Malioboro. Nama yang tentunya sangat akrab bagi masyarakat Indonesia. Barangkali Malioboro adalah nama jalan paling terkenal di Indonesia. Apa saja yang membuat Malioboro begitu terkenal ?
Malioboro adalah sebuah nama jalan di Yogyakarta. Bila Anda mengingat Yogyakarta, maka hampir dipastikan Anda pun akan mengingat Malioboro. Mantap kan.
Jalan Malioboro terkenal dengan perdagangannya, khususnya kerajinan tangan khas Kota Yogyakarta. Banyak sekali orang yang berjualan cinderamata dan makanan khas di tempat ini, mulai dari pedagang kaki lima hingga toko dan mall besar.
Berjalan-jalan di Malioboro tentunya Anda perlu mempersiapkan uang kecil yang lebih banyak. hal ini untuk mempercepat transaksi jual beli Anda. Anda juga dapat berkeliling kawasan ini dengan menyewa becak ataupun yang bertebaran di kanan-kiri jalan.
Bila di siang hari penuh dengan penjual cinderamata, lalu bagaimana dengan malam hari ?
Ketika malam hari, Malioboro berubah menjadi pusat warung lesehan, yang juga menjadi tempat nongkrong favorit generasi muda di Yogyakarta. Bahkan tak jarang seniman-seniman lokal berkumpul untuk mengekspresikan diri. Ada yang bernyanyi, berrmain musik, melukis, dan lain sebagainya.
Tentunya Yogyakarta dengan Malioboronya akan selalu membuat orang yang berkunjung merindukannya. Selamat menikmati.
Selasa, 21 Februari 2012
Kamis, 16 Februari 2012
Dunia Fantasi (Dufan)
Dunia Fantasi merupakan tempat wisata favorit bagi masyarakat Indonesia. Berdiri sejak 1985, Dufan terletak di kompleks Taman Impian Jaya Ancol.
Dunia Fantasi (Dufan) memiliki maskot yang berbentuk kera jenis bekantan. Hal ini dikarenakan dulu kompleks Dufan adalah habitat kera. Dipilih Bekantan juga sebagai media promosi satwa langka yang dilindungi.
Dufan memiliki wahana yang amat bervariasi. Area dibagi menjadi beberapa kawasan dengan tema bermacam-macam. Beberapa diantaranya adalah kawasan Indonesia, Amerika, Eropa, dan lain sebagainya.
Selamat menikmati.
Dunia Fantasi (Dufan) memiliki maskot yang berbentuk kera jenis bekantan. Hal ini dikarenakan dulu kompleks Dufan adalah habitat kera. Dipilih Bekantan juga sebagai media promosi satwa langka yang dilindungi.
Dufan memiliki wahana yang amat bervariasi. Area dibagi menjadi beberapa kawasan dengan tema bermacam-macam. Beberapa diantaranya adalah kawasan Indonesia, Amerika, Eropa, dan lain sebagainya.
Selamat menikmati.
Sabtu, 11 Februari 2012
Candi Mendut
Candi Mendut merupakan candi bercorak Buddha yang terletak di Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tepatnya di Jalan Mayor Kusen. Candi ini memiliki keunikan dalam reliefnya.
Pada relief Candi Mendut terdapat beberapa cerita binatang (fabel) dan juga kisah manusia. Keunikan dari cerita tersebut adalah pesan moril yang terkandung di dalamnya. Ini menunjukkan bahwa leluhur kita telah memiliki kecerdasan emosional yang baik dan berkarakter luhur.
Candi Mendut terbentuk dari batu bata kuno. Bangunannya terletak di atas pondasi yang tinggi, sehingga nampak kokoh dan kuat. Terdapat tangga naik dan pintu masuk ke dalam bagian utama bangunan. Atapnya berhias stupa kecil berjumlah 48.
Pada relief Candi Mendut terdapat beberapa cerita binatang (fabel) dan juga kisah manusia. Keunikan dari cerita tersebut adalah pesan moril yang terkandung di dalamnya. Ini menunjukkan bahwa leluhur kita telah memiliki kecerdasan emosional yang baik dan berkarakter luhur.
Candi Mendut terbentuk dari batu bata kuno. Bangunannya terletak di atas pondasi yang tinggi, sehingga nampak kokoh dan kuat. Terdapat tangga naik dan pintu masuk ke dalam bagian utama bangunan. Atapnya berhias stupa kecil berjumlah 48.
Minggu, 05 Februari 2012
Pulau Komodo
Pulau Komodo merupakan salah satu bagian pulau dari kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo merupakan kebanggaan bangsa Indonesia, karena hanya ada 1 negara di dunia ini yang memiliki habitat asli Komodo, hewan khas Indonesia, yang merupakan salah satu hewan purba yang masih hidup hingga sekarang. Bagaimana dengan suasana alamnya ?Pulau Komodo menyimpan kekayaan hayati yang beranekaragam. Salah satunya adalah kayu sepang. Kayu yang oleh masyarakat sekitar digunakan sebagai ramuan obat, serta pewarna pakaian alami.
Pulau komodo menyimpan keindahan pantai pasir putih dengan air lautnya yang biru jernih dan hutan mangrovenya yang indah.
Diving, snorkeling, berperahu, dan mendaki adalah aktivitas yang dapat Anda lakukan di oulau Komodo. Untuk itu Anda perlu mempersiapkan stamina yang baik agar dapat menikmati perjalanan Anda.
Komodo sendiri merupakan reptil purba, yang oleh sebagian wisatawan asing sering dihubungkan dengan binatang legenda, yaitu naga. Hewan komodo ini merupakan spesies kadal terbesar di dunia. Hewan yang gemar tinggal di tempat panas dan kering ini lebih sering beraktifitas di siang hari.
Temukan pengalaman tak terlupakan di pulau nan eksotis ini. Selamat menikmati.
Kamis, 02 Februari 2012
Serunya Pantai Parangtritis
Suka dengan warna hitam ? Hm, tentu Anda akan menyukai pantai yang satu ini. Pantai Parangtritis. Dikaruniai dengan pasir berwarna hitam membuat keeksotisan pantai ini memancar. Apa saja yang bisa kita lakukan di sana ?
Pantai Parangtritis terletak di Yogyakarta. Bahkan Pantai ini adalah pantai paling terkenal di Yogyakarta, dan Parangtritis Yogyakarta ini juga merupakan salah satu pantai yang paling sering disebut wisatawan di Indonesia, baik karena keindahannya, maupun karena legenda Parangtritis.
Pantai Parangtritis dipercaya sebagai pintu gerbang kerajaan jin Ratu Pantai Selatan. Apa saja yang bisa kita nikmati di sini ?
Pantai Parangtritis dapat dijangkau dengan kendaraan motor taupun mobil. Akses menuju pantai pun terawat dengan baik. Anda pun dapat menggunakan angkutan umum untuk menuju Pantai Parangtritis.
Anda tentu dilarang untuk berenang karena ombak Parangtritis terkenal ganas. Namun, jangan khawatir, Anda dapat menikmati keindahan pantai dengan menyewa berbagai macam kendaraan, andong, untuk Anda yang ingin mencoba kendaraan tradisional, atau ATV, kendaraan segala medan untuk Anda yang berjiwa petualang.
Di sekitar Pantai Parangtritis juga bertebaran losmen-losmen penginapan dengan harga sangat terjangkau.
Selamat menikmati.
Pantai Parangtritis terletak di Yogyakarta. Bahkan Pantai ini adalah pantai paling terkenal di Yogyakarta, dan Parangtritis Yogyakarta ini juga merupakan salah satu pantai yang paling sering disebut wisatawan di Indonesia, baik karena keindahannya, maupun karena legenda Parangtritis.
Pantai Parangtritis dipercaya sebagai pintu gerbang kerajaan jin Ratu Pantai Selatan. Apa saja yang bisa kita nikmati di sini ?
Pantai Parangtritis dapat dijangkau dengan kendaraan motor taupun mobil. Akses menuju pantai pun terawat dengan baik. Anda pun dapat menggunakan angkutan umum untuk menuju Pantai Parangtritis.
Anda tentu dilarang untuk berenang karena ombak Parangtritis terkenal ganas. Namun, jangan khawatir, Anda dapat menikmati keindahan pantai dengan menyewa berbagai macam kendaraan, andong, untuk Anda yang ingin mencoba kendaraan tradisional, atau ATV, kendaraan segala medan untuk Anda yang berjiwa petualang.
Di sekitar Pantai Parangtritis juga bertebaran losmen-losmen penginapan dengan harga sangat terjangkau.
Selamat menikmati.
Jumat, 20 Januari 2012
Ternyata ada hewan purba yang masih hidup di Indonesia
Biasanya jika kita ingin melihat hewan purba maka kita hanya akan melihatnya dalam bentuk fosil karena hewan purba itu sudah punah jutaan tahun yang lalu. Tapi ternyata diantara hewan purba itu masih bisa ditemukan beberapa hewan purba yang masih hidup di bumi ini termasuk di wilayah Indonesia. Hewan yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih ada itu bisa disebut fosil hidup. Fosil hidup adalah sebutan bagi hewan atau tumbuhan yang dianggap sudah punah dan menjadi fosil, tetapi pada kenyataannya masih hidup. Sebutan ini dapat pula dikenakan bagi hewan/tumbuhan yang diketahui telah ada jutaan tahun lalu dengan bentuk yang tidak mengalami banyak perubahan dengan peninggalan fosilnya.
Beberapa fosil hidup hewan purba yang bisa ditemukan di Indonesia diantaranya adalah:
Komodo
Komodo merupakan spesies reptil purba endemik yang hidup semenjak zaman purba. Evolusi komodo dimulai dengan genus Varanus yang mulai berkembang di Asia antara 40-25 juta tahun yang lalu. Komodo adalah kerabat dekat dari dinosaurus. Hal ini dilihat dari ditemukannya fosil-fosil dari jenis dinosaurus tertentu yang menunjukkan kemiripan struktur tubuh dengan komodo. Dinosaurus sudah lama punah tetapi Komodo sampai sekarang masih ada. Komodo disebut sebagai Dinosaurus terakhir di dunia. Hewan satu masa dengan dinosaurus ini dikenal sebagai kadal karnivora namun mereka juga hewan kanibal karena kadang mereka memangsa anak-anak mereka. Komodo (Varanus komodoensis) adalah jenis kadal terbesar. Tercatat Komodo terbesar yang pernah ada memiliki panjang 3,13 meter dan berat 166 kilogram. Komodo dapat ditemukan di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Habitat asli Komodo hanya bisa ditemukan di kepulauan Indonesia ini dan tidak ada di belahan dunia lain.
Penyu Belimbing
Penyu belimbing atau Dermochelys Coriacea disebut telah mendiami Bumi semenjak 100 juta tahun silam semasa dinosaurus merajai planet bumi. Penyu belimbing adalah jenis penyu terbesar. Berat penyu belimbing bisa mencapai 900 kg, dengan panjang badan sekitar satu setengah hingga dua meter. Tidak seperti penyu lainnya, penyu belimbing tidak memiliki karapas keras. Karapasnya seperti sebuah mosaik dari tulang-tulang kecil yang keras, kulitnya elastis dengan punggung membujur. Penyu belimbing dapat ditemukan dari perairan tropis hingga ke lautan kawasan sub kutub dan biasa bertelur di pantai-pantai di kawasan tropis. Penyu belimbing hanya makan ubur-ubur, dan hanya ada sedikit tempat di dunia yang dipilihnya untuk bertelur. Salah satu tempat bertelurnya ada di Pantai Jamursba Medi dan Warmon terletak di Utara Kepala Burung Provinsi Papua Barat, Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw. Penyu belimbing mempunyai kebiasaan berkeliling dunia menjelajahi berbagai wilayah di belahan bumi ini.
Ikan Coelacanth
Ikan Coelacanth diduga sudah ada sejak era Devonian sekitar 380 juta tahun silam, hingga kini bentuknya tidak berubah. Coelacanth adalah ikan purba yang berasal dari sebuah cabang evolusi tertua yang masih hidup dari ikan berahang. Sebelumnya, ikan tersebut sempat diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous 65 juta tahun lalu. Tapi kemudian ternyata ikan ini ditemukan masih hidup. Ikan ini hanya hidup di perairan Afrika Selatan bagian barat dan perairan Indonesia timur masing-masing disebut Latimeria chalumnae dan Latimeria menadoensis. Di Indonesia ikan purba Coelacanth dapat ditemukan di perairan Talise, Minahasa Utara dan perairan Malalayang, Teluk Manado, Sulawesi Utara. Habitat ikan Coelacanth berada pada kedalamanan lebih dari 180 meter dengan suhu maksimal 18 derajat Celsius. Di Indonesia, khususnya di sekitar perairan Manado dan Minahasa Utara, spesies ini oleh masyarakat lokal dinamai ikan raja laut.
Ikan Arwana
Ikan Arwana merupakan salah satu ikan purba yang belum punah. Studi genetik dan temuan fosil menunjukkan, ikan ini setidaknya telah hidup di bumi sejak 220 juta tahun yang lalu. Arwana termasuk ikan karnivor yang mendiami habitat sungai dan danau berair tenang. Ikan ini dapat ditemukan di Amazon, dan di beberapa bagian Afrika, Asia dan Australia. Ikan arwana (Scleropagus sp.) bisa ditemukan di perairan tawar Indonesia. Salah satu jenis Arwana adalah arwana super red yang merupakan ikan asli hulu Sungai Kapuas dan Danau Sentarum di Kalimantan Barat. Perairan ini merupakan wilayah hutan gambut yang menciptakan lingkungan primitif bagi ikan purba tersebut.
Buaya Muara
Buaya merupakan salah satu hewan purba yang tersisa di bumi ini. Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) adalah salah satu spesies buaya terbesar di dunia, jauh lebih besar dari Buaya Nil (Crocodylus niloticus) dan Alligator Amerika (Alligator mississipiensis). Panjang tubuh termasuk ekor bisa mencapai 12 meter seperti yang pernah ditemukan di Sangatta, Kalimantan Timur. Buaya masih mempunyai kerabat dekat dengan hewan reptil purba, CrocodileSaurus yaitu nenek moyang buaya yang mempunyai panjang hampir 30 meter. Namun karena pengaruh alam, tubuh CrocodileSaurus menyusut hingga menjadi buaya muara. Buaya muara dapat ditemukan mulai dari Teluk Benggala (India, Sri Langka, dan Bangladesh) hingga Kepulauan Fiji. Indonesia menjadi habitat terfavorit bagi buaya muara selain Australia.
Belangkas
Hewan mirip kepiting ini adalah hewan jenis artopoda yang hidup di perairan dangkal dan kawasan mangrove. Kadang disebut juga dengan nama kepiting ladam, mimi, atau mintuna. Mimi adalah nama dalam bahasa Jawa untuk yang berkelamin jantan dan Mintuna adalah untuk yang berkelamin betina. Hewan ini merupakan salah satu hewan purba yang tidak mengalami perubahan bentuk berarti sejak masa Devon (400-250 juta tahun yang lalu) dibandingkan dengan bentuknya yang sekarang, meskipun jenisnya tidak sama. Bentuk hewan ini berbentuk seperti ladam kuda berekor. Meski bentuknya menyeramkan, daging dan telur belangkas bisa dijadikan makanan. Namun perlu berhati-hati karena ada bagian tubuhnya yang mengandung racun. Belangkas bisa ditemukan di perairan laut Asia Tenggara dan Amerika Utara. Di Indonesia, jenis belangkas yang ditemukan adalah Tachypleus gigas, Tachypleus tridentatus dan Carcinoscorpius rotundicauda. Jenis T. gigas banyak dijumpai di perairan estuaria hampir merata diseluruh perairan Indonesia.
Trenggiling
Trenggiling atau Pangolin termasuk salah satu hewan purba, beberapa fosil trenggiling sudah ditemukan pada masa Oligosen dan Miosen. Hewan ini memakan serangga dan terutama semut dan rayap. Rambutnya termodifikasi menjadi semacam sisik besar yang tersusun membentuk perisai berlapis sebagai alat perlindungan diri. Jika diganggu, trenggiling akan menggulungkan badannya seperti bola. Trenggiling hidup di hutan hujan tropis dataran rendah. Trenggiling dapat ditemukan di Asia Tenggara. Trenggiling yang ada di Indonesia dikenal dengan nama Trenggiling Jawa (Manis Javanica) dijumpai di daerah pegunungan di Sumatera, Kalimantan dan Jawa serta Bali. Walaupun tampak seperti reptil, hewan ini tergolong mamalia. Sekarang di Indonesia sendiri hewan ini termasuk hewan yang dilindungi. Di Provinsi Jambi populasi trenggiling masih cukup banyak ditemui.
Indonesia sebenarnya sungguh menakjubkan karena di wilayah ini kita masih bisa menemukan beragam hewan purba yang unik. Populasi mereka sudah sangat sedikit dan harus dilindungi kelestariannya. Jangan sampai hewan-hewan purba ini punah seperti hewan-hewan purba lainnya yang telah punah jutaan tahun yang lalu.
Beberapa fosil hidup hewan purba yang bisa ditemukan di Indonesia diantaranya adalah:
Komodo
Komodo merupakan spesies reptil purba endemik yang hidup semenjak zaman purba. Evolusi komodo dimulai dengan genus Varanus yang mulai berkembang di Asia antara 40-25 juta tahun yang lalu. Komodo adalah kerabat dekat dari dinosaurus. Hal ini dilihat dari ditemukannya fosil-fosil dari jenis dinosaurus tertentu yang menunjukkan kemiripan struktur tubuh dengan komodo. Dinosaurus sudah lama punah tetapi Komodo sampai sekarang masih ada. Komodo disebut sebagai Dinosaurus terakhir di dunia. Hewan satu masa dengan dinosaurus ini dikenal sebagai kadal karnivora namun mereka juga hewan kanibal karena kadang mereka memangsa anak-anak mereka. Komodo (Varanus komodoensis) adalah jenis kadal terbesar. Tercatat Komodo terbesar yang pernah ada memiliki panjang 3,13 meter dan berat 166 kilogram. Komodo dapat ditemukan di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Habitat asli Komodo hanya bisa ditemukan di kepulauan Indonesia ini dan tidak ada di belahan dunia lain.Penyu Belimbing
Penyu belimbing atau Dermochelys Coriacea disebut telah mendiami Bumi semenjak 100 juta tahun silam semasa dinosaurus merajai planet bumi. Penyu belimbing adalah jenis penyu terbesar. Berat penyu belimbing bisa mencapai 900 kg, dengan panjang badan sekitar satu setengah hingga dua meter. Tidak seperti penyu lainnya, penyu belimbing tidak memiliki karapas keras. Karapasnya seperti sebuah mosaik dari tulang-tulang kecil yang keras, kulitnya elastis dengan punggung membujur. Penyu belimbing dapat ditemukan dari perairan tropis hingga ke lautan kawasan sub kutub dan biasa bertelur di pantai-pantai di kawasan tropis. Penyu belimbing hanya makan ubur-ubur, dan hanya ada sedikit tempat di dunia yang dipilihnya untuk bertelur. Salah satu tempat bertelurnya ada di Pantai Jamursba Medi dan Warmon terletak di Utara Kepala Burung Provinsi Papua Barat, Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw. Penyu belimbing mempunyai kebiasaan berkeliling dunia menjelajahi berbagai wilayah di belahan bumi ini.Ikan Coelacanth
Ikan Coelacanth diduga sudah ada sejak era Devonian sekitar 380 juta tahun silam, hingga kini bentuknya tidak berubah. Coelacanth adalah ikan purba yang berasal dari sebuah cabang evolusi tertua yang masih hidup dari ikan berahang. Sebelumnya, ikan tersebut sempat diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous 65 juta tahun lalu. Tapi kemudian ternyata ikan ini ditemukan masih hidup. Ikan ini hanya hidup di perairan Afrika Selatan bagian barat dan perairan Indonesia timur masing-masing disebut Latimeria chalumnae dan Latimeria menadoensis. Di Indonesia ikan purba Coelacanth dapat ditemukan di perairan Talise, Minahasa Utara dan perairan Malalayang, Teluk Manado, Sulawesi Utara. Habitat ikan Coelacanth berada pada kedalamanan lebih dari 180 meter dengan suhu maksimal 18 derajat Celsius. Di Indonesia, khususnya di sekitar perairan Manado dan Minahasa Utara, spesies ini oleh masyarakat lokal dinamai ikan raja laut.Ikan Arwana
Ikan Arwana merupakan salah satu ikan purba yang belum punah. Studi genetik dan temuan fosil menunjukkan, ikan ini setidaknya telah hidup di bumi sejak 220 juta tahun yang lalu. Arwana termasuk ikan karnivor yang mendiami habitat sungai dan danau berair tenang. Ikan ini dapat ditemukan di Amazon, dan di beberapa bagian Afrika, Asia dan Australia. Ikan arwana (Scleropagus sp.) bisa ditemukan di perairan tawar Indonesia. Salah satu jenis Arwana adalah arwana super red yang merupakan ikan asli hulu Sungai Kapuas dan Danau Sentarum di Kalimantan Barat. Perairan ini merupakan wilayah hutan gambut yang menciptakan lingkungan primitif bagi ikan purba tersebut.Buaya Muara
Buaya merupakan salah satu hewan purba yang tersisa di bumi ini. Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) adalah salah satu spesies buaya terbesar di dunia, jauh lebih besar dari Buaya Nil (Crocodylus niloticus) dan Alligator Amerika (Alligator mississipiensis). Panjang tubuh termasuk ekor bisa mencapai 12 meter seperti yang pernah ditemukan di Sangatta, Kalimantan Timur. Buaya masih mempunyai kerabat dekat dengan hewan reptil purba, CrocodileSaurus yaitu nenek moyang buaya yang mempunyai panjang hampir 30 meter. Namun karena pengaruh alam, tubuh CrocodileSaurus menyusut hingga menjadi buaya muara. Buaya muara dapat ditemukan mulai dari Teluk Benggala (India, Sri Langka, dan Bangladesh) hingga Kepulauan Fiji. Indonesia menjadi habitat terfavorit bagi buaya muara selain Australia.Belangkas
Hewan mirip kepiting ini adalah hewan jenis artopoda yang hidup di perairan dangkal dan kawasan mangrove. Kadang disebut juga dengan nama kepiting ladam, mimi, atau mintuna. Mimi adalah nama dalam bahasa Jawa untuk yang berkelamin jantan dan Mintuna adalah untuk yang berkelamin betina. Hewan ini merupakan salah satu hewan purba yang tidak mengalami perubahan bentuk berarti sejak masa Devon (400-250 juta tahun yang lalu) dibandingkan dengan bentuknya yang sekarang, meskipun jenisnya tidak sama. Bentuk hewan ini berbentuk seperti ladam kuda berekor. Meski bentuknya menyeramkan, daging dan telur belangkas bisa dijadikan makanan. Namun perlu berhati-hati karena ada bagian tubuhnya yang mengandung racun. Belangkas bisa ditemukan di perairan laut Asia Tenggara dan Amerika Utara. Di Indonesia, jenis belangkas yang ditemukan adalah Tachypleus gigas, Tachypleus tridentatus dan Carcinoscorpius rotundicauda. Jenis T. gigas banyak dijumpai di perairan estuaria hampir merata diseluruh perairan Indonesia.Trenggiling
Trenggiling atau Pangolin termasuk salah satu hewan purba, beberapa fosil trenggiling sudah ditemukan pada masa Oligosen dan Miosen. Hewan ini memakan serangga dan terutama semut dan rayap. Rambutnya termodifikasi menjadi semacam sisik besar yang tersusun membentuk perisai berlapis sebagai alat perlindungan diri. Jika diganggu, trenggiling akan menggulungkan badannya seperti bola. Trenggiling hidup di hutan hujan tropis dataran rendah. Trenggiling dapat ditemukan di Asia Tenggara. Trenggiling yang ada di Indonesia dikenal dengan nama Trenggiling Jawa (Manis Javanica) dijumpai di daerah pegunungan di Sumatera, Kalimantan dan Jawa serta Bali. Walaupun tampak seperti reptil, hewan ini tergolong mamalia. Sekarang di Indonesia sendiri hewan ini termasuk hewan yang dilindungi. Di Provinsi Jambi populasi trenggiling masih cukup banyak ditemui.Indonesia sebenarnya sungguh menakjubkan karena di wilayah ini kita masih bisa menemukan beragam hewan purba yang unik. Populasi mereka sudah sangat sedikit dan harus dilindungi kelestariannya. Jangan sampai hewan-hewan purba ini punah seperti hewan-hewan purba lainnya yang telah punah jutaan tahun yang lalu.
Minggu, 08 Januari 2012
Kalender tradisional Indonesia
Beberapa waktu lalu, kita merayakan tahun baru masehi yang berdasarkan penanggalan waktu yang dibuat oleh bangsa Romawi. Sebenarnya kita sendiri juga memiliki kalender tradisional atau sistem penanggalan tradisional yang dipakai beberapa daerah di Indonesia.
Berikut kalender tradisional Indonesia tersebut:
Kalender Jawa
Kalender Jawa merupakan kalender yang dibuat dengan penggabungan unsur-unsur Jawa dengan penanggalan Hijriah. Sistem kalender jawa diprakasai oleh Sultan Agung Mataram Pada tahun 1625 Masehi. Penanggalan ini dulu berlaku untuk seluruh Pulau Jawa dan Madura kecuali Banten. Dalam Kalender Jawa Sultan Agungan, nama-nama bulan mengadopsi dari nama bulan pada kalender Hijriyah sehingga ada kesesuaian dengan kondisi masyarakat Jawa Islam pada waktu itu. Kalender Jawa dalam satu tahun terbagi menjadi 12 bulan. Nama-nama bulan tersebut adalah : Sura, Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Dulkangidah, Besar. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, yaitu Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu. Dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran yaitu Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.
Kalender Sunda
Kalender Sunda merupakan salah satu kalender tertua di Nusantara. Kalender Sunda ini sudah memulai perhitungan sejak tahun 122 Masehi. Penentuan tanggalnya berdasarkan kala edar bulan dan matahari. Seperti kalender pada umumnya, sistem penanggalan Sunda pun terdiri dari 12 bulan. Awal bulan Kalender Sunda, Kartika dan bulan ke-12 disebut Asuji, dengan urutan Kalender Sunda, terdiri dari: Kartika, Margasira, Posya, Maga, Palguna, Setra, Wesaka, Yesta, Asada, Srawana, Badra, dan Asuji. Dalam satu bulan jumlah hari dalam kalender Sunda ada yang berjumlah 29 hari dan 30 hari. Pada kalender sunda ada pembagian bulan menjadi suklapaksa dan kresnapaksa sehingga tidak ada tanggal 16. Sementara dalam seminggu ada 7 hari, yaitu Radite (Minggu), Soma (Senin), Anggara (Selasa), Buda (Rabu), Respati (Kamis), Sukra (Jumat), dan Tumpek (Sabtu). Dalam sewindu ada tiga tahun kabisat. Setiap 120 tahun, satu hari dihilangkan.
Kalender Bali
Kalender Bali merupakan kalender Saka yang sudah dimodifikasi dan diberi tambahan elemen-elemen lokal Bali. Kalender Bali digunakan oleh orang Hindu Bali di pulau Bali dan Lombok. Satu tahun terdiri dari dua belas bulan dimana pergantian tahun adalah pada tahun baru Saka yaitu tanggal satu Waisakha atau penanggal ping pisan sasih kadasa. Nama-nama bulan pada kalender Bali, yaitu: Kadasa, Jiyestha, Sadha, Kasa, Karo, Ketiga, Kapat, Kalima, Kanem, Kapitu, Kawolu, dan Kasanga. Satu minggu terdiri dari tujuh hari dimana pergantian minggu dimulai pada Redite (Minggu) dengan nama-nama hari : Redite, Coma, Anggara, Buda, Wraspati, Sukra, Saniscara.
Kalender Bugis
Pada masa sebelum Tahun 1520 masyarakat Bugis, Sulawesi Selatan memiliki penanggalan dan nama-nama bulan sendiri. Istilah Nama Bulan dalam kalender Bugis, yaitu: Naagai, Palagunai, Bisaakai, Jettoi, Sarawanai, Pe'dawaranai, Sujiwi, Pacciekai, Pociyai, Mangasierai, Mangase'tiwi dan Mangalompai. Nama-nama hari dalam satu Minggu : aha', seneng, selasa, raba'/arabang, kammisi, juma' dan sattu. Orang Bugis juga memiliki sistem kalender yang khas yang disebut kotika Bilangeng duappulo, yang mengacu pada siklus dua puluh hari. Kotika atau kalender tradisional ini sering dipakai oleh para sepuh suku bugis untuk menentukan waktu, hari atau arah yang baik atau buruk. Misalnya, memberi petunjuk tentang waktu yang baik memulai mengerjakan sawah, mendirikan rumah, dan sebagainya. Dalam Kutika Bilangeng Duappulo disebutkan 20 nama hari yaitu sebagai berikut : Pong, Pang, Lumawa, Wajing, Wunga Wunga, Telettuq, Anga, Webbo, Wagé, Ceppa, Tulé, Aiéng, Beruku, Panirong, Maua, Dettia, Soma, Lakkaraq, Jepati, dan Tumpakale.
Kalender Batak Karo
Orang Batak Karo juga mempunyai kalender tradisional yang disebut Porhalaan atau Kalender Batak Karo. Porhalaan didasarkan pengitaran bulan mengelilingi bumi, satu tahun terdiri atas 12 bulan, masing-masing 30 hari sehingga keseluruhan hari berjumlah 360 hari. Nama-nama bulan dinamakan dengan nama binatang atau benda apa yang bersamaan dengan bulan bersangkutan. Adapun nama-nama bulan adalah sebagai berikut: Bulan Sipaka sada merupakan bulan kambing, Bulan Sipaka dua merupakan bulan lampu, Bulan Sipaka telu merupakan bulan gaya (cacing), Bulan Sipaka empat merupakan bulan katak, Bulan Sipaka lima merupakan bulan arimo (harimau), Bulan Sipaka enem merupakan bulan kuliki (elang), Bulan Sipaka pitu merupakan bulan kayu, Bulan Sipaka waluh merupakan bulan tambak (kolam), Bulan Sipaka siwah merupakan bulan gayo (kepiting), Bulan Sipaka sepuluh merupakan bulan belobat baluat atau balobat (sejenis alat musik tiup), Bulan Sipaka sepuluh sada merupakan bulan batu dan Bulan Sipaka sepuluh dua merupakan bulan nurung (ikan). Hari pertama setiap bulan jatuh pada bulan mati dan hari kelima belas adalah bulan purnama. Pada kalender Batak tidak pernah diketahui angka tahun karena memang tidak pernah dihitung. Kalender tersebut tidak pernah dipakai untuk penanggalan melainkan untuk tujuan meramal hari yang baik yang disebut panjujuron ari.
Selain sistem penanggalan tersebut, beberapa daerah juga memiliki sistem penanggalan lainnya. Sayangnya masih belum ada sumber tertulis yang jelas. Sudah saatnya ada yang mulai mempelajari sistem penanggalan warisan nenek moyang kita itu.
Berikut kalender tradisional Indonesia tersebut:
Kalender Jawa
Kalender Jawa merupakan kalender yang dibuat dengan penggabungan unsur-unsur Jawa dengan penanggalan Hijriah. Sistem kalender jawa diprakasai oleh Sultan Agung Mataram Pada tahun 1625 Masehi. Penanggalan ini dulu berlaku untuk seluruh Pulau Jawa dan Madura kecuali Banten. Dalam Kalender Jawa Sultan Agungan, nama-nama bulan mengadopsi dari nama bulan pada kalender Hijriyah sehingga ada kesesuaian dengan kondisi masyarakat Jawa Islam pada waktu itu. Kalender Jawa dalam satu tahun terbagi menjadi 12 bulan. Nama-nama bulan tersebut adalah : Sura, Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Dulkangidah, Besar. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, yaitu Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu. Dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran yaitu Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.
Kalender Sunda
Kalender Sunda merupakan salah satu kalender tertua di Nusantara. Kalender Sunda ini sudah memulai perhitungan sejak tahun 122 Masehi. Penentuan tanggalnya berdasarkan kala edar bulan dan matahari. Seperti kalender pada umumnya, sistem penanggalan Sunda pun terdiri dari 12 bulan. Awal bulan Kalender Sunda, Kartika dan bulan ke-12 disebut Asuji, dengan urutan Kalender Sunda, terdiri dari: Kartika, Margasira, Posya, Maga, Palguna, Setra, Wesaka, Yesta, Asada, Srawana, Badra, dan Asuji. Dalam satu bulan jumlah hari dalam kalender Sunda ada yang berjumlah 29 hari dan 30 hari. Pada kalender sunda ada pembagian bulan menjadi suklapaksa dan kresnapaksa sehingga tidak ada tanggal 16. Sementara dalam seminggu ada 7 hari, yaitu Radite (Minggu), Soma (Senin), Anggara (Selasa), Buda (Rabu), Respati (Kamis), Sukra (Jumat), dan Tumpek (Sabtu). Dalam sewindu ada tiga tahun kabisat. Setiap 120 tahun, satu hari dihilangkan.
Kalender Bali
Kalender Bali merupakan kalender Saka yang sudah dimodifikasi dan diberi tambahan elemen-elemen lokal Bali. Kalender Bali digunakan oleh orang Hindu Bali di pulau Bali dan Lombok. Satu tahun terdiri dari dua belas bulan dimana pergantian tahun adalah pada tahun baru Saka yaitu tanggal satu Waisakha atau penanggal ping pisan sasih kadasa. Nama-nama bulan pada kalender Bali, yaitu: Kadasa, Jiyestha, Sadha, Kasa, Karo, Ketiga, Kapat, Kalima, Kanem, Kapitu, Kawolu, dan Kasanga. Satu minggu terdiri dari tujuh hari dimana pergantian minggu dimulai pada Redite (Minggu) dengan nama-nama hari : Redite, Coma, Anggara, Buda, Wraspati, Sukra, Saniscara.
Kalender Bugis
Pada masa sebelum Tahun 1520 masyarakat Bugis, Sulawesi Selatan memiliki penanggalan dan nama-nama bulan sendiri. Istilah Nama Bulan dalam kalender Bugis, yaitu: Naagai, Palagunai, Bisaakai, Jettoi, Sarawanai, Pe'dawaranai, Sujiwi, Pacciekai, Pociyai, Mangasierai, Mangase'tiwi dan Mangalompai. Nama-nama hari dalam satu Minggu : aha', seneng, selasa, raba'/arabang, kammisi, juma' dan sattu. Orang Bugis juga memiliki sistem kalender yang khas yang disebut kotika Bilangeng duappulo, yang mengacu pada siklus dua puluh hari. Kotika atau kalender tradisional ini sering dipakai oleh para sepuh suku bugis untuk menentukan waktu, hari atau arah yang baik atau buruk. Misalnya, memberi petunjuk tentang waktu yang baik memulai mengerjakan sawah, mendirikan rumah, dan sebagainya. Dalam Kutika Bilangeng Duappulo disebutkan 20 nama hari yaitu sebagai berikut : Pong, Pang, Lumawa, Wajing, Wunga Wunga, Telettuq, Anga, Webbo, Wagé, Ceppa, Tulé, Aiéng, Beruku, Panirong, Maua, Dettia, Soma, Lakkaraq, Jepati, dan Tumpakale.
Kalender Batak Karo
Orang Batak Karo juga mempunyai kalender tradisional yang disebut Porhalaan atau Kalender Batak Karo. Porhalaan didasarkan pengitaran bulan mengelilingi bumi, satu tahun terdiri atas 12 bulan, masing-masing 30 hari sehingga keseluruhan hari berjumlah 360 hari. Nama-nama bulan dinamakan dengan nama binatang atau benda apa yang bersamaan dengan bulan bersangkutan. Adapun nama-nama bulan adalah sebagai berikut: Bulan Sipaka sada merupakan bulan kambing, Bulan Sipaka dua merupakan bulan lampu, Bulan Sipaka telu merupakan bulan gaya (cacing), Bulan Sipaka empat merupakan bulan katak, Bulan Sipaka lima merupakan bulan arimo (harimau), Bulan Sipaka enem merupakan bulan kuliki (elang), Bulan Sipaka pitu merupakan bulan kayu, Bulan Sipaka waluh merupakan bulan tambak (kolam), Bulan Sipaka siwah merupakan bulan gayo (kepiting), Bulan Sipaka sepuluh merupakan bulan belobat baluat atau balobat (sejenis alat musik tiup), Bulan Sipaka sepuluh sada merupakan bulan batu dan Bulan Sipaka sepuluh dua merupakan bulan nurung (ikan). Hari pertama setiap bulan jatuh pada bulan mati dan hari kelima belas adalah bulan purnama. Pada kalender Batak tidak pernah diketahui angka tahun karena memang tidak pernah dihitung. Kalender tersebut tidak pernah dipakai untuk penanggalan melainkan untuk tujuan meramal hari yang baik yang disebut panjujuron ari.
Selain sistem penanggalan tersebut, beberapa daerah juga memiliki sistem penanggalan lainnya. Sayangnya masih belum ada sumber tertulis yang jelas. Sudah saatnya ada yang mulai mempelajari sistem penanggalan warisan nenek moyang kita itu.
Langganan:
Postingan (Atom)



