Tampilkan postingan dengan label Artikel Tentang Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Tentang Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Desember 2013

Sistem Informasi Pariwisata berbasis Web Bali


Seiring dengan adanya usaha pengembangan kepariwisataan nasional, pariwisata diarahkan sebagai sektor andalan yang mampu menggalakkan kegiatan ekonomi termasuk kegiatan sektor lain yang terkait, sehingga lapangan kerja, pendapatan masyarakat, pendapatan daerah, serta pendapatan negara dapat ditingkatkan. Dukungan terhadap usaha pengembangan pariwisata yang lebih terarah dilakukan oleh pemerintah denganmembangun konsep pariwisata nasional dalam wujud Pariwisata-21. Pariwisata-21 memberikan gambaran tentang keinginan dan komitmen bangsa yang berdimensi jangka panjang, tentang kepariwisataan nasional  yang dilandasi oleh tujuan dan sasaran pembangunan nasional pada abad 21, terutama dalam mengantisipasi era globalisasi (Ardika, I.G., dkk., 1998).
            Prospek pariwisata ke depan sangat menjanjikan bahkan sangat memberikan peluang besar, terutama apabila menyimak angka-angka perkiraan jumlah wisatawan internasional ( inbound tourism ) berdasarkan perkiraan WTO (World Tourism Organitation) yakni 1,046 milyar orang (tahun 2010) dan 1,602 milyar orang (tahun 2020), diantaranya masing-masing 231 juta dan 438 juta orang berada di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Hal ini akan mampu menciptakan pendapatan dunia sebesar USD 2 triliun pada tahun 2020 ( Setyanto P. Santosa).
Berdasarkan angka perkiraan tersebut maka, para pelaku pariwisata Bali khususnya seyogyanya melakukan perencanaan yang matang dan terarah untuk menjawab tantangan sekaligus menangkap peluang yang akan lalu lalang di kawasan kita. Pemanfaatan peluang harus dilakukan melalui pendekatan repositioning keberadaan masing-masing kegiatan pariwisata dimulai dari sejak investasi, promosi, pembuatan produk pariwisata, penyiapan jaringan pemasaran internasional, dan penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas. Kesemuanya ini harus disiapkan untuk memenuhi standar internasional sehingga dapat lebih kompetitif dan menarik, dibandingkan dengan kegiatan yang serupa dari negara-negara di sekitar Indonesia seperti Cina yang sempat memperoleh kunjungan wisatawan tertinggi di daerah Asia Timur dan Pasifik di tahun 2000.
Sumber informasi utama bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali adalah sebagai berikut; teman dan keluarga, perusahaan perjalanan, buku pemandu perjalanan (guide book) dan brosur. Di samping itu majalah dan surat kabar juga merupakan sumber informasi yang cukup penting bagi wisatawan mancanegara yang akan melakukan kunjungan wisata ke Bali. Selain itu di era globalisasi, pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) khususnya internet sebagai sumber informasi harus mulai digunakan untuk mengakses Bali dan semua fasilitas wisata yang ditawarkannya. Pemanfaatan internet sebagai sumber informasi mencapai lebih dari 30% (Suradnya, 2005 dan Survai Wisatawan yang Meninggalkan Indonesia, 2005). Pemanfaatan internet dipastikan akan terus meningkat sejalan dengan kemajuan teknologi di bidang informasi dan semakin memasyarakatnya penggunaan internet sebagai sumber informasi.
Para wisman (wisatawan mancanegara) yang berkunjung ke Bali memberikan nilai positip terhadap Bali karena faktor – faktor berikut; alam yang masih asli, keunikan budaya masyarakat Bali, upacara adat dan agama, penduduk yang ramah, keamanan dan kenyamanan dalam berwisata, dan faktor-faktor lainnya yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Di samping kesan positip, ada sejumlah faktor yang dikeluhkan oleh para wisatawan yang datang ke Bali. Faktor-faktor yang banyak dikeluhkan para wisatawan tersebut meliputi; lingkungan yang kotor, adanya gangguan dari para pedagang asongan, kesulitan mendapatkan informasi wisata, kurangnya fasilitas angkutan umum yang dapat dinikmati mereka selama melakukan perjalanan wisata di Bali, tidak banyak yang dapat dilihat atau dikerjakan, dan lain-lain.
Untuk itu ketersediaan informasi wisata yang lengkap, akurat dan dapat diakses dengan mudah akan menjadi tantangan yang semakin besar ke depan. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa informasi memegang peran yang semakin penting dalam pengambilan keputusan perjalanan para wisatawan dan mereka umumnya sudah terbiasa hidup dalam lingkungan yang penuh dengan informasi (informed society).

 1.2. PERMASALAHAN

Dari latar belakang di atas, terlihat bahwa tersedianya informasi lengkap, akurat dan dapat diakses dengan mudah dan cepat merupakan kebutuhan mendasar dalam pengembangan industri pariwisata Bali. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam kegiatan pengembangan pariwisata Bali untuk membantu peningkatan kunjungan wisatawan manca negara ke Bali.

Salah satu potensi yang perlu dikembangkan adalah dibangunnya Sistem Informasi Pariwisata berbasis Web yang dapat diakses melalui jaringan Internet. Sistem Informasi Pariwisata ini diharapkan dapat memberikan informasi seluas-luasnya bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Bali. 

Kamis, 12 Desember 2013

Desain Sistem Informasi Pariwisata


Prospek pariwisata ke depan yang sangat menjanjikan bahkan sangat memberikan peluang besar, terutama apabila menyimak angka-angka perkiraan jumlah wisatawan internasional ( inbound tourism ) berdasarkan perkiraan WTO yakni 1,046 milyar orang (tahun 2010) dan 1,602 milyar orang (tahun 2020), diantaranya masing-masing 231 juta dan 438 juta orang berada di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Hal ini juga akan mampu menciptakan pendapatan dunia sebesar USD 2 triliun pada tahun 2020.
Berdasarkan angka perkiraan tersebut, maka para pelaku pariwisata Indonesia seyogyanya melakukan perencanaan yang matang dan terarah untuk menjawab tantangan sekaligus menangkap peluang yang akan lalu lalang di kawasan kita. Pemanfaatan peluang harus dilakukan melalui pendekatan repositioning keberadaan masing-masing kegiatan pariwisata dimulai dari sejak investasi, promosi, pembuatan produk pariwisata, penyiapan jaringan pemasaran internasional, dan penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas. Kesemuanya ini harus disiapkan untuk memenuhi standar internasional sehingga dapat lebih kompetitif dan menarik, dibandingkan dengan kegiatan yang serupa dari negara-negara disekitar Indonesia.
            Suatu langkah yang sangat penting dilakukan dalam pengembangan pariwisata Bali ke depan adalah kemampuan para pelaku pariwisata dalam memberikan informasi kepada wisatawan. Ketersediaan informasi wisata yang lengkap, akurat dan dapat diakses dengan mudah akan menjadi tantangan yang semakin besar ke depan. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa informasi memegang peran yang semakin penting dalam pengambilan keputusan perjalanan para wisatawan dan mereka umumnya sudah terbiasa hidup dalam lingkungan yang penuh dengan informasi (informed society).
Berdasarkan hal tersebut di atas maka disarankan mengembangkan  sistem informasi pariwisata Bali yang lebih diarahkan pada pengembangan sistem informasi yang mengedepankan pemenuhan kebutuhan informasi tentang pariwisata Bali bagi wisatawan baik domestik maupun manca negara. Informasi yang akan diberikan kepada wisatawan sebaiknya mencakup seluruh informasi pariwisata beserta informasi pendukungnya.
  
3.2. ANALISA KEBUTUHAN INFORMASI WISATAWAN
Wisatawan sebagai mesin penggerak utama kegiatan pariwisata Bali perlu mendapat perhatian penuh dari para pelaku pariwisata Bali. Kebutuhan mendasar bagi para calon pengunjung adalah berupa informasi pariwisata Bali seluas-luasnya, sebaiknya dapat dipenuhi sebaik mungkin. Untuk mencapai pemenuhan kebutuhan informasi tersebut, sebaiknya kita menyediakan beberapa informasi diantaranya :

a.      Informasi  obyek wisata
Obyek wisata merupakan suatu tempat yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk dikunjungi. Obyek wisata dapat berupa wisata bahari dan  pegunungan , tempat-tempat bersejarah, taman burung, museum, taman safari dan lain-lain. Obyek wisata tersebut mempunyai keunikan masing-masing bagi para pengunjungnya karena dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka. Bali sebagai pusat wisata memiliki banyak corak budaya dan keindahan alam yang unik dibandingkan tempat lain, sehingga mempunyai daya tarik yang begitu kuat bagi para wisatawan.  Masih banyak beberapa tempat wisata unik yang perlu dikembangkan untuk menambah corak obyek wisata yang ada di Bali.

b.      Informasi event yang terkait dengan budaya 
Terkait dengan pengembangan wisata bali, sebaiknya pelestarian budaya Bali mulai digalakkan lagi. Sebab berbagai event budaya bali seperti tari-tarian yang menyertai kegiatan upacara agama sangat banyak diminati oleh para wisatawan mancanegara. Berbagai tarian sakral kadang hanya dapat dinikmati pada waktu-waktu tertentu saja. Disamping itu event tarian-tarian kreasi baru yang melibatkan jumlah penari yang cukup banyak atau jenis sendratari banyak diminati juga. Pengadaan event-event perpaduan budaya etnik dan modern juga memberikan warna tersendiri bagi para wisatawan. Kegiatan ini secara tidak langsung dapat menumbuhkan minat dan bakat para generasi muda Bali.

c.       Informasi hotel, villa dan seluruh jenis penginapan yang tersedia
Hotel atau penginapan merupakan bagian pendukung utama dalam kegiatan pariwisata, karena memberikan pelayanan yang kontinyu bagi para wisatawan yang berkunjung selama beberapa hari bahkan beberapa minggu. Hotel sebagai tempat beristirahat bagi para tamu sebaiknya menyediakan berbagai fasilitas selengkap mungkin untuk kenyamanan mereka. Berbagai event pun dapat melengkapi sajian layanan bagi wisatawan. Diharapkan juga setiap hotel dapat memberikan informasinya selengkap mungkin mengenai service yang disediakan bagi para tamu serta dapat memberikan kemudahan reservasi bagi para pengunjungnya.

d.      Informasi bar dan restaurant
Informasi ini dapat dimanfaatkan oleh para wisatawan untuk mencari kebutuhan minuman dan makanan mereka. Disamping itu budaya barat yang sarat dengan kehidupan malam menjadikan bar sebagai pelengkap kepuasan mereka mengunjungi tempat wisata yang mereka idam-idamkan. Berbagai jenis masakan dan minuman yang biasa mereka konsumsi juga mesti tersedia di restaurant yang mereka kunjungi. Informasi menu yang mereka miliki dapat   disampaikan juga melalui layanan Internet.

e.       Informasi art shop
Belakangan ini artshop merupakan suatu tempat yang banyak diminati oleh wisatawan manca negara. Berbagai jenis produk handycraft banyak mereka temui di sana. Berbagai corak kerajinan dengan bahan-bahan natural pun ikut mewarnai berbagai jenis produk yang dapat memberikan nilai artistik bagi produk tersebut. Informasi berbagai produk yang mereka sediakan sebaiknya dapat diinformasikan melalui internet untuk memberikan informasi detail tentang produk yang mereka miliki. Ini merupakan cara mudah untuk memberitahukan ke pelanggan tentang produk-produk terbaru yang mereka miliki.

f.       Informasi galery
Galery sebagai tempat untuk memarkan berbagai produk lukisan dari para pelukis yang sudah mumpuni. Lukisan-lukisan ini banyak diminati pasar dengan segala jenis aliran lukisan yang ada. Untuk itu galery-galery besar yang memiliki koleksi lukisan yang cukup banyak sebaiknya melakukan promosi on-line untuk dapat memperluas pasar mereka, karena lukisan-lukisan Bali dengan berbagai alirannya memiliki nilai artistik yang unik. Disamping itu obyek-obyek lukisan yang digunakan juga mempunyai ciri khas Bali.

g.      Informasi salon dan spa
Perawatan kecantikan para wisatawan juga merupakan peluang yang bagus dalam bisnis perawatan kecantikan. Salon dan Spa yang saat ini merupakan peluang bisnis menggiurkan sangat tepat untuk dikembangkan. Hal ini juga dapat memperkenalkan perawatan kecantikan dengan metode tradisional yang pernah dilakukan oleh para priyayi pada jaman kerajaan dulu. Perawatan kecantikan ini juga dapat dipadukan dengan penggunaan berbagai bahan alami dan beberapa produk kecantikan alami. Layanan ini sangat diminati oleh para wisatawan saat ini, termasuk layanan massage tradisional yang dapat memanjakan wisatawan selama menggunakan layanan perawatan tubuh mereka.

h.      Informasi super market
Super market merupakan tempat belanja yang banyak dikunjungi juga oleh para wisatawan. Bagi wisatawan berbagai kebutuhan sehari-hari akan sangat mudah mereka dapatkan di sana. Super market juga memberikan jaminan harga yang lebih pasti dibandingkan dengan beberapa tempat belanja lain yang masih dapat melakukan negosiasi harga. Beberapa wisatawan lebih tertarik dengan kondisi yang sudah baku seperti di super market. Kondisi itu lebih memberikan jaminan bahwa mereka diberikan harga yang pasti.

i.        Informasi pasar umum
Pasar umum sebagi tempat perbelanjaan yang lebih dikhususkan bagi masyarakat tradisional. Informasi ini diperlukan bagi beberapa wisatawan dengan alasan bahwa beberapa dari mereka lebih senang melakukan transaksi di sana. Meskipun terjadi tawar menawar harga yang cukup lama, beberapa wisatawan lebih puas melakukan itu. Pasar ini juga memberikan berbagai jenis produk khusus yang tidak ada di super market.

j.        Informasi  travel
Travel sebagai lembaga yang menyediakan jasa perjalanan wisata dapat memberikan kemudahan bagi para wisatawan yang ingin melakukan travelling ke berbagai tempat wisata yang ada di Bali maupun di luar Bali. Informasi ini sangat dibutuhkan oleh para wisatawan untuk memudahkan mereka dalam melakukan perjalanan wisata mereka. Mengenai tarif perjalanan wisata ke setiap tujuan wisata juga bisa diketahui oleh setiap wisatawan dengan melihat informasi yang ada di Internet.
  
k.      Informasi  bank
Bank sebagai lembaga keuangan sangat membantu para wisatawan untuk melakukan setiap transaksi yang akan mereka lakukan. Disamping hal tersebut para wisatawan juga dapat melakukan penukaran uang  mereka dengan nilai tukar yang lebih wajar. Para wisatawan yang bertujuan untuk melakukan transaksi bisnis mereka dalam jumlah besar akan merasa terbantu dalam melakukan pembayaran transaksi yang mereka lakukan. Lebih-lebih tersedianya layanan on-line banking yang memberikan kemudahan para wisatawan dalam melakukan transaksi mereka.

l.        Informasi money changer
Money changer yang ada dibeberapa lokasi di Bali memberikan kemudahan para wisatawan dalam melakukan penukaran mata uang mereka menjadi mata uang rupiah. Meskipun layanan jasa ini kadang mengambil keuntungan yang lebih besar dibandingkan bank, keberdaan money changer sangat membantu mereka dalam melakukan penukaran dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Sehingga posisi money changer yang ada sangat mereka harapkan untuk memudahkan para wisatawan melakukan penukaran uang mereka.

m.    Informasi rumah sakit
Rumah sakit sebagai lembaga yang memberikan jasa layanan kesehatan merupakan informasi yang sangat diharapkan bagi para wisatawan untuk jaminan pelayanan kesehatan yang sewaktu-waktu mereka butuhkan. Sekalipun pada setiap hotel telah menyediakan layanan kesehatan private, para wisatawan ingin mencari pelayanan yang lebih profesional khusus saat kondisi-kondisi darurat terjadi sewaktu-waktu. Informasi detail dari setiap rumah sakit yang ada di Bali sebaiknya menyediakan layanan kesehatan yang mengacu pada standar kesehatan international.

n.      Berita seputar Bali yang terkait dengan pariwisata
Berita seputar bali tentang budaya, kegiatan pariwisata bali dan pengembangannya perlu dipublikasikan untuk penginformasian tentang perkembangan terakhir kondisi pariwisata Bali. Semua pengembangan fasilitas penunjang pariwisata yang telah dilakukan, akan memberikan daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Bali. Kesempurnaan fasilitas penunjang pariwisata sangat diharapkan oleh para wisatawan guna kenyamanan perjalanan wisata mereka ke Bali.

3.3. ANALISA PEMILIHAN BAHASA APLIKASI
Sesuai dengan tujuan dikembangkannya aplikasi sistem informasi pariwisata Bali adalah tercapainya pemenuhan kebutuhan informasi para wisatawan manca negara tentang informasi pariwisata bali sedetail mungkin. Tercapainya secara optimal tujuan tersebut, sangat tergantung dari pemahaman para wisatawan terhadap informasi pariwisata yang diketengahkan dalam  sistem informasi pariwisata tersebut. Hal mendasar yang perlu diperhatikan untuk mencapai tujuan tersebut secara optimal sangat tergantung pada cara mengemas informasi yang akan disampaikan dan bahasa penyampaian yang digunakan untuk menyampaikan informasi pariwisata bali tersebut. Pertimbangan yang harus diperhatikan untuk pemilihan bahasa yang digunakan untuk menginformasikan dapat mengacu pada bahasa yang digunakan di beberapa negara yang penduduknya cukup banyak mengunjungi pulau Bali sesuai dengan data WTO, diantaranya :
a.       Jepang
b.      Australia
c.       Taiwan
d.      Afrika Selatan
e.       Inggris
f.       Jerman
g.      Malaysia
h.      Amerika
i.        Perancis
j.        Belanda
k.      Singapura
l.        Italia
m.    Newzealand
n.      Switzerland
o.      Cina
Maka dari daftar negara tersebut minimal dapat menyediakan informasi dalam bahasa Indonesia, Melayu, Inggris, Jepang, Jerman, Perancis, Belanda dan Cina.



Jumat, 08 November 2013

Sekilas Sejarah Pariwisata Indonesia





Sekilas Sejarah
Pariwisata Indonesia
Sejarah pariwisata Indonesia lebih panjang daripada usia Republik. Ketika Indonesia diproklamasikan, 17 Agustus 1945, beberapa destinasi wisata sudah relatif dikenal luas. Ini berkat didirikannya semacam dewan perjalanan wisata, Vereeniging Toeristenverkeer (VT) pada 1910 di Batavia (lihat Dieny Ferbianty, Sejarah Pariwisata Indonesia, Program Magister, ITB, Bandung, 2007). Dan VT membuat buku panduan wisata India-Belanda pertama kali, dalam bahasa Inggris, isinya tentang daerah wisata di Jawa, Bali, Lombok, Sumatra, Toraja (Sulawesi Selatan). Pariwisata Hindia-Belanda makin popular (di kalangan orang Eropa, memang) setelah terbit koran mingguan tentang pariwisata, Java Tourist Guide, 1923. Selain artikel tentang daerah wisata, koran ini juga menginformasikan perjalanan kereta api, tentang hotel, dan ada juga semacam pelajaran praktis bahasa lokal. Beberapa hotel pun menerbitkan panduan wisata untuk satu situs, misalnya, panduan wisata Pegunungan Dieng, panduan wisata Jawa Barat, dan lain-lainnya. Boleh dikata prasarana wisata ketika itu lengkap sudah: ada dewan wisata tingkat “nasional” yang memiliki cabang di sejumlah daerah, ada media wisata, hotel, asosiasi turis --misalnya Asosiasi Turis Garut, Asosiasi Turis Magelang (lihat Dieny Ferbianty: 2007) Biro perjalanan yang menawarkan tour pun bermunculan sejak itu. Namun semua itu berantakan begitu Jepang menjajah Indonesia. Penjajah dari Asia ini seperti hanya memiliki satu tujuan: memenangkan Perang Pasifik. Karena itu segala sesuatu dimanfaatkan untuk prasarana perang, termasuk kesenian yang dijadikan proganda Asia Timur Raya, termasuk dunia wisata dengan antara lain mengubah hotel menjadi rumah sakit bahkan asrama tentara. Zaman bergerak dan Republik Indonesia berdiri. Meski ketika itu di republik baru ini penuh perjuangan sehubungan agresi Belanda yang ingin menjajah Indonesia kembali dengan cara menumpang Sekutu, pemerintah tak melupakan pariwisata. Pelanpelan semuanya dipulihkan –dari perhotelan sampai transportasi, dari organisasi sampai sekolah wisata.Sebuah peristiwa MICE, khususnya conference, bisa dibilang langsung atau tak langsung merangsang perkembangan dunia wisata Indonesia: Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung. Paling tidak panitia konferensi ini mestinya membawa delegasi-delegasi ke beberapa situs wisata di sekitar Bandung. Yang jelas, setelah Konferensi ini berdirilah Yayasan Tourisme Indonesia, lembaga nirlaba yang bertujuan menggairahkan dunia wisata Indonesia lewat segala jalan:kerjasama dengan pers, dengan lembaga wisata Negara lain, dengan pihak imigrasi dan beacukai, dengan kementerian luar negeri. Semua kerja sama bertujuan mempermudah hal-hal yang berkaitan dengan turisme, misalnya urusan visa. Sewindu kemudian, 1963, urusan wisata dimasukkan ke dalam lembaga struktural, menjadi bagian dari kementerian perhubungan darat, pos, telekomunikasi, dan pariwisata. Pada tahun inilah Indonesia pertamakali menjadi tuan rumah PATA (Pacific Asia Travel Association). Selanjutnya dunia wisata diurus oleh pejabat struktural, dengan atau tidak dicantumkan kata “pariwisata” dalam kementerian. Pada 1988 pariwisata berada di depan dalam kementerian pariwisata, pos, dan telekomunikasi. Dan pada 2000 pariwisata disatukan dengan kebudayaan menjadi kementerian kebudayaan dan pariwisata.Perlu dicatat, meski destinasi wisata terkait dengan geografi, kebijakan dalam perwisataan tak terpengaruh oleh pembagian provinsi yang berubahubah. Pada 1945 Indonesia hanya dibagi dalam delapan provinsi (Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda Kecil, Kalimantan, Sulawesi, Maluku).Kemudian provinsi dimekarkan dari tahun ke tahun. Pada 1950 ada 11 provinsi; pada 1956, 15; pada 1957, 17; pada 1958,20; pada 1959, 20; pada 1960, 21; pada 1967, 25; pada 1969, 26; pada 1976, 27; pada 1999, tetap 27 provinsi (Timor Timur merdeka, dan Provinsi Maluku dimekarkan menjadi Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara); pada 2000, 32; dan pada 2002, 33 provinsi. 
Lalu apa tantangan wisata di Negara kepulauan terbesar di dunia ini? Indonesia terdiri dari lebih 17.500 pulau, dengan panjang pantai total lebih dari 6.360 km. dari Sabang sampai Merauke adalah lebih dari 1.120 suku bangsa. Ini sebuah kekayaan tak terkira sehubungan dengan wisata bahari dan budaya. Ditambah bukit dan pegunungan, wisata alam pun tertebar luas. Dengan harta seperti itu sesungguhnya tinggal masalah manajemen dan kerja keras untuk menjaga, mengatur, mengembangkan, dan mempromosikan pariwisata Indonesia ke segala penjuru. Sehingga hal yang dirumuskan oleh Dewan Pariwisata Nasional pada 1969 bisa dicapai. Dewan Pariwisata merumuskan antara lain, pariwisata untuk “menghasilkan devisa dan pendapatan masyarakat, kesempatan berusaha dan kesempatan kerja, dan mendorong usaha industri lainnya,” juga untuk “meningkatkan persahabatan dan persaudaraan nasional dan internasional.”

Selasa, 01 Maret 2011

Okupansi Hotel Berbintang

Okupansi Hotel Berbintang 50,47%, Naik 4,35 poin

 Uwedan, Okupansi atau Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi di Indonesia pada Januari 2011 mencapai rata-rata 50,47%   atau naik 4,35 poin dibanding TPK Januari 2010 sebesar 46,12%, demikian keterangan BPS yang dirilis dalam situs resminya, Selasa (1/3).
Menurut sumber, bahwasannya TPK hotel berbintang pada Januari 46,12% ini bila dibandingkan dengan TPK bulan desember 2010 sebesar 53,65% terjadi penurunan 3,18 poin. Penurunan ini karena faktor seasonal, dimana pada bulan Desember merupakan peak season, sedangkan Januari low season.
Pada Januari 2011, TPK tertinggi tercatat di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 70,01%  dan TPK terendah di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 32,61%.  
Sementara itu rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi di Indonesia pada Januari 2011 mencapai 2,13 hari, naik 0,06 hari jika dibanding rata-rata lama menginap tamu Januari 2010, dan naik 0,15 hari jika dibanding Desember 2010.
Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu asing pada Januari 2011 lebih tinggi dibanding tamu Indonesia yaitu masing-masing 3,20 hari dan 1,82 hari, dan ini terjadi hampir di seluruh provinsi DTW, kecuali Provinsi Kepulauan Riau, Jambi, Sulawesi Tengah, Kepulauan Bangka Belitung dan Kalimantan Selatan. (Pusformas) 

Semoga data-data yang ada akurat dan tidak dimanipulasi(sambil menengadakan tangan). Amiiiii-Amiiin-Amiiinnn.
Maaf gambar ngambil dari tetangga sebelah

Selasa, 01 Februari 2011

Desain Sistem Informasi Pariwisata Bali


DESAIN SISTEM INFORMASI PARIWISATA

3.1. PENDAHULUAN
Prospek pariwisata ke depan yang sangat menjanjikan bahkan sangat memberikan peluang besar, terutama apabila menyimak angka-angka perkiraan jumlah wisatawan internasional ( inbound tourism ) berdasarkan perkiraan WTO yakni 1,046 milyar orang (tahun 2010) dan 1,602 milyar orang (tahun 2020), diantaranya masing-masing 231 juta dan 438 juta orang berada di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Hal ini juga akan mampu menciptakan pendapatan dunia sebesar USD 2 triliun pada tahun 2020.
Berdasarkan angka perkiraan tersebut, maka para pelaku pariwisata Indonesia seyogyanya melakukan perencanaan yang matang dan terarah untuk menjawab tantangan sekaligus menangkap peluang yang akan lalu lalang di kawasan kita. Pemanfaatan peluang harus dilakukan melalui pendekatan repositioning keberadaan masing-masing kegiatan pariwisata dimulai dari sejak investasi, promosi, pembuatan produk pariwisata, penyiapan jaringan pemasaran internasional, dan penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas. Kesemuanya ini harus disiapkan untuk memenuhi standar internasional sehingga dapat lebih kompetitif dan menarik, dibandingkan dengan kegiatan yang serupa dari negara-negara disekitar Indonesia.
            Suatu langkah yang sangat penting dilakukan dalam pengembangan pariwisata Bali ke depan adalah kemampuan para pelaku pariwisata dalam memberikan informasi kepada wisatawan. Ketersediaan informasi wisata yang lengkap, akurat dan dapat diakses dengan mudah akan menjadi tantangan yang semakin besar ke depan. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa informasi memegang peran yang semakin penting dalam pengambilan keputusan perjalanan para wisatawan dan mereka umumnya sudah terbiasa hidup dalam lingkungan yang penuh dengan informasi (informed society).
Berdasarkan hal tersebut di atas maka disarankan mengembangkan  sistem informasi pariwisata Bali yang lebih diarahkan pada pengembangan sistem informasi yang mengedepankan pemenuhan kebutuhan informasi tentang pariwisata Bali bagi wisatawan baik domestik maupun manca negara. Informasi yang akan diberikan kepada wisatawan sebaiknya mencakup seluruh informasi pariwisata beserta informasi pendukungnya.


3.2. ANALISA KEBUTUHAN INFORMASI WISATAWAN
Wisatawan sebagai mesin penggerak utama kegiatan pariwisata Bali perlu mendapat perhatian penuh dari para pelaku pariwisata Bali. Kebutuhan mendasar bagi para calon pengunjung adalah berupa informasi pariwisata Bali seluas-luasnya, sebaiknya dapat dipenuhi sebaik mungkin. Untuk mencapai pemenuhan kebutuhan informasi tersebut, sebaiknya kita menyediakan beberapa informasi diantaranya :
a.      Informasi  obyek wisata
Obyek wisata merupakan suatu tempat yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk dikunjungi. Obyek wisata dapat berupa wisata bahari dan  pegunungan , tempat-tempat bersejarah, taman burung, museum, taman safari dan lain-lain. Obyek wisata tersebut mempunyai keunikan masing-masing bagi para pengunjungnya karena dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka. Bali sebagai pusat wisata memiliki banyak corak budaya dan keindahan alam yang unik dibandingkan tempat lain, sehingga mempunyai daya tarik yang begitu kuat bagi para wisatawan.  Masih banyak beberapa tempat wisata unik yang perlu dikembangkan untuk menambah corak obyek wisata yang ada di Bali.

b.      Informasi event yang terkait dengan budaya  
Terkait dengan pengembangan wisata bali, sebaiknya pelestarian budaya Bali mulai digalakkan lagi. Sebab berbagai event budaya bali seperti tari-tarian yang menyertai kegiatan upacara agama sangat banyak diminati oleh para wisatawan mancanegara. Berbagai tarian sakral kadang hanya dapat dinikmati pada waktu-waktu tertentu saja. Disamping itu event tarian-tarian kreasi baru yang melibatkan jumlah penari yang cukup banyak atau jenis sendratari banyak diminati juga. Pengadaan event-event perpaduan budaya etnik dan modern juga memberikan warna tersendiri bagi para wisatawan. Kegiatan ini secara tidak langsung dapat menumbuhkan minat dan bakat para generasi muda Bali.

c.       Informasi hotel, villa dan seluruh jenis penginapan yang tersedia
Hotel atau penginapan merupakan bagian pendukung utama dalam kegiatan pariwisata, karena memberikan pelayanan yang kontinyu bagi para wisatawan yang berkunjung selama beberapa hari bahkan beberapa minggu. Hotel sebagai tempat beristirahat bagi para tamu sebaiknya menyediakan berbagai fasilitas selengkap mungkin untuk kenyamanan mereka. Berbagai event pun dapat melengkapi sajian layanan bagi wisatawan. Diharapkan juga setiap hotel dapat memberikan informasinya selengkap mungkin mengenai service yang disediakan bagi para tamu serta dapat memberikan kemudahan reservasi bagi para pengunjungnya.

d.      Informasi bar dan restaurant
Informasi ini dapat dimanfaatkan oleh para wisatawan untuk mencari kebutuhan minuman dan makanan mereka. Disamping itu budaya barat yang sarat dengan kehidupan malam menjadikan bar sebagai pelengkap kepuasan mereka mengunjungi tempat wisata yang mereka idam-idamkan. Berbagai jenis masakan dan minuman yang biasa mereka konsumsi juga mesti tersedia di restaurant yang mereka kunjungi. Informasi menu yang mereka miliki dapat   disampaikan juga melalui layanan Internet.

e.      Informasi art shop
Belakangan ini artshop merupakan suatu tempat yang banyak diminati oleh wisatawan manca negara. Berbagai jenis produk handycraft banyak mereka temui di sana. Berbagai corak kerajinan dengan bahan-bahan natural pun ikut mewarnai berbagai jenis produk yang dapat memberikan nilai artistik bagi produk tersebut. Informasi berbagai produk yang mereka sediakan sebaiknya dapat diinformasikan melalui internet untuk memberikan informasi detail tentang produk yang mereka miliki. Ini merupakan cara mudah untuk memberitahukan ke pelanggan tentang produk-produk terbaru yang mereka miliki.

f.        Informasi galery
Galery sebagai tempat untuk memarkan berbagai produk lukisan dari para pelukis yang sudah mumpuni. Lukisan-lukisan ini banyak diminati pasar dengan segala jenis aliran lukisan yang ada. Untuk itu galery-galery besar yang memiliki koleksi lukisan yang cukup banyak sebaiknya melakukan promosi on-line untuk dapat memperluas pasar mereka, karena lukisan-lukisan Bali dengan berbagai alirannya memiliki nilai artistik yang unik. Disamping itu obyek-obyek lukisan yang digunakan juga mempunyai ciri khas Bali.

g.      Informasi salon dan spa
Perawatan kecantikan para wisatawan juga merupakan peluang yang bagus dalam bisnis perawatan kecantikan. Salon dan Spa yang saat ini merupakan peluang bisnis menggiurkan sangat tepat untuk dikembangkan. Hal ini juga dapat memperkenalkan perawatan kecantikan dengan metode tradisional yang pernah dilakukan oleh para priyayi pada jaman kerajaan dulu. Perawatan kecantikan ini juga dapat dipadukan dengan penggunaan berbagai bahan alami dan beberapa produk kecantikan alami. Layanan ini sangat diminati oleh para wisatawan saat ini, termasuk layanan massage tradisional yang dapat memanjakan wisatawan selama menggunakan layanan perawatan tubuh mereka.

h.      Informasi super market
Super market merupakan tempat belanja yang banyak dikunjungi juga oleh para wisatawan. Bagi wisatawan berbagai kebutuhan sehari-hari akan sangat mudah mereka dapatkan di sana. Super market juga memberikan jaminan harga yang lebih pasti dibandingkan dengan beberapa tempat belanja lain yang masih dapat melakukan negosiasi harga. Beberapa wisatawan lebih tertarik dengan kondisi yang sudah baku seperti di super market. Kondisi itu lebih memberikan jaminan bahwa mereka diberikan harga yang pasti.

i.        Informasi pasar umum
Pasar umum sebagi tempat perbelanjaan yang lebih dikhususkan bagi masyarakat tradisional. Informasi ini diperlukan bagi beberapa wisatawan dengan alasan bahwa beberapa dari mereka lebih senang melakukan transaksi di sana. Meskipun terjadi tawar menawar harga yang cukup lama, beberapa wisatawan lebih puas melakukan itu. Pasar ini juga memberikan berbagai jenis produk khusus yang tidak ada di super market.

j.        Informasi  travel
Travel sebagai lembaga yang menyediakan jasa perjalanan wisata dapat memberikan kemudahan bagi para wisatawan yang ingin melakukan travelling ke berbagai tempat wisata yang ada di Bali maupun di luar Bali. Informasi ini sangat dibutuhkan oleh para wisatawan untuk memudahkan mereka dalam melakukan perjalanan wisata mereka. Mengenai tarif perjalanan wisata ke setiap tujuan wisata juga bisa diketahui oleh setiap wisatawan dengan melihat informasi yang ada di Internet.



k.      Informasi  bank
Bank sebagai lembaga keuangan sangat membantu para wisatawan untuk melakukan setiap transaksi yang akan mereka lakukan. Disamping hal tersebut para wisatawan juga dapat melakukan penukaran uang  mereka dengan nilai tukar yang lebih wajar. Para wisatawan yang bertujuan untuk melakukan transaksi bisnis mereka dalam jumlah besar akan merasa terbantu dalam melakukan pembayaran transaksi yang mereka lakukan. Lebih-lebih tersedianya layanan on-line banking yang memberikan kemudahan para wisatawan dalam melakukan transaksi mereka.

l.        Informasi money changer
Money changer yang ada dibeberapa lokasi di Bali memberikan kemudahan para wisatawan dalam melakukan penukaran mata uang mereka menjadi mata uang rupiah. Meskipun layanan jasa ini kadang mengambil keuntungan yang lebih besar dibandingkan bank, keberdaan money changer sangat membantu mereka dalam melakukan penukaran dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Sehingga posisi money changer yang ada sangat mereka harapkan untuk memudahkan para wisatawan melakukan penukaran uang mereka.

m.    Informasi rumah sakit
Rumah sakit sebagai lembaga yang memberikan jasa layanan kesehatan merupakan informasi yang sangat diharapkan bagi para wisatawan untuk jaminan pelayanan kesehatan yang sewaktu-waktu mereka butuhkan. Sekalipun pada setiap hotel telah menyediakan layanan kesehatan private, para wisatawan ingin mencari pelayanan yang lebih profesional khusus saat kondisi-kondisi darurat terjadi sewaktu-waktu. Informasi detail dari setiap rumah sakit yang ada di Bali sebaiknya menyediakan layanan kesehatan yang mengacu pada standar kesehatan international.

n.      Berita seputar Bali yang terkait dengan pariwisata
Berita seputar bali tentang budaya, kegiatan pariwisata bali dan pengembangannya perlu dipublikasikan untuk penginformasian tentang perkembangan terakhir kondisi pariwisata Bali. Semua pengembangan fasilitas penunjang pariwisata yang telah dilakukan, akan memberikan daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Bali. Kesempurnaan fasilitas penunjang pariwisata sangat diharapkan oleh para wisatawan guna kenyamanan perjalanan wisata mereka ke Bali.
3.3. ANALISA PEMILIHAN BAHASA APLIKASI
Sesuai dengan tujuan dikembangkannya aplikasi sistem informasi pariwisata Bali adalah tercapainya pemenuhan kebutuhan informasi para wisatawan manca negara tentang informasi pariwisata bali sedetail mungkin. Tercapainya secara optimal tujuan tersebut, sangat tergantung dari pemahaman para wisatawan terhadap informasi pariwisata yang diketengahkan dalam  sistem informasi pariwisata tersebut. Hal mendasar yang perlu diperhatikan untuk mencapai tujuan tersebut secara optimal sangat tergantung pada cara mengemas informasi yang akan disampaikan dan bahasa penyampaian yang digunakan untuk menyampaikan informasi pariwisata bali tersebut. Pertimbangan yang harus diperhatikan untuk pemilihan bahasa yang digunakan untuk menginformasikan dapat mengacu pada bahasa yang digunakan di beberapa negara yang penduduknya cukup banyak mengunjungi pulau Bali sesuai dengan data WTO, diantaranya :
a.       Jepang
b.      Australia
c.       Taiwan
d.      Afrika Selatan
e.       Inggris
f.        Jerman
g.       Malaysia
h.       Amerika
i.         Perancis
j.        Belanda
k.      Singapura
l.         Italia
m.     Newzealand
n.       Switzerland
o.      Cina
Maka dari daftar negara tersebut minimal dapat menyediakan informasi dalam bahasa Indonesia, Melayu, Inggris, Jepang, Jerman, Perancis, Belanda dan Cina.

Sistem Informasi Pariwisata Bali

Seiring dengan adanya usaha pengembangan kepariwisataan nasional, pariwisata diarahkan sebagai sektor andalan yang mampu menggalakkan kegiatan ekonomi termasuk kegiatan sektor lain yang terkait, sehingga lapangan kerja, pendapatan masyarakat, pendapatan daerah, serta pendapatan negara dapat ditingkatkan. Dukungan terhadap usaha pengembangan pariwisata yang lebih terarah dilakukan oleh pemerintah denganmembangun konsep pariwisata nasional dalam wujud Pariwisata-21. Pariwisata-21 memberikan gambaran tentang keinginan dan komitmen bangsa yang berdimensi jangka panjang, tentang kepariwisataan nasional  yang dilandasi oleh tujuan dan sasaran pembangunan nasional pada abad 21, terutama dalam mengantisipasi era globalisasi. Termasuk juga untuk pengembangan dan pemulihan industri pariwisata Bali.

Sumber informasi utama bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali adalah sebagai berikut; teman dan keluarga, perusahaan perjalanan, buku pemandu perjalanan (guide book) dan brosur. Di samping itu majalah dan surat kabar juga merupakan sumber informasi yang cukup penting bagi wisatawan mancanegara yang akan melakukan kunjungan wisata ke Bali. Selain itu di era globalisasi, pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) khususnya internet sebagai sumber informasi harus mulai digunakan untuk mengakses Bali dan semua fasilitas wisata yang ditawarkannya. Pemanfaatan internet sebagai sumber informasi mencapai lebih dari 30% (Suradnya, 2005 dan Survai Wisatawan yang Meninggalkan Indonesia, 2005). Pemanfaatan internet dipastikan akan terus meningkat sejalan dengan kemajuan teknologi di bidang informasi dan semakin memasyarakatnya penggunaan internet sebagai sumber informasi. 
Ada sejumlah faktor yang dikeluhkan oleh para wisatawan yang datang ke Bali sehubungan dengan kurangnya informasi. Untuk itu ketersediaan informasi wisata yang lengkap, akurat dan dapat diakses dengan mudah akan menjadi tantangan yang semakin besar ke depan. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa informasi memegang peran yang semakin penting dalam pengambilan keputusan perjalanan para wisatawan dan mereka umumnya sudah terbiasa hidup dalam lingkungan yang penuh dengan informasi (informed society).
            Kebutuhan akan informasi wisata untuk Bali mendorong keinginan Pemerintah Daerah Bali untuk segera mengimplementasikan Sistem Informasi Pariwisata (SIP) Bali. Salah satu keberhasilan dari implementasi adalah adanya perencanaan dan kajian yang baik dan terarah tentang SIP Bali. Permasalahan yang akan dibahas pada kajian ini adalah tentang infrastruktur jaringan, titik-titik strategis penempatan client SIP Bali, desain jaringan untuk SIP Bali, penentuan perangkat minimum yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi, pemilihan domain aplikasi sistem informasi pariwisata, tempat hosting aplikasi, desain Sistem aplikasi informasi pariwisata bali, dan pemeliharaan dan operasional dari jaringan dan SIP.
            Keberhasilan sistem informasi didukung oleh adanya infrastruktur jaringan, sistem aplikasi, sistem informasi dan sumber daya manusia. Infrastruktur jaringan yang dikaji berdasarkan dua opsi yaitu kombinasi dari Intranet dan Internet; dan sepenuhnya menggunakan Internet. Dalam kajian infrstruktur juga dibahas tentang pemilihan terminal dan spesifikasi perangkat jaringan, lokasi penempatan terminal, media transmisi, topologi jaringan dan manajemen IP. Sedangkan dalam sistem aplikasi dan informasi yang dianalisa adalah kebutuhan informasi wisatawan, kebutuhan database, dan interface antar aplikasi. Untuk melengkapi kajian, pembahasan tentang pemilihan domain, pemilihan tempat
hosting, dan sistem pemeliharaan dan operasional.

Berikut ulasan tentang Sistem Informasi Pariwisata Bali, apabila ada saran maupun tambahan, mohon disampaikan pada kolom komentar.


Terima Kasih

Minggu, 09 Januari 2011

Harus Ubah Konsep Pariwisata

Pemerintah harus ubah Konsep Pariwisata
JAKARTA (Media). Pemerintah harus mengembangkan konsep ekowisata untuk menyelamatkan sumber daya alam.

Untuk itu diperlukan sebuah pola baru dalam mengembangkan aset wisata budaya dan alam, yang benar-benar menciptakan kemakmuran masyarakat. Sebab selama ini pola konvensional yang dipakai para pelaku usaha di dunia wista hany berorientasi pada kepentingan investasi, konsesi pasar, dan membuka lapangan kerja>

Penasihat Lingkungan Direktorat Lingkungan Hidup Bappenas Krystyna Krassowska menyampaikan hal itu dalam sebuah seminar di Jakarta, kemarin.

"Pariwisata bukan alat mengurangi kemiskinan. Jangan eliru karena sebenarnya yng berkontribusi untuk devisa adalah aset yang mendukung seperti hotel, jasa transportasi, dan layanan turis," kata dia.

Upaya untuk pengentasan kemiskinan, kata dia, selama ini hanya seekdar kemampuan mempekerjakan masyarakat lokal, tanpa ada kemampuan mengorganisasi pariwisata lokal.

Selan itu, jika akses informasi masyarakat setempat tertutup dan kontrol kepemilikan sumber daya lingkungan mereka dihilangkan, keberadaaan pariwisata pariwisata justru akan mematikan masyarakat setempat.

"Ini wajah buruk turisme. Masyarakat lokal bersama pemerintah harus berani mengatakan tidak kepada turis yang hanya merusak alam dan budaya setempat. Masuknya pariwisata membuat masyarakat makin rentan secara ekonomi," tegasnya.

Demi memperoleh devisa negara sebanyak-banyaknya, kerapkali pengusaha dan pemerintah setempat mengabaikan faktor ekologi dalam pengembangan pariwisata.

Daerah hutan disulap menjadi penginapan, eksploitasi sumber daya alam untuk menjual daerahnya demi devisa, harus dihindari.

Dalam kesempatan lain Sekretaris Jenderal Dapartemen kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar mengatakan pemerintah akan mengembangkan program ekowisata yang bisa meningkatkan devisa negara dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Ekowisata menjadi salah satu pilihan karena wilayah Indonesia sangat kaya dengan alam yang indah. "Program ekowisata unggulan yang dijalankan tahun ini dilaksanakan di lima wilayah, yakni Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, NTB, dan NTT," kata Pak Sapta (Ccr/ Win/ H-4)

Kawasan Konservasi Sebagai Wisata

Kawasan Konservasi Sebagai Tempat Tujuan Wisata

Untuk dapat menjadikan kawasan konservasi sebagai tujuan wisata, pelaku usaha wisata jenis ini harus berpegang pada prinsip dasar pariwisata alam, yaitu pariwisata yang berbasis alam, yang mana kita harus menciptakan alam itu sendiri apabila bentuk alam yang diinginkan belum ada atau sudah ada tapi belum bisa dimanfaatkan, atau bisa juga memanfaatkan alam yang sudah ada dengan catatan tidak merusak alam itu sendiri, dan selanjutnya setelah ada tempat untuk wilayah konservasi sekaligus wisata, tidak lupa langka selanjutnya supaya selalu dikembangkan, dibina, dan dilestarikan, serta dijaga sehingga wilayah konservasi sekaligus wisata itu akan memberikan dampak yang berkelanjutan dan memeberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya, serta memiliki unsur pendidikan dan kesadaran akan kecintaan dalam keaneka ragaman yang tersedia di alam.
Jangan sampai demi perolehan devisa negara sebanyak-banyaknya, pengusaha dan pemerintah setempat mengabaikan faktor ekologi dalam pengembangan pariwisata.

Daerah hutan, dan lingkungan alam pegunungan yang subur disulap menjadi penginapan, eksploitasi sumber daya alam untuk menjual daerahnya demi devisa.
Masyarakat lokal bersama pemerintah harus berani mengatakan tidak kepada pengusaha atau turis yang hanya merusak alam dan budaya setempat
Kegiatan wisata konservasi alam yang ada saat ini harus selalu digembleng dan dipacu sehingga mendapatkan hasil yang optimal, apalagi produk pariwisata alam yang ada saat ini belum dikemas dalam paket wisata yang menarik, begitu juga dengan minimnya sarana promosi dan informasi yang ada saat ini, serta terbatasnya sarana dan prasarana penunjang serta infrastruktur yang ada, dan fakta akan kesadaran masyarakat terhadap alam disekitarnya juga kurang mendukung, sehingga perlu diadakan bimbingan dan arahan serta pembentukan organisasi konservasi dan pariwisata.
Kegiatan pengusahaan wisata alam yang berkembang saat ini belum sepenuhnya
mengacu pada kegiatan wisata konservasi, sehingga menjadi kendala bagi pengembangan pariwisata berbasis alam. Produk pariwisata alam yang ada belum dikemas dalam paket wisata yang menarik. Promosi dan informasi kurang, terbatasnya sarana dan prasarana penunjang serta minimnya pelatihan dan pendidikan bidang perencanaan, penyelenggaraan dan pemantauan pariwisata alam merupakan beberapa permasalahan yang menghambat perkembangan sektor wisata ini, begitu juga akan kesadaran masyarakat akan lebih besarnya potensi konservasi sebagai tempat wisata dibandingkan dengan pemanfaatannya , seperti contoh potensi hutan yang ditinjau dari jasa lingkungan dan wisata alam bernilai 95% lebih besar dari pada nilai kayunya.
Dukungan yang diharapkan untuk pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata konservasi alam ini meliputi kerjasama dengan berbagai pihak, mulai peraturan dan kelembagaan yang mendukung kegiatan tersebut, serta penyelesaian berbagai permasalahan yang mencakup masalah administratif dan permasalahan teknis terkait  ketentuan-ketentuan internasional yang menyertainya.
Kawasan konservasi di seluruh Indonesia yang memiliki potensi sebagai
industri wisata alam sangat bervariasi, tersebar dalam 535 unit dengan luas
total mencapai lebih dari 28 juta hektar, meliputi cagar alam, suaka
margasatwa, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, dan taman
burung. Jenis kegiatan yang potensial untuk dikembangkan dalam wisata sektor
ini meliputi tracking, hiking, rafling, interpretasi alam dan lingkungan,
pengamatan binatang dan tumbuhan, outbound, penelusuran gua, sepeda gunung,
kemah, dan fotografi dan kegiatan yang lainnya. Untuk kawasan konservasi laut, kegiatannya meliputi snorkling, diving, fishing, surfing, wind wurfing, ski air, dan fotografi dan kegiatan lainnya.

Wisata Dan Pembaharuan Ekonomi

Wisata Dan Pembaharuan Ekonomi

Indonesia terkenal dengan keaneka ragaman daerah wisatanya, hampir semua daerah minimal daerah tingkat I yang keseluruhannya mempunyai potensi obyek pariwisata, begitu juga  Indonesia memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, dan sekitar 6000 di antaranya tidak berpenghuni yang mana semuanya itu bisa digalih potensi pariwisatanya, apalagi Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis , dimana tiap etnis memiliki budaya yang berkembang selama berabad-abad. Seluruh keanegaragaman yang dimiliki Indonesia ini sebenarnya mempunyai potensi pariwisata dan daya jual yang tinggi bagi masyarakat dunia. dan bisa dikembangkan lagi seperti daerah – daerah wisata indonesia yang sudah mendunia dan diterima oleh masyarakat dunia apa lagi dengan pengembangan yang secara optimal dan dengan penataan secara profesional akan membentuk daerah tujuan wisata baru yang memiliki daya jual yang sesuai dengan masyarakat International


Dengan penataan yang propesional baik dalam bidang teknis maupun Promosi, makan akan diharapkan terbentuk daerah wisata baru yang nyaman, indah, aman sehingga bisa menarik wisatawan asing maupun domestic dan berdampak pada perkembangan perekonomian bagi rakyat disekitarnya.
Indonesia mempunyai beragam produk wisata, dari Panorama Alam hingga budaya tradisional, dikarenakan Indonesia mempunyai beraneka ragam keindahan alam baik yang didarat maupun yang dilaut begitujuga dengan keaneka ragaman budayanya yang begitu banyak, jadi pengembangan wisata di Tanah air kita ini sangat potensial karena bukan wisata asing saja yang menjadi sasaran konsumennya wisatawan domestikpun menjadi sasaran yang potensial karena melihat jumlah penduduk di Indonesia yang sudah diatas 200 jutaan.
Keingin tahuan setiap individu wisatawan asing maupun domestik akan keunikan setiap daerah dan  budaya yang dimiliki derah-daerah wisata yang ada di Indonesia, dapat mendorong setiap individu untuk mengunjunginya dan menjadikan pengetahuan bagi setiap individu serta sarana promosi bahwa di Indonesia mempunyai keanekaragaman keindahan alam dan budaya.
Peran pemerintah dalam menciptakan tempat tujuan wisata yang baru sangat diperlukan, terutama dalam pengembangan infrasetruktur wilayah yang akan dijadikan tempat tujuan wisata, selain itu pemerintah diharapkan memberikan penyuluhan pada masyarakat sekitarnya untuk bisa terbuka dan menjaga kenyaman daerah tersebut, pemerintah juga diharapkan untuk mengptimlkan peran serta masyarakat disekitarnya mulai dari pelaku seni daerah setempat supaya mengoptimalkan tradisi seninya, juga makanan khas atau produk khas daerah tersebut sehingga akan menjadi industri – industri khas daerah tersebut dan akan menambah produk – produk lainya guna meningkatkat dampak positif dari kawasan wisata itu sendiri.

Pengembangan Daerah Wisata

Pengembangan Potensi Daerah - Daerah Wisata

Pengembangan destinasi pariwisata di luar Pulau Bali sudah seharusnya dipercepat pencapaiannya, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwasannya Pulau Bali adalah daerah tujuan wisata nomor satu di seluruh Indonesia. Meskipun Pulau Bali menjadi  daerah tujuan wisata nomor satu di Indonesia, tidak menutup kemungkinan banyaknya daerah-daerah di Indonesia yang memiliki potensi wisata seperti Lombok, terlebih lebih jika daerah daerah tersebut mendapat perhatian dan pengembangan secara siknifikan.

 
Menurut saya ada lima (5) hal dalam mengembangkan Daerah-Daerah Wisata sebagai berikut:
1.      Potensi pariwisata
Daerah-Daerah pariwisata yang akan dikembangkan harus benar-benar memiliki potensi kepariwisataan.
2.      Keamanan
Daerah-Daerah pariwisata harus mempunyai keamanan yang memadai termasuk sistem  keamanan berupa peringatan bencana alam, keamanan lingkungan dan keamanan bagi setiap individu. Keamanan tidak saja mencakup untuk daerah wisata, daerah-daerah non wisatapun harus mempunyai system keamanan tersendiri.
3.      Perencanaan Finansial
Perencanaan Finansial berikut untuk mengatur, mengontrol, dan untuk mengembangkan semua aspek yang berhubungan dengan pariwisata dengan catatan anggaran yang disalurkan memberikan timbal balik yang seimbang kepada pemerintah dan masyarakat sekitarnya.
4.      Infrastruktur
Infrastruktur merupakan bagian dari kenyamanan dalam kepariwisataan, apabila infrastruktur tertata secara baik maka maka kepariwisataan yang ada akan berjalan secara baik pula.
5.      Akomodasi
Akomodasi merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari dunia kepariwisataan, akomodasi merupakan bagian pelayanan bagi pengguna sarana kepariwisataan.
6.      Sosial
Sosial dalam kepariwisataan mencakup beberapa aspek, diantaranya sosial masyarakat kepariwisataan sebagai penyedia kepariwisataan dapat menyambut pengguna kepariwisataan atau para pelancong dengan tangan terbuka dan sikap yang ramah. Dan berikutnya adalah sosial informasi, yaitu menyebar luaskan informasi kepariwisataan yang ada sehingga mengenalkan kepada masyarakat luas tentang kepariwisataan yang ada.

Banyak potensi pariwisata yang dimiliki pulau-pulau dan daerah-daerah yang tersebar diseluruh indonesia ini dan Sebagai contoh adalah Pulau Komodo yaitu pulau yang memiliki binatang purba satu-satunya di dunia, yang mana saat ini masih menduduki peringkat delapan dari 50 species yang dinilai dan Pulau Komodo ini adalah satu diantara sedikitnya 17 ribu pulau yang dimiliki Bangsa Indonesia yang mana jika bisa dikembangkan seperti Pulau Bali, maka wisatawan akan banyak lagi yang datang ke Indonesia
Dengan program Visit Indonesia Year 2008 yang lalu, Indonesia berhasil menarik wisman  yang berjumlah kurang lebih 6,5 juta wisman, dan program Visit Indonesia Year 2009 diprediksikan akan lebih besar dari jumlah yang sebelumnya, meskipun dalam kondisi krisis ekonomi dunia. Prediksi tentang lebih besarnya jumlah wisman yang datang ke Indonesia untuk tahun ini, dikarenakan jumlah wisman yang datang saat ini tetap tumbuh dan berkembang, hal ini karena Indonesia memiliki keanekaragaman destinasi wisata, terlebih-lebih saat ini Indonesia tengah menggalakkan program destinasi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang tahan terhadap resisten krisis.
Program destinasi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition ini telah terbukti berhasil dengan terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah MICE masalah pemanasan global yang dihadiri kurang lebih 12 ribu utusan dan wisman, dan keberhasilan ini juga merupakan pertanda baik diajang promosi pariwisata Indonesia yang berada diluar negeri.
Pemerintah dan masyarakat harus secara optimis dan bersungguh sungguh dalam menciptakan, merawat, melestarikan, serta mengembangkan  semua potensi wisata yang ada, dan pencapaian hasil dari kepariwisataan Indonesia akan lebih baik pula apabila masyarakat dan pemerintahan bersinergi dalam mengenal dan memperkenalkan potensi pariwisata Indonesia ke seluruh masyarakat dunia, sehingga wisata Indonesia dapat dikenal baik diseluruh penjuru dunia dan berdampak pada tingkat pertumbuhan wisman yang datang ke Indonesia sehingga dapat memberikan manfaat bagi devisa Negara dan manfaat bagi masyarakat Indonesia.


By: Bedul Panjul, Rumput dan Ilalang