Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 April 2014

Bergeraklah Dari Sekarang

Tulisan: Rahmat Amien

Beberapa waktu yang lalu ane mengikuti acara Ngobras (Ngobrol Asik). Ngobras ini diisi oleh pemateri-pemateri menarik, seperti Bapak Saifuddin Bantasyam dosen dan pakar politik, beliau masih dosen mata kuliah Komunikasi Politik di kampus ane. Bang Muda Bentara seorang blogger dan juga abang leting ane di kampus, Bang Askhalani dari GERAK (Gerakan Anti Korupsi Aceh) dan Bang Hijrah Saputra seorang pengusaha muda, yang menjadi inspirasi buat ane. Diskusi ringan ini begitu bersemangat dengan pemateri-pemateri hebat di bidangnya masing-masing. Dalam diskusi ini juga mengambil tema seperti di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di televisi Merah Putih Indonesia (TV One--admin). 

Anak muda melakukan apa merupakan tema yang usung oleh para panitia turun tangan Aceh. Hal ini sangat menarik sekali dan sayang sekali untuk dilewatkan. Dengan menghadirkan tema ala ILC (Indonesia Lawyer Club) TV One, menghadirkan suasana tersendiri dan bagi ane. 



Para pengunjung yang mengikuti Diskusi "Anak Muda Berbuat Apa"


Tema seperti ini menghadirkan nuansa sendiri di mana menurut moderator, panggung bukan hanya milik para narasumber, tetapi juga milik para penonton. Ngobras ini adalah agenda dari Tim Turun Tangan Aceh, dimana banyak diceritakan tentang manusia harus berbuat. Cerita yang menarik adalah ketika melihat video Kopaja. Dalam video tersebut seorang cewek diganggu oleh seorang cowok dengan tampang preman. Namun ada cowok yang lain menegur cowok bertampang preman ini. Dan ini membuat dia marah dan mendorong orang yang menegur tersebut hingga terjatuh, lalu sang cowo preman kembali mengganggu cewek tadi. Lalu datang lagi orang lain untuk menegurnya. Dan satu persatu berdiri di belakang orang yang menegur ini, hingga akhirnya turun dari kopaja. Dari video tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ketika ada orang jahat berbuat jahat, masih ada orang baik yang berani menegur. Intinya orang baik jangan terus diam dan mendiami hal-hal buruk yang dilakukan oleh orang jahat. Jika hal ini dilakukan sendiri tentunya tidak akan bermanfaat, namun jika kita melakukan secara bersama-sama maka orang jahat akan takut dengan sendirinya.



Moderator Berinteraksi dengan Narasumber


Diskusi ringan ini juga membahas tentang pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh. Pelanggaran HAM tidak hanya seperti pembunuhan dan kontak senjata yang pernah terjadi pada masa konflik Aceh. Pelanggaran HAM juga temasuk ketika masyarakat tidak mendapatkan hak-haknya, atau memaksa rakyat dengan intimidasi-intimidasi yang banyak terjadi. Ada banyak solusi yang ditawarkan, salah satunya, hal-hal tersebut tidak hanya dibebankan pada pemerintah saja, tetapi juga menjadi beban kita bersama. Hal itu dapat dilakukan dengan hal-hal kecil dengan melaporkannya kepada pihak yang berwenang. 



Moderator Berinteraksi dengan Narasumber


Diskusi ini benar-benar menarik di mana semua orang ikut berinteraksi dengan sesama. Ya ini karena panitia mengambil tema seperti ILC di TV One. Para pemateri langsung duduk dengan para peserta di meja yang dia suka. Inti dari diskusi ringan ini adalah lakukan sekarang, jangan ditunda-tunda. Dan mulailah dari hal kecil terlebih dahulu untuk melakukan suatu perubahan.



Pengunjung yang Mengikuti Acara dengan Antusias



Banda Aceh, 29 Maret 2014
Rahmat Amien


Sabtu, 29 Maret 2014

Dari Lokasi: Acara Bincang Blogger dan Sosialisasi BABC 2014



Acara Bincang Blogger dan Sosialisasi Banda Aceh Blogger Competition 2014 berlangsung dalam suasana yang hangat dan meriah di NA Coffee, Jl. T. Daud Beureueh, Banda Aceh. Dihadiri oleh 21 peserta, acara ini dibuka dengan sesi Bincang Blogger yang dipandu oleh Moderator, Liza Fathiariani.

Sesi materi pembuka dibawakan oleh Ihan Sunrise dengan tema seputar dunia yang digelutinya saat ini yaitu jurnalisme. Menurut Ihan menjadi jurnalis dituntut memiliki profesionalisme dan etos kerja tinggi, namun hal tersebut tidak dijadikannya sebuah kendala. Sesuatu yang sulit bila disukai pasti akan menjadi hal yang menarik, demikian pemilik blog yang kerap menulis syair-syair tentang cinta pada blog-nya http://ihansunrise.blogspot.com.


Materi selanjutnya disampaikan oleh Ferhat dengan tema motivasi menulis. Menurut pemilik blog http://ferhatt.com yang juga Ketua FLP Aceh periode 2006-2008 ini, penulis menurut motivasinya terbagi ke dalam tiga tingkatan. Level pertama adalah orang yang belum pernah menulis tapi mau belajar; selanjutnya adalah orang yang sudah menulis namun ia jarang dapat menyelesaikannya; terakhir adalah yang terbaik yaitu orang yang sudah menulis dan sudah menyelesaikan tulisannya bahkan selalu ingin meningkatkan kualitas tulisannya.

Hijrah Saputra kemudian membawakan materi selanjutnya seputar Creative Blogger. Menurut Hijrah yang baru saja meraih penghargaan MDG’s Award bersama sejumlah generasi muda Aceh bersama program bertajuk The Leader ini, untuk bisa menjadi kreatif terlebih dahulu kita harus fokus kepada kelebihan yang kita miliki daripada kekurangan kita. Selain itu kita mesti peka kepada hal-hal kecil, menampilkan ide-ide yang unik dan senantiasa mau berbagi. Hijrah menceritakan begitu banyak berkah tak terduga yang diperolehnya setelah ia aktif berbagi mengenai kota kelahirannya, Sabang, yang bisa kita ikuti dalam blog-nya http://hijrahheiji.blogspot.com.

Materi selanjutnya tentang Travel Blogger dibawakan oleh Citra Rahman. Menurut Citra, semula ia mengira dirinya hanya akan menjadi seorang backpacker dengan melakukan travelling. Namun ternyata setiap kali ia melakukan travelling selalu saja ada manfaat tak terduga yang diperolehnya yang. Ia menemukan banyak hal yang menginspirasinya untuk menuliskannya dalam blog-nya http://hananan.com. Dalam menuliskan tentang perjalanan kita bisa saja mencatat hal-hal kecil yang kita temukan dan baru kemudian dijadikan sebuah kesatuan dalam tulisan yang koheren.

Sebagai materi penutup yaitu tentang Berkahnya Menjadi Blogger diisi oleh Makmur Dimila yang mengasuh blog http://makmurdimila.wordpress.com. Juara pada kontes blog berskala nasional yang diselenggarakan Venom Indonesia ini menceritakan sejumlah berkah yang dapat diperoleh dengan menjadi blogger. Makmur yang mengaku ingin lebih fokus pada tulisan bertema seputar travelling, sosial dan urban dalam blog-nya ini mengatakan dengan menulis juga dapat menjadi ladang amal jariyah, di mana sebuah tulisan dapat abadi sebagai ilmu yang diwariskan ataupun sebagai sebuah kontrol sosial.

Sesi tanya jawab dipandu oleh moderator Liza Fathiariani. Liza yang aktif mengelola blog http://liza-fathia.com ini memberikan kesempatan kepada dua penanya yaitu Jeroel dan Suci. Jeroel menanyakan tips atau kiat-kiat agar dapat menulis secara lebih banyak dan kiat-kiat memenangi perlombaan blog, sementara Suci menanyakan tips atau kiat-kiat dalam mengumpulkan ide-ide untuk ditulis dan bagaimana menuangkannya ke dalam bentuk tulisan, khususnya dalam menuliskan tentang perjalanan atau traveliing.

Untuk pertanyaan pertama dari Jeroel, pemateri menyarankan agar penulis dapat fokus terhadap apa yang dibahasnya. Buatlah tulisan tersebut dengan detil-detil yang menarik sesuai prinsip 5W + 1H namun disajikan dalam bentuk gaya bercerita. Penulis juga dapat mengutip referensi-referensi yang relevan walaupun sedikit, misalnya kutipan dari majalah yang terkait dengan tema tulisan tersebut. Selain itu peserta lomba harus fokus kepada tema lomba dan persyaratan apa saja yang diberikan oleh panitia lomba. Masalah tampilan dan settingan blog juga harus diperhatikan agar tidak mengganggu kenyamanan membaca.

Untuk pertanyaan dari Suci, pemateri menyarankan agar bagi penulis pemula sebaiknya tidak berfokus pada kualitas namun lebih pada kuantitas dahulu. Dengan sering menulis dan juga rajin membaca serta terbuka terhadap masukan positif diharapkan penulis akan menemukan gaya menulisnya sendiri. Bisa saja ada dua orang penulis yang sama-sama pergi ke suatu tempat wisata, namun gaya menulis dan sudut pandangnya pasti memiliki perbedaan.

Pada sesi terakhir mengenai Sosialisasi Lomba Banda Aceh Blog Competition dipandu oleh Ketua Panitia Banda Aceh Blog Competition, Liza Fathiariani. Dalam sesi ini dipaparkan persyaratan-persyaratan mengenai perlombaan. Karya-karya peserta sudah dapat dikirimkan sejak 22 Maret 2014 dan ditunggu paling lambat 30 April 2014.

Syarat-syarat perlombaan dapat dilihat pada situs http://tourismbandaaceh.wordpress.com. Panitia juga membuka laman facebook yaitu di:  https://www.facebook.com/BandaAcehBloggerCompetitiondan akun twitter di: https://twitter.com/babc2014.


Banda Aceh, 29 Maret 2014


Naskah & Foto: Panitia Bincang Blogger & Sosialisasi Lomba Banda Aceh Blog Competition 2014

Senin, 24 Maret 2014

Malam Ini Finalis Agam Inong Banda Aceh Sharing Bareng Blogger




Atjehpost , 21 Maret 2014.

Beberapa blogger Aceh yang tergabung dalam komunitas Gam Inong Blogger (GIB) malam ini akan sharing dengan para finalis Agam Inong Banda Aceh 2014 terkait aktivitas ngeblog. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Mannheim Hotel SMK 3 Banda Aceh, tempat para finalis dikarantina, Jumat 21 Maret 2014.

Anggota GIB Citra Rahman, kepada atjehpost.commengatakan diskusi ini nantinya akan mengangkat topik tentang menuliskan Aceh di internet. Menurut Citra, sudah saatnya anak-anak muda Aceh menuliskan hal-hal positif untuk Aceh di internet. Dengan begitu stigma negatif yang selama ini melekat pada Aceh akan hilang. Khusus bagi para finalis Agam Inong ini, ia menilai sangat penting memahami peran blog atau sosial media lainnya untuk meningkatkan promosi wisata di Banda Aceh.


“Para duta inilah yang secara resmi memiliki banyak akses untuk mengenali dan memahami pariwisata lokal dan sudah memiliki nama yang dikenal orang banyak. Jika mereka menulis (di internet-red) tentu banyak yang ingin membaca,” kata blogger yang mulai aktif ngeblog sejak awal 2008 ini.

Selain diskusi mereka juga mengajarkan langkah-langkah membuat blog secara sederhana. Khususnya kepada para peserta yang belum mempunyai blog.

Materi tentang blog ini merupakan terobosan baru yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banda Aceh. Tujuannya adalah untuk meningkatkan skilldan knowledge calon duta wisata Banda Aceh di masa mendatang.

GIB merupakan salah satu komunitas blogger yang ada di Aceh. Sejak terbentuk menjelang akhir 2013 lalu GIB sudah memiliki sekitar 130 peserta dari berbagai kalangan dan profesi. Di masa mendatang komunitas ini terus berupaya untuk menularkan semangat ngeblog. Khususnya kepada generasi muda di Aceh.

Minggu, 23 Maret 2014

GIB Ikut Ngopi Bareng Salah Satu Partai Lokal di Aceh


Laporan: Rahmat Hidayat Al-Hafidz

Rabu malam, 19 Maret 2014, beberapa anggota Gam Inong Blogger (GIB) menghadiri acara obrolan santai atas undangan dari Komite Pemenangan Partai Aceh (Bapilu) Banda Aceh. Acara obrolan santai tersebut berlangsung di NA Coffee di Jalan Teungku Daud Beureueh Banda Aceh. Anggota GIB yang hadir antara lain; Hijrah Saputra, Citra Rahman, Ihan Nurdin, Rahmat Hidayat Al-Hafidz, Azizah, dan Adhiyatsyah. Sedangkan dari KPPA Banda Aceh dihadiri langsung oleh Ketua KPPA-nya yaitu bang Nurul Kamal. Belakangan hadir Ari Kusmed Saputra, Kepala Sekretariat KPPA Banda Aceh.


Bincang-bincang yang dimulai sekitar pukul delapan lewat itu membicarakan banyak hal tentang dinamika sosial dan politik di Aceh. GIB sendiri menyambut baik inisiatif diskusi dari Partai Aceh tersebut. Dari diskusi ini, kami selaku blogger Aceh jadi banyak tahu tentang visi dan misi partai ini. Ketua KPPA, Nurul Kamal juga menyinggung soal nilai APBA yang terus bertambah sejak Aceh dilanda konflik. Padahal sebelumnya nilai APBA untuk Aceh sangat rendah. Malah pernah mendapat hanya Rp 60 miliar.

Kondisi ini menurutnya jadi pertanyaan besar, mengapa setelah konflik pemerintah pusat mau mengucurkan dana besar untuk Aceh? Mengapa ini tidak dilakukan sebelum masa-masa konflik terjadi di Aceh? Aceh hanya mendapat jatah di bawah Rp 1 triliun. Dari sinilah, Nurul Kamal menambhakan, melihat seperti ada sesuatu yang aneh karena semenjak adanya MoU Helsinki, dana APBA terus bertambah dari tahun ke tahun. 

Dengan adanya power yang dipegang oleh pemerintah Aceh sendiri, perubahan di segi pendidikan juga sudah ada. Terbukti beberapa universitas di daerah bisa dinegerikan. Sehingga untuk belajar di perguruan tinggi tidak harus ke Banda Aceh. Sekarang sudah ada Universitas Samudera di Langsa, Universitas Malikussaleh di Lhokseumawe. Namun, ia juga sangat menyesalkan akan kemunculan caleg sekarang yang tidak tahu akan adanya visi MoU Helsinki. Sementara PA sendiri tetap terus memperjuangkan butir-butir kesepakatan international tersebut terwujud.

Dalam kesempatan itu, pihak Gam Inong Blogger juga menyarankan agar adanya keterbukaan informasi dari PA. Sayang sekali bila ada visi yang bagus bagi rakyat dan juga banyaknya perubahan, tapi masyarakat tidak tahu. Dari segi keterbukaan informasi, Gam Inong Blogger melihat bahwa kepemimpinan Aceh sebelumnya lebih terbuka kepada media dari pada yang sekarang. Hal ini menjadi kelemahan PA sendiri yang memunculkan gap dengan publik terhadap informasi. Gam Inong Blogger sangat menyarankan adanya media sendiri dari PA dan juga adanya hubungan baik dengan pihak media di Aceh.*


Banda Aceh, 24 Maret 2014