Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Maret 2014

Jelajah Alam Lau Mentar Canyon Sumatera Utara

Lau Mentar Canyon Sumatera UtaraJelajah Alam Lau Mentar Canyon - Salam Petualang..!! Minggu, 2 Februari 2014, Telapak Sumut kembali melakukan Trip jelajah alam ke Lau Mentar Canyon. Ini bukanlan perjalanan pertama Telapak Sumut ke Lau Mentar Canyon, melainkan sudah beberapa kali. Lau Mentar Canyon terletak di Desa Rumah Liang, kecamatan STM Hulu kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Lau Mentar Canyon memberikan keindahan Alam yang sangat memukau, disana anda bisa menikmati Aliran sungai yang jernih berwarna kehijauan, Air Terjun dan Goa.  Untuk cerita lengkap tentang perjalanan ke Lau Mentar Canyon ini, kalian bisa baca di artikel Keindahan Alam Lau Mentar Canyon Sumatera Utara.

Anggota Telapak Sumut yang ikut dalam trip kali ini lumayan hampir 20an orang. Sangat seru dan mengasikkan tentunya. Penasaran, liat nih Foto-Fotonya.. :)

Jelajah Alam Lau Mentar Canyon

Jelajah Alam Lau Mentar Canyon

Jelajah Alam Lau Mentar Canyon

Jelajah Alam Lau Mentar Canyon


Jelajah Alam Lau Mentar Canyon

Jelajah Alam Lau Mentar Canyon

Jelajah Alam Lau Mentar Canyon

Demikianlah Jelajah Alam Lau Mentar Canyon Sumatera Utara bersama Telapak Sumut Adventure..Buat anda yang di Medan dan Ingin bergabung langsung saja datang ke Sekretariat kami.. :)

Selasa, 14 Januari 2014

Air Terjun Bertingkat Aek Sijorni Tapanuli Selatan

Aek Sijorni
Salam Petualang..

Air Terjun Bertingkat Aek Sijorni - Setelah melakukan pendakian ke Puncak Gunung Sorik Merapi, Tim Telapak Sumut melanjutkan perjalanan untuk kembali pulang ke Medan. Namun, sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk mampir ke tempat wisata lainnya. Salah satunya adalah Air Terjun Bertingkat Aek Sijorni.

Berangkat dari desa Sibanggor Julu Kec. Sorik Merapi Kab.Mandailing Natal Sumatera Utara, Kami tim Telapak Sumut Adventure yang berangotakan Pay, Agum, Alwin dan saya sendiri Elang Handika, kami pun berangkat menuju objek pariwisata air di Kab.Tapanuli Selatan yaitu Aek Sijorni. Tempat wisata ini menjadi salah satu wisata alam yang terkenal di masyarakat Tapanuli Selatan. Aek Sijorni terletak di desa Aek Libung, Kecamatan Sayurmatingi Kabupaten Tapanuli Selatan. Kurang lebih jarak yg akan kami tempuh untuk menuju Aek Sijorni dari desa Sibanggor Julu adalah 35-40km. Perjalanan pun kami mulai dari sini.
Aek Sijorni bersama telapak sumut
Kurag lebih 1jam setengah atau 2 jam perjalanan yg kami tempuh sampai lah kami di tempat Objek yg kami tuju yaitu Aek Sijorni. Kami pun langsung memarkirkan sepeda motor kami. Setelah membayar biaya retribusi sebesar 3000 / org, kami pun memasuki lokasi Wisata Aek Sijorni.
Aek Sijorni
Aek Sijorni berasal dari bahasa batak. Aek yg artinya air, sedangkan Sijorni adalah jernih bila disatukan dapat diartikan Air yang Jernih. Aek Sijorni ini memang memiliki air yang sangat jernih dan pasir yang berwarna putih, wisata air ini pun memiliki air terjun yang tinginya kurang lebih 10 meter, yang landai dan dihiasi pohon~pohon kelapa yang tumbuh di tengah~tengah air terjun itu, hanya satu kata yg saya keluarkan pada saat itu Amazing....!!
Aek Sijorni
Inilah yang membuat saya sangat takjub dengan keindahan Aek sijorni, air terjun yang bertingkat~tingkat dan di tengah-tengahnya tumbuh pohon-pohon kelapa yang menjulang tinggi.
Aek Sijorni
Poto yang di belakang saya ini adalah Aek Sijorni. Air terjun ini mempunyai air yg sangat jernih, seperti batu kristal dan arus yang sangat deras, hawa di daerah ini dingin dan sejuk sangat cocok sekali untuk mandi~mandi dan berekreasi bersama keluarga anda.
Aek Sijorni
Air dari Aek sijorni ini tidak pernah berubah warnanya atau berlumpur, meski saat hujan deras sekali pun.

Demikianlah yang bisa saya sampaikan dalam perjalanan Telapak Sumut Adventure ke Air Terjun Bertingkat Aek Sijorni Tapanuli Selatan kali ini. Semoga Bermanfaat.. ^_^.. Kalau ada kata-kata yang salah atau kurang berkenan di hati yang membacanya saya mohon maaf yang sebesar~besar nya.

Salam Jabad hati dan Salam Lestari......!!!

By : Elang Han Dika

Kisah Perjalanan Menuju Puncak Gunung Sorik Merapi

Puncak Gunung Sorik Merapi

Salam Petualang,,,,

Kisah Perjalanan Menuju Puncak Gunung Sorik Merapi - Dalam Rangka menyambut tahun 2014 yang lalu, Telapak Sumut bersama dengan Tim PANDA (Pecinta Alam Indah) akan melakukan pendakian ke Gunung Sorik Merapi. Sedikit penjelasan Sorik Merapi adalah sebuah gunung yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Batang Gadis, secara administratif berada di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Sorik Merapi merupakan gunung berapi aktif yang berketinggian 2.145 meter

Perjalanan kami pun dimulai pada tanggal 29 Desember 2013. Seperti biasa, perjalanan menggunakan Sepeda Motor. Tim Telapak Sumut bergerak menuju Basecamp PANDA yang berada di Jalan Raya menteng Gg.Benteng No.5. Sekitar pukul 17.00, Kami sampai di Basecamp PANDA tanpa membuang-buang waktu, kami pun segera melakukan pakcing ulang, segala peralatan dan perbekalan yang akan dibawa nantinya. Kurang dari setengah jam semua keperluan dan logistik sudah masuk kedalam ransel kami masing-masing. Wakunya berangkat......!!!! etzzz....!!!! sebelum berangkat kita poto-poto dulu? biar tau siapa-siapa aja yang ikut pergi ke Gunung Sorik Merapi. Candaan ini terlontar dari salah seorang rekan kami dari Tim PANDA. 

Taman Nasional Batang Gadis
Tim dari PANDA (Kemal n Idris), Tim TSA (Agum, Alwin, Pay, Handika)
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 18:15 wib. kami pun segera berangkat untuk mempersingkat waktu dan tidak lupa memakai mantel hujan, maklum waktu kebarangkatan kami Alam nya kurang bersahabat dengan kami, Hujan yang cukup deras turun di Medan dan sekitarnya pada saat itu. setelah semua nya siap memakai mantel hujanya kami pun langsung berangkat. CapCus Cin.......!!!!! hehehhe. #Sedikit Humor biar aga seru bacanya?.. wkwkwk. Kami pun langsung memacu sepeda motor kami dgn kecepatan rata-rata kurang lebih dari 60-80 km/ jam, maklum jarak yg mau kami tempu sangat jauh kurang lebih perkiraan saya sekitar 480 km dari Medan, butuh waktu 12 jam lebih perjalanan dengan sepeda motor, itu pun paling cepat. setelah menempu perjalanan sekitar 120-130 KM kami pun berhenti sejenak untuk istirahat dan memasak untuk makan tengah malam. tepatnya di kota objek pariwisata parapat (danau toba) kalau tidak salah sampai di sana jam setengah 1 malam lumayan lama, untuk perjalanan Medan - Parapat pada saat itu,maklum lah ada beberapa kendala yang kami lalui pada saat perjalanan itu.

Tak terasa menu makan malam pun sudah tersaji , mau tau menu nya apa? rahasia dong?..... hahahaha. Cukup lezat lah menu makan malam pada saat itu bagi kami yang jiwa petualang. Secangkir kopi, tidak lupa tentunya, walau pun kopinya sangat aneh rasanya bagi saya, manis,pahit & asin menjadi satu rasanya? Setelah menu makan malam kami santap dengan lahap hinga habis, kamipun melanjutkan perjalanan kami, maklum masih jauh perjalanan yang harus kami tempuh lagi kurang lebih sekitar 360 atau 370 km lagi untu sampai ditujuan. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 12 jam perjalanan akhirnya kami sampai di kawasan Taman Nasional Batang Gadis. Saya pun menyempatkan diri untuk foto di sini. hiihihiih..
Taman Nasional Batang Gadis
Perjalananpun kami lanjut kan kembali untuk mencari desa Sibanggor julu, kecamatan Puncak sorik merapi, dikarenakan kami semuanya belum ada yang pernah kemari, baik PANDA maupun Telapak Sumut Adventure (TSA), kami pun bertanya ke pada seorang pemuda di daerah itu, setelah mendapatkan informasi yang jelas mengenai lokasi desa Sibanggor julu oleh pemuda itu, kami pun langsung tancap Gas, sambil mengikuti panduan arah yang iya berikan pada kami tadi, ternyata benar tidak kurang dari 10 menit kami tiba di desa Sibanggor Julu, kecamatan Puncak Sorik Merapi. Sesampainya disana, kami segera menuju rumah kepala desa setempat untuk meminta izin pendakian gunung Sorik Merapi. Sesampainya di rumah kepala desa, ternyata kepala desanya sedang tidak ada di rumah. warga setempat menyuruh kami melapor, ke wakil kepala desa setempat, setelah kami tanyakan di mana letak rumah wakdes (wakil kepala desa) nya teryata tidak jauh dari rumah kepala desa nya. Tidak mau banyak bicara rekan kami dari PANDA (kemal) dan Alwin dari TSA mengambil inisiatif sendiri untuk pergi ke rumah wakil kepala desa.

Sambil menungu teman kami yang sedang melapor ke rumah wakil kepala desa, tampak jelas dari kejauhan puncak gunung sorik merapi.satu lagi yang membius mata saya adalah rumah warga di desa Sibanggor julu ini, sangat kental dengan tradisi lokal yang mengunakan atap rumahnya mengunakan ijuk, dengan matrial dinding dan lantai menggunakan kayu ,bahkan ada beberapa rumah yang tidak mengunakan paku, kecuali belitan tali rotan sebagai perekat, Saya pun tidak mau menyia~nyiakan kesempatan ini untuk mengambil foto di rumah tradisional ini.
Gunung Sorik Merapi
Selang waktu beberapa menit saja setelah saya mengambil foto di rumah tradisional ini, teman saya Kemal & Alwin pun tiba kembali di tempat kami tadi mengumpul. kami di bolehkan mendaki gunung sorik merapi dengan Catatan, mengikuti peraturan yang berlaku di kampung ini. Peraturannya adalah Pertama, biaya retribusi pendakian Rp. 50 ribu/grup untuk pembangunan desa setempat. Kedua mendaki gunung sorik merapi harus mengunakan Guide (Pemandu), masalah harga jasa pemandu yang harus kita bayar? itu pandai-pandai kita melobinya, soalnya kalau tidak memakai jasa guide, kita tidak di perbolehkan mendaki gunung Sorik Merapi . Secara Tidak langsung siapa saja yang mau mendaki ke gunung sorik merapi ini, wajib hukumnya memakai guide. saran dari saya sih, kalau kawan-kawan, yang ingin melakukan pendakian ke gunung sorik merapi ini sebaiknya ramai-ramai minimal 20 orang, atau lebih agar lebih terasa ringan biyayanya.

Well.... Kita lanjutkan lagi yaa cerita perjalanan TSA & PANDA menuju puncak Sorik Merapi...^_^

Setelah melakukan negosiasi yang cukup alot dengan guidenya, kesepakatan harga pun telah deal dengan nominal harga yang telah kami sepakati. untuk pendakian ke puncak Sorik Merapinya, waktunya pun sudah kami tentukan Hari, tanggal dan jam pendakiannya? Selasa, 30 Desember 2013 pukul 1 malam. itulah waktu yang kami tentukan untuk pendakian ke puncak sorik merapi. sambil menungu waktu pendakian kami diberi tempat istirahat yang cukup bagus untuk kami beristirahat.
Gunung Sorik Merapi
Ini lah tempat peristirahatan kami sebelum mendaki gunung sorik merapi. Kalau tidak salah namanya Sopo Godang
Tidak terasa jam sudah menunjukan jam 9 malam, teman saya kemal & indra pun mulai memasak untuk santapan makan malam kami semua. Sambil menungu menu, makan malam siap di hidangkan, saya dan teman-teman yang lain bermain dam batu, untuk mengisi kekosongan kami. bercanda gurau tertawa lepas sunguh momen yang tidak pernah saya dapatkan saat di kota Medan. Hidangan makan malam pun sudah siap, di hidangkan oleh Kemal dan Indra, serentak permainan kami hentikan. tidak butuh waktu yang lama, untuk menghabiskan, hidangan makan malam yang nikmat ini. menurut saya hidangan nya sih biasa-biasa saja hanya kebersamaannya lah yang memberikan poin kenikmatan itu. Setelah siap menyantap makan malam, minuman penghangat badan pun menyusul yaitu segelas bandrek susu. Mumpung masih panas saya pun meminumnya secara pelan-pelan sedikit demi sedikit tidak terasa habis lah secangkir bandrek susu, yang ada di cangkir saya. Dan tidak terasapun sudah jam 11 malam, Kurang lebih 2 jam lagi kami akan mulai melakukan pendakian gunung Sorik Merapi, sambil menunggu pukul 1 malam kami pun bermain dam batu kembali. Baru 1 jam permainan, mata kami semuanya teras berat sekali, kalau di tidurkan pasti kami semuanya tidak ada yang terbangun. Dan kami semuanya pun sepakat untuk mengambil inisiatif untuk siap-siap dan packing segala peralatan, setelah semuanya selesai, masing-masing dari kami melakukan pemanasan ringan, ada yang push up, sit up macam-macam lah. setelah semuanya selesai kami pun bergegas kerumah bang Adam Wahid. dia adalah guide kami untuk menuju puncak Sorik Merapi.

Dengan petunjuk yang iya berikan kepada kami tadi, tentang keberadaan rumahnya, berangkat lah kami dengan mengunakan sepeda motor kami masing-masing, tiba lah kami semunya di halaman rumah bg Adam, ternyata dia sudah menungu kami. Lalu kemudian ia pun menyuruh kami agar meletakan Tas ransel kami, di dalam rumah nya. Hanya peralatan yang penting-penting saja lah yang kami bawa ke puncak sorik merapi, seperti Headlamp (senter kepala) sangat perlu bagi kami untuk menerangi jalan, apa lagi kami yang melakukan pandakian pada malam hari seperti ini. Lalu Air mineral, kami hanya membawa secukup nya saja, kurang Lebih 5 liter untuk 6 orang, yang melakukan pendakian saat itu , sebenarnya sih sedikit ragu dengan hanya membawa persedian air sebanyak 5Liter, apa lagi kami belum tau medannya seperti apa. kalau pun nanti kami kekurangan air mineral, menurut info yang saya ketahui dari orang-orang maupun dari artikel yang pernah saya baca katanya sih ada sumber mata air di atas sana,walau pun katanya rasanya sedikit asam, konon airnya bisa menyembuhkan penyakit atau membunuh racun-racun yang ada di dalam tubuh kita. Semakin penasaran untuk melihat mata air tersebut. Logistik, kami hanya membawa 2bua bungkus roti U****S. dan ini lah yang paling penting bagi kami anak-anak Telapak sumut Adventure, Bendera kebesaran TSA dan Spanduk Telapak Sumut Adventure.

Setelah semunya sudah siap, kami pun memulai perjalanan pendakian Mt. Sorik Merapi, Rinjaninya Sumatera. Kami sudah melewati titik awal pendakian setelah melewati rumah penduduk. Rumah-rumah pangung disini sangat kental dengan teradisi lokal yang beratap ijuk dengan matrial dinding dan lantai dari kayu, setelah melewati rumah penduduk jalan setapak pun menjadi jalur pendakian kami,dengan lebih dulu melewati perkebunan coklat, kopi, karet, dan tanaman keras lainnya. Titik awal pendakian menyambut kedatangan kami, karna di mulai dengan jalan tanjakan yang lumayan extrim saya rasakan pada saat itu, kalau saya perkirakan 75derajat apa lagi dengan setamina kami yang sudah banyak terkuras sewaktu perjalanan dari  Medan kemari. Setidaknya 30 sampai 40 menit bahkan bisa lebih kalau saya perkirakan untuk bisa melewati jalan tanjakan yang berada di ketingian 1.100 meter dari permukaan laut, setelah melewati jalan tanjakan dengan kemiringan 75 derajat, yang saya perkiraka tadi, bang Adam, pemandu kami berhenti, dan saya pun bersama 2 orang teman yang ikut gabung bersama kami memanfaatkan waku untuk istirahat sebentar, sambil menunggu teman-teman yang lain yang masih di belakang kami.

Napas saya pun terasa ngos-ngosan maklum ini pendakian saya yang pertama setelah 6 thn yang lalu terakhir saya mendaki. Saya gunakan waktu itu untuk mengambil nafas, dan mengatur pernapasan saya, sesekali saya lihat sekeliling saya hanyalah kegelapan yang ada,... hehehehhehehe... Ya pasti gelap lah.!.... Namanya juga pendakian di malam hari.....!!!! hahahaha. Tapi itu berbanding terbalik kalau saya tadi melihat sekeling saya hanyalah kegelapan yang dapat terlihat oleh mata saya, berbeda 180 derajat’ ketika saya melihat ke atas langit. Ribuan bahkan jutaan bintang-bintang yang sinarnya seperti mengoda mata saya. Sunguh takjub saya melihat kekuasaan mu Tuhan. Teman-teman yang tadi di belakang sekarang sudah berkumpul bersama. Kamipun melanjutkan perjalanan dengan langkah-langkah kecil. Perjalanan pun terus menanjak, dan menguras tenaga saya dan yang lain. Kini sampailah kami di perbukitan tandus, Saya pun sempat sedikit heran dengan tempat ini, kenapa kelihatan seperti habis terbakar. Rasa penasaran saya pun dengan tempat ini. ternyata sama,dengan apa yang di rasakan oleh teman saya kemal. Kemal pun menanyakan kepada alwin. "coba win tanyakan sama abang itu, kenapa tempat ini terlihat seperti habis terbakar?", berhubung kemal sudah menayakan itu? jadi buat apa lagi saya menanyakanya kembali. lebih bagus saya mendengarkanya dari mereka. Alwin pun langsung menanyakanya kepada bg adam, dengan mengunakan bahasa daerah,   bg adam langsung menjelaskanya dengan menggunakan bahasa daerah juga, Lalu pun Alwin, mengartikanya ke dalam bahasa indonesia kepada kemal, kebetulan pada saat itu saya persis di belakang mereka, jadi saya tahu tentang tempat yang membuat rasa penasaran saya ini. Rupanya perbukitan tandus ini dulunya adalah perbukitan belerang yang aktif, lebih kurang 10 Tahun yang lalu perbukitan ini pernah mengeluarkan percikan api, sehinga membuat kawasan ini terbakar. Kalau kita pikir-pikir kan memang benar, Belerang memang mudah untuk terbakar.

Perjalanan pun terus kami lanjutkan dengan cara berjalan santai, setelah melewati gundukan-gundukan yang bekas tambang belerang, yang sudah tidak berproduksi lagi. Akhirnya pun kami memasuki kawasan hutan yang sangat lebat dan lembab. Mungkin ini yang di maksud dengan Hutan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Semakin memasuki hutan, tanjakan semakin terjal saja, dan medan yang kami lewati semakin licin, sesekali pun saya terpeleset karna medannya yang lumayan cadas bagi saya untuk di lalui. Tapi itu semua tidak menyurutkan niat saya untuk sampai ke puncak gunung sorik merapi tersebut. Langkah saya pun saya perlambat, agar tidak banyak menyerap tenaga, maklum tanjakan masih banyak lagi menungu di depan sana. Udara yang dingin pun hampir tidak saya rasakan lagi , malah cucuran keringat membasahi badan dan baju, yang dirasakan pada saat itu sangat lah gerah kalau lagi berjalan, tapi kalau sedang berhenti atau istirahat, terasa dingin yang menusuk tulang, setelah berjalan beberapa jam di dalam hutan, hanya pepohonan-pepohonan yang berukuran besar yang kami lihat. Dan kami pun akhirnya memasuki pohon~pohon pandan raksasa, yang panjang daunnya bisa mencapai 2meter bahkan lebih, Daun dan batangnya yang dihiasi dengan duri~duri tajam yang setiap saat bisa saja melukai saya dan teman yang lainnya  sewaktu berjalan di bawahnya.

Sambil menungu teman yang masih ada di belakang, saya pun duduk di bawah pohon yang sangat besar ukurannya dan saya sambil meminta air degan salah seorang teman saya, yang saat itu ada di sebelah saya. Hanya sekedar mambasahi kerongkongan yang sudah sangatlah kering saat itu? Sambil menungu teman-teman yang tertingal di belakang? Saya pun mengatur pernapasan saya kembali, Nafas saya seperti mau habis rasanya pada saat itu. Setelah nafas saya mulai teratur kembali, ternyata kawan-kawan yang di belakang lumayan jauh jarak nya. Cahaya lampu mereka pun mulai kelihatan dari tempat peristirahatan kami, tidak lama menungu, kemudian mereka pun sampailah di tempat kami, Kami pun semua melanjutkan perjalanan lagi, Tanjakan demi tanjakan kami lalui dengan perlahan-lahan dan sangat hati-hati , duri-duri dari batang pohon dan daun pandan raksasa yang berserakan di bawah. Sesekali menusuk kaki saya. Dan setelah bejalan beberapa jam sampai lah kami di peristirahatan yang terahir. Di mana 2 orang dari kami, tetap melanjutkan perjalanan ke puncak yaitu Indra dan Kemal dari tim PANDA. Sedangkan saya dan teman-teman dari Telapak Sumut Beristirahat sejenak. Teman kami kemal & indra, perlahan-lahan langkah kaki mereka hilang dari hadapan kami. Maklum, teman kami dari  PANDA, Kemal dan Indra mengejar waktu untuk pulang ke Medan. Tangung jawab dari pekerjaan lah yang membuat mereka tidak bisa berlama-lama dengan kami disini. Hanya cahaya dari headlamp mereka lah yang saya lihat dari tempat per istirahatan kami. Saya pun bersandar di pohon yang besar, sambil menghirup udara yang segar, Dan tanpa sadar, saya dan Pay pun tertidur dengan sangat pulasnya, hanya dengan bersandar batang pohon yang besar.

Udara yang sangat dingin membuat tidur saya merasa tidak nyaman lagi. dan akhirnya saya terbangun dan begitu saya membukakan mata saya. Saya sedikit terkejud ternyata hari sudah terang Saya lihat di sekeliling saya ,hanya Pay yang masih tertidur sedangkan yang lain nya ada yang sedang berbincang-bincang sambil di temani secangkir kopi yang panas. Saya pun mengerakan badan saya yang saat itu terasa kaku semua, Dan saya pun berdiri dan melakukan gerakan-gerakan kecil agar udara dingin yang melanda saya, tidak begitu terasa. udara dingin seperti ini kita harus banyak bergerak agar tubuh kita tetap terasa hangat. setelah gerakan kecil-kecil saya lakukan, saya menghampiri teman-teman yang berada di depan saya. Tidak banyak bicara dan basa-basi, saya langsung mengambil secangkir kopi yang masih panas saat itu, dan langsung saya minum. Secangkir kopi yang panas saat itu, seketika memberikan kehangatan di dalam tubuh saya. Kicauan suara burung-burung pun sangatlah merdu terdengar. Pay yang tadi masih bersandar di pohon dengan mata tertutup. Kini pun dia sudah terbangun. Setelah secangkir kopi yang tadi telah memberikan kehangatan dan sedikit tenaga di dalam tubuh kami, Kini kami pun melanjutkan perjalanan, dengan tenaga yang masih tersisa. kurang lebih 1 jam tadi saya dan Pay merasakan tidur yang sangat nyenyak kami rasakan. waktu itu kalau tidak salah pukul 7 pagi.
Gunung Sorik Merapi
 Tempat  beristirahat kami yang terakhir.
Perjalanan kami lanjutkan kembali. semakin mendekati puncak, tanjakannya pun samakin menanjak saja, 10 langkah sekali pun saya berhenti untuk mengambil nafas, mana pada saat itu persedian air sudah habis, Akar pohon rotan yang di potong oleh Alwin pada saat itu tidak mau mengeluarkan air nya. Kerongkongan saya terasa sangat lah kering sekali saat itu. Langkah kaki saya pun semakin lama, semangkin lambat dan semakin terasa berat untuk di angkat. Terdengar suara bg adam, seperti berbicara dengan seseorang, Ogh?..... Ternyata dia berbicara dengan teman kami, Kemal dan indra, yang subuh tadi, melanjutkan perjalanan duluan. Tidak beberapa lama. Kami pun berselisih jalan dengan teman kami, Kemal dan Indra yang mau turun? Saya lihat, mereka memegang botol yang berisi air, saya pun langsung meminta botol yang berisi air. Tanpa banyak bicara lagi saya pun meminum air itu, ternyata rasa air itu sedikit asam, mungkin ini air yang bersumber dari mata air yang berada di atas puncak sorik merapi. Saya pun mengasih botol yang berisi air itu kepada si Alwin, pastinya dia juga merasakan yang sama dengan saya kerongkongan yang kering. Saya bertanya kepada Kemal dan Indra. "Masih jauh pa’ puncak nya?" Mereka berdua serentak menjawab g’ko. 10 menit lagi kata mereka, mendengar kata 10 menit lagi itu semangat saya pun kembali lagi. Kemal dan Indra pun pamit untuk turun, dan pulang ke Medan duluan, Saya dan Alwin pun berjabat tangan dengan Kemal dan Indra. Hati-hati dijalan,dan sampai jumpa di Medan lagi kawan.. Saya dan alwin pun melanjutkan perjalanan mengingat kata-kata dari Kemal dan Indra tadi yang berkata 10 menit lagi sampai ke atas, saya dan Alwin pun, berlari untuk menuju puncak sorik merapi, tapi apa lah daya,baru pun lari sekitar 20 langkah saja Saat itu saya dan Alwi Langsung berhenti sejenak untuk mengatur napas yang masih tersisa. Maklum pada saat itu hanya semangat kami saja yang timbul, mendengar kata-kata 10 menit lagi nyampai ke puncak Tapi tenaga kami tidak bertambah sedikit pun. Setelah berhenti sejenak saya dan alwin pun melanjutkan perjalanan lagi. Setelah beberapa jam melewati hutan pandan ini, sampai lah kami di tempat yang terang.? Dari sini puncak sorik merapi sudah tanpak terlihat dengan jelas, asap belerang yang berwarna putih, pun menyembul keluar. Sudah tidak sabar lagi rasanya, saya dan Alwin ingin kesana. tapi kami masi menungu 4 orang lagi yang masih di belakang Pay, Agum dan kedua orang yang ikut gabung dengan kami. Setelah menungu lebih dari 5 menit, teman-teman kami pun belum menampakan dirinya juga, perasaan tadi jarak nya tidakla jauh dengan saya dan Alwin tapi kenapa bisa lama ya pikiran saya.

Bg Adam berkata dengen saya dan alwin, pergilah kalian duluan kesana biar abg yang menunggu kawan-kawan kalian. Mendengar bg adam berkata seperti itu tanpa buang~buang waktu lagi, saya dan Alwin pun bergegas menuju puncak yang sudah terlihat dari sini. Saya dan alwin pun berjalan pelan-pelan dan sangat hati-hati, jalur yang menanjak dan batu-batuan yang tidak stabil, salah memijak, maka kami akan tergelincir kebawah,saya melihat di sekeliling saya saat itu hanya ada hamparan batu-batu kerikil, setapak demi setapak akhirnya saya dan alwin sampailah di pucak yang kami impikan. Begitu sampai di puncak, hal yang pertama saya lakukan adalah, bersujud dan berkata dalam hati sunguh indah nya ciptaan-Mu Tuhan.... Saya pun bangkit, dan teriak sekuat~kuat nya begitu juga dengan teman saya Alwin dia pun juga ikut-ikutan teriak, malah lebih kuat lagi suara teriakan dia. hahahahhaha...... Alwin pun langsung mengambil Camera hanfon nya, dan kami pun mengambil gambar dengan Camera HP nya sambil menungu 4 orang lagi teman kami.
Gunung Sorik Merapi
Saya (Handika) sewaktu sampai di puncak gunung Sorik Merapi 
Gunung Sorik Merapi
Danau yg ada di puncak gunung sorik merapi danau tertingi di Sumatera Utara
Akhirnya satu- persatu teman-teman sayapun telah menyusul saya dan alwin di puncak. Yang lebih dulu sampai. Tanpa mebuang waktu lagi langsung saja kami bentangkan Sepanduk kebesaran kami Telapak Sumut Adventure.
Gunung Sorik Merapi
Kami di puncak gunung sorik merapi saat membentangkan Sepanduk kebesaran kami Telapak Sumut Adventure (Siap Melibas Medan Cadas...!!!) itulah bunyi dari slogan Telapak Sumut.
Di belakang kami ini lah kawah sorik merapi, benar-benar indah dan mempesona sekali pemandangan dan panorama dari sini, terlihat dengan sangat jelas tanpa ada halangan. Dan dari puncak ini lah saya bisa memandang luas, dari semua segala arah, bahkan tampak dari kejahuan desa yang menjadi tempat peristirahatan kami. Pemandangan yang begitu indah, seakan –akan menghipnotis rasa lelah saya. Letih dan lelah yang tadi saya rasakan sewaktu mendaki, Hilang seketika begitu saja, saat saya tiba di puncak ini. Udara yang sangat dingin,dan ditambah hembusan angin yang kencang,sampai-sampai membuat jari-jari tangan saya seperti terasa kaku. Kamipun memutuskan untuk memasak sarapan, dan membuat minuman kopi, untuk menghangatkan badan. Saya dan Alwin beserta Pay pun berkeliling di pingiran bibir kawah Vulkanik, untuk mencari letak sumber mata air yang berada di puncak gunung sorik merapi ini.kami di tuntut untuk berjalan dengan sangat hati-hati. karena bila mana Lalai sedikit saja bisa mengakibatkan nyawa kami melayang. Setelah berjalan tidak beberapa jauh, kamipun menemukan sumber mata air ter sebut. yang letak nya berdekatan dengan danau vulkanik, kami harus turun untuk mengambil sumber mata air tersebut. Setelah sampai di bawah kami pun mengisi botol-botol yang kosong untuk dibawa kembali ke atas, dan untuk bekal perjalanan turun nanti. Setelah botol-botol semua terisi, kami pun berfoto satu persatu di tempat ini.

Mata Air Gunung Sorik Merapi
Pay saat berada di sumber mata air di Puncak Gunung Sorik Merapi
Mata Air Gunung Sorik Merapi
Alwin, di tepian sumber mata air yang berada di puncak sorik merapi
Gunung Sorik Merapi
Saya (Elang Handika) yang berada di tempat yang sama bersama Pay dan Alwin.
Rasa sedikit penasaran saya pun timbul di tempat ini, Banyak fofo yang kami ambil di tempat ini hampir semuanya di selimuti dengan kabut yang tebal. Dan berbanding terbalik, kalau kami sedang tidak mengambil foto atau gambar , seketika tempat ini cerah begitu saja. Biarlah ini menjadi rahasianya sendiri, Saya ,Alwin dan Pay pun pergi meninggalkan tempat ini .Kebersamaan kami di waktu itu sangat lah hangat, sampai~sampai udara yang dingin itu hampir tidak terasa dingin nya.

Gunung Sorik Merapi
Berfoto bersama di Puncak Gunung Sorik Merapi
Itulah kisah dan sebagian foto-foto kami dari Telapak Sumut Adventure yang melakukan pendakian ke Gunung Sorik Merapi, yang berada di desa Sibanggor Julu kecamatan sorik merapi Mandailing Natal Sumatera Utara untuk mengisi kekosongan di Akhir Tahun 2013 kemarin. Demikianlah Artikel singkat tentang kisah Pertualangan atau perjalanan Telapak Sumut Adventure  ke Puncak Sorik Merapi kali ini. Semoga Bermanfaat.. ^_^..

“PUISI UNTUK SORIK MERAPI” 

Kicauan burung terdengar di dalam Hutan
Menandakan adanya hari yang baru akan datang
Indahnya alam ini membuat kami Terpaku 
Perjalanan kami ini pun terasa Haru. 

Kupejamkan Mata Sejenak Saat Tiba di Puncak 
Ku rentangkan Tanganku Sejenak dan Berteriak Sekuat Tenaga
Sejuk, Tenang, Senang kurasakan saat tiba di puncak ini 
Membuat ku seperti melayang kegirangan.

Wahai engkau pencipta Alam ini
Kekagumanku sulit untuk dipendam 
Dari siang hari hinga malam tiba 
Pesona mu tidak pernah Padam

Hembusan angin yg berirama di puncak Pegunungan 
Membuat tumbuh~tumbuhan seperti menari-nari 
Begitu indah melihatnya. 
Seperti berada di taman surga. 

 Sorik Merapi, keindahanmu terasa sempurna
 Kawah vulkanik berwarna hijaumu 
 Membuat semua orang terpana... 
 Membuat semua orang terkesima... 


 Salam Jabat hati dan salam Lestari......!!!! Lestari.....!!!!! Lestari......!!!!!

Jumat, 04 Oktober 2013

Misteri dan Keindahan Alam Simolap

Salam Petualang..

Senin, 09 september 2013, tim Telapak Sumut kembali melakukan eksplorasi Penjelajahan Alam Sumatera Utara di Kabupaten Langkat. Tujuan tepatnya yaitu ke Wisata Alam Simolap Marike. Hari ini tim hanya beranggotakan 6 orang yaitu Saya (Pay), Anis, Heri, Edo, Kemal dan Amel. Tepat pukul 2 siang, kami memulai perjalanan menggunakan sepeda motor serta berniat camping atau bermalam di tempat yang akan kami tuju nantinya.

Wisata alam Simolap Marike adalah nama yang di tetapkan untuk memperjelas sebutan pada batas kawasan pengembangan Desa konservasi yang dikembangkan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Dimana letak kawasan Wisata lam simolap berada di Dusun l Kinangkong Kelurahan Kuta Gajah Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Di lokasi ini terdapat objek wisata Air panas, Goa terang – Goa gelap serta Air terjun Sampuran Ganjang. Menurut informasi dari Seorang pemilik warung yang kami tanya, Goa di kawasan Wisata Alam Simolap berjumlah sekitar 57 Goa dengan berbagai tempat yang berbeda. Berikut ini rute yang akan kami lalui :


RUTE : MEDAN – BINJAI – SELESAI – KUALA – T.LANGKAT – SALAPIAN – MARIKE – DESA KUTA GAJAH dengan jarak tempuh sekitar 3 jam dari kota Medan.

Setelah 3 jam perjalan kami pun tiba di sebuah titik pemberhentian dimana kami harus menitipkan kendaraan pada sebuah rumah warga sekitar, karena jalur selanjutnya harus kami lalui dengan berjalan kaki. Namun apa daya, kami pun harus menunda sementara perjalanan kami, karena hujan yang turun begitu derasnya. Saya dan rekan yang lainnya saling kelihatan kecewa, kami pun bergegas untuk menghidupkan kompor dan membuat kopi. Sekitar jam 21.00 wib hujan pun mulai mereda, saya langsung mengajak Kemal untuk melihat kondisi sungai, karena kalau sungai banjir, pasti kami tidak bisa mengarunginya. Beruntung, karena sungai pada saat itu dalam keadaan normal.
Tepat pukul 22.00 wib, kami pun berjalan menelusuri sungai dan hutan menuju ke sebuah Goa alam yang akan kami jadikan tempat berkemah kami malam itu. Bicara tentang Goa, pastinya ini bukan Goa yang pertama kami telesuri, karena sebelumnya saya dan Tim Telapak Sumut pernah mengeksplor Goa Kembang Sepatu, serta Goa Saman Jawa dan Goa Manupak. Baru seperempat perjalanan hujan pun turun kembali, walau begitu kami pun tetap melanjutkan perjalanan tanpa istirahat sedikit pun. Beberapa kali kami bingung mencari jalan di dalam hutan karena gelap nya malam yang membatasi pandangan mata. Saya pun terus mencari jalan menuju ke goa, karena cuma Saya yang pernah kesana di antara anggota tim yang ada saat ini. Derasnya hujan dan dingin sudah tidak di rasakan lagi, hanya rasa ingin sampai ke tujuan dengan cepat yang ada di benak kami masing-masing.
Sekitar 1 jam perjalanan sampailah kami di Goa Terang. Sebagian dari kami langsung memasang tenda dan sebagian lainnya mengambil air di sungai. Setelah tenda terpasang, kompor pun kami nyalakan untuk memasak buat makan malam saat itu. setelah selesai makan, semuanya bersiap-siap untuk tidur. Disinilah, awal mula terjadinya sebuah misteri yang menghantui semua kawan-kawan ku. Sekitar pukul 03.00 dini hari suara-suara aneh mulai terdengar di luar tenda kami. Seperti suara anak-anak yang sedang bermain dan bayangan seperti anak kecil terlihat berkeliling di luar tenda. Sebagian dari kawan ku tidak bisa tidur dengan tenang karena suara-suara aneh tersebut. Kami hanya bisa berdoa agar tidak terjadi sesuatu pun pada kami semua.
Akhirnya, alarm jam pun berbunyi tepat pukul 06.00 wib, rintik-rintik hujan belum juga berhenti. Kami pun segera membagi tugas yaitu wanita bertugas memasak,  Saya serta teman laki-laki lainnya mencari kayu bakar serta air. Setelah api unggun sudah hidup kami pun mengeringkan pakaian kami yang basah karena hujan tadi malam di dekat api unggun. Selesai sarapan bersama, tim pun menuju ke tempat berikutnya yaitu Goa Gelap dan Air Terjun Sampuran Ganjang.
Sunguh luar biasa ciptaan tuhan, Goa yang panjangnya sekitar 200 m itu mengalir sebuah sungai di dalamnya dengan keadaan yang sangat gelap. Goa tersebut merupakan sebuah jalan menuju ke Air terjun, Kami pun melanjutkan perjalanan menelusuri aliran sungai untuk sampai ke Air terjun. Sekitar 1 jam berjalan kami pun sampai di tujuan terakhir kami yaitu Air Terjun Sampuren Ganjang.

Air terjun tiga tingkat ini sangat indah dan airnya yang sejuk. Saya pun langsung menuju ke bawah air terjun yang seperti kolam dan mandi dibawah air terjun tersebut. Sebagian kawan-kawan yang lainnya berfoto di bawah air terjun, Saya melihat ada jalan setapak di sisi kiri air terjun. Saya penasaran dengan arah jalan tersebut, saya pun langsung menaiki bukit itu dan sampai ke suatu tempat di mana ada sisi lain di atas air terjun, Ternyata   ada air terjun lagi yang sangat indah, air terjun tersebut kembar dengan ketinggian sekitar 7 meter.
Terdengar suara dari balik pepohonan ternyata itu suara langkah teman saya, Heri. Saya pun langsung mengajak Heri menuruni pepohonan dan akar-akar kayu menuju ke bawah air terjun kembar tersebut. Dan terdapat 1 air terjun lagi di bawah air terjun kembar, jadi keselurahan air terjun tersebut mempunyai 5 tingkat dengan air terjun kembar di tingkat ke lima. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa.
Sekitar tengah hari kami pun kembali menuju Goa Terang tempat kami mendirikan tenda sebelumnya, mempacking kembali semua barang bawaan kami dan menuju tempat kami menitipkan kendaraan kami. Setelah berpamitan dengan pemilik rumah tempat kami menitipkan kendaraan, Kami pun bergegas pulang menuju ke Medan.
Demikianlah cerita singkat tentang pengalaman saya dan tim Telapak Sumut saat berada di Wisata Alam Simolap, dimana ada sebuah misteri yang menjadi sebuah tanda tanya di sekitar tepat kami bermalam, Namun semua itu terbalasakan dengan keindahan Alam yang ada disini. semua itu pastinya tidak akan pernah terlupakan.

Apakah anda tertarik dan ingin merasakan sensasi petualangan seperti kami? Segera Bergabung bersama Telapak Sumut Adventure dan tunggu perjalanan kami selanjutnya.

Salam Lestari...!!

By :Pay

Kamis, 03 Oktober 2013

Menelusuri Gua Kembang Sepatu

Gua Kembang Sepatu
Salam Petualang..

Tim Telapak Sumut kembali melakukan eksplorasi penjelajahan alam Sumatera Utara. Kali ini tujuan penjelajahan tim adalah Sebuah Gua yang dikenal dengan nama Gua Kembang Sepatu. Kami mendapatkan informasi gua tersebut dari seorang ibu yang tinggal di dekat Jembatan Gantung Luhung, yang akrab kami panggil Mak Sawiyah. Beliau lah yang memberikan informasi goa tersebut kepada kami. Seperti diketahui, bahwa gua tersebut belum banyak orang yang mengetahuinya, karena itu lah kami penasaran ingin mengetahuinya.

19 Mei 2013, Tim Telapak Sumut bergerak menuju Gua tersebut. Tim yang ikut penjelajahan hari ini beranggotakan 12 orang. yaitu Saya (Pay), Andika, Heri, Didi, Abay, Suci, Ipur, Muis, Lusi, Miftah, Obi, dan Riky. Sekitar pukul 11.20 Wib. Seperti biasa, perjalanan kami pun menggunakan Sepeda Motor. Goa Kembang Sepatu tersebut berada di kawasan perkebunan Kembang Sepatu Desa Namo Linting, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) HULU, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Berikut ini adalah rute yang akan kami lalui :

RUTE : DELITUA – T.KENAS – SIMP. KAWAT – KUTA JURUNG – NAMO LINTING – KEMBANG SEPATU dengan jarak tempuh sekitar 2 jam dari Deli Tua.
Gua Kembang Sepatu
Kami pun berangkat dari Deli Tua menuju Namo Linting, STM HULU. Setelah melewati Desa Talun Kenas Jalanan pun mulai berbelok-belok dengan rimbunan pepohonan disisi kanan dan kiri. Sekitar 1 jam berkendara sampailah kami di Desa Namo Linting, dari sini perjalanan masih di teruskan dengan melewati ladang-ladang penduduk dan harus menyeberangi sungai dangkal yang tidak ada jembatannya.
Gua Kembang Sepatu

Dari Namo Linting ke lokasi memakan waktu sekitar 40 menit karena kondisi jalan yang kurang baik ditambah lagi jalanan disekitar kebun Sawit berlumpur karena baru diguyur hujan. Kawasan ini sangat terkenal dengan kawasan perkebunan sawit yang di beri nama Kembang Sepatu. Akhirnya, Kami sampai pada suatu tempat yang mengharuskan kami untuk meninggalkan kendaraan kami karena posisi jalan yang menurun dan tidak memungkinkan untuk kendaraan lalui, maka dengan terpaksa harus dilanjutkan dengan berjalan kaki.  Hanya berjarak 100 m saja dari tempat memarkirkan sepeda motor, sampailah kami tepat di depan mulut Gua tersebut.
Gua Kembang SepatuGua Kembang Sepatu

Karena terletak di perkebunan Sawit Kembang Sepatu, maka Gua tersebut pun diberi nama Gua Kembang Sepatu. Keunikan dari Gua ini yaitu memiliki bentuk seperti Masjid dengan 27 pintu Gua dan di pintu yang ke tujuh konon katanya di jaga oleh sesosok Ular besar penunggu Gua (makhluk gaib). Gua ini memiliki 4 ruangan besar yang terpisah, serta langit-langit gua yang berbentuk seperti kubah Masjid pada umumnya. Seperti pada gua-gua umumnya, gua ini pun menjadi tempat tinggal bagi ribuan kelelawar.

Gua Kembang SepatuGua Kembang Sepatu
 Selain itu terdapat aliran air atau sungai kecil di dalam Gua kembang Sepatu ini. Tidak disangka, ternyata di dalam aliran air tersebut banyak terdapat ikan-ikan. Maka tidak heran, jika masyarakat sekitar sering memancing ikan di gua ini.
Gua Kembang SepatuGua Kembang Sepatu

Demikianlah cerita singkat tentang pengalaman tim Telapak Sumut dalam Menelusuri Gua Kembang Sepatu Ini. Semoga saja, gua ini selalu terjaga kelesatariannya.

Ingin merasakan sensasi petualangan seperti kami? Segera Bergabung bersama Telapak Sumut Adventure dan tunggu perjalanan kami selanjutnya.

Salam LESTARI..!!!

by : Pay.

Rabu, 02 Oktober 2013

Pesona Mistik di Situs Budaya Gua Kemang

Situs Budaya Goa KemangKali ini saya dan Anis melanjutkan perjalan kami, setelah sebelumnya kami mengunjungi Desa Derek, silahkan anda baca pada artikel sebelumnya yang berjudul Memandang Keindahan Alam Sibolangit dari Jembatan Gantung Derek. Tujuan selanjutnya yang ingin saya kunjungi adalah sebuah Goa yang cukup terkenal oleh masyarakat sekitar. Gua tersebut bernama Gua Kemang. kali ini kami berhenti di sebuah titi sungai sembahe. Setelah berkali-kali membujuk Anis supaya mau menuju Gua Kemang Kami pun memasuki sebuah gang yang tepat terdapat gapura yang bertuliskan “ GUA KEMANG (Gua Batu)”
Goa Kemang
Menurut cerita asal mula Gua Kemang yaitu Dahulu kala, terdapat sebuah kampung yang bernama Uruk Rambutan, begitulah masyarakat menyebutnya. Hiduplah seorang kakek yang pekerjaan sehari-harinya berladang. Ketika Dia melintasi hutan untuk membuka sebuah ladang baru, Kakek tersebut bertemu dengan sesosok makhluk bertubuh kecil dengan kakinya yang terbalik ke belakang. Orang-orang menyebutnya Umang. Menurut bahasa Karo Umang berarti Jin atau Roh. menurut warga yang pernah melihatnya seperti orang Bunian.
Goa KemangGoa Kemang
Umang bertanya kepada Kakek hendak kemana, Kakek menjawab “Saya ingin membuka ladang untuk menanam padi”. Umang pun menawarkan bantuan kepada Kakek tersebut dengan syarat Kakek tersebut tidak boleh membawa perempuan dan anak kecil. Kakek pun menyanggupi persyaratan tersebut. Akhirnya Umang dan kawan-kawan sejenisnya membantu Kakek itu membuka ladang. Dalam 1 hari lahan sekitar 3 hektar itu pun sudah siap untuk ditanami. Sebelum petang Kakek tersebut sudah kembali ke rumahnya. Dia pun menceritakan kepada Istrinya bahwa lahan tersebut sudah dapat di tanami. Sang istri pun terkejut, bagaimana lahan seluas itu bisa siap dalam 1 hari. Keesokan harinya, Kakek pun berjalan menuju lahan dengan membawa bibit padi. Umang pun marah terhadap Kakek karena sudah melanggar janjinya, lahan yang sudah siap di tanami kini berubah kembali menjadi semak belukar kembali. Kakek pun tidak mengerti mengapa Umang marah kepadanya. Ternyata Kakek di ikuti oleh istrinya dari belakang karena curiga bagaimana bisa lahan tersebut selesai dalam 1 hari. Kakek pun marah besar, tapi apa daya nasi sudah menjadi bubur. Besoknya, Kakek kembali membuka hutan tersebut. Setelah berhari-hari akhirnya Kakek tersebut berhasil membersihkannya. Ketika itulah ditemukan batu besar yang disebut Gua Kemang. Dan sampai saat ini batu besar tersebut di yakini masyarakat sebagai rumah tempat tinggal Umang. 
Goa Kemang

Gua Kemang terletak di Kampung Durintani Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Jalan untuk menuju Gua ini sudah tidak beraspal lagi, hanya jalan cor-coran dan di lanjutkan dengan jalan tanah dan bebatuan. Untuk sampai ke Goa tersebut kami harus melalui jalan menanjak dan melalui sekitar 63 anak tangga. Gua Kemang berbentuk kerucut dengan sebuah lubang kecil berukuran sekitar 50 x 50 cm. Di dalam nya terdapat ruangan sekitar 3 x 2 meter dengan ketinggian sekitar 60 cm. Suasana sepi di sekitar Gua menambah aroma mistik dan seram di tempat ini sehingga membuat tubuh sedikit merinding. Dulu pernah ada orang yang ingin memindahkan batu tersebut, tetapi dengan cara apapun tidak pernah berhasil. 

Gua Kemang merupakan Situs Budaya yang ada di Sumatera Utara. Namun, sayang tempat ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Semoga saja situs budaya Gua Kemang ini selalu terjaga. 
Situs Budaya Goa KemangSitus Budaya Goa Kemang
Seperti biasa, sebelum kami beranjak pulang, kami menyempatkan sejenak untuk mengabadikan tempat ini dengan sebuah kamera digital yang kami bawa untuk dijadikan sebuah kenangan dari perjalanan hari ini. Demikianlah artikel singkat ini mengenai Pesona Mistik di Situs Budaya Gua Kemang, semoga bermanfaat buat anda.

Buat Anda yang ingin mengunjugi tempat ini bersama Telapak Sumut, langsung saja bergabung bersama kami...:) 

Salam Lestari..!

by: Pay.