Minggu, 15 Juni 2014

PANTAI TEUPIN LAYEU : PESONA IBOIH YANG SUDAH TERKENAL SAMPAI KE MANCA NEGARA

Salah satu pantai yang cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan lokal maupun luar adalah Pantai Teupin Layeu. Pantai ini terletak di Iboih yang merupakan salah satu lokasi wisata yang sudah cukup terkenal di Pulau Sabang. Bagi sebahagian orang penyebutan Pantai Teupin Layeu kurang popular dan orang lebih suka menyebut Pantai iboih dan saya sendiri termasuk dalam kategori ini

Bicara fasilitas dan akses, pantai ini termasuk pantai yang cukup dengan beragam fasilitas yang dibutuhkan. Tersedia Mushala, MCK, Toko, Kios, Warung serta beragam Hotel dan Bungalow tersedia disini. Pantai ini termasuk pantai favorit pengunjung, sehingga tidak eran bila hari-hari libur mencari tempat parkir saja jadi susah disini karena banyaknya kenderaan pengunjung yang datang.

Bila Anda ingin menjelajahi pulau yang berada tepat di depannya yaitu Pulau Rubiah Anda bisa menyewa boat yang tersedia disini. Bagi yang hanya sekedar ingin berenang sambil melihat keanekaragaman ikan kecil yang berwarna warni, Anda bisa menyewa perlengkapannya di kios terdekat di pantai ini yang memang banyak tersedia.

Berikut beberapa cuplikan foto terkait pantai ini yang sempat saya abadikan melalui kamera handphone saya :
Suasana Pantai Teupin Layeu dari Dermaga
Dermaga Penyebrangan ke Pulau Rubiah di Pantai Teupin Layeu
Pantai di Kawasan Iboih
Pantai dengan latar belakang Pulau Rubiah
Suasana Pantai Teupin Layeu dari Dermaga

PANTAI JHUEM : EKSOTISME PANTAI DENGAN DEBURAN OMBAK DI SUDUT SELATAN PULAU WEH

Meski pantai ini merupakan salah satu tempat yang layak dikunjungi bila Anda berada di Kota Sabang, namun mengingat letaknya membuat pantai ini jarang disinggahi oleh wisatawan. Kondisi pantai yang kurang terawat karena jauh dari pemukiman warga bisa juga menjadi faktor yang turut membuat pantai ini sepi.

Pantai Jhuem begitu sebutan yang saya dapatkan dari salah seorang warga sekitar. Pantai ini terletak di kawasan Bango tepatnya Jalan Lhueng Angen – Pasir Putih yang bersebelahan dengan Gedung Laboratorium Kelautan Unsyiah yang belum pernah dipergunakan sejak di bangun sebelum musibah Tsunami melanda Aceh dan sekitarnya. Kondisi jalan menuju lokasi cukup bagus dengan jarak 3 kilo meter dari pemukiman terdekat yaitu Gampong Paya.

Faktor lain yang mungkin membuat pantai ini jarang dikunjungi adalah kurangnya sarana dan prasarana pendukung seperti MCK maupun warung, sehingga bagi yang ingin berlibur dipantai ini Anda wajib membawa bekal sendiri.

Berikut beberapa cuplikan foto terkait pantai ini yang sempat saya abadikan melalui kamera handphone saya:
Jalan Menuju Pantai Jhuem Bango Sabang
Suasana Pantai Jhuem Saat Laut Pasang

Suasana Pantai Jhuem Saat Laut Berombak Besar
Suasana Pantai Jhuem Saat Laut Teduh...

SAMBUT ULANG TAHUN, KOTA SABANG GELAR FESTIVAL SABANG FAIR 2014

Spanduk Festival Sabang Fair 2014
Sudah lama juga saya belum sempat posting lagi diblog kecil ini. Kali ini saya akan berbagi info tentang acara yang akan berlangsung mulai Tanggal 18 Juni s/d 24 Juni 2014, Setiap hari pukul 09.00 s/d 23.00 WIB yang bertempat di Taman Sabang Fair Kota Sabang.

Acara Festival Sabang Fair 2014 ini dikemas dalam rangkaian kegiatan Ulang Tahun Kota Sabang yang ke 49 (hitungan dibentuknya Kota Madya Sabang) namun bila dikaitkan dengan keberadaan kota sendiri, umur Kota Sabang tentunya sudah tua mengingat kota ini dibentuk pada masa penjajahan Belanda.

Sesuai dengan info yang sempat saya ambil dari postingan Situs Resmi SabangFairFestival.com, selama kegiatan Festival Sabang Fair 2014 akan dilaksanakan beragam kegiatan diantaranya :

1. Aneka Lomba Seni Budaya Aceh
Setiap hari, waktu tentatif (menyesuaikan dengan jumlah peserta yang mendaftar) bertempat di Pentas Utama Festival Sabang Fair 2014. Yang terdiri dari sejumlah peserta utusan daerah Kabupaten/Kota se- Provinsi Aceh. Jenis Perlombaan:
Lomba Tari Kreasi Baru Aceh
Lomba Musik Garapan Etnik Kolaborasi Aceh
Lomba Teater Rakyat
Lomba Cagok / Lawak Aceh

2. Pameran Industri Kreatif Aceh
Setiap hari mulai pukul 09.00-23.00 WIB bertempat di Venue Pameran, Taman Sabang Fair Kota Sabang. Yang terdiri dari sejumlah peserta utusan Kabupaten/Kota se- Provinsi Aceh.

3. Panggung Hiburan Rakyat
Setiap hari, waktu tentatif (menyesuaikan dengan peserta lomba mempengaruhi jadwal PHR) bertempat di Pentas Utama Festival Sabang Fair 2014. Menampilkan sejumlah talent dan rangkaian kegiatan, yakni:
Artis Aceh
Seniman Aceh
Sanggar, Lembaga, Grup Kesenian Tradisi Aceh dan Modern
Ruang Apresiasi bagi Daerah se-Provinsi Aceh untuk menampilkan jati kesenian daerahnya kepada khalayak ramai/penonton

4. Prosesi Hut Kota Sabang ke-49
Puncak acara, tanggal 24 Juni 2014 mulai dari pukul 20.30-23.00 WIB, bertempat di Pentas Utama Festival Sabang Fair 2014. Yang terdiri dari sejumlah acara:
Pembagian Hadiah Pemenang Lomba Seni Budaya FSF 2014
Prosesi Seremonial HUT Kota Sabang yang ke-49 tahun
Penutupan Resmi Festival Sabang Fair 2014

Bagi Anda yang berminat berlibur ke Sabang, sepertinya harus segera memboking hotel mengingat saat ini kecenderungan tingkat hunian hotel di Sabang cukup meningkat apalagi ditambah dengan berlangsungnya kegiatan ini. Info Akomodasi di Kota Sabang dapat dibaca pada postingan saya sebelumnya tentang Info Akomodasi/Hotel di Kota Sabang

Sumber Info : http://sabangfairfestival.com/info-events

Kamis, 05 Juni 2014

Bertemu Kawanan Hewan Liar di Baluran

Bertemu hewan liar di alam lepas tentu saja menjadi sebuah pengalaman tersendiri yang cukup menyenangkan. Biasanya kebun binatang menjadi alternatif tempat untuk melihat berbagai jenis satwa, namun mereka semua berada di dalam kandang, bukan di alam bebas yang luas. Berbeda dengan Taman Nasional Baluran yang menawarkan pengalaman melihat kawanan hewan liar hidup bebas di alam lepas.


Usai menikmati Pantai Bama, Pak Sukir, tukang ojek yang kami sewa memberi tahu bahwa beliau melihat kawanan rusa yang sedang beristirahat di semak-semak tak jauh dari Pantai Bama ini. Tanpa berpikir panjang saya pun meminta beliau untuk menemani kami menuju ke lokasi. Benar saja, di balik semak-semak terdapat puluhan rusa yang sedang beristirahat, sebagian besar merupakan rusa kecil yang masih anak-anak. Rasanya gemas ingin melihat rusa-rusa tersebut dari dekat, namun Pak Sukir menyarankan agar kami tetap menjaga jarak agar rusa-rusa tersebut tidak kabur ke dalam hutan sehingga kami tidak bisa mengamati mereka.




Puas melihat rusa dari balik semak-semak, perjalanan pun kami lanjutkan kembali ke Savanna Bekol. Sepanjang perjalanan pulang kami disuguhi pemandangan yang jarang kami temukan di dalam kehidupan sehari-hari di perkotaan. Kami melihat kawanan rusa yang berjumlah ratusan ekor, kawanan kerbau hutan, serta kawanan burung merak yang berkumpul di Savanna Bekol untuk mencari minum. Rasanya gemas, ingin sekali berlari mendekati kawanan hewan tersebut di alam lepas. Namun kami tahu, hal tersebut akan menganggu, dan tentu saja hewan-hewan tersebut akan berlarian mengindar, atau malah mendekat untuk menyeruduk dengan tanduknya karena keberadaan kami akan mengusik habitat mereka. Pengunjung yang melihat kawanan hewan liar ini disarankan untuk tetap berada di atas kendaraan agar tidak membuat kaget hewan-hewan yang sedang berkeliaran. Jangankan mendekat, mendengar suara kendaraan saja sudah membuat mereka bersiaga untuk lari menyelamatkan diri.


Ah, senang rasanya dapat melihat secara langsung kawanan satwa yang berkeliaran lepas di padang savanna. Walau saya tidak bisa puas untuk mengambil gambar karena harus konsentrasi mengendarai motor. Belum lagi jarak mereka yang cukup jauh dan kamera saya tidak bisa menjangkau mereka dengan kekuatan zoom yang ada di kamera.

Obyek Wisata Alam Baturaden Jawa Tengah

+Foto taman wisata Baturaden Purwokerto Jawa Tengah Indonesia
Baturaden Purwokerto
Objek wisata alam baturaden merupakan salah satu objek wisata alam di Pulau Jawa yang terletak dilereng pegunungan, Disini wisatawan dapat menikmati keindahan alam serta udara sejuk khas pegunungan. Selain itu, Pengunjung juga dapat melihat beberapa satwa yang hidup dihutan dalam kawasan wisata baturaden.

Selain hal yang menyenangkan diatas, Dari Baturaden wisatawan juga bisa melihat pemandangan kota Purwokerto, Pulau Nusa Kambangan dan juga beberapa keindahan pantai yang ada di daerah Cilacap. 

Dimana letak objek wisata alam baturaden?
Baturaden terletak dilereng bagian selatan gunung slamet, Tepatnya di Desa Kemutuk Lor, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Dan berada lebih kurang 15km sebelah utara kota Purwokerto Jawa Tengah. Waktu tempuh dari kota Purwokerto menuju kawasan wisata baturaden kurang lebih 25 menit.

Akses menuju objek wisata alam baturaden
Untuk sampai keobjek wisata baturaden tidaklah sulit, Karena jalurnya tidak rumit dan juga tidak padat. Selain itu, Selama perjalanan menuju baturaden wisatawan akan bisa melihat indahnya panorama alam yang indah.

Akses menuju tempat wisata baturaden dengan mobil atau motor pribadi
Untuk bisa sampai kawasan wisata baturaden dengan mobil atau motor pribadi, Kunci utamanya wisatawan harus sampai kota Purwokerto, Setelah sampai kota Purwokerto, Wisatawan akan dengan mudah melihat atau menemukan petunjuk arah menuju objek wisata baturaden. Selanjutnya ikuti petunjuk arah naik objek wisata baturaden.

Akses menuju objek wisata alam baturaden dengan transportasi umum
Untuk menuju kawasan wisata baturaden dengan angkutan umum atau transportasi umum juga sangat mudah. Kunci untuk memudahkan wisatawan menuju baturaden adalah Terminal Purwokerto, Baik itu wisatawan yang berasal dari Timur maupun yang berasal dari arah Barat dengan naik bis umum. Setelah sampai Terminal Purwokerto, Wisatawan pindah atau oper naik angkot menuju kawasan wisata Baturaden.

Selain dengan mengendarai angkutan pribadi atau angkutan umum, Wisatawan juga bisa menggunakan jasa travel perjalanan wisata, Karena sudah banyak jasa travel yang melayani tujuan wisata baturaden dikota Purwokerto, Banyumas ini. Karena selama ini banyak bis wisata yang hilir mudik menuju kawasan wisata alam lereng pegunungan ini.

Baturaden menyediakan beraneka ragam jenis objek wisata bagi pengunjung atau wisatawan, Beberapa objek wisata yang menarik tersebut antara lain;
  1. Pancuran Pitu, Objek wisata ini berjarak 2.5km dari Baturaden. Objek ini menawarkan wisata sumber air panas bumi yang mengalir dari kaki gunung slamet melalui tujuh pancuran dengan suhu atau temperatur 60 sampai 70 derajat celcius. 
  2. Pancuran Telu, Objek ini berupa pancuran yang mengalirkan air panas bersulfur dengan suhu 40 derajat celcius yang juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Pancuran telu terletak dibawah pancuran Pitu.
  3. Taman Kolaka Widya Mandala, Merupakan kebun binatang yang berlokasi dikawasan Baturaden Purwokerto. Disini dapat ditemuai berbagai macam binatang dari beberapa negara dan pulau di Indonesia.
  4. Curug Gede, Objec\k wisata ini berada di Desa wisata Ketenger, Jarak dari Batu raden sekitar 3 km, Curug Gede berupa objek wisata air terjun yang indah.
  5. Telaga Sunyi, Telaga ini sangat indah dengan airnya yang jernih dan dingin, Objek wisata telaga sunyi baturaden terletak disebelah timur yang berjarak sekitar 3 km dari Baturaden.
  6. Bumi Perkemahan Baturaden, Tempat ini sering digunakan oleh para pecinta alam dan penikmat kegiatan alam lainnya untuk kegiatan out bond dan perkemahan.
  7. Taman Botani, Taman yang menyediakan berbagai ragam tanaman hias, Tanaman langka sebagai oleh-oleh atau koleksi pribadi dengan harga yang relatif terjangkau.
Selain objek diatas, Wisatawan juga bisa menemukan dan melihat wisata lain dalam bentuk budaya. Diantaranya; Grebeg Syuro atau sedekah bumi, Kesenian musik khas Banyumas dari bambu bernama Kethongan, Alat musik dari bambu bernama Calung, Tarian Lengger, Pakaian adat Banyumas dan Kuda lumping.

Fasilitas Hotel dan Penginapan di obyek wisata alam Baturaden
Untuk berwisata beberapa hari di baturaden, Wisatawan tidak perlu kuatir dengan tempat untuk istirahat. Karena dikawasan Baturaden banyak terdapat hotel dan villa dengan harga yang relatif murah. Hotel atau penginapan bisa ditemukan dengan mudah. Hotel atau penginapan dikawasan Baturaden rata-rata menyediakan fasilitas air panas, Jadi bagi wisatawan yang takut mandi air dingin bisa mandi segar air hangat.

Demikian tadi sedikit uraian tentang kawasan wisata baturaden, Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi pengunjung Blog Wisata Pegunungan di Pulau Jawa.

Senin, 02 Juni 2014

Pantai Bama - Melepas Lelah Usai Menjelajah Padang Savanna

Jalan setapak berdebu dan berbatu membentang sepanjang kurang lebih tiga kilometer membelah padang savanna. Udara yang panas nan kering tetap setia menjadi teman perjalanan selama berkelana. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana orang-orang yang nekat untuk memutuskan jalan kaki dari savanna Bekol menuju Pantai Bama. Panas, kering, berdebu, namun pemandangan selama perjalanan memang bisa menjadi obat lelah yang mujarab. Sebuah goresan kuas Sang Hyang Widhi yang maha sempurna, komposisi dari pemandangan savanna, pepohonan yang beraneka rupa, dengan Gunung Baluran sebagai latar belakangnya.


Laju motor kembali saya hentikan ketika memasuki hutan menjelang gerbang masuk Pantai Bama. Saya melihat deretan pohon yang menjulang tinggi bak salah satu scene film Avatar. Tumbuhan sejenis pohon lontar ini memberikan pemandangan cantik dengan latar belakang langit biru yang bersih. Beberapa pohon nampak sudah tidak memiliki daun, hanya terlihat butiran biji-biji dengan jumlah yang cukup banyak di bagian dahan. Menurut Pak Sukir, tukang ojek yang mengantar kami, pohon sejenis lontar inilah yang mendapat julukan "mati satu tumbuh seribu". Jika pohon induk mati, maka akan muncul banyak tunas baru yang berasal dari biji-biji pohon yang jatuh ke tanah. Usai menikmati pemandangan pohon "mati tumbuh seribu" ini pun perjalanan kami lanjutkan menuju Pantai Bama yang memiliki deburan ombak yang cukup tenang.



Pantai Bama masih merupakan bagian dari Taman Nasional Baluran. Pantai ini terletak di sebelah timur, maka tak heran jika pantai ini sering dijadikan sebagai salah satu lokasi untuk berburu matahari terbit. Pantai Bama memiliki garis pantai yang tidak terlalu panjang, memiliki pasir pantai berwarna putih, ombak yang tenang, serta gradasi warna air laut yang cantik, terdiri dari warna biru tua, biru muda, dan hijau tosca. Pantai ini memiliki hutan mangrove yang membentang di sisi kiri dan kanan, seolah menjadi pagar pembatas sehingga garis pantainya tidak terlalu panjang. Pantai ini memiliki fasilitas pariwisata yang cukup lengkap, tengok saja ada beberapa bangunan berbentuk cottage yang digunakan pengunjung untuk meninap, fasilitas mushola dan MCK, serta tidak ketinggalan fasilitas arena permainan seperti ayunan dan flying fox. Namun sayang, kesemua fasilitas tersebut sekarang sedang ditutup karena menunggu perpanjangan izin dari pemerintah pusat. Satu lagi, dengar-dengar pemandangan bawah laut di sekitar Pantai Bama ini juga tak kalah cantik. Dahulu ada persewaan alat untuk snorkling dan juga sewa perahu untuk menuju lokasi, namun semenjak adanya kegiatan monev (monitoring dan evaluasi) serta perbaikan fasilitas di Taman Nasional, hampir seluruh kegiatan tersebut terhenti.


Mungkin benar adanya jika di sekitar Pantai Bama memiliki pemandangan bawah air yang cantik. Saya hanya mengira-ira, dari banyaknya serpihan batu karang yang terbawa ombak hingga akhirnya terdampar di tepi pantai. Satu hal yang saya sukai di Pantai Bama ini adalah suasananya yang cukup tenang sehingga kita dapat mendengarkan alunan angin dan ombak yang seolah sedang membentuk sebuah harmonisasi nada alam yang apik. Selebihnya? Anda harus esktra berhati-hati ketika menikmati pantai ini ! Kenapa? Karena banyak kawanan monyet abu-abu yang menghuni pantai ini. Monyet-monyet ini cukup agresif dengan keberadaan manusia, apalagi bagi Anda yang membawa tas punggung dan juga makanan. Entah naluri atau indra penciuman mereka yang peka, mereka tidak segan-segan untuk merebut barang bawaan Anda jika Anda lengah sedikit saja.


Ada pengalaman menarik mengenai kelakukan monyet-monyet penguni Pantai Bama ini. Ada dua orang wisatawan yang sedang asyik mengambil gambar dan meninggalkan tas mereka. Tak lama kemudian datanglah seekor monyet dengan tubuh besar yang disusul oleh kawanannya langsung mengambil tas tersebut dan membukanya. Untung saja si pemilik tas cukup sigap dan berhasil mengambil kembali tasnya. Coba saja jika si pemilik tas tidak bisa mengambil tasnya, mungkin saja akan fatal hasilnya. Tingkah agresif monyet-monyet di Pantai Bama ini memang tidak bisa dilepaskan dari kelakuan pengunjung yang dahulu sering memberikan makanan kepada mereka sehingga terbentuklah pola seperti sekarang. Mungkin monyet-monyet tersebut berpikir bahwa semua pengunjung yang datang ke Pantai Bama membawa makanan untuk mereka. Saya menyarankan untuk waspada terhadap barang bawaan Anda ketika berada di Pantai Bama ini, lebih baik tidak usah membawa makanan daripada mengundang kerumunan kawanan monyet-monyet ini yang cukup membuat Anda was-was.




Kembali menikmati suasana Pantai Bama, kaki pun saya langkahkan menuju bagian kiri dari pantai ini, melewati hutan dengan pepohonan bakau yang cukup lebat. Di bagian ini saya menikmati sisi lain dari Pantai Bama, tak hanya pasir putih melainkan juga bebatuan hitam yang menghiasi pinggir pantai semakin mempercantik pemandangan. Dari balik pohon bakau ini pula terlihat pemandangan sebuah gunung jika suasana sedang cerah. Di bagian pantai ini sepertinya sering digunakan untuk lokasi camping. Selain lokasinya cukup tenang, di bagian ini pula tidak ada "serangan" dari monyet liar. Namun sayang, mungkin saja kesadaran pengunjung pula masih kurang. Lagi-lagi banyak sampah yang berserakan di area ini. Banyak sampah anorganik seperti botol minuman dan bungkus makanan ditinggalkan di area ini, cukup disayangkan memang.


Terlepas dari kekuarangan yang ada, Pantai Bama memang sebuah tempat yang cukup nyaman untuk melepas lelah sesuai menjelajah padang savanna. Menikmati alunan ombak yang tenang dengan pemandangan gradasi air laut yang kontras menjadi penutup perjalanan yang indah di Taman Nasional Baluran ini. 

Minggu, 01 Juni 2014

Tempat Atau Obyek Wisata Gunung Tangkuban Perahu

Tempat atau obyek wisata pegunungan di Indonesia kali ini akan menuliskan tentang obyek wisata tangkuban perahu, Di Indonesia, Tempat wisata dengan panorama indah dan udara sejuk dan cenderung dingin dengan pemandangan alam yang mengagumkan ini sudah sangat dikenal dikalangan Masyarakat. Selain karena keindahan alam pegunungan yang mempesona dan menakjubkan, Populernya tangkuban perahu juga dikarenakan adanya legenda tentang terbentuknya gunung tangkuban parahu

Cerita atau legenda Tangkuban Perahu sering disebut juga cerita rakyat tangkuban perahu, Legenda terbentuknya gunung tangkupan perahu merupakan cerita seorang anak bernama Sangkuriang yang mencintai Ibunya bernama Dayang sumbi. Hal ini bisa terjadi karena perpisahan Sangkuriang dari kecil dengan Dayang sumbi ( Ibunya ), Dalam legenda Sangkuriang ini, Dayang Sumbi awet muda walaupun usia semakin bertambah. Untuk menolak atau menggagalkan ini semua, dayang sumbi minta dibuatkan kapal dalam waktu satu malam. Dalam prosesnya Sangkurian gagal dan akhirnya marah dan menendang kapal yang akhirnya jatuh tertelungkup menjadi Gunung Tangkupan Perahu.

Wisata gunung tangkuban perahu berlokasi di Provinsi Jawa Barat Indonesia, Yaitu sekitar 20 Km arah utara kota Bandung, Tepatnya di Desa Cicole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung. Gunung aktif  dengan tinggi 2.084 meter ini mempunyai panorama alam yang Indah dengan pohon pinus dan hamparan perkebunan teh. Ini merupakan salah satu tujuan wisata populer diprovinsi Jawa barat.

Bagaimana akses menuju obyek wisata alam tangkuban perahu?,

Menuju tangkuban perahu Dengan angkutan umum
Untuk memudahkan akses menuju lokasi taman wisata tangkuban perahu, Jika kita berangkat dari arah timur ( Jawa tengah, Jawa Timur, Ciamis, Tasikmalaya, Garut ), Sebaiknya kita konsetrasi menuju kota bandung terlebih dahulu, Yaitu terminal Leuwi Panjang. Setelah sampai terminal leuwi panjang Bandung, Selanjutnya Naik bis jurusan Bandung - Indramayu yang melewati Subang dan kita turun pertigaan gerbang taman wisata tangkuban perahu.

Berbeda untuk wisatawan yang berasal dari arah barat, Jika dari arah barat naik angkutan minibus atau elf jurusan Pamanukan - Subang - Bandung atau naik bis jurusan Indramayu - Subang - Bandung. Semuanya turun pertigaan gerbang tangkuban perahu.

Bagaimana menuju tangkuban perahu dengan menggunakan kendaraan pribadi?

Rute jalan menuju objek wisata gunung tangkuban perahu diawali dari pintu tol pasteur > Jl. Dr. Djunjunan > Pasirkaliki > Lembang > Jl. Raya Tangkuban Perahu > Menuju lokasi wisata Tangkuban perahu

Rute lain menuju objek wisata gunung tangkuban perahu dimulai dari pintu tol Cipularang > Ambil arah Cimahi > Jl. Raya Lembang > Menuju lokasi wisata tangkuban perahu.

+Wisata alam kawah gunung tangkuban perahu Bandung Jawa Barat


Atau wisatawan bisa memilih alternatif melalui pintu tol Sadang atau Baros. Apakah Saudara masih ragu untuk melakukan perjalanan wisata kegunung Tangkuban Perahu dengan angkutan umum ataupun dengan mobil pribadi?, Kalau hiya, Saudara tetap bisa menikmati keindahan tangkuban perahu dengan menyewa jasa travel wisata. Karena sudah banyak jasa travel wisata yang menawarkan perjalanan wisata ketempat wisata ini.


Objek wisata apa yang populer digunung Tangkuban Perahu?

Salah satunya karena keindahan alam yang terdiri dari hutan pinus dan perkebunan teh. Namun tujuan utama atau objek wisata populer digunung tangkuban perahu adalah terletak pada kawahnya.

Gunung tangkuban perahu terdiri dari beberapa kawah, Kawah gunung tangkuban perahu Antara lain
  1. Kawah Ratu
  2. Kawah Upas
  3. Kawah Domas
  4. Kawah Jurig
  5. Kawah Uwi
  6. Kawah Baru
  7. Kawah lanang
  8. Kawah Ecoma
  9. Kawah Siluman
  10. Kawah Jarian
  11. Kawah Pengguyangan Badak
Dari beberapa kawah diatas, Ada tiga kawah gunung tangkuban perahu yang populer dan sering dikunjungi wisatawan, Yaitu kawah Ratu, kawah Upas, Kawah Domas.

Kawah Ratu Tangkuban Perahu


+Kawah ratu tangkuban perahu bandung jawa barat
Kawah ratu yang indah, Memang tidak salah sebutan itu. Kawah Ratu tangkupan perahu merupakan kawah yang paling besar dibanding kawah yang  lain, Selain itu, kawah ratu juga paling diminati oleh wisatawan.

Untuk bisa sampai keobjek wisata kawah ratu tidaklah sulit, Karena akses transportasi bisa naik sampai bibir kawah. Dan yang lebih asyik disini kita bisa naik kuda melihat-lihat keidahan kawah.

Disekitar kawah ratu juga banyak warung makan dan toko souvenir yang menjual berbagai macam souvenir khas tangkuban perahu.

Kawah upas tangkuban perahu
Bibir kawah upas hampir menyatu dengan kawah ratu, Sehingga kita bisa melihat keindahan kawah ratu dari tempat yang berbeda. Kawah upas memiliki kawah yang lebih kecil, lebih dangkal dan datar dibanding kawah ratu.

Diperlukan tambahan tenaga untuk bisa menuju kawah upas, Karena wisatawan perlu jalan kaki melewati jalan setapak dengan waktu tempuh +-20 Menit dari kawah ratu.

Kawah Domas Tangkuban Perahu
Jarak antara kawah domas dan parkiran kawah ratu +-2km, Dapat ditempuh dengan jalan kaki melewati jalan setapak yang agak kurang enak, Karena Medannya berbukit dan menurun. 

Namun usaha wisatawan tidak akan sia-sia, karena dikawah domas tangkuban perahu wisatawan bisa melakukan banyak aktivitas yang mengasyikan selain pemandangan yang indah. Diantaranya berendam air hangat, Lulur lumpur belerang dan yang sering dilakukan wisatawan adalah aktivitas merebus telur dikawah.

Fasilitas Penginapan atau Hotel dikawasan Tangkuban perahu
Untuk menikmati semua indahnya pemandangan dan kawah tangkuban perahu, Mungkin tidak bisa dilakukan dengan waktu hanya satu hari. Namun Saudara tidak perlu khawatir, Karena disekitar tempat wisata tangkuban perahu banyak hotel, Villa dan penginapan yang siap membantu Saudara untuk beristirahat dengan tarif yang relatif terjangkau. Jarak hotel atau penginapan tidak terlalu jauh dari lokasi wisata tangkuban perahu.

Demikian sekilas tentang tangkuban perahu yang terdiri dari lokasi gunung tangkuban perahu, Akses menju gunung tangkuban perahu dengan transportasi umum maupun mobil atau motor pribadi, Cerita rakyat tangkuban perahu dan beberapa objek wisata tangkuban perahu. Semoga bermanfaat.

Obyek wisata Alam menarik di Indonesia lainnya