel menarik (Judul tulisan)
    • Jika didalam tulisan terdapat gambar jangan lupa di upload / dilampirkan ataupun kirimkan link gambarnya.
  2. Melalui Grup Telapak Sumut
    • Silahkan Sobat tulis artikel menarik didalam dokumen grup ataupun upload file kedalam grup.
    • Setelah itu konfirmasi admin DISINI
  3. Melalui Blog
    • Jika anda seorang blogger juga dan ingin menulis di blog ini, silahkan kirimkan email anda untuk bisa diundang menulis di blog ini.
 Jika Perlu info lebih lanjut tentang Mengirimkan artikel Hubungi admin DISINI

Terima kasih untuk Partisipasinya..semoga Telapak Sumut semakin Jaya...^_^