Selasa, 12 Februari 2013

Air Terjun Sri Gethuk - Mengalir Tanpa Mengenal Musim

Di antara hamparan tanah gersang khas daerah pegunungan kapur di wilayah Gunung Kidul, terdapat sebuah air terjun dengan debit air yang seolah tak pernah berhenti mengalir tanpa mengenal musim.


Pesona wisata alam Gunung Kidul seolah tidak pernah berhenti memberikan kejutan-kejutan bagi para wisatawan yang gemar menjelajahi keindahan alam. Wisatawan pun semakin dimanjakan dengan pilihan wisata alam yang beragam. Selain pesisir pantai dengan pasir putih yang menawan, Gunung Kidul memiliki air terjun yang cukup terkenal dan kini menjadi incaran bagi para wisatawan. Air Terjun Sri Gethuk, sebuah air terjun cantik yang mengalir di antara celah bebatuan kapur khas daerah pegunungan karst yang terkenal kering dan gersang. Air terjun ini selalu mengalir tanpa mengenal musim, bahkan ketika musim kemarau pun debit air masih tetap terjaga. Menurut kabar yang beredar, waktu terbaik untuk menikmati pesona Air Terjun Sri Gethuk ini adalah ketika musim kemarau karena keindahan bebatuan kapur bercampur dengan aliran air akan semakin terpancar.



Air Terjun Sri Gethuk terletak di Desa Wisata Bleberan, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul. Jarak tempuh untuk sampai ke lokasi sekitar 40 km dari Kota Jogja, atau memakan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan dengan kecepatan normal. Rute untuk menuju lokasi cukup mudah, tinggal susuri saja jalan Jogja-Wonosari sampai pada pertigaan lampu merah dekat lapangan terbang, lalu belok ke kanan ke arah Playen. Tinggal susuri saja jalan dan ikuti papan petunjuk arah untuk sampai di lokasi air terjun ini.


Perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk memang penuh dengan sensasi. Beragam kondisi jalan akan kita lalui. Berawal dari jalan dengan aspal yang halus, hingga jalanan setapak yang terbuat dari campuran batu kerakal bercampur dengan tanah siap menantang nyali saat berkendara. Pemandangan hutan jati pun menjadi panorama yang setia menemani perjalanan hingga sampailah pada area kolam pemancingan yang sebagian berfungsi sebagai lahan parkir. Ada dua pilihan cara untuk mencapai area Air Terjun Sri Gethuk ini. Pilihan pertama adalah dengan berjalan kaki menyusuri deretan persawahan dengan pemandangan pohon kelapa yang cukup rindang. Pilihan kedua adalah melawan arus Sungai Oyo dengan menaiki rakit sederhana yang terbuat dari drum bekas yang diberi papan di atasnya kemudian digerakkan dengan sebuah mesin. Perjalanan menggunakan jasa rakit memang pilihan yang tepat karena selain tidak membuat lelah, mata pun akan dimanjakan dengan pemandangan cantik di sepanjang ngarai Sungai Oyo ini.


Sebutan Green Canyon van Jogja rasanya tidak terlalu berlebihan jika diberikan kepada Air Terjun Sri Gethuk ini. Pemandangan deretan tebing-tebing karst yang menjulang serta hijaunya aliran sungai sepanjang perjalanan menuju air terjun ini memang tidak diragukan lagi keindahannya. Tak selang berapa lama setelah menaiki rakit, tibalah kita ke lokasi Air Terjun Sri Gethuk ini. Suara gemuruh air dari atas tebing pun yang memecah suasana hening di sepanjang perjalanan seolah menyambut kedatangan kita saat turun dari perahu.



Air Terjun Sri Gethuk termasuk sebuah air terjun yang cukup kecil. Secara kasat mata, air terjun ini terbagi menjadi tiga bagian yang terpisah oleh bebatuan dan rimbunnya pepohonan. Menurut saya, hal yang menjadi kecantikan dari air terjun ini bukan berasal dari air yang mengalir dari atas ketinggian, melainkan keindahan bebatuan yang berada di bawah air terjun. Bebatuan kapur yang teraliri oleh air ini sangat cantik, memiliki warna yang terang bak kristal. Aliran air yang tak pernah berhenti mengalir ini seolah memanggil siapa saja untuk bermain-main bersama. Anda dapat menikmati sensasi pijatan alami yang berasal dari aliran air terjun, atau berenang di dalam sebuah kolam mewah alami yang terbuat dari batuan karst yang kemudian mengalir ke dalam sungai. Tak perlu khawatir jika tidak bisa berenang karena penduduk setempat ada yang menjajakan jasa sewa pelampung dan ban. Menurut si penuturan penduduk setempat yang bertugas sebagai penjaga, Sungai Oyo yang berada di sekitar air terjun ini memiliki kedalaman hingga 10 meter. Bagi Anda yang suka tantangan, terjun ke dalam sungai dari atas ketinggian bebatuan pun dapat Anda jadikan pilihan yang cukup menantang. Anda pun juga bisa duduk bersantai sambil merendamkan kaki di aliran air dan menikmati hamparan pemandangan alam di sekitar Air Terjun Sri Gethuk ini. Suasana yang cukup hening dengan pemandangan yang menarik, membuat Air Terjun Sri Gethuk ini dapat Anda jadikan pilihan untuk melepaskan penat rutinitas harian.



Keberadaan Air Terjun Sri Gethuk ini konon juga tidak bisa dilepaskan dari adanya mitos yang menyertainya. Air terjun ini dahulu merupakan sebuah tempat yang cukup angker, di mana lokasi air terjun ini ditempati oleh sebangsa jin yang bernama Jin Anggo Meduro. Jin ini sangat menyukai kesenian Jawa khususnya gamelan. Penduduk setempat percaya bahwa lokasi air terjun ini digunakan oleh Jin Anggo Meduro untuk menyimpan instrumen alat musik kethuk yang merupakan salah satu instrumen musik yang digunakan dalam kesenian musik gamelan. Konon katanya, masyarakat setempat terkadang masih mendengar suara alunan musik gamelan dari arah air terjun ini pada saat-saat tertentu.



Terlepas dari mitos yang beredar, keindahan Air Terjun Sri Gethuk ini pantas untuk Anda jadikan agenda untuk berpetualang sekaligus melepaskan kejenuhan. Selain pemandangan cantik dari air terjun dan juga aliran Sungai Oyo, obyek wisata ini juga sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti warung makan sederhana yang siap menuntaskan rasa lapar dan dahaga. Jika Anda beruntung, deretan warung makan yang dikelola oleh penduduk setempat ini juga menjajakan makanan tradisional khas Gunung Kidul seperti gathot dan juga tiwul. Keberadaan Air Terjun Sri Gethuk seolah semakin menambah kelengkapan pilihan wisata alam di kawasan Gunung Kidul yang terkenal kering dan gersang.

keterangan :
tiket masuk Rp 5.000,00 /orang untuk tiket terusan Air Terjun Sri Gethuk dan Goa Rancang Kencono
tiket perahu gethek Rp 10.000,00/orang untuk pulang-pergi
sewa ban atau pelampung Rp 5.000,00 untuk penggunaan sepuasnya

Minggu, 10 Februari 2013

Bali Semakin Gak Nyaman

Bali Semakin Gak Nyaman Oleh Oknum-Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab. Haddeeeh, hati ini sudah gak kuat ngeliat banyaknya oknum-oknum yang semakin brutal.
"Heee Bedul semprul?, kenapa sih kamu dari tadi ngomong-ngomong sendiri? kamu itu kesurupan apa ngigau?" tanya Panjul
"Enggak Njul, aku itu cuman masih kesel aja sama kejadian kemaren siang di kawasan objek wisata Danau Beratan, Bedugul". Jawab Bedul sewot.
"Lah emang napah, bukannya kemaren kamu jalan-jalan seneng-seneng ke Danau Beratan Bedugul, sampai jingkrak-jingkrak seperti orang katrok ndeso kesa keso yang hidup di peradapan 200 tahun sebelum masehi, coba cerita dong?" pinta Panjul.

"Seneng apaan, ya aku jingkrak-jingkrak itu waktu mau berangkat, lah pas sudah sampai danau bedugul, baru turun mobil sudah dipalakin sama satpol PP, satuan preman dan perampok, di Danau bedugul" jawab bedul dengan mata berkaca-kaca.
"Ya ampun Tuhan syukur Alhamdulillah segala puji bagimu yang memberikan kenikmatan dan hidayah kepada bedul. emang ceritanya giman Dul?"Panjul dengan menengadakan kedua tangannya seraya bersyukur merasa gembira.
"Kepalamu GENDENG LEMBEK Njul, jadi wajar kalo denger cerita musibah seperti ini bukannya sedih malah gembira" jawab Bedul datar.
"Hehehehehehehe, canda Duuuuuul, masak aku tega banget sama kamu, terus kamu dipalakin berapa sama satpol pepe yang kamu maksud?, coba kamu cerita dehh!!" suruh Panjul lagi kepada bedul.
"Ya untungnya aku punya prinsip, jadi gak kena berapa-berapa"
"Lah, hebat banget kamu Dul, jadi kamu gak keluar uang sepeserpun ketika dipalakin?, coba gimana ceritanya"
"JANGKRIK, kamu bener-bener GENDENG PENCENG Njul, dari tadi nyuruh aku cerita tapi aku baru cerita dikit kamu tanya lagi-tanya lagi, jadi kapan aku ceritannyaaaa???????????????? haduuuuuuhhhhh, naik dara turun mesin aku jadinya. jawab Bedul dengan intonasi tinggi dan terakhir dengan jambakin rambutnya sendiri
"Hehehehehehehehe, sori mai prenn, aku cuman penasaran. yaudah kamu cerita dulu" kata Panjul dengan cengar cengir
"Jadi gini, waktu aku ke kawasan objek wisata Danau Beratan Bedugul, ada operasi gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pariwisata, Kepolisian dan asosiasi industri wisata untuk memeriksa izin operasi kendaraan pengakut wisatawan dan pramuwisata. tapi masalahnya bukan disitu, kalo soal itu sih aku senang-senang saja, masalahnya ada oknum yang menyalagunakan kegiatan baik seperti itu, apalagi oknum itu berpakain resmi dan bener-bener bagian dari mereka karena sudah keliatan akrab dan familiyar (edited) sesama anggota operasi tim gabungan. jadi ketika itu, aku dan teman-teman lainnya baru sampek parkiran Bedugul, eeehh baru turun mobil dah didatangi petugas dari ........., dia berdiri dan hormat sambil mengucapkan salam pembuka "sarapan siang pak?" eh sorry, dia bialang "selamat siang pak?" gitu. terus nerangin bahwasannya hari ini ada operasi gabungan dan mau memeriksa kelngkapan surat-suratnya dan dia tanya ke aku, "maaf pak, ini yang nyupir ada hubungan saudara gak?" ya aku jawab ada pak. Terus dia tanya lagi"ini mobil punya siapa pak?" ya aku jawab "punya orang pak", eeh dia jawab lagi "punya sendiri atau orang lain?"saya sewa pak sama orang lain"
"Coba saya liat surat-suratnya" kata bapak itu, ya terus aq kasih sim ama STNK nya.
"Coba surat izin sewa mobilnya" kata bapak itu lagi.
"Ya saya gak bawa pak, ini saja yang nyewa bukan saya tapi kantor saya, ini nyewanya juga bukan sama travel tapi sama temen sendiri.
"Jadi gini, inikan ada pemeriksaan gabungan, dari pada nanti ditilang mending satu rombongan kasih daah lima ratus" kata bapak itu
"Emmmmm, lima ratus, lima ratus apa ya pak?" tanyaku sembari bingung
"Ya lima ratus ribu" jawab bapak itu, (ya aku sih da tau kalo lima ratus ribu, masak limaratus perak atau limaratus juta, tapi maksud aku itu buat apa?).
"Maaf pak, itu bayar buat apa yaaa?" tanya aku"
"Itu coba, banyak yang gak bawa surat izin, guide atau travel jadi ditilang disana" bilang bapak itu sambil nunjuk kerumunan orang.
"Iya pak, tapi waktu kita sewa mobil ini juga gak dikasih surat seperti yg bapak maksud sama pemilik mobil dan kok lima ratus ribu bayarnya ya pak?"
"Yaaa sebenarnya ini bisnis sih tapi kalo gak mau ya sudahlah, ditilang saja ayok sana ikut saya" jawab bapak itu agak sewot, mungkin ngeliat tampang begok aku yang gak bisa diajak negosiasi"
"Ya sudah pak, gak papa ditilang saja yg resmi" dalan hati ni ya Njul, jangankan kamu tilang, kamu cegurin aku ke danau bedugul loh aku mau, dari pada bayar lima ratus ribu, ogah bangetttttt. ya secara akal, UMR (upah minimum Regional) bali saja masih Rp 1.300.000. terus dibuat bayar tilang Rp 500.000 sisa Rp 800.000, buat bayar kontrakan Rp 500.000 sisa Rp 300.000, terus buat biaya hidup sehari-hari, makan 2 kali sehari habis Rp 12.000, beli minumnya Rp 2.000, buat biaya bensin kekantor Rp 5.000. jadi total biaya per hari aku Rp 19.000, itu sudah ngirit sampai cepirit banget. lah kalo duit tinggal Rp 300.000 dibagi Rp 19.000 per hari ya cuman sampai buat 16 hari doang sudah gak sampai, lah terus dari tanggal 16 sampai tanggal satu bulan depan aku makan ikut siapa, ya kalo gini mending cemplungin ane bae' pak ke danau sambil ngambang.

Akhirnya aku sama temen temen ngikut saja ke posko penertipan untuk ditilang dan dibuatkan surat tilang atas nama Satuan Polisi Pamong Praja per tanggal 06-fubruari-2012 dan akan mengikuti sidang tanggal 19 februari 2012, dan aku bilang kesupirnya "sudah gak papa ditilang saja dan serahkan semua berkas yang mereka mau" .........ssssttttt  suasana hening ssstttttt...............

"Sudah ni ceritanya?" tanya panjul
"Belum Njul, masih panjang, yang jelas aku gak enak banget sekali sama tamu yang aku bawa, mereka jadi ikutan BT, dan ngomel-ngomel, ya aku cuman bisa meredam redam saja, ya sebaiknya kalo ditilang ya ditilang saja dan diserahkan kepada yang berkewajiban, gak usah dinego dulu dan diajak sogok menyogok, nanti kalo aku jengkel tak sogok sama bambu runcing lho"

"Ya kenapa gak kamu kasih aja lima ratus ribu, toh dananya kan bisa diganti kantor dan gak pake uangmu" jawab Panjul santai sambil cengar cengir
"He Panjul Sempruuuul, memang aku bodoh, aku bukan orang kuliahan tapi kalo kuli bangunan sih iya, tapi aku masih punya hati nurani. INI BUKAN MASALAH UANG DAN HARTA, TAPI INI MASALAH MORAL kasian bangsa kita kalo ditunggangi oknum yang tidak bertanggung jawab". jawab Bedul dengan gagah dan aura pejuang sembari perpose melihat gambar dan pajangan dinding yang berada dikamar Panjul, yaitu lambang garuda pancasila, hamparan merah putih dan deretan poster-poster Ki Hajar Dewantara, Haji Ahmad Dahlan, Panglima Besar Jenderal Soedirman, Cut Nyak Dhien, RA Kartini, Kapten Pierre Tendean, Martha Christina Tiahahu dan poster-poster pahlawan lainnya sembari hormat dan tatapan mata seorang anak bangsa "T" "V", "kasian para pahlawan yang sudah menyayat kulit dan tulangnya demi kemerdekaan bangsa ini, tapi kita sebagai penerus dan sebagai orang yang diperjuangkan malah kurang ajar melebihi penjajah, Terrrrlaaaluuuh (gaya Roma Irama), aku sedih Njul......ngiiiingggggg.... marilah kita berdoa untuk jasa para pahlawan kita. Mengheningkan cipta, mulai".
"Waduh Dul, emang aku salut banget sama kamu, aku bener-bener bangga punya teman seperti kamu meskipun kamu suka ngutang duit ma aku". jawab panjul sambil menepuk pundak Bedul.
"Yang lebih memilukan lagi Njul, bahwa setelah kejadian itu besoknya media-media menginformasikan DENGAN BAGUS serta tidak tau kalo kegiatan itu ditunggangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. dan iformasi yang disebarkan oleh media-media kurang lebih sebagai berikut Njul


"Lokasi pertama yang di sasar adalah kawasan objek wisata Danau Beratan, Bedugul. Pemeriksaan pada lokasi pertama ditemukan pemandu wisata yang tak memiliki kartu tanda penduduk dan seorang tanpa berpakaian (Telanjang kali yaaaa?)

Pemandu yang diperiksa ada 14 orang oleh tim gabunganyang telah bergerak sejak pagi hari. Sedangkan sopir kendaraan pengakut wisatawan yang diperiksa sebanyak 45 orang

Hasil pemeriksaan diketahui jika sebanyak 21 memiliki surat operasional yang lengkap, sisanya sebanyak 24 beroperasi tanpa izin sah.

Setelah bergerak dari lokasi pertama, rencananya akan dilanjutkan menuju kawasan kedua yakni objek wisata Tanah Lot"

Bersambung...................................................................................................................................








Sabtu, 26 Januari 2013

Gumuk Pasir Parangtritis - Menikmati Hamparan Gurun Pasir ala Jogja

Jogja memiliki pesona alam yang seolah tak habis untuk dieksplorasi. Mulai dari deretan pantai-pantai cantik di pesisir selatan, pemandangan pegunungan, goa-goa yang beraneka macam, air terjun, bahkan gurun pasir pun dapat kita temukan.


Mengeksplorasi keindahan alam di wilayah Yogyakarta memang seolah tidak ada habisnya untuk dijelajahi. Kita pun seolah dimanjakan dengan pilihan wisata alam yang sangat beragam. Tak hanya deretan pegunungan dan juga hamparan pantai-pantai yang membentang di pesisir selatan, Yogyakarta juga memiliki sebuah gurun pasir yang tak kalah menarik. Mungkin bagi sebagian orang akan terasa sangat janggal mengingat Yogyakarta memiliki iklim tropis yang hampir tidak memungkinkan untuk munculnya gurun pasir.  Gurun pasir sendiri memang cukup populer dan dapat mudah ditemukan di negara-negara yang berada di kawasan Timur Tengah. Jika di Jogja, fenomena padang pasir ini diberi sebutan gumuk pasir. Gumuk sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya gundukan tanah yang menyembul ke atas. Anda dapat melihat fenomena alam ini membentang dari Pantai Parangtritis hingga hilir Sungai Opak. Akses jalurnya cukup mudah, tinggal susuri saja jalan yang menghubungkan antara Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, dan Pantai Depok.


Asal-muasal gumuk pasir ini tidak bisa dilepaskan dari muntahan material vulkanik bekas letusan Gunung Merapi yang terbawa oleh aliran Sungai Progo dan Sungai Opak yang bermuara di Samudera Hindia. Material vulkanik tersebut mengalami hempasan gelombang samudera yang kuat sehingga mengalami penggerusan menjadi butiran-butiran partikel pasir yang sangat kecil dan lembut. Butiran-butiran partikel pasir tersebut terbawa oleh angin dan lama-kelamaan membentuk sebuah gundukan yang mirip seperti bukit. Pembentukan fenomena gumuk pasir ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Gumuk pasir ini memang istimewa karena diklaim sebagai salah satu gumuk pasir yang terdapat di daerah beriklim tropis.


Gumuk pasir ini memiliki fungsi yang boleh dikatakan cukup beraneka macam. Bagi para wisatawan tentu saja keberadaan gumuk pasir ini dapat dijadikan sebagai wisata alternatif ketika Anda berkunjung di kawasan Pantai Parangtritis. Beberapa artis seperti Agnes Monica dan grup band Letto pernah membuat video klip di kawasan gumuk pasir ini. Acara syuting FTV pun juga sering mengambil scene di gumuk pasir ini karena pemandangannya yang bagus. Gumuk pasir juga menjadi salah satu lokasi incaran bagi para fotografer yang ingin mengabadikan pemandangan gumuk pasir dengan bidikan kamera mereka. Selain itu, kawasan gumuk pasir ini juga dijadikan sebagai tempat diadakannya sholat ied dan juga manasik bagi calon jemaah haji yang akan berangkat menunaikan ibadah di tanah suci. 

Bagi kalangan akademisi, keberadaan gumuk pasir merupakan laboratorium alam yang dapat dijadikan sarana untuk menambah maupun mengembangkan ilmu pengetahuan. Tak heran jika di kawasan gumuk pasir ini dibangun Laboratorium Geospasial Pesisir, kerja sama antara Fakultas Geografi UGM dengan Pemerintah Kabupaten Bantul. Tugas utamanya adalah melakukan riset yang berhubungan dengan kepesisiran, seperti tentang keberadaan gumuk pasir, peta potensi keberadaan ikan yang berguna bagi para nelayan, maupun pembuatan data spasial.


Gumuk pasir memiliki perubahan suhu yang sangat ekstrim antara siang dengan malam. Berhubung saya datang pada siang hari dan cuaca cukup terik, saya memutuskan untuk menikmati pemandangan gumuk pasir dari pinggir jalan saja. Tak kuat rasanya jika harus berjalan kaki melewati hamparan padang pasir dengan sinar matahari yang lumayan menyengat. Dari kejauhan nampak terlihat rombongan yang sedang melakukan uji coba gantole. Mungkin saja gantole-gantole ini akan diperagakan dalam acara Jogja Air Show yang akan diadakan awal bulan Februari 2013 besok. Oh iya, wilayah gumuk pasir ini juga sering dijadikan sebagai wahana untuk berolahraga off road. Saya jadi ingat iklan Wonderful Indonesia di mana salah satu adegannya adalah bermain ski di atas padang pasir. 

Jumat, 25 Januari 2013

Pantai Parangendog - Menikmati Sisi Lain Bagian Timur Pantai Parangtritis

Nama Pantai Parangendog mungkin memang masih cukup asing di telinga para wisatawan. Nama Pantai Parangtritis memang lebih familiar bagi para wisatawan karena pantai ini memang pantai yang sangat terkenal di pesisir selatan Jogja. Pantai Parangendog sendiri merupakan sebutan untuk pantai yang terletak di ujung timur Pantai Parangtritis, tepatnya dekat dengan tebing-tebing. 


Nama Parangendog sendiri mungkin lebih familiar untuk sebutan bukit yang terletak di atas Pantai Parangtritis. Kita dapat melihat hamparan pesisir pantai selatan dari arah Bukit Parangendog ini. Pantai Parangendog terletak tidak jauh dari air terjun musiman yang hanya muncul pada saat musim penghujan ini. Pantai ini memiliki hamparan pasir yang cukup landai dan ombak yang lumayan tenang, namun Anda harus penuh dengan kewaspadaan. Pantai Parangendog ini cukup relatif lebih sepi jika dibandingkan dengan Pantai Parangtritis, walaupun lokasi keduanya cukup berdekatan. 




Satu hal yang menjadi keunikan pantai ini adalah hamparan bebatuan karang yang cukup besar seolah berhamburan di beberapa sudut pantai. Kita serasa diajak untuk menikmati sisi lain keindahan dari Pantai Parangtritis. Beberapa pedagang pun juga menggelar dagangan mereka di area ini berharap ada pembeli yang ingin membeli dagangan mereka. Selain itu jika Anda beruntung, Anda akan menemukan orang-orang yang sedang menghabiskan waktu mereka untuk memancing. Perkiraan saya sih, mereka adalah nelayan yang berasal dari penduduk setempat, atau mungkin malah orang-orang yang mempunyai hobi memancing? Pemandanan orang yang sedang memancing ini dapat Anda jadikan obyek bidikan lensa kamera Anda bagi yang gemar memotret human interest. 




Beruntung pagi itu saya mendapati sekelompok muda-mudi yang mungkin saja mereka adalah seniman. Mereka membuat patung orang yang terbuat dari pasir pantai. Patung dengan posisi tertelungkup itu benar-benar artistik, mirip sekali dengan bentuk orang sungguhan. Sungguh sangat kreatif mereka ! Well, as usual satu hal yang menjadi kekurangan pantai ini adalah tumpukan sampah yang sangat mengganggu pemandangan. Hamparan sampah bertebaran di sepanjang pantai, baik itu sampah bungkus plastik makanan yang berasal dari pengunjung yang tidak bertanggung jawab, maupun sampah-sampah yang terbawa oleh ombak. Mungkin saja suatu saat kelak di Pantai Parangtritis perlu diadakan kerja bakti massal yang melibatkan pengunjung untuk bersih-bersih pantai kali ya, biar pantai tidak dipenuhi oleh hamparan sampah !




Selain hamparan sampah, saya juga melihat bunga mawar yang bertebaran di beberapa sudut pantai. Tidak heran sih dengan keberadaan bunga-bunga yang bertebaran ini. Pantai Parangtritis kan memang menjadi salah satu pantai yang digunakan untuk ritual di wilayah Jogja ini. Ya, walaupun masih banyak pemandangan sampah-sampah yang menghampar, tapi saya cukup menikmati perjalanan saya mengelilingi Pantai Parangendog ini di pagi hari. 

Air Terjun Parangendog - Air Terjun Musiman di Pantai Parangtritis

Di antara hamparan pasir lembut dan deburan ombak yang menantang, Pantai Parangtritis memiliki air terjun musiman yang tak kalah menawan untuk diabadikan.


Pantai Parangtritis memang pantai yang cukup tersohor di pesisir selatan Jogja yang tidak bisa dilepaskan dari keberadaan legenda tentang Nyi Roro Kidul sang penunggu pantai pesisir selatan Jawa. Pantai ini menjadi lokasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Selain menikmati hamparan pasir serta deburan ombak, pantai ini menyimpan keunikan yang tidak dapat kita temui setiap saat. Keunikan tersebut adalah keberadaan sebuah air terjun yang hanya dapat kita temui di musim penghujan saja. Beberapa orang ada yang menamai air terjun ini dengan nama air terjun Parangtritis, namun ada pula yang menyebut air terjun Parangendog.




Air terjun ini cukup mudah ditemukan, terletak di bagian timur dari Pantai Parangtritis, dekat dengan deretan tebing-tebing. Untuk sampai ke lokasi, Anda dapat berjalanan kaki atau menyewa jasa bendi maupun jasa kuda jika tidak ingin merasa lelah berjalan kaki. Air terjun ini berasal dari aliran sungai yang berasal dari perbukitan karst, di mana debit air hanya ada ketika musim penghujan tiba. Jika musim kemarau jangan harap dapat menemukan air terjun ini, yang ada Anda hanya menemukan bongkahan-bongkahan batu karang khas daerah perbukitan karst. Anda pun dapat menikmati aliran air terjun yang terasa tawar di antara hamparan pasir pantai yang luas serta aliran ombak yang memiliki air yang terasa asin.



Anda tak perlu membayar retribusi lagi untuk menikmati air terjun ini karena harga tiket sudah menjadi satu paket ketika Anda membayar retribusi di loket menuju Pantai Parangtritis. Air terjun Parangendog yang terletak di Pantai Parangtritis ini bisa Anda jadikan alternatif wisata khusus karena hanya dapat Anda saksikan saat musim penghujan tiba. 

Rabu, 23 Januari 2013

Bakpia Pathok 25, Oleh-Oleh Khas Jogja

Berkunjung ke suatu tempat tak lengkap rasanya jika tidak membawa oleh-oleh untuk sanak keluarga di rumah. Bakpia, salah satu pilihan buah tangan khas Kota Yogyakarta yang siap untuk Anda bawa.



Bicara soal Jogja memang tidak bisa dilepaskan dari keberadaan bakpia yang menjadi salah satu oleh-oleh khasnya. Roti kecil berbentuk bulat dengan isian yang memiliki rasa manis ini memang menjadi primadona buah tangan khas dari Jogja. Hampir setiap wisatawan yang datang ke Jogja selalu tak lupa untuk membeli oleh-oleh bakpia ini untuk buah tangan sanak keluarga di rumah.
Dilihat dari sejarahnya sendiri, bakpia merupakan makanan dari warga Tionghoa yang mengalami modifikasi. Dahulu, bakpia merupakan sejenis roti isi yang berisikan daging. Daging yang digunakan adalah daging babi. Namun, seiring dengan perkembangan zaman serta mayoritas masyarakat di sekitar mereka adalah muslim, maka isian dari bakpia ini mengalami modifikasi, yaitu diganti dengan kacang hijau. Di Yogyakarta sendiri, daerah Pathok (Pathuk) yang kini diberi nama Jalan Aip II KS Tubun, merupakan salah satu daerah yang menjadi sentra pembuatan bakpia. Lokasinya berada di sebelah barat Malioboro sehingga tak heran jika daerah ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan yang sedang mencari oleh-oleh. 


Di daerah Pathuk sendiri kita dapat dengan mudah menjumpai toko oleh-oleh yang menjual bakpia dengan beraneka macam merk. Kebanyakan merek-merek yang terpasang di depan toko menggunakan angka-angka. Beberapa merek bakpia yang cukup terkenal di Jogja adalah bakpia 25 dan 75 yang cukup mendominasi pasaran. Merek-merek dengan angka lain juga banyak bertebaran meramaikan pasaran bakpia pathok ini. Pemberian merek berdasarkan angka ini konon dikarenakan dahulu si pembuatnya belum mengenal pemberian labeling atau merek pada barang dagangan mereka, kemudian pemberian merek hanya didasarkan pada nomor rumah produsen tempat pembuat bakpia itu sendiri.


Salah satu gerai bakpia yang sering saya sambangi adalah Bakpia 25. Menurut saya, tekstur dari isi bakpia ini terasa pas, tidak terlalu lembek dan juga tidak terlalu kering. Saya biasa membeli bakpia ini langsung dari pabriknya yang terletak di Jalan Aip II KS Tubun. Silahkan minta saja tukang becak untuk mengantarkan Anda membeli bakpia langsung di pabriknya. Mereka akan dengan senang hati mengantarkan Anda sampai tujuan. Jika Anda beruntung, Anda pun bisa melihat proses pembuatan bakpa tersebut secara langsung, mulai dari proses pembuatan adonan kulit, pembuatan isian, proses pemberian isi pada kulit bakpia, proses pemanggangan, hingga proses pengemasan bakpia. Oh iya, selain berbelanja bakpia, Anda pun juga dipersilahkan untuk mencicipi taster bakpia yang sudah disediakan. Keuntungan membeli bakpia langsung dari pabriknya adalah selain kita bisa melihat proses pembuatan bakpia secara langsung, kita juga mendapatkan bakpia yang masih hangat alias fresh from the oven.


Satu kotak bakpia rasa kacang ijo isi 20 dibandrol dengan harga Rp 25.000,00 per-kotak, dengan catatan jika Anda menggunakan jasa travel agent, jasa becak, maupun andong. Jika membawa kendaraan sendiri biasanya hanya dibandrol dengan harga Rp 22.000,00 per-kotaknya. Kenapa ada selisihnya? Inilah salah satu seni kehidupan pariwisata di Kota Jogja. Satu sama lain saling menguntungkan, jadi agar tidak terjadi persaingan yang sengit. Kalau istilah akademik bilang sih adanya efek resapan dalam kegiatan pariwisata atau biasa disebut dengan trickle down effect. Ya, anggap saja untuk beramal kepada para tukang becak yang sudah susah payah mengolah pedal becak mengantarkan Anda sampai tujuan. Toh juga biasanya para tukang becak ini sudah menetapkan tarif yang terjangkau untuk mengantarkan Anda bukan :)


Pabrik Bakpia 25 ini mulai buka dari pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 24.00 tengah malam. Jadi tak perlu khawatir jika Anda terlalu pagi atau sudah kemalaman untuk mencari oleh-oleh. Bakpia 25 sendiri memiliki beberapa gerai. Ada dua buah gerai yang terletak di Jalan Aip II KS Tubun, yaitu di Toko Ongko Joyo dan di pabriknya ini. Satu cabang gerai toko di kawasan Jalan Bayangkara, dan satu cabang lagi di kawasan Jalan  Adi Sutjipto.

Di dalam perkembangannya, bakpia memiliki beragam rasa, tak hanya kacang hijau saja. Kini, Anda dapat membeli bakpia dengan varian rasa seperti cokelat, keju, nanas, kumbu hijau, dan kumbu hitam. Bahkan ada beberapa gerai yang menyajikan bakpia dengan isian ketela ungu juga. Selain bakpia yang menggunakan label berupa angka, ada pilihan bakpia dengan merek lain seperti Bakpia Kurnia Sari yang juga lumayan terkenal di Jogja. Bakpia Kurnia Sari ini dapat Anda jumpai di gerainya yang terletak di Jalan Glagahsari dan Ruko Permai daerah Pogung Lor (daerah ring road dekat Jalan Kaliurang). Bakpia, merupakan oleh-oleh wajib bagi Anda yang berkunjung di Kota Jogja.

keterangan :
alamat pabrik Bakpia 25 : Pabrik Jaya, Jalan Sanggrahan Patuk 504
telepon (0274) 513904 / (0274) 566122

Minggu, 20 Januari 2013

Museum Manusia Purba Sangiran - The Homeland of Java Man

Deretan koleksi fosil tengkorak manusia yang tertata rapi dengan umur ratusan tahun, menimbulkan decak kagum sekaligus kesan mengerikan bagi siapa saja yang melihatnya. Museum Manusia Purba Sangiran, siap mengajak Anda berpetualang menikmati era pra-sejarah dari masa silam.



Sepasang gading raksasa yang menjulang ke atas siap menyambut kita di pintu gerbang pintu masuk  Museum Manusia Purba Sangiran ini. Museum Manusia Purba Sangiran merupakan sebuah museum yang memiliki koleksi fosil manusia purba yang lengkap, baik di Asia bahkan di dunia. Museum yang memiliki moto the homeland of java man ini memberikan sajian informasi yang sangat lengkap mengenai kehidupan manusia purba, mulai dari habitat tempat mereka tinggal, pola kehidupan pada masa itu, binatang yang hidup pada jaman purba, hingga peralatan yang digunakan pada masa berburu dan meramu. Museum ini juga memaparkan proses terjadinya bentang alam dari masa Pliosen Akhir hingga akhir Pliestosen Tengah atau sekitar 2 juta tahun yang lalu.



Museum Manusia Purba Sangiran sendiri terletak di dalam kawasan Kubah Sangiran. Kawasan Kubah Sangiran sendiri terletak di kawasan Depresi Solo, memiliki luas sekitar 56 kilometer persegi di kaki Gunung Lawu, di sekitar lembah Sungai Bengawan Solo. Secara administratif, Museum Manusia Purba Sangiran ini berada di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Memiliki jarak tempuh sekitar 40 km dari arah Kota Sragen, atau sekitar 17 km dari arah Kota Solo. Museum Manusia Purba Sangiran sendiri memiliki koleksi fosil lebih dari 13.809 fosil, di mana sekitar 2.934 di antaranya dipamerkan di ruang pameran museum, dan sebagian lainnya masih disimpan di dalam gudang penyimpanan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Sebagian fosil-fosil manusia purba Sangiran ini disimpan di Museum Geologi Bandung dan juga Museum Palaenthropologi Yogyakarta. Tak heran jika koleksi fosil pada jaman purba yang sebanyak ini menjadikan Museum Manusia Purba Sangiran merupakan salah satu museum manusia terlengkap di Asia bahkan di dunia. Keunikan dan kelengkapan koleksi di museum ini menjadikan Museum Manusia Purba Sangiran dinobatkan menjadi salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO sebagai World Heritage List (nomor 593, dokumen WHC-96/Conf.201/21) pada tahun 1996.



Kawasan Sangiran sendiri memiliki keistimewaan. Menurut para ahli geologi, dahulu wilayah Sangiran merupakan kawasan lautan yang cukup luas. Namun, karena proses geologi dan juga akibat dari letusan beberapa gunung seperti Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu, kawasan Sangiran akhirnya berubah menjadi daratan. Hal ini mengakibatkan Sangiran memiliki lapisan tanah yang berbeda dengan kawasan-kawasan di sekitarnya. Secara ilmiah dapat dijelaskan dengan ditemukannya fosil-fosil binatang laut yang berada di lapisan tanah paling bawah yang menandakan bahwa dahulu kawasan ini memang berupa lautan. Tak heran jika Sangiran menjadi salah satu situs yang sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang antropologi, arkeologi, bologi, palaentologi, geologi, dan juga dalam bidang kepariwisataan. Keberadaan Sangiran sebagai salah satu tempat ditemukannya fosil manusia purba tidak bisa dilepaskan penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli paleoantropologi yang bernama Gustav Heinrich von Koenigswald pada tahun 1934. Penemuan pertama adalah fosil manusia purba berjenis Pithecanthropus Erectus atau biasa disebut dengan manusia Jawa.



Museum Manusia Purba Sangiran ini memiliki arsitektur bangunan yang cukup modern dan sentuhan gaya tradisional pada beberapa sudut bangunannya. Museum ini memiliki beberapa fasilitas, antara lain adalah ruang pameran (ruang display), ruang laboratorium untuk melakukan kegiatan konservasi terhadap fosil-fosil yang ditemukan, ruang pertemuan, ruang display bawah tanah, ruang audio visual, serta ruang penyimpanan. Ruang pameran sendiri terdiri dari tiga ruangan, yaitu ruang pamer kekayaan Sangiran, ruang pamer langkah-langkah kemanusiaan, dan ruang pamer masa keemasan Homo Erectus.




Secara umum, Museum Manusia Purba Sangiran memiliki koleksi fosil seperti fosil manusa purba yang terdiri dari berbagai jenis seperi Australopithecus Africanus, Pithecanthropus Mojokertensis, Meganthropus Palaeojavanicus, Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis, Homo Neanderthal Eropa, Homo Neanderthal Asia serta Homo Sapiens. Data yang menarik adalah mengenai manusia purba jenis Homo Erectus yang ditemukan di wilayah Sangiran ini berjumlah sekitar lebih dari 100 individu. Angka ini mewakili sekitar 65% dari seluruh fosil manusia purba jenis Homo Erectus yang ditemukan di Indonesia atau sekitar 50% dari total fosil manusia purba sejenis di dunia. Tak heran jika kawasan Sangiran sangatlah penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan, baik dalam kancah nasional maupun internasional. Selain koleksi fosil manusia purba, museum ini juga memiliki koleksi fosil-fosil binatang yang hidup pada jaman purba baik hewan verteberata hingga cangkang molusca. Beberapa fosil hewan verteberata antara lain adalah fosil gajah purba, harimau, babi, badak, sapi, banteng, rusa serta domba. Ada pula fosil binatang air seperti buaya, ikan dan kepiting, gigi ikan hiu, kuda nil, dan juga kura-kura serta berbagai macam molusca. Selain itu ada pula beberapa batuan yang ditemukan seperti batuan meteorit/taktit, kalesdon, diatome, agate, dan ametis.



Salah satu koleksi Museum Manusia Purba Sangiran yang membuat saya berdecak kagum adalah alat-alat yang digunakan oleh manusia purba pada jaman berburu dan meramu. Koleksi alat-alat tersebut berupa serpih dan bilah, serut dan gurdi, kapak persegi, bola batu, dan juga kapak perimbas-penetak. Kenapa saya tertarik dan kagum? Alat-alat untuk berburu dan meramu pada masa manusia purba ini mengingatkan saya pada pelajaran sejarah sewaktu masih duduk di sekolah dasar dulu, dan kini ketika saya duduk di bangku kuliah barulah saya melihat benda tersebut secara langsung.



Hingga saat ini Museum Manusia Purba Sangiran masih terus melakukan tahap pembangunan. Rencana ke depan, Museum Manusia Purba Sangiran ini akan mengintegrasikan bagian display museum dengan kawasan lapangan tempat dilakukannya penelitian serta pencarian fosil-fosil manusia purba, sehingga untuk ke depan setiap pengunjung yang selesai mengelilingi museum dapat melanjutkan perjalanan menuju lapangan untuk melihat secara langsung bagaimana proses pencarian fosil-fosil manusia purba ini. Berbeda dengan rata-rata museum yang ada di Indonesia yang memiliki kesan menyeramkan bahkan juga membosankan, Museum Manusia Purba Sangiran ini memiliki sarana dan prasarana yang sangat lengkap dan juga modern. Display pada museum dibuat secara interaktif dengan memanfaatkan teknologi masa kini sehingga tidak menimbulkan kesan membosankan dan juga menyeramkan.


Walau lokasinya cukup terpencil, namun museum yang satu ini cukup ramai oleh kunjungan wisatawan, baik turis domestik maupun turis asing. Bahkan, ada beberapa kawan dari luar negeri yang berasal dari komunitas seperti couchsurfing maupun mahasiswa asing yang belajar di Indonesia merelakan waktu mereka jauh-jauh untuk berkunjung ke Museum Manusia Purba Sangiran untuk melihat langsung penemuan fosil manusia purba yang sangat bersejarah ini. Tidak diragukan lagi jika keberadaan Situs Sangiran ini sangat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang mempelajari kehidupan manusia pada jaman pra sejarah karena situs ini memiliki koleksi yang sangat lengkap, mulai dari fosil manusia purba, hasil-hasil budaya manusa pada jaman pra sejarah, fosil-fosil flora dan fauna, hingga gambaran stratifikasinya. Situs Sangiran memang sebuah warisan sejarah, baik bagi Indonesia maupun bagi dunia.




Bangunan Menara Pandang
Eitss. . . selesai menjelajahi koleksi Museum Manusia Purba Sangiran jangan lupa untuk sejenak mampir di  menara pandang yang lokasinya tidak jauh dari museum. Dari menara pandang ini kita dapat melihat pemandangan alam yang membentang di sekitar museum, mulai dari pemandangan persawahan, deretan hutan dan perbukitan, serta bagian dari bangunan museum yang sekilas mirip seperti tumpeng. Di bagian depan menara pandang ini terdapat bangunan berbentuk joglo khas rumah adat Jawa Tengah. Tempat ini merupakan Wisma Sangiran yang biasanya digunakan oleh para peneliti yang membutuhkan tempat penginapan. Pilihan kamar pun cukup beragam, mulai dari duluxe room hingga standart room. Bagi Anda yang tertarik untuk menginap, penginapan yang berada persis di depan menara pandang ini dapat Anda jadikan pilihan untuk menginap.

keterangan :

Jam kunjung museum :
hari Selasa - Minggu pukul 08.00 - 16.00 WIB
hari Senin libur/tutup
hari Jumat istirahat mulai pukul 11.30 - 12.30 WIB

Harga Tiket :
wisatawan domestik : Rp 5.000,00 / orang
wisatawan mancanegara : Rp 11.500,00 / orang
pemutaran film : Rp 60.000,00 / rombongan
(data bulan Desember 2012 - Januari 2013)

Fasilitas :
selain ruang display untuk memamerkan koleksi, Museum Manusia Purba Sangiran sudah dilengkapi beberapa failitas seperti toilet umum, mushola, kios makanan, serta kios cindera mata.

cara menuju Museum Manusia Purba Sangiran :

  1. Jika Anda menggunakan kendaraan umum, dari Kota Solo cari saja bus tujuan ke Purwodadi, lalu turun di pertigaan Kalijambe, lanjut menggunakan jasa ojek motor untuk sampai ke lokasi museum.
  2. Pintu gerbang kedua adalah melalui Kota Sragen, karena jalur ini merupakan jalur yang paling mudah untuk dapat sampai ke lokasi. Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil/motor. Jika menggunakan kendaraan umum, cari saja angkutan menuju daerah Gemolong, dilanjutkan dengan bus kecil tujuan ke Solo, turun di pertigaan Kalijambe, lanjut menggunakan jasa ojek motor.