Kamis, 01 Mei 2014

LAU KAWAR TOUR

Hai Guys.,,,!!!

Selamat Datang Di Jejak Sumatera
kami menyuguhkan liburan yang mengasikkan buat teman yang hobby Traveling dan Backpacker
Bagi Teman yang tertarik bisa Hubungi Kami di 0812-6908-0693,Ronny welfrin atau Via Mail di welfrin_ronny@Yahoo.com

untuk Info Trip Kita Kali ini adalah 


LAU KAWAR





Pertama-tama, apa itu Danau Lau Kawar? Ahh orang sekitar Sumut pasti udah tau lah tentang Lau Kawar, paling nggak udah pernah dengar namanya. Lau Kawar ini artinya danau air tawar. Letaknya di kaki gunung Sinabung, Tanah Karo, Sumatera Utara. Atau lebih gampangnya sekitar 30km dari Kabanjahe, Sumatera Utara.
Di kaki Gunung Sinabung?? Yoi cuy, berarti danau ini dekat sekali dengan Gunung Sinabung. Nggak kebayang juga ketika Gunung Sinabung meletus, gimana yak kondisi Lau Kawar? Daripada ngeliat yang ekstrim kayak gitu, mending ngeliatnya pasca meletus aja yak :D
Untuk menuju kesana, terlebih dahulu ngelewati pasar (pajak) Berastagi. Nggak lama nanti kita bakal jumpa tugu warna ijo mirip-mirip sayuran kol, lalu belok ke kanan. Ikutin aja jalannya, nanti bakal ada penunjuk jalan kok. Jadi udah jelas jalan untuk menuju ke Lau Kawar.
Sepanjang perjalanan, jalanannya mulus. Sunyi, padahal di Berastagi macet. Mungkin yang pengen ke Lau Kawar dikit yak.
Berapa lama? Dari Berastagi menuju Lau Kawar sebenarnya kurang dari 1 jam. Tapi kita bulatkan aja ya sekitar 1 jam :D dan tibalah kita di gerbang pintu masuk Lau Kawar. Dikutip tiket masuk 15ribu untuk 1 motor dan 2 orang berboncengan.
Parkirkan motor, bersantailah kita di tepi Danau Lau Kawar. Waktu menunjukkan pukul 4 sore. Sebenarnya lebih asik lagi kalau nge-camp disini dan ngeliat sunset di Lau Kawar. Pecah men, pasti keren. 
Lau Kawar 2
Oke.. kondisi Lau Kawar (masih) tetep keren pasca meletusnya Gunung Sinabung. Cuma ada beberapa fasilitas yang kurang terawat akibat meletusnya Gunung Sinabung ini. Kayaknya perlu renovasi dan pembenahan lagi supaya fasilitas disana lebih memadai. Selebihnya, Lau Kawar mantaaap buat nyantai. Sekian dulu, selamat menikmati.
Buat Teman yang Ingin Sekali Berkunjung kesana Kami Sediakan Map untuk di download Oleh Teman2


Buat Teman Teman yang ingin sekali untuk NgeCamping Ala Pendaki Pro tapi Masih Pemula
jangan Takut, Kami Bantu untuk memperlengkapi anda jika ingin ikut Bersama Tour Kami dengan Catatan Minimal Peserta harus 3 Orang, untuk info hubungi kami di 0812-6908-0693, Ronny welfrin atau Via Mail di welfrin_ronny@Yahoo.com

Bila ingin Melakukan itu Tanpa Kami, Kami tidak Kecewa
mungkin anda takut di Tipu atau di Culik :p
kami tidak berkecil hati, kami akan bantu Anda untuk Melengkapi Perkakas anda

PERALATAN DAN LOGISTIK

- Carrier (Tas Gunung) 54,60,80,120 Liter yg mana anda punya
- Kompor Portable dan Nesting (yang mana aja yg penting masak buat isi perut)
- Air Mineral bawa sesuai Kebutuhan anda selama disana brapa hari 
- Logistik ala backpacker itu indomie, crackerout, Susu, Kopi, Cocolatos, Unibis tidak lupa permen karet
- Tenda Camp kapasitas 4,6,8,12 dll tergantung peserta
- Matras
- Sleepingbed, Selimut, Sarung, bandana (sorban), sarung pendekar, sarung tangan, kaos kaki wajib donk
- Parang (buat Motong kayu bakar), Pisau Kecil buat potong cabe
- Jas Hujan, Sepatu Olahraga, Sendal Jepit
- Baju Ganti
- Senter, headlamp, lampu semprong
- Minyak Lampu buat bakar2

Buat Teman2 yang Tidak ingin repot atau kekurangan peralatan ini jangan gundah gulana, Kami Punya silahkan contact kami di 0812-6908-0693, Ronny welfrin atau Via Mail di welfrin_ronny@Yahoo.com

kami siap membantu perjalanan anda. Trims

SINABUNG TOUR

Hai Guys.,,,!!!

Selamat Datang Di Jejak Sumatera
kami menyuguhkan liburan yang mengasikkan buat teman yang hobby Traveling dan Backpacker
Bagi Teman yang tertarik bisa Hubungi Kami di 0812-6908-0693,Ronny welfrin atau Via Mail di welfrin_ronny@Yahoo.com

untuk Info Trip Kita Kali ini adalah 




GUNUNG SINABUNG 




Pemandangan Indah Sepanjang Pendakian
Gunung Sinabung merupakan salah satu gunung berapi di Sumatera yang lokasinya berada di atas ketinggian hingga 2.417 meter dari atas permukaan laut. Panorama pada puncak Gunung Sinabung sangatlah menawan dan indah karena merupakan puncak gunung kedua yang paling tinggi di Sumatera Utara. Gunung Sinabung juga menjadi salah satu favorit para pendaki untuk melakukan pendakian, hal tersebut dikarenakan sepanjang jalur pendakian gunung Sinabung ini masih banyak ditemui hutan tropis yang masih alami serta hamparan dari ladang milik penduduk yang banyak ditumbuhi oleh sayur-sayuran, bunga dan buah-buahan.
Mendaki dan Menikmati Keindahan Gunung Sinabung
Dari kaki Gunung Sinabung untuk menuju puncak biasanya memakan waktu selama lebih dari lima jam dengan tempat peristirahatan di tiga titik. Sepanjang pendakian memang cukup terjal dan juga menantang dan sangat disarankan untuk tidak mendaki di malam hari.  Di jalur pendakian terdapat jalur bebatuan yang terjal dan ada jurang pada sisi jalur tersebut, dituntut kewaspadaan yang ekstra saat melewatinya.
Perpaduan Keindahan Gunung Sinabung dan Danau Laukawar
Lalu pada puncak Gunung Sinabung juga terdapat hamparan tanah yang bisa dan sering digunakan untuk berkemah para pendaki. Dari puncak Gunung Sinabung akan terlihat kawah yang mempesona dengan magma yang masih aktif dan juga disertai pemandangan yang indah menawan. Jaraknya dari Kota Brastagi menuju tempat atau titik awal pendakian Gunung Sinabung ini dari desa Sigarang-garang tepatnya di Lau Kawar, Mardinding yang akan memakan waktu kurang lebih selama empat jam lamanya. Perpaduan dari keindahan alam Gunung Sinabung dan Danau Laukawar memang menjadi daya tarik yang utama bagi para pecinta alam.
Wisatawan ataupun pendaki akan bisa menikmati keindahan di alam terbuka yang alami dan lokasi ini juga biasanya ramai pada hari libur. Selain panorama yang menganggumkan dari Danau Laukawar, di puncak Gunung Sinabung ini kita juga dapat menikmati keindahan dari kawahnya yang masih memproduksi belerang dan juga bentangan dari hutan tropis nan hijau dipadu dengan lembah-lembah cantik pada setiap sisi gunung Sinabung ini.
Mendaki dan Menikmati Keindahan Gunung Sinabung
Untuk bisa menuju ke lokasi Gunung Sinabung, dari Kota Medan membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat jam perjalanan dan akan melewati Kota Brastagi yang akan dilanjutkan menuju Kecamatan Simpang Empat dengan menggunakan bus yang tarifnya berkisar 10.000 rupiah per orangnya dan akan berhenti di tempat pemberhentiannya, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan angkot kecil dengan tarif 6.000 rupiah menuju kawasan Simpang Empat.
Namun karena angkutan umum yang berangkat dari Kota Brastagi ke kawasan Gunung Sinabung ini paling lama ada sekitar jam empat atau lima sore maka disarankan agar berangkat dengan waktu lebih awal. Di kawasan Danau Laukawar ini yang juga menjadi sebagai titik awal dari pendakian Gunung Sinabung juga terdapat tempat untuk menitipkan kendaraan bagi mereka yang datang dengan menggunakan kendaraan pribadi. Yuk, mendaki dan menikmati keindahan Gunung Sinabung!

Buat Teman yang Ingin Sekali Berkunjung kesana Kami Sediakan Map untuk di download Oleh Teman2


Buat Teman Teman yang ingin sekali untuk NgeCamping Ala Pendaki Pro tapi Masih Pemula
jangan Takut, Kami Bantu untuk memperlengkapi anda jika ingin ikut Bersama Tour Kami dengan Catatan Minimal Peserta harus 3 Orang, untuk info hubungi kami di 0812-6908-0693, Ronny welfrin atau Via Mail di welfrin_ronny@Yahoo.com

Bila ingin Melakukan itu Tanpa Kami, Kami tidak Kecewa
mungkin anda takut di Tipu atau di Culik :p
kami tidak berkecil hati, kami akan bantu Anda untuk Melengkapi Perkakas anda

PERALATAN DAN LOGISTIK

- Carrier (Tas Gunung) 54,60,80,120 Liter yg mana anda punya
- Kompor Portable dan Nesting (yang mana aja yg penting masak buat isi perut)
- Air Mineral bawa sesuai Kebutuhan anda selama disana brapa hari 
- Logistik ala backpacker itu indomie, crackerout, Susu, Kopi, Cocolatos, Unibis tidak lupa permen karet
- Tenda Camp kapasitas 4,6,8,12 dll tergantung peserta
- Matras
- Sleepingbed, Selimut, Sarung, bandana (sorban), sarung pendekar, sarung tangan, kaos kaki wajib donk
- Parang (buat Motong kayu bakar), Pisau Kecil buat potong cabe
- Jas Hujan, Sepatu Olahraga, Sendal Jepit
- Baju Ganti
- Senter, headlamp, lampu semprong
- Minyak Lampu buat bakar2

Buat Teman2 yang Tidak ingin repot atau kekurangan peralatan ini jangan gundah gulana, Kami Punya silahkan contact kami di 0812-6908-0693, Ronny welfrin atau Via Mail di welfrin_ronny@Yahoo.com

kami siap membantu perjalanan anda. Trims

Rabu, 30 April 2014

SIBAYAK TOUR

Hai Guys.,,,!!!
Selamat Datang Di Tapak Sumut
kami menyuguhkan liburan yang mengasikkan buat teman yang hobby Traveling dan Backpacker Bagi Teman yang tertarik bisa Hubungi Kami di 0812-6908-0693, Ronny welfrin atau Via Mail di welfrin_ronny@Yahoo.com
untuk Info Trip Kita Kali ini adalah

GUNUNG SIBAYAK
 
Gunung Sibayak bagi para penduduk di Tanah Karo disebut juga gunung Raja, karena dalam bahasa mereka, Sibayak artinya adalah Raja. Sampai saat ini masih banyak pendaki yang terus mencoba mendaki sang Raja, hingga gunung Sibayak pada saat musim pendakian dengan cuaca bagus, akan terlihat laksana pasar malam.
Gunung Sibayak
 berada di sebelah gunung Sinabung
 dan termasuk gunung bertype stratovolcano yang memiliki kawah aktif. Tinggi Gunung Sibayak sekitar 2.212 mdpl, Sibayak menawarkan panorama alam yang eksotis, Mulai keindahan Telaga Kawah dengan tebing tingginya yang beraneka warna sampai puncaknya yang unik, berbentuk tapal kuda lalu meninggi seperti piramida.
Gunung Sibayak secara administratif terletak di Desa Raja Berneh atau lebih dikenal dengan sebutan Desa Semangat Gunung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo ( 60 KM dari Kota Medan ). Daerah yang berada di kaki Gunung Sibayak merupakan kawasan pertanian yang bercocok tanam sayuran dan hortikultura lainnya. 

Tidak salah kalau lokasi ini menjadi salah satu daerah tujuan. Jalan menuju lokasi Gunung Sibayak tidak terlalu sulit. Pendakiannya tidak membutuhkan teknik khusus. Bahkan pendaki pemula akan dengan mudah mencapai puncak serta menikmati embusan angin berbau belerang yang keluar dari 
kawah Gunung Sibayak. DariKota Medan, lokasi ini bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum. Tarifnya bervariasi antara Rp 3000 — Rp 3500 sekali pergi.

Sementara itu, titik pendakian menuju
Gunung Sibayak ada di beberapa lokasi, di antaranya kawasan jalur Lima Empat. Disebut jalur Lima Empat karena lokasi ini berada pada posisi KM 54 dari Kota Medan. Jika perjalanan diawali dari jalur Lima Empat kita dapat menikmati santapan jagung bakar atau rebus sebelum melanjutkan perjalanan. Dari titik ini perjalanan menujupuncak Gunung Sibayak dapat ditempuh dengan waktu 3 - 4 jam.

Selain udara sejuk, jagung rebus dapat dinikmati dengan harga yang terjangkau berkisar Rp 1000 per buahnya. Tidak jauh dengan lokasi ini, juga dapat melihat
Air Terjun Sikulikap yang memiliki ketinggian di atas 7 meter. Pendek kata kita dapat menikmati suasana tersebut untuk mendapatkan kepuasan dengan biaya yang terbilang ekonomis.
Jalur pilihan yang juga biasa dipergunakan adalah jalur
Simpang Doulu atau jalur tangga yang berada di Desa Semangat Gunung. Dari jalur ini, perjalanan relatif lebih pendek sekitar 2 jam dengan menempuh jalur tangga yang selama ini menjadi jalur yang ramai dilintasi. Sebelum beranjak menuju puncak Gunung Sibayak, di kawasan Doulu akan ditemukan lokasi pemandian air panas yang bersumber dari kawah Gunung Sibayak. Sedangkan jalur lintasan lainnya adalah jalur pariwisata dari Kota Wisata Brastagi dengan jarak tempuh 4 jam, dan jalur dariKecamatan Sibolangit yang membutuhkan waktu perjalanan tiga hari.
Untuk bisa sampai ke puncak Gunung Sibayak ada tiga rute pandakian yang bisa digunakan. Ketiga jalur itu adalah sebagai berikut.Jalur Sibayak
1. bermula dari kaki gunung Sibayak di desa Raja Berneh atau Berna ( Terkenal juga dengan nama Desa Semangat Gunung ). Desa ini berjarak 15 km dari kota Brastagi. Jalur ini melewati pemandian air panas Lau Sidebuk-Debuk.
2. Jalur Sibayak II  , bermula dari kaki gunung Sibayak di desa Jaranguda. Desa ini berjarak 3 km dari kota Brastagi.
3. Jalur 54, yang bermula dari kawasan tongkoh ( bakaran jagung ) yang terletak di jalan rayaMedan - Brastagi.

Di antara ketiga jalur ini, jalur
Sibayak II merupakan jalur paling mudah. Untuk sampai ke Desa Jaranguda, dari Medan ( Terminal Amplas ) naik bis jurusan Brastagi ( 1300 m dpl ). Perjalanan ini memakan waktu tempuh 2 sampai 3 jam. Dari Brastagi, kita cukup berjalan kaki selama 30 - 40 menit untuk sampai ke Desa Jaranguda.
Di desa ini, ada penginapan dan warung makan tepat di sebelah kanan jalan. Dari Desa Jaranguda, perjalanan dilanjutkan ke gerbang awal pendakian yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki melaui jalan setapak selama 10 menit. Dari gerbang awal
pendakian, diperlukan waktu 1 - 2 jam untuk sampai ke Pertamina. Jalanan ke Pertamina beraspal, tetapi jalanan setelahnya berupa tangga beton. Setelah dari Pertamina, perjalanan dilanjutkan sampai ke bibir kawah selama 30 menit.
Di samping kawah yang selalu bersuara gemuruh dan berbau belerang, terdapat telaga. Di bibir - bibir kawah bisa didirikan tenda untuk bermalam. Jika ingin melanjutkan perjalan sampai ke
puncak tapal kuda, diperlukan waktu sekitar 30 menit lagi.
Jalanan yang ditempuh berupa bebatuan terjal, sangat mirip dengan jalanan ke puncak Gunung Merapi di Jawa Tengah. Dari puncak, pemandangan menakjubkan sudah menunggu. Suasana kota Medan dari kejauhan dan pesona Gunung Sinabung

DETAIL BIAYA PERJALANAN

Ongkos dari Terminal amplas ke Padang Bulan Rp. 5000,-
Dari Padang Bulan Naik Bus Sutra Rp. 10.000,-
Dari tugu Perjuangan Brastagi ke Simpang Tiga Gunung Sibayak 10.000,-
dan Uang Retribusi Rp.5000,-

Buat Teman yang Ingin Sekali Berkunjung kesana Kami Sediakan Map untuk di download Oleh Teman2


Buat Teman Teman yang ingin sekali untuk NgeCamping Ala Pendaki Pro tapi Masih Pemula
jangan Takut, Kami Bantu untuk memperlengkapi anda jika ingin ikut Bersama Tour Kami dengan Catatan Minimal Peserta harus 3 Orang, untuk info hubungi kami di 0812-6908-0693, Ronny welfrin atau Via Mail di welfrin_ronny@Yahoo.com

Bila ingin Melakukan itu Tanpa Kami, Kami tidak Kecewa
mungkin anda takut di Tipu atau di Culik :p
kami tidak berkecil hati, kami akan bantu Anda untuk Melengkapi Perkakas anda

PERALATAN DAN LOGISTIK

- Carrier (Tas Gunung) 54,60,80,120 Liter yg mana anda punya
- Kompor Portable dan Nesting (yang mana aja yg penting masak buat isi perut)
- Air Mineral bawa sesuai Kebutuhan anda selama disana brapa hari 
- Logistik ala backpacker itu indomie, crackerout, Susu, Kopi, Cocolatos, Unibis tidak lupa permen karet
- Tenda Camp kapasitas 4,6,8,12 dll tergantung peserta
- Matras
- Sleepingbed, Selimut, Sarung, bandana (sorban), sarung pendekar, sarung tangan, kaos kaki wajib donk
- Parang (buat Motong kayu bakar), Pisau Kecil buat potong cabe
- Jas Hujan, Sepatu Olahraga, Sendal Jepit
- Baju Ganti
- Senter, headlamp, lampu semprong
- Minyak Lampu buat bakar2

Buat Teman2 yang Tidak ingin repot atau kekurangan peralatan ini jangan gundah gulana, Kami Punya silahkan contact kami di 0812-6908-0693, Ronny welfrin atau Via Mail di welfrin_ronny@Yahoo.com

kami siap membantu perjalanan anda. Trimsini nih poto-poto kakak kakak dan abang abang yang sudah Ngetrip bareng kami

























Senin, 28 April 2014

Pantai Pandansari - Cerita Tentang Mercusuar dan Agrowisata Buah Naga

Suatu siang dengan sinar matahari yang cukup terik menyengat kulit. Laju kendaraan saya arahkan menuju daerah pesisir Bantul untuk sekedar menikmati ombak pantai agar bisa sedikit terhibur. Seusai membayar uang retribusi, motor pun melaju menuju Pantai Pandansari yang nampak begitu sepi. Seperti kebanyakan pantai di pesisir Bantul, Pantai Pandansari memang kurang begitu memiliki pemandangan yang menarik. Pantai pasir berwarna cokelat kehitaman dengan ombak pantai yang terlihat tidak begitu jernih. Hanya nampak pepohonan pandan laut dan cemara laut yang tumbuh subur di tepi pantai yang memberi suasana hijau di sekitarnya.

Pesona Pantai Pandansari bukan terletak pada hamparan pasir pantainya. Keunikan pantai ini adalah adanya menara suar atau mercusuar setinggi sekitar 40 meter serta lahan pertanian pesisir dengan komoditi utama buah naga yang tumbuh subur. Banyak wisatawan yang datang ke Pantai Pandansari ini untuk sekedar menikmati pemandangan pantai dari atas ketinggian menara suar. Bangunan menara suar ini berada di satu kompleks rumah dinas yang tidak jauh dari pantai. Untuk masuk ke dalam bangunan menara suar silahkan meminta izin kepada penjaga kompleks rumah dinas tersebut. Cukup membayar uang suka rela untuk kebersihan, sang penjaga akan mempersilahkan kita masuk dan naik ke bangunan mercusuar tersebut.




Sayang, siang itu saya dan kawan saya tidak sanggup menapaki tangga demi tangga hingga sampai atas bangunan mercusuar. Kami hanya mampu menaiki beberapa anak tangga saja dan memutuskan untuk berhenti sejenak melihat pemandangan dari balik bilik mercusuar. Mungkin semesta belum berpihak kepada kami. Awan kelabu terlihat terlalu pekat menutupi pemandangan di sekitar pesisir Pantai Pandansari. Andai saja sang awan bisa lebih bersahabat, mungkin kami bisa melihat kencantikan hamparan perkebunan milik penduduk yang nampak subur di sekitar pantai tersebut.


Agrowisata Buah Naga
Keunikan Pantai Pandansari bukan terletak pada pemandangan hamparan pasir dan ombaknya, melainkan hamparan lahan pertanian yang tumbuh subur di kawasan pesisir pantai tersebut. Salah satu komoditi pertanian andalannya adalah buah naga merah. Anda pun dapat berwisata pantai sekaligus agrowisata di Pantai Pandansari ini. Di sekitar pantai ini banyak terdapat perkebunan buah naga yang tumbuh cukup subur.


Anda pun dapat berkeliling di kbun buah naga ini sambil memetik buah tersebut untuk dijadikan oleh-oleh. Buah naga di perkebunan ini dihargai Rp 20.000,00 per-kilonya untuk buah dengan kualitas super. Buah yang memiliki rasa yang manis ini memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh, antara lain untuk menurunkan kadar gula dalam darah, menjaga kesehatan kulit, memperlancar pencernakan dan sebagainya. Buah berwarna merah ini pun sangat segar disantap di kala siang sambil menikmati deburan ombak ombak serta pasir pantai selatan yang terhampar. Tertarik menikmati keindahan pemandangan dari mercusuar sambil menikmati wisata petik buah naga ini? Silahkan mampir ke Pantai Pandansari ini.


keterangan :
Masih minim kendaraan umum untuk menuju Pantai Pandansari ini. Anda dapat menuju pantai ini dengan menggunakan kendaraan pribadi. Dari arah Kota Yogyakarta ambil saja jalur ke selatan menuju Jalan Bantul arah ke Pantai Samas. Setelah sampai di pertigaan sebelum Pantai Samas, silahkan ambil jalan ke kanan dan ikuti petunjuk arah. Petunjuk arah menuju Pantai Pandansari dan sekitarnya cukup mudah didapat di sepanjang jalan. Selain Pantai Pandansari, Anda pun dapat melanjutkan perjalanan menuju Pantai Goa Cemara, Pantai Pandansimo, Pantai Kwaru dan sebagainya.

Biaya retribusi masuk pantai adalah Rp 3.000,00 per-orang belum termasuk retribusi untuk kendaraan.
Biaya parkir motor di sekitar pantai adalah Rp 2.000,00 per-motor