Minggu, 16 Maret 2014

Nite at The Museum : Museum Dr Moh Saleh Probolinggo

Bukan Tour De Probolinggo namanya jika tidak ada kejutan di dalam acaranya. Usai meletakkan barang-barang di tenda yang berada di dekat pelabuhan, kami semua diajak untuk berkeliling mengunjungi museum yang ada di Kota Probolinggo. Biasanya museum hanya buka dari pagi sampai sore, kali ini panitia mempersiapkan acara yang menarik, lain dari biasanya. Yap, night at the museum ! Apa? berkunjung ke museum di malam hari? Iya ! Kami semua diajak berkunjung ke museum di malam hari oleh panitia Tour De Probolinggo !


Nama Dr Moh Saleh mungkin saja kurang kita kenal di dalam sejarah pahlawan nasional Indonesia. Nama beliau memang kurang banyak dibahas di pelajaran sejarah selama saya duduk di bangku sekolah dulu. Merujuk dari beberapa artikel yang saya baca di internet, beliau merupakan lulusan STOVIA, sekolah kedokteran di jaman penjajahan Belanda. Beliau juga seangkatan dengan Dr Sutomo, salah satu tokoh pendiri organisasi Budi Utomo.

Beliau dikenal dengan sering berpindah-pindah tempat tinggal di berbagai kota sebelum akhirnya menetap di Kota Probolinggo. Beliau membaktikan diri dan mendarmakan ilmunya di bidang kesehatan kepada masyarakat. Praktik kesehatan yang dijalankan oleh beliau dapat dilihat dari kediaman rumahnya yang kini difungsikan sebagai museum oleh pemerintah kota setempat. Di rumah dengan arsitektur Belanda yang cukup kental ini terdapat ruang yang digunakan untuk membuka praktik kesehatan. Ada ruang kerja dokter, apotek, ruang rawat inap, hingga kamar mayat lengkap tersedia bak rumah sakit.



Museum ini memiliki koleksi yang tampak sederhana namun memiliki nilai sejarah di dalamnya. Lihat saja buku-buku kedokteran milik beliau yang berbahasa Belanda yang mungkin sudah langka, catatan medical record pasien beliau, kliping koran, serta catatan-catatan lainnya masih tersimpan rapi di lemari milik beliau. Ada pula alat-alat kesehatan, seragam yang digunakan untuk beliau praktik, catatan resep, hingga obat-obat untuk pasien masih tersimpan rapi di ruang kerja milik beliau. 


Di antara beberapa ruang di museum ini, ada sebuah ruang yang tidak boleh dimasuki oleh pengunjung. Ruangan tersebut disebut dengan "kamar petheng" alias kamar gelap. Kamar gelap bukan berarti ruangan tersebut gelap tidak ada cahaya. Kamar tersebut merupakan kamar tempat beristirahat Dr Moh Saleh. Kamar tersebut diberi garis pembatas agar pengunjung tidak masuk ke dalam ruangan tersebut. Mengapa demikian? Menurut penuturan petugas museum, sudah beberapa kali ada kejadian pengunjung yang kerasukan setelah memasuki ruangan tersebut. Seram kan? Tidak kok, asal kita sopan dan menaati peraturan tidak akan ada kejadian yang aneh-aneh.


Terlepas dari cerita seram yang beredar, tak ada salahnya menjadikan Museum Dr Moh Saleh sebagai agenda kunjungan ketika bertandang di Kota Probolinggo. Obyek wisata Museum Dr Moh Saleh memang masih tergolong obyek wisata baru di Kota Probolinggo. Penasaran ini mengenal lebih dalam sosok Dr Moh Saleh yang namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit di Kota Probolinggo? Silahkan mampir ke museum ini :)

Museum Dr Moh. Saleh
hari Senin : tutup
hari Selasa - Minggu mulai buka dari pukul 08.00 - 14.00 WIB
Libur pada hari besar nasional dan keagamaan 

Jumat, 14 Maret 2014

Kecantikan Gereja Merah Probolinggo

Senja pun berjalan perlahan menuju peraduan. Hari pun hampir gelap ketika truk yang kami tumpangi berhenti di kawasan Jalan Suroyo, tak jauh dari alun-alun Kota Probolinggo. Ada sebuah bangunan unik dengan warna yang cukup mencolok dibandingkan dengan bangunan lain di sekitarnya. Ternyata, kami semua diajak untuk masuk ke dalam sebuah gereja, yang dikenal dengan sebutan Gereja Merah. Segenap pengurus gereja dan ibu pendeta pun sudah menantikan kedatangan kami, menyambut dengan senyum ramah dan penuh suka cita.


Setelah sesi perkenalan diri, ibu pendeta pun menceritakan sejarah singkat mengenai Gereja Merah yang unik ini. Gereja Merah merupakan salah satu bangunan peninggalan jaman Kolonialisme Belanda yang hingga kini masih dapat kita nikmati keberadaannya. Gereja Merah dibangun pada tahun 1862 oleh Pemerintah Belanda. Selain dari warnanya, keunikan bangunan Gereja Merah juga dapat dilihat dari struktur bangunannya. Struktur bangunan Gereja Merah ini terbuat dari baja, termasuk hingga ke dinding dan atapnya. Gereja ini konon dibangun dengan sistem knock down, di mana seluruh rangka baja bangunan dibuat di Belanda, kemudian dibongkar, lalu dibawa dengan kapal menuju ke Probolinggo untuk dipasang kembali. Hingga kini, bangunan yang sudah ditetapkan menjadi cagar budaya tersebut tetap dipertahankan seperti bentuk aslinya. Hanya saja ada sedikit renovasi di bagian dalam bangunan, yaitu penambahan lapisan triplek yang diberi warna kuning untuk lapisan di bagian dinding. 



Di bagian dalam gereja pun tak kalah unik. Terdapat mimbar yang berbentuk cawan yang digunakan oleh pendeta untuk menyampaikan khotbah kepada jemaat gereja. Ada pula cawan yang terbuat dari baja untuk menampung air suci yang digunakan dalam prosesi pembabtisan umat. Ada pula tangga dengan bentuk melingkar untuk menuju bagian balkon. Balkon tersebut dahulu digunakan untuk tempat paduan suara, namun sekarang bagian balkon tersebut sudah jarang digunakan untuk paduan suara lagi. Gereja Merah juga menyimpan sebuah alkitab kuno berbahasa Holand serta kursi kayu untuk duduk jemaat yang asli peninggalan Belanda. Barang-barang tersebut disimpan di bagian belakang gereja.

Ketika masa penjajahan Jepang, bangunan gereja ini sempat dialihfungsikan sebagai gudang untuk penyimpanan senjata. Kemudian pasca kemerdekaan, bangunan ini dikembalikan lagi fungsinya sebagai tempat ibadah. Gereja ini memiliki nama resmi Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel, hingga kini masih aktif digunakan untuk beribadah umat Kristiani. Selain digunakan sebagai tempat beribadah, Gereja Merah ini dapat dikunjungi oleh siapapun. Silahkan meminta izin kepada pengurus gereja untuk berkeliling di kompleks Gereja Merah ini.


Bangunan Gereja Merah ini konon hanya terdapat dua buah di dunia. Satu di Den Haag, Belanda, dan satunya ada di Kota Probolinggo. Maka tak heran jika Gereja Merah ini sering mendapatkan kunjungan turis dari negeri Belanda yang ingin bernostalgia. Penasaran dengan keunikan bangunan Gereja Merah ini? Monggo silahkan mampir ke Kota Probolinggo.

Kamis, 13 Maret 2014

Batik Tenggeran Khas Probolinggo

Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Kota Probolinggo, namun belum sempat untuk menjelajahi keunikan yang disajikan di kota yang terkenal dengan mangganya tersebut. Probolinggo bagi saya menjadi semacam kota transit, sebelum menuju Kawasan Bromo maupun melanjutkan perjalanan ke Kota Jember. Tapi siapa sangka, kota yang terletak di pesisir utara Jawa ini memiliki tempat wisata yang tak kalah menarik untuk dijelajahi.


Usai menikmati keindahan Air Terjun Madakaripura, seluruh peserta Tour De Probolinggo diajak untuk berkeliling kota sembari mengenalkan potensi wisatanya. Perjalanan menuju Kota Probolinggo pun tak kalah memberikan kesan. Dan lagi-lagi, truk TNI lah menjadi kendaraan yang mengantarkan para peserta keliling Kota Probolinggo. Saya ingat ada kejadian lucu ketika truk yang kami tumpangi memasuki Kota Probolinggo. Ada sebuah mobil yang berhenti tepat di belakang truk kami ketika di lampu merah. Seketika seluruh penumpang di dalam mobil tersebut memandang kami semua dengan ekspresi terheran-heran. Tak hanya penumpang yang ada di dalam mobil tersebut saja, hampir semua masyarakat yang berpapasan dengan truk kami memandang seluruh isi penumpang dengan ekspresi terheran-heran. Sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan. 


Probolinggo bagi saya merupakan sebuah kota kecil yang sangat menyenangkan. Tata ruang kotanya pun cukup rapi dan yang saya rasakan adalah lalu lintas kendaraannya tidak terkesan padat, tidak seperti yang saya rasakan di Jogja akhir-akhir ini. Truk pun melaju ke kawasan Jalan KH. Wahid Hasyim Delima III. Seluruh peserta Tour De Probolinggo kemudian diajak untuk memasuki rumah sekaligus showroom milik pengrajin batik Tenggeran yang dikelola oleh Ibu Sawali dan keluarga.

Batik Tenggeran juga disebut dengan nama batik manggur, singkatan dari mangga dan anggur. Mangga dan anggur merupakan ikon Kota Probolinggo, karena daerah ini memang terkenal dengan hasil pertanian buah mangga dan anggur. Bahkan varietas mangga Probolinggo pun cukup terkenal karena rasa manisnya yang khas. Bahkan karena rasa manis dari mangga tersebut ada pula yang menyebutnya sebagai mangga madu.


Selain diperkenalkan tentang proses pembuatan batik, para peserta Tour De Probolinggo juga dijelaskan secara langsung motif-motif batik Tenggeran ini langsung oleh Ibu Sawali. Batik yang dijual pun ada yang berupa batik tulis maupun batik cap. Proses pewarnaan batiknya pun selain menggunakan pewarna tekstil ada pula yang menggunakan pewarna alami sesuai dengan pesanan. Sebagian besar motif batik Tenggeran memiliki corak mangga dan anggur sebagai inspirasinya. Tak hanya motif mangga dan anggur, batik Tenggeran juga memiliki motif-motif yang cukup beragam. Satu hal yang menarik perhatian saya adalah motif yang menggambarkan Gunung Bromo dan cerita rakyat masyarakat Tengger. 


Harga batik yang ditawarkan di gerai ini cukup beragam. Mulai dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tak heran jika batik dihargai dengan nominal yang cukup mahal, karena proses pengerjaannya yang cukup rumit dan memakan waktu yang lama. Bahkan ada satu lembar batik yang sudah pernah ditawar oleh pembeli dengan harga puluhan juta, namun tidak diberikan oleh Ibu Sawali. Menurut beliau batik tersebut merupakan buah karya perdana beliau ketika terjun ke dunia batik. Bagi beliau, batik tersebut bukan hanya selember kain, namun memiliki makna yang mendalam karena batik tersebut dibuat dengan sepenuh hati dan mengandung sebuah filosofi bagi beliau.


Peminat batik Tenggeran pun cukup beragam. Tak hanya masyarakat lokal yang berasal dari daerah Probolinggo dan sekitarnya, pembeli dari manca negara seperti Australia dan Jerman pun banyak yang tertarik membeli batik Tenggeran ini untuk dijadikan koleksi. So, sebagai generasi muda, kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan warisan budaya nenek moyang yang sudah diakui sebagai warisan dunia ini?

Gerai Batik Tenggeran Bu Sawali
Jalan KH. Wahid Hasyim Delima III No. 5 Probolinggo
telp 085234382111 / 081249552211

10 hal Yang Pamali Saat Traveling ala Bedul Panjul

Sore yang kelabu kumpullah sahabat karib bernama Bedul dan Panjul yang lagi leye-leye di kasurnya Panjul sehingga terjadilah sebuah percakapan sebagai berikut:

"Dul, dari sekian banyak hal yang pernah kita lakukan saat traveling pasti ada beberapa hal yang terasa pamali atau saru  yang pernah kita lakukan," Panjul memulai pembicaraan
"Bukan hanya pamali, tapi juga ngeselin"Jawab Bedul
"Laaah gimana Dul kalo kita koreksi bareng-bareng supaya kita tau kekurangan satu sama lain, supaya kita saling memahami, kelakuanku apa saja yang kamu sebelin dan kelakuanmu apa saja yang aku sebelin, kan bisa klop."
"Wah boleh juga tuh, terus gimana caranya?"Tanya Bedul
"Caranya begini, ini ada dua pensil dan dua kertas, tuliskan kebiasaanku yang kamu gak suka dan aku nanti menuliskan kebiasaanmu yang gak aku suka."
"Wah Boleh-boleh-boleh, kalo bisa ditulis seperti artikel dan dikasih contoh kejadiannya ya Njul, supaya lebih kongkrit dan intelek tual."
"Halah, gayamu, udah tulis seperti gayamu saja dan sebisamu saja, lagian nulis baru bisa kemaren saja" jawab Panjul


Tak lama kemudian Panjul sudah menyelesaikan tulisannya.

"Sudah belum Dul, ini aku sudah selesai" Kata Panjul
"Belum, masih banyak yang oerlu aku tulis" Jawab Bedul
"Ya sudah, sembari menulis dengarkan aku, Ini dia tulisanku buat ngoreksi kamu .....Jreng jrengggggg, Simak ya Dul" Suruh Panjul dan panjul membaca hasil tulisannya........ Sebagai berikut:

Kentut
"Kentut merupakan suatu hal yang wajar bahkan ini adalah anugrah yang tiada banding, bayangkan kalo anda gak bisa kentut. Namun sebuah anugrah yang bernama kentut akan menjadi pamali atau saru dan lebih-lebih akan menjadi petaka bila anda tidak bisa memilih tempat yang aman dan sempurna, contohnya anda kentut ditempat umum, restoran, angkutan, bus atau bahkan di pesawat" kata Panjul dengan penuh semangat "Kejadian kentut sembarangan ini pernah terjangkit kepada Bedul teman saya, ketika itu berada di bus jurusan bandung, busnya berAC, aman, nyaman dan tenang karena semua penumpang menikmati perjalanan, namun rasa aman, nyaman dan tenang itu berubah menjadikan saya tegang ketika teman saya Bedul kentut dengan suara kentut yang ditahan, mendadak wajah saya merah padam karena malu mengakui Bedul gendeng sebagai teman saya, dan suasana bus jadi tidak setenang sebelumnya, ada sedikit kegaduhan dan suara ketawa yang ditahan, langsung saya lontarkan pertanyaan ke Bedul dengan nada sedikit berbisik "Gendeng kamu itu Dul, kentut sembarangan di tempat umum." dan Bedulpun menjawab dengan sedikit tegang dan bercampur malu "Lah gimana lagi Njul, dah aku tahan tapi gak kuat."

"Hehehehehe, itu masa lalu" Jawab Bedul dengan senyum.

Ngupil
"Begitu juga ngupil merupakan hal yang mengasikkan bahkan tidak jarang kita reflek dan gak sadar obok-obok lubang hidung alias ngupil, lebih-lebih ketika dalam mengais Kotoran diluang hidung alias ngupil, kita mendapatkan upil yang gede banget, rasa-rasanya semakin seru kita mengulek-ulek atau mengobok obok lubang hidung kita untuk ngupil. Ngupil boleh-boleh saja asalkan ditempat dan waktu yang pas contoh ngupil ditempat dan waktu yang kurang pas adalah mengupil di tempat makan atau warung makanan, lebih-lebih ngupil sambil pesen makanan dan kalo dapet upil yang gede langsung digulung-gulung sambil diplintir-plintir sama ibu jari dan jari telunjuk sampai bunder, dan setelah bunder lalu disentilin.". Ini kebiasaan temanku Bedul juga, sampai suatu saat saya pingin nampol tangan plus hidungnya yang lagi ngupil di depan kalayak umum yang lagi makan sesama traveller, Malu-maluin punya temen edan seperti Bedul"

"Hahahahaha kwkwkwkw." Bedul tertawa puas mendengarkan Panjul berceloteh

Ngiler
"Kebiasaan menggambar pulau tanpa pena alias ngiler satu ini juga sebenarnya wajar karena di luar kesadaran kita, Tapi mbok yaa oo, kebiasaan yang satu ini bisa dilakukan di kamar sendiri dan pakek bantal guling pribadi, mending yang ngiler itu anak bayi, masih lucu-lucunya, lah kalo yang ngiler orangnya da gede bandotan, terus ilernya sebantal penuh, apa gak kepingin ngejambak sama mencakar-cakar wajahnya. ini juga kegiatan Bedul semprul, yang suka ngiler kalo tidur. kalo ngiler di kasurku aku masih gak kaget, lebih-lebih kalo ngiler di hotel atau losmen juga gak masalah, yang jadi masalah kalo bepergian dan nginep dirumah temen atau sesasama traveller, apalagi tidurnya sering kentut lagi, beuuuuuhhh kepingin nendang pake tumit pantatnya sajah" 

Nahan Kencing
"Saya yakin setiap orang pasti perna ngalami nahan kencing, dan menurut aku, itu adalah deritamu dan masalahmu, lain lagi kalo yang nahan kencing itu si Bedul edan temanku yang satu ini, pasti jadi masalah buat orang terdekatnya juga, Contoh saja kalo lagi nahan kencing di dalam bus umum kelas ekonomi yang gak ada toiletnya, cuman ada dua pilihan, pertama turun dari bus dan yang kedua kencing pake botol aqua, yang jelas dua-duanya mengandung resiko. sebelnya lagi waktu pulang dari Curug 1000 Bogor, waktu itu hujan dan bawa motor, tak lama kemudian Bedul bilang kalo dia lagi nahan kencing, saya bilang tahan sebentar lagi buat nyari Mushollah atau Masjid, ternyata sebelum selesai ngomong, tiba-tiba air hujan di belakang pantatku kok terasa hangat, kurangajar!!, Bedul kencing diatas motor sambil hujan-hujan, saya langsung jimprak-jimprak."

Ngelamun jorok
"Saya anggap melamun itu sah-sah saja apapun yang dilamunkan, toh hanya sekedar melamun, tapi saya paling gak suka kalo ngeliat bedul ngelamun, lebih-lebih melamun jorok, da mukanya keliatan mesum sama hidung kelihatan kembang kempis." Celoteh Panjul membaca hasil tulisannya sambil melirik Bedul.
"Saya yang ngelamun kok kamu yang gak suka, itu aneh toh, lagi pulakan belum ada undang-undang yang mengatur orang melamun, jadi sah-sah sajakan mau melamun jorok, bersih, bening dan apapun."jawab Bedul dengan sewot.
"Aku gak suka ngeliat kamu ngelamunkan juga suka-sukaku toh Dul, toh itu jugakan gak diatur di undang-undang, sudah ayo ke warung cari kopi, kepalaku da pusing pingingin ngopi." ajak Panjul sambil ngambil uang di lemari
"Looh, nanti dulu, kan kamu tadi bilang sepuluh hal, ini masih lima hal dan masih kurang lima hal lagi"
"Sudah bersambung dulu, untuk sementara lima dulu, sisanya menyusul, sembari melihat respon pembaca, kira-kira dari lima diatas ada yang pernah mengalami semua atau salah satunya saja atau gak pernah sama sekali, tolong jawab di kolom komentar ya agan-agan, saya pingin ngopi dulu, otak saya lagi mampet". Jawab Panjul sambil menggelendeng Bedul untuk beli kopi

Rabu, 12 Maret 2014

Air Terjun Madakaripura - Keindahan Persemedian Maha Patih Gadjah Mada dan Ironi Masyarakatnya

Jalan yang berkelok dengan kontur yang naik turun memaksa kami semua untuk sering membenarkan posisi duduk di atas truk TNI yang berguncang-guncang selama perjalanan. Belum lagi rasa kurang nyaman karena kursi kayu yang saling berhadapan, sekilas mirip seperti tatanan kursi di dalam kereta komuter. Begitulah sedikit gambaran perjalanan para peserta Tour De Probolinggo menuju Air Terjun Madakaripura. Kebersamaan di antara kesederhanaan. Namun, mungkin seperti itulah perjalanan menuju surga, penuh dengan jalan yang terjal dan berliku sebelum akhirnya kita bisa menikmati keindahan di balik perjuangan.


Saya melihat ada beberapa pos retribusi yang harus dilalui sebelum menuju pintu parkir Air Terjun Madakaripura ini. Mungkin karena banyaknya pos retribusi yang harus dilalui inilah menyebabkan banyak tulisan di blog yang menyebutkan bahwa banyak pungutan liar untuk menuju Air Terjun Madakaripura. Minimnya akses transportasi umum juga menjadi cerita lain yang membuat para wisatawan mengurungkan niat mereka untuk berkunjung ke Air Terjun Madakaripura usai puas menjelajahi Kawasan Bromo. Padahal air terjun ini memiliki potensi yang menarik sebagai wisata minat khusus.

Tiba di area parkir kita akan melihat banyak pemuda setempat yang hilir-mudik membawa ember dan kain lap. Mereka menjajakan jasa untuk mencuci kendaraan milik pengunjung yang terparkir di area pintu masuk Air Terjun Madakaripura. Jangan ditanya apakah mereka mencuci kendaraan sesuai dengan perintah si empunya kendaraan. Kebanyakan dari mereka memang langsung mencuci kendaraan yang sudah terparkir kemudian meminta imbal jasa kepada si pemilik kendaraan setelah selesai jalan-jalan dari air terjun. Kejadian seperti inilah yang menjadikan si empunya kendaraan merasa mendapatkan aksi palak.


Dari area parkir kendaraan, pengunjung masih harus berjalan kaki menyusuri aliran sungai dan hutan belantara sebelum akhirnya menuju ke kawasan Air Terjun Madakaripura. Patung Maha Patih Gadjah Mada yang sedang dalam posisi seolah sedang bersemedi menjadi pintu masuk menuju jalur tracking. Banyak warga setempat yang menjajakan jasa menjadi guide untuk menemani sampai ke lokasi. Namun, ada satu hal yang cukup disayangkan, mereka menjajakan jasa menjadi pemandu dengan setengah memaksa kepada pengunjung.


Medan yang harus dilalui selama menyusuri aliran sungai menurut saya tidak terlalu berat. Jalannya pun masih cukup datar, walaupun ada beberapa medan yang naik turun namun jalannya tidak terlalu terjal. Satu hal yang perlu diwaspadai adalah ketika kita menyeberangi aliran sungai. Kita harus berhati-hati karena banyak bebatuan yang cukup licin untuk dilalui. Sebenarnya sudah dibangun jalur track khusus untuk menghubungkan ke area air terjun. Hanya saja beberapa jalur track tersebut rusak digerus oleh tanah longsor yang sering terjadi di kawasan Air Terjun Madakaripura ini. Jika hujan turun pun, pengunjung tidak diizinkan menuju area air terjun karena aliran air sungai cukup berbahaya bagi keselamatan pengunjung. Boleh dikata untuk mengunjungi Air Terjun Madakaripura ini diperlukan keberuntungan, terutama terkait dengan kondisi cuaca. Kalau teman saya berceletuk mungkin karena area ini termasuk lokasi yang wingit dan menjadi tempat bersemedi sekaligus muksanya Maha Patih Gadjah Mada, maka untuk menuju ke lokasi air terjun harus membutuhkan perjuangan, tidak bisa melakukannya dengan mudah.


Di sepanjang perjalanan menuju air terjun ini kita akan menemui beberapa lapak pedagang yang menjajakan jajanan untuk pengganjal perut. Harga makanan dan minuman yang dijajakan pun masih cukup normal, tidak dibandrol dengan harga yang terlalu mahal. Setelah berjalan kaki selama kurang lebih selama 30 menit, sampailah kita di area Air Terjun Madakaripura ini. Jangan heran jika sebelum memasuki kawasan air terjun kita akan diserbu oleh para pedagang yang menjajakan plastik dan jas hujan.

Sebelum memasuki air terjun utama, kita akan melewati guyuran air dari tirai-tirai dinding tebing yang berwarna hijau karena tertutup oleh tanaman. Guyuran air ini memiliki sensasi seolah kita sedang berjalan di bawah rintik hujan, mulai dari hujan gerimis hingga hujan deras. Sensasi melewati guyuran air inilah yang mengharuskan kita mengenakan mantel maupun payung agar tidak basah. Ada baiknya barang bawaan berupa dompet, handphone dan kamera diamankan di dalam kantong plastik agar tidak basah terkena guyuran air.


Usai melewati tirai air, tibalah kita di sebuah lembah yang berbentuk seperti tabung, saya menyebutnya lebih mirip seperti huruf U. Dari situlah kita dapat mengabadikan dinding yang dipenuhi tanaman yang membentuk seperti tirai, yang megalirkan air bak guyuran air hujan. Di titik situlah banyak fotografer mengabadikan gambar tirai air terjun Madakaripura. Saya menyebutnya spot sejuta umat, karena di titik situlah tempat yang cukup aman untuk mengeluarkan kamera.

Untuk menuju ke air terjun utama kita harus menaiki tebing bebatuan sempit dan cukup licin. Dibutuhkan nyali yang cukup untuk melewati tebing batu tersebut. Di bagian kiri tebing terdapat aliran sungai yang terlihat cukup dalam. Belum lagi jarak antara tebing batu dengan sungai tersebut terlihat cukup tinggi. Namun semua rasa ngeri tersebut terbayarkan dengan pemandangan aliran Air Terjun Madakaripura yang terlihat gagah. Aliran air terjun ini konon tak pernah mengenal musim. Baik di saat musim penghujan maupun musim kemarau masih ada debit air yang mengalir.


Konon, ketika turun hujan, air terjun ini mengalirkan lumpur dan bebatuan yang terbawa oleh arus aliran sungai di atas sana. Ketinggian debit air dan derasnya aliran sungai ketika hujan juga dapat membahayakan pengunjung. Apalagi jika tiba-tiba hujan turun dengan deras kemudian pengunjung terjebak di area air terjun tersebut. Sungguh mengerikan, saya pun tidak dapat membayangkan.

Air Terjun Madakaripura memang memiliki keindahan yang cukup tersohor. Medan tracking yang cukup menantang dan menguras tenaga rasanya pantaslah menjuluki Air Terjun Madakaripura ini termasuk ke dalam wisata minat khusus. Dibutuhkan stamina yang cukup prima serta alas kaki yang nyaman untuk berjalan di medan yang berbatu dan menyusuri aliran sungai. Pesona keindahan alam yang menawan menjadikan Air Terjun Madakaripura ini layak untuk Anda jadikan destinasi wisata selama berkunjung ke wilayah Probolinggo ini.

catatan :
Saya pernah bertanya kepada admin @GoProbolinggo untuk kendaraan umum menuju Air Terjun Madakaripura ini. Untuk menuju ke Madakaripura, Anda dapat menggunakan bus dari Terminal Bayuangga menuju ke daerah Lumbang. Sampai di Lumbang turun saja di pertigaan dekat dengan Pasar Lumbang. Dari pertigaan Pasar Lumbang tersebut perjalanan menuju Madakaripura bisa dilanjutkan dengan jasa ojek.

Perjalanan menjelajahi Air Terjun Madakaripura merupakan salah satu rangkaian kegiatan Tour De Probolinggo 2014 yang diselenggarakan oleh @imProses_ (Ikatan Mahasiswa Probolinggo se-ITS, PENS, PPNS)

Jumat, 07 Maret 2014

Paket Karimun Jawa Murah 31 Maret 2014

wisatawan bersuka ria di pulau karimun jawa
karimun jawa cocok untuk liburan
   Pada bulan maret 2014 ini pasti sudah banyak yang tau kalau hari libur cuma sekali dalam sebulan, yakni Hari Raya Nyepi. Hari Raya Nyepi tahun ini jatuh pada hari Senin dan berada di akhir bulan yaitu tanggal 31 Maret 2014. Kesempatan berlibur di tanggal merah pasti ditunggu oleh banyak orang. Tanggal merah bisa jadi adalah suatu bentuk kebebasan dari sebagian orang menikmati liburan entah itu bersama pacar, kawan, maupun keluarga besar. Yang lebih menyenangkan pada libur hari Raya Nyepi kali ini adalah jatuh pada hari senin, itu berarti liburan bisa sangat panjang sebab ada yang mempunyai 5 hari kerja, itu artinya ada 4 hari libur dalam seminggu, yakni mulai hari jumat sampai senin. Liburan panjang Hari Raya Nyepi 31 maret 2014 ini akan sayang jika dilewatkan begitu saja, sebab paket karimun jawa murah sudah ada di depan mata.

   Sebelum mendekati liburan, saya yakin kalian pasti sudah punya rencana mau ngapain aja liburan nanti. Weekend tanggal 28 maret sampai 31 maret 2014 adalah cukup panjang, karena ada tambahan hari senin pas hari Raya Nyepi, hari besarnya Umat Hindu. Dalam menikmati liburan, kita bisa melakukan apa yang kita suka dan bebas memilih tempat berlibur sesuai kegemaran dan budget kita. Liburan dengan beristirahat dirumah mungkin juga bisa dipertimbangkan karena, karena di hari-hari sebelumnya sudah bekerja sangat keras. Jika Anda hobi berpetualang dengan alam, kangen suasana gunung dan hawa dingin, liburan ini bisa dilakukan dengan pergi ke pegunungan. Atau jika Ada yang menyukai wisata pantai, rindu hembusan angin laut, maka Pulau Karimun Jawa adalah jawabannya.

pulau karimunjawa sangat indah dan terkenal dengan lautnya yang bersih
laut bersih di karimun jawa
   Perlu diketahui, Karimun Jawa adalah suatu kepulauan yang telah ditetapkan pemerintah sebagai Taman Nasional Karimunjawa. Pulau karimunjawa sangat cocok untuk mengisi liburan pada hari raya nyepi 31 maret 2014, kenapa? Sebab karimun jawa menawarkan keindahan alam berupa pantai, laut, pulau-pulau, dan kehidupan bawah laut yang luar biasa. Selain itu paket liburan ke pulau karimun jawa lebih terjangkau daripada tempat wisata laut lainnya. Sebenarnya di Jepara banyak sekali wisata pantai, namun saat ini yang sedang terkenal adalah pantai di pulau Karimunjawa.

   Jika kita memilih Karimun Jawa sebagai tempat wisata weekend panjang ini, kita bisa memilih paket wisata Karimunjawa yang menaungi perjalanan liburan ke pulau ini. Biro agen wisata Karimunjawa memang banyak yang memberi harga murah kepada peserta-pesertanya, namun hanya sebagian saja yang memberi fasilitas kenyamanan dan kepuasan, salah satunya adalah agen perjalanan wisata Karimun Jawa Kita Tour. Paket wisata Karimunjawa Kita Tour suadah lama memberikan pelayanan berlibur dan sudah sangat profesional dalam menjamu tamu-tamunya. Sudah banyak wisatawan yang mengikuti agen tour Karimun Jawa Kita karena terkenal dengan keramahan dan service nya yang memuaskan.

   Biro paket wisata Karimun Jawa Kita Tour mempunyai pilihan paket wisata yang murah dan bermacam-macam. Ada paket backpacker karimunjawa murah untuk kalangan pelajar dan penyuka wisata hemat , paket karimunjawa homestay murah 3 hari 2 malam dan 2 hari 1 malam, paket hotel karimunjawa murah bagi yang ingin kenyamanan istirahat, atau paket karimun jawa honeymoon murah bagi yang menyukai wisata private dengan pasangan. Atau untuk informasi Jadwal Kapal ke Karimun Jawa anda bisa juga melihat di website www.karimunjawakita.com, di situ dibahas lengkap sekali untuk membantu wisatawan menyesuaikan waktu keberangkatan. Nah apakah Anda berminat? Tunggu apalagi, silahkan menghubungi contact person karimun jawa kita tour yang tertera di website, Akhir kata, selamat menikmati liburan panjang weekend Hari Raya Nyepi 31 maret 2014 di pulau karimunjawa.

Kamis, 06 Maret 2014

TDP Hari 2 : We Don't Get The Sunrise at Bromo !

Dinginnya udara pegunungan di kala fajar memang membuat betah bagi siapa saja untuk berlama-lama menikmati empuknya kasur berbalut dengan hangatnya selimut yang tebal. Namun, di kala fajar inilah geliat kehidupan di kawasan Bromo dimulai. Orang rela datang jauh-jauh ke Bromo untuk dibangunkan di kala fajar demi menikmati indahnya matahari terbit di ufuk timur sana. 


Dinginnya udara Bromo memang membuat siapa saja malas untuk beranjak dari peraduan. Udara pagi ini memang serasa kurang bersahabat. Angin bertiup cukup kencang, ditambah dengan kabut yang sesekali berdatangan. Sweater dan jaket yang saya kenakan pun seolah masih belum bisa menahan dinginnya udara yang menerpa ke seluruh badan. Tujuan kami pagi ini adalah ingin melihat sunrise di Bukit Punuk Sapi, yang berlokasi di sekitaran Lava View Lodge, tidak jauh dari penginapan kami di Bromo Permai. Untuk menuju ke sana kami pun harus berjalan kaki melewati jalan setapak. Perjalanan ini pun menempuh waktu kurang lebih 30 menit. Medan yang kami lalui pun tidak terlalu terjal, karena sepertinya jalan setapak tersebut sudah cukup sering dilalui oleh orang. 
Di Bukit Punuk Sapi ini terletak di sebelah timur Gunung Batok dan Gunung Bromo. Lokasinya tidak setinggi Penanjakan 1 yang menjadi spot favorit para wisatawan untuk menanti terbitnya matahari di Kawasan Bromo. Namun, jalan setapak yang sesekali menanjak dipadukan dengan hamparan perbukitan yang ditumbhi oleh rerumputan liar yang masih alami memberikan nuansa tersendiri bagi saya. Suasananya pun lebih tenang jika dibandingkan dengan Bukit Penanjakan yang pernah saya datangi sebelumnya.


Sayang, semesta belum berpihak kepada kami pagi itu. Ketika kami sampai di Bukit Punuk Sapi, awan mendung pun berarak datang. Tak ada pancaran sinar matahari karena tertutup oleh awan. Ah sayang, sunrise yang kami nantikan ternyata tak kunjung datang. Hanya pemandangan hamparan rerumputan yang menutupi kawasan perbukitan yang menjadi pengobat kekecewaan. Tak apalah, saya pun juga tak berharap banyak untuk mendapatkan pemandangan sunrise yang sempurna di bulan Februari yang notabennya masih musim penghujan.