Senin, 26 Januari 2015

"surga" Curug Kawung #3



Setelah menikmati Curug Nangka dan Curug Daun, seolah-olah badan tidak merasakan apa-apa lagi karena sudah cukup terpuaskan dengan pemandangan Curug Nangka terutama.

Dengan sedikit berjalan kaki diatas bebatuan yang cukup besar, kecil dan disamping aliran air akhirnya tiba di Curug paling akhir. Curug itu dikenal dengan nama Curug Kawung.

Curug Kawung sendiri sebagai hulu dari Curug Daun dan Curug Nangka, air yang mengalir dari Curug Kawung sebagai sumber dari air yang mengalir di Curug Daun dan Curug Nangka. Jadi Curug Kawung-lah sebagai sumber dari dua surga Curug Daun dan Curug Nangka.

Jarak dari Curug Daun ke Curuk Kawung ini sekitar 1 km dengan kondisi jalan setapak yang memiliki kontur jalan naik turun dengan pemandangan tumbuh-tumbuhan di sekelilingnya.  Tinggi Curug Kawung sekitar 25 meter, air tercurah turun dengan riangnya melewati bebatuan yang tampak hitam kokoh serta letaknya di ceruk dikelilingi bukit yang hijau. Lokasi curug ini cukup terbuka dengan aliran sungai yang sedang

Ini air asli dari perut bumi, airnya segar dan dari curug inilah, air mengalir ke curug-curug lainnya yang ada di bawahnya,




Tidak hanya wisatawan lokal saja yang kesini, kebetulan waktu itu ada wisatawan asing juga sekitar lima orang, Sempat bangga, setidaknya Curug Nangka, Curug Daun dan Curug Kawung juga dinikmati oleh Wisatawan asing sehingga memperlihatkan bahwa Indonesia sangat menarik bagi Wisatawan Asing. Tidak hanya wisatawan lokal yang mengabadikan momennya dengan berfoto-foto, begitu jga dengan wisatawan asing, dengan raut wajah yang gembira dan senyum yang mengembang, mereka juga mengabadikan momen-momennya di Curug Kawung dengan berfoto-foto ria


SEJARAH

Sebab atau asal muasal curug ini diberi nama Curug Kawung karena ketika musim penghujan dan saat debit air bertambah tinggi sehingga menambah volume rintikan air dari atas air terjun tersebut jatuh dan menerpa bebatuan di bawahnya sehingga terdengar seperti mengeluarkan suara yang berbunyi wung...wung.. wung.. atau terdengar seperti kawung, awung. lebih-lebih ketika airnya deras sekali maka terdengar seperti aungan harimau.

Menurut beberapa sumber dari warga setempat dan apa bila kita perhatikan dan juga di curug tersebut ada batu yang menyerupai bentuk wajah atau kepala harimau. 

Dipercayai bahwa batu tersebut merupakan penampakan dari Prabu Siliwangi. Harimau memang sering dilambangkan sebagai bentuk kekuatan dari Kerajaan dan Prabu Siliwangi sehingga dipercayai bahwa Curug ini mempunyai kekuatan tersendiri, yaitu orang yang mandi ataupun berendam di curug tersebut akan memiliki sifat seperti Harimau. “Berkharisma, ditakuti dan disegani. 

LOKASI
Terletak di Desa Warung Loa, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.

Rute jalan menggunakan angkot: 
Kita naik angkot 03 jurusan Bogor-Ciapus dari terminal Ramayana Bogor.  Berhenti di tujuan akhir yaitu pertigaan sebelum pintu gerbang. Di pertigaan ini ada papan penunjuk jalan, bila belok kiri kearah Curug Nangka, dan belok kanan kearah Curug Luhur.  Setelah kita turun dari angkot, kita berjalan kaki menuju pintu gerbang sejauh 700 meter.

Berjarak sekitar 25 km dari Kota Bogor melalui Ciapus  yang mana dapat ditempuh sekitar 30 sampai 45 menit berkendara hingga pintu gerbang dan dilanjutkan dengan jalan kaki sepanjang ±1,5 km.  Kondisi jalan menuju curug ini beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda empat.

WARUNG
dI dalam lokasi Curug, tepatnya setelah kita masuk melalui gerbang dan didekat lahan parkiran, maka terlihat berjajar warung-warung makanan, jadi jangan takut kelaparan yang penting bawa duit

NB: jangan lupa bawa baju ganti dan bajuh basah kalo mau basah-basahan. di dekat setiap Curug ada ruangan untuk buang air kecil atau ganti pakaian

Sedikit terlihat sampah, maka dari itu jangan ikut-ikutan membuang sampah sembarangan hehehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar