Selasa, 09 April 2013

TIPS MEMILIH OBJEK WISATA SERTA HEMAT SAAT BERLIBUR

Meski tidak serumit memilih Jodoh, memilih objek wisata yang akan kita jajaki juga sangat perlu kehati-hatian. Hati-hati disini bukan dalam versi negative, tapi hati-hati agar perencanaan wisata kita dapat mencapai tujuan yang kita inginkan. Oleh karena itu berbekal hasil baca-baca, saya ingin berbagi tips memilih objek wisata serta tips hemat saat libur. Namun sebelum Anda menyimak tips berlibur ada baiknya Anda catat dulu pesan “Sabang adalah Tempat yang Paling Layak Saya Kunjungi” he he he meski berbau kampanye tapi saya serius juga ini dalam rangka kampanye agar Sabang kota tercinta ramai dikunjungi.
Sausan di Depan Kapan Pesiar Armadea saat merapat di Pelabuhan Sabang
Nah mari kita simak Tips Memilih Objek Wisata Serta Hemat Saat Berlibur berikut ini :

1. Persiapkan Jauh-Jauh Hari Sebelumnya Hari H
Yang pasti, persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya jika anda mempunyai rencana berlibur yang cukup panjang ke luar kota apalagi ke luar negeri. Lebih panjang waktu persiapannya tentu lebih baik. Sisihkan secara auto debet dari income bulanan anda selama waktu yang disesuaikan dengan besarnya dana yang dibutuhkan.

2. Pilih Tour Travel Yang Murah

Biasanya mengambil paket liburan yang disediakan pihak tour travel bisa lebih murah. Namun jika anda ingin berpergian sendiri, ketahui dahulu seluk beluk tempat liburan yang dituju. Biaya transportasi, akomodasi, tempat rekreasi dan makan serta tak ketinggalan tempat belanja, menjadi point-point penting untuk dicatat.

3. Carilah Paket Promosi

Untuk biaya transportasi dan akomodasi, sangatlah baik jika anda bisa mendapatkan paket promosi. Bahkan jika ada, rumah kerabat atau penduduk setempat dan apartemen milik perorangan bisa dijadikan tempat menginap. Anda dapat menghemat lumayan banyak, mengingat kedua hal ini adalah biaya yang paling besar.

4. Cari Objek Wisata yang Unik & Menarik

Cermatlah dalam memilih tempat rekreasi dan Objek Wisata. Cari obyek wisata yang memang benar-benar unik dan bagus serta merupakan ciri khas tempat tersebut. Hindari pergi ke lokasi wisata yang tidak perlu dan berbiaya tinggi. Penulis merekomendasikan agar Pulau Weh Sabang dijadikan salah satu pilihan yang tepat mengingat keunikan dan keaslian wisata bahari di Pulau Weh masih sangat terjaga.

5. Carilah Tempat Makan/Restoran Harus Sesuai dengan Budget yang Disiapkan.

Sama seperti tempat rekreasi, mencari tempat makan/restoran harus sesuai dengan budget yang disiapkan. Lebih baik jika anda memilih tempat yang tidak jauh dari tempat menginap anda atau tempat terakhir anda sedang berkunjung. Selain hemat waktu, hemat ongkos pula.


6. Carilah Tempat Oleh Oleh yang Murah

Tempat belanja yang tidak populer biasanya lebih murah dibandingkan tempat belanja yang ramai dikunjungi turis. Berburu oleh-oleh dan barang kerajinan ke pasar-pasar tradisional bahkan langsung ke tempat pembuatan/pabriknya bisa menghemat uang anda. Bila ke Kota Sabang, kerajinan atau soevenir bisa Anda peroleh di pusat kota dengan harga terjangkau (boleh nawar tentunya) dan untuk makanan seperti bakpia sabang yang terkenal Anda bisa membeli langsung ke Pabrik/Perajinnya yang terletak tidak jauh dari pusat kota.

7. Jangan Jajan yang Tidak Perlu

Jangan lupa, selalu membawa bekal seperti roti dan minuman air putih dalam tas anda. Selain lebih sehat, andapun terhindar dari jajan yang tidak perlu.

8. Bawalah Uang Saku Sesuai dengan Budget Anda

Bawalah uang saku sesuai dengan budget anda. Dan tetap catat semua pengeluaran anda selama perjalanan dari awal hingga akhir. Untuk kota Sabang, bila Anda tidak mambawa uang dalam bentuk Cash tersedia beragam Bank dan ATMnya seperti Bank Aceh, Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah, Bank BRI, Bank BNI atau Kantor Pengadaian (he he he)

9. Pertimbangkanlah Untuk Berpergian Pada Masa “low season”

Jika anda dan keluarga mempunyai fleksibilitas waktu, pertimbangkanlah untuk berpergian pada masa “low season”. Anda bisa mendapatkan tawaran yang menarik dan murah yang tidak bisa anda dapatkan pada masa “high season” liburan.

10. Sesuaikan dengan Budget Anda

Jika budget anda saat ini tidak memungkinkan untuk berpergian jauh, liburan didalam kota bisa menjadi pilihan yang tidak kalah menarik.

Banyak alternatif tempat liburan yang bersifat edukatif bagi anak anda terutama di Banda Aceh, Sabang dan sekitarnya. Bahkan rumahpun bisa menjadi tempat liburan yang menyenangkan bagi anda sekeluarga. Buatlah acara/kegiatan yang selama ini tidak pernah dilakukan anda sekeluarga dirumah. Yang penting, berpikir kreatif dan merasa bahagia menjadi kunci untuk dapat menikmati masa liburan anda.


Sumber tulisan : http://www.kaskus.co.id

TIPS BERLIBUR TANPA MERUSAK LINGKUNGAN

Mumpung lagi heboh-hebohnya aksi kampanye penyelamatan lingkungan dan bumi kita seperti ajakan mematikan lampu satu jam (meski saya tidak ikutan karena PLN duluan mematikan lampu selama 10 jam) maka kali ini saya akan posting tips berwisata yang ramah lingkungan.
Mungkin selama ini tidak pernah terlintas di benak kita bahwa ternyata setiap perjalanan liburan yang kita jalani memberikan dampak buruk bagi lingkungan, setidaknya dari segi emisi?  Selain itu, tak jarang kawasan wisata yang sebelumnya memiliki pemandangan yang mempesona, rusak akibat kunjungan para pelancong yang tidak mempedulikan kelestarian alam di lokasi

Nah hasil intip dan baca disebuah forum dan saya berharap bisa berbagi dengan postingan ini, berikut adalah tips yang bisa dipraktekkan agar perjalanan atau liburan kita memberikan dampak yang minimal bagi lingkungan.
  1. Hindari penggunaan pesawat dalam melakukan perjalanan ke tempat tujuan. Upayakan untuk menggunakan bis, kereta api, atau kapal laut untuk mengurangi emisi CO2 yang dikeluarkan.
  2. Gunakan sarana transportasi massal setempat atau sewa sepeda, becak, delman atau berjalan kaki untuk menikmati keindahan dan keunikan daerah yang kita kunjungi termasuk tempat-tempat indah yang tersembunyi.
  3. Berkenalan dengan banyak orang saat di perjalanan, salah satu cara agar bisa berbagi kendaraan, kamar tidur dan makanan. Ketika kita berbagi kendaraan maka kita akan menghemat emisi CO2. Sedangkan bila kita berbagi kamar tidur maka kita menghemat listrik yang terpakai, menghemat sabun untuk mencuci seprei, dll. Sementara berbagi makanan akan menghindari pemborosan karena makanan yang tidak habis dan jadi mubazir.
  4. Selain itu, efek positif dari berbagi adalah menghemat biaya perjalanan dan tentunya menambah banyak teman.
  5. Belilah makanan di kaki lima/warung /restauran penduduk. Dengan membeli makanan di warung lokal, kita telah mengurangi emisi yang digunakan untuk mengangkut bahan makanan dari lokasi yang jauh serta memberikan kontribusi langsung pada masyarakat lokal. Selain itu biasanya perangkat makan yang digunakan di warung lokal tidak menggunakan plastik/styrofoam.
  6. Pilih makanan dan minuman lokal. Selain dapat merasakan makanan & minuman dari daerah asal, membantu bisnis lokal, dan juga untuk mengurangi emisi CO2 yang dihasilkan dari barang impor.
  7. Bawa botol minuman sendiri agar bisa diisi ulang. Ini untuk menghemat pembelian air kemasan, selain juga untuk mengurangi sampah botol/kotak air kemasan.
  8. Bawa juga kotak makanan & sendok makan, yang bisa digunakan saat ingin membawa jajanan ke penginapan. Ini untuk menghindari kemasan makanan seperti plastik, kresek atau kotak makanan.
  9. Bawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi sampah plastik saat berbelanja di perjalanan.
  10. Usahakan tidak meninggalkan sampah di tempat-tempat yang kita kunjungi. Untuk di tempat-tempat terpencil seperti di pulau kecil , yang tidak memiliki pemulung atau Tempat Pembuangan sampah Akhir (TPA) , sebaiknya sampah kering - seperti botol plastik, kemasan makanan, kemasan mi instan, kardus makanan - dibawa serta ke daratan atau ke kota untuk diberikan ke pemulung.
  11. Tidak membeli cinderamata yang berpotensi merusak alam, seperti asesoris dari kerang, penyu, bunga edelweiss, dsb.
  12. Tidak membunuh/ merusak atau membawa pulang satwa atau tumbuhan langka/ dilindungi.
  13. Tidak mencicipi makanan yang berasal dari satwa langka atau dilindungi, seperti telur & daging penyu.
  14. Jangan lupa prinsip, "leave nothing but footprints, take nothing but pictures, kill nothing but time!"
Nah bagaimana? Sudah ada ide untuk menjaga lingkungan? Kami Tunggu kedatangan Anda di kota wisata yang bebas polusi " Sabang Surga Wisata Indonesia "

Sumber artikel : Kaskus.co.id dan greenlifestyle.or.id

DELENG KUTU, Si Kecil yang Cadas

Salam Petualang...!!

10 Maret 2013, Telapak Sumut kembali melakukan explorasi serta penjelajahan Alam Sumatera utara, dengan beranggotakan 9 orang termasuk didalamnya anggota dari Komunitas Pecinta Alam Indah (PANDA), kali ini tujuan tim adalah ke Deleng(gunung) Kutu.
Deleng Kutu berada di Desa Guru Singa, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Deleng Kutu memiliki ketinggian sekitar 1.400 Mdpl (meter dibawah permukaan laut). Deleng Kutu bertetanggaan dengan Gunung Sinabung. Dari pintu rimba Deleng Kutu kelihatan sangat jelas Gunung Sinabung, Gunung Sibayak dan Deleng Barus. 

 DELENG KUTU
Perjalanan ke Deleng Kutu ini merupakan akhir dari kesepakan tim yang telah gagal untuk mendaki Gunung Sibuaten. Setelah terlantar selama 3 jam di pinggir jalan kabanjahe, kami pun akhirnya bergegas menuju Desa Guru Singa dan sampailah kami di pintu rimba sekitar jam 15.30 Wib. Tetapi tidak ada rumah penduduk lagi di sekitar pintu rimba, hanya perkebunan milik warga sekitar yang di tanami sayur-sayuran.
Terlihat dari kejauhan seorang bapak yang mengangkat hasil perkebunannya yang mengarah ke kami semua. Mau keatas sana..?! ungkap bapak itu seraya berkata, "kalau di atas sudah tidak ada air lagi. Adapun air setelah nyampai ke atas kalian harus turun lagi di balik Deleng ini karena di situ ada sumur. Kalau tidak kalian ke warung sebelum kalian sampai disini. Di warung itu ada air yang bisa kalian ambil sambil menitipkan kendaraan kalian". Setelah mendengar ucapan serta saran dari bapak yang tinggal disekitar Deleng Kutu itu, kami pun mengeluarkan semua botol air mineral yang kosong dan menuju ke warung tersebut.
Setelah berbincang panjang lebar dengan pemilik warung tersebut, akhirnya kendaraan kami di izinkannya titip di rumahnya dengan jaminan KTP salah satu teman kami. Botol-botol pun sudah terisi semuanya dan kami pun berjalan menuju pintu rimba yang berjarak sekitar 2 km dari warung tersebut.

Jam menunjukkan pukul 16.20, setelah berdoa bersama, Tim mulai mendaki Deleng tersebut. Ternyata Deleng ini cukup cadas juga. biar kecil tapi cadas, ungkap Pay seorang pemimpin Tim Telapak Sumut. Jalur yang kami lalui bukannya jalur utama, melainkan jalur potongan. Semak belukar pun masih sangat rapat sekali dan tanda-tanda jalan  terlihat sangat samar-samar. 

Tetapi yang namanya puncak pasti diatas, jadi ya kami mendaki terus ke atas dan ketika mulai di pertengahan menuju puncak jalan pun sudah mulai tidak samar lagi, karena hanya di tumbuhi oleh pepohonan besar. Di sepanjang jalur pendakian kami di temani dengan suara-suara burung yang tiada hentinya. Hutan ini masih sangat asri, tidak ada sampah yang berserakan di sepanjang jalur.

Sangat berbeda dari gunung-gunung yang pernah ku daki selama ini. Mungkin karena deleng ini sangat jarang di kunjungi oleh para pendaki. Dan sesekali kami menjumpai tempat-tempat yang lebar yang bisa di gunakan sebagai tempat mendirikan tenda dan tempat berteduh apabila kelelahan. Di sekitar daerah ini langit sudah mulai kelihatan dari balik-balik celah pepohonan, berarti ini menandakan puncak yang sudah tidak jauh lagi.

Sekitar 30 menit mendaki punggung tiap punggung Deleng Kutu, sampailah kami di puncak yang sebenarnya yang di tandai dengan sebuah pilar beton yang bertuliskan SEC.TRIANG setinggi 1,5 meter dan di kelilingi dengan 4 tempat duduk yang terbuat dari beton. Di puncak ini di penuhi dengan lalang-lalang yang mencapai ukuran setengah meter, tidak ada tempat yang cocok untuk mendirikan tenda.
Puncak Deleng Kutu
Setelah melakukan foto bersama di puncak Deleng Kutu, kami pun turun kebawah sekitar 200 meter karena di sini ada tempat yang rata dan tidak ada lalang-lalang. Sebagian bertugas mendirikan tenda, ada yang bertugas mencari kayu bakar, dan ada yang bertugas memasak. Senja pun mulai berganti malam, dari celah-celah pepohonan terlihat cahaya dari rumah-rumah penduduk. Dan lampu-lampu dari kota Kabanjahe terlihat indah dari atas sini. 

Makanan pun sudah selesai di masak kami pun makan bersama dalam 1 lembar plastik. Disinilah letak dari kekompakan yang harus di jaga selamanya. Hanya melewati 1 malam saja kami di Deleng Kutu ini, Setelah selesai sarapan, kami membakar sebagian sampah yang kami bawa serta melakukan pengambilan beberapa jepretan foto dengan view yang dirasa cukup menarik untuk diabadikan.

Sekitar pukul 10.40 kami pun turun dari Deleng Kutu. Sebagian yang lainnya turun dari jalur pendakian yang dialalui semalam, Saya dan 3 orang yang lain turun dari jalur utama. Berbeda dari jalur yang sebelumnya, jalur ini benar-benar cadas dan sangat licin. Sebagian dari kami memanfaatkan jalur ini sebagai perosotan/berseluncur. Karena bentuknya seperti perosotan sampai ke bawah. Jadi, tidak buang-buang tenaga ketika turun dari jalur ini. 

Inilah beberapa cerita singkat tentang perjalanan Telapak Sumut menuju Deleng Kutu. Deleng yang masih alami, bersih dari sampah merupakan keunikan tersendiri di bandingkan dengan gunung-gunung lainnya.

Buat sobat yang ingin bergabung dengan Telapak Sumut dalam menjelajah serta mengexplore alam Sumatera Utara, silahkan gabung DISINI. dan Tunggu perjalanan kami selanjutnya.

Lestari.....!!

by: Pay

Senin, 08 April 2013

Tukar Link Untuk Komunitas Pecinta Alam Indonesia


Tukar Link Untuk Komunitas Pecinta Alam Indonesia

Salam Petualang dan Salam Lestari...

Selamat Datang di Telapak Sumut Adventure,

Buat para komunitas pencinta alam, mari kita bertukar link untuk mempererat  tali silatuhrahmi antar sesama Komunitas Pecinta alam Indonesia.

Buat Sobat yang ingin bertukar link silahkan copy dan paste link kami dalam blog sobat

Nama Blog  : Telapak Sumut Adventure
URL            : http://telapaksumut.blogspot.com
Deskripsi     : Menjelajah dan Mengexplore Alam Sumatera Utara

Silahkan berkomentar jika sobat telah memasang link kami di blog anda dan jangan lupa follow Telapak Sumut..

Terima Kasih..

Kode Etik Pencinta Alam Seluruh Indonesia

Kode Etik Pencinta Alam Seluruh Indonesia

  • Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
  • Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat Indonesia, sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air.
  • Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa Pecinta Alam adalah sebagian dari makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Yang Maha Kuasa.
Sesuai dengan hakekat diatas, kami dengan kesadaran menyatakan :
  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
  3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah air.
  4. Menghormati Tata Kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya.
  5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara Pecinta Alam sesuai dengan Azas Pecinta Alam.
  6. Berusaha saling membantu serta menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah air.
  7. Selesai.
Disyahkan dalam :
Forum Gladian Nasional ke-4
Ujung Pandang, 1974

Karangantu Sebagai Pelabuhan Besar Di Jawa

Sebelum datangnya kolonial Belanda. Pelabuhan Karangantu merupakan pelabuhan utama Kesultanan Banten yang pernah didatangi kapal-kapal dagang dari Cina, Arab, Turki Portugis, Inggris bahkan Belanda datang pertama kali ke pulau Jawa pada tahun 1596 melalui pelabuhan ini juga dan Pada abad XVI-XVII Banten merupakan pusat perdagangan rempah-rempah yang cukup besar di Asia Tenggara sehingga menjadikan Karangantu sebagai pelabuhan besar di Jawa pada saat-saat itu.

Dalam buku "Mengenal Peninggalan Sejarah dan Purbakala Kota Banten Lama" oleh Uka Tjandrasasmita, Hasan M Ambary, dan Hawany Michrob tercatat bahwa Tom Pires, seorang pedagang yang juga ahli obat-obatan dari Portugal mengemukakan bahwa Pelabuhan Karangantu merupakan pelabuhan terbesar kedua setelah Pelabuhan Sunda Kelapa di Jayakarta, begitu juga menurut Cornelis de Houtman asal Belanda pada tahun 1596 Banten disebut Kota Pelabuhan dan Perdagangan yang sama besar dengan Kota di Amsterdam saat itu, sama pula yang diungkapkan oleh Vincent Leblanc asal Perancis waktu tiba di Banten pada abad 16.

Ada beberapa mitos mengenai nama Karangantu sendiri, mitos pertama menyebutkan tatkala itu pihak Belanda memberikan peti-peti berisi hadia kepada Sultan sehingga peti-peti tersebut dibawa di hadapan sultan, sebelum dibuka, sultan mempunyai firasat dan keahlian mengetahui sebelum hal-hal yang belum terjadi atau weruh sak jeruning winarak bahwa peti-peti tersebut berisi penyakit atau antu dalam bahasa keseharian masyarakat sekitar, sehingga sultan memerintahkan untuk membuang peti-peti tersebut diantara karang-karang dekat pelabuhan sehingga bernama pelabuhan Karangantu. Begitu juga dengan mitos lainnya yang menyebutkan pada waktu itu ada seorang Belanda yang membawa guci berisikan hantu. Hingga suatu hari guci itu pecah dan hantu yang di dalamnya keluar. Mulai saat itulah pelabuhan yang telah berganti menjadi kampung nelayan ini diberi nama Pelabuhan Karangantu. Namun bila mitos ini benar-benar kita percayai, berarti pelabuhan tersebut mempunyai nama tersendiri sebelum pelabuhan tersebut terkenal dengan nama Karangantu.
Ada juga mitos yang menyebutkan bahwa sebelumnya Pelabuhan tersebut adalah pelabuhan yang sangat besar dan Belanda sudah menimbun pelabuhan tersebut untuk dialihkan ke pelabuhan yang baru dibuat oleh Belanda, akan tetapi pelabuhan tersebut masih saja rame dan suatu ketika terjadilah wabah penyakit di sekitar pelabuhan tersebut dan pihak Belanda memerintahkan agar masyarakat sekitar Pelabuhan untuk berpinda karena diperkirakan antu atau penyakit yang menyerang ada diantara karang-karang yang berada dipelabuhan sehingga sisa-sisa pelabuhan yang ada sekarang disebut Pelabuhan Karangantu

Pada tahun 1991 pelabuhan ini pernah dikeruk agar kapal-kapal yang bertonase besar dapat masuk dan sampai sekarang pelabuhan ini masih dimanfaatkan untuk pelabuhan dan pusat perdagangan ikan, khususnya untuk daerah Serang sendiri, namun masih jauh bila dibilang bahwa pelabuhan Karangantu saat ini merupakan Pelabuhan yang selayaknya. 
Meskipun kondisi Pelabuhan Karangantu ini belum terasa optimal, akan tetapi Pelabuhan ini memiliki kharisma tersendiri, selain menjadi saksi sejarah bahwa Pelabuhan Karangantu adalah salah satu pelabuhan yang sangat terkenal pada zamannya, Pelabuhan ini juga menjadi tempat awal para bangsa Barat pertama kali menginjakkan kaki di Nusantara ini Sehingga Pelabuhan Karangantu dapat dibilang sebagai salah satu titik awal perkembangan peradaban di Indonesia serta dilihat dari sudut geografi dan ekonomi, Banten merupakan kota pelabuhan yang penting karena letaknya yang strategis dalam penguasaan Selat Sunda. 

Pelabuhan Karangantu sekarang sudah diresmikan menjadi peninggalan sejarah dan sebagai tujuan wisata, mengingat lokasinya  yang  cukup strategis karena terletak tidak jauh dari objek-objek wisata di Banten seperti Masjid Agung Banten, Keraton Kaibon, dan lain-lain di Kecamatan Kasemen, Serang – Banten. Pelabuhan Karangantu ini pada setiap Bulan Oktober atau November setiap tahunnya diselenggarakan kegiatan Pesta Ruat Laut sehingga menjadi daya tarik wisatawan. Selain itu pelabuhan Karangantu menjadi Pelabuhan para wisatawan untuk mengunjungi pulau-pulau yang letaknya tak jauh dari sana seperti Pulau Burung, Lima, Pisang dan Pulau Tunda yang terkenal serta Pulau-Pulau lainnya.  Selain pulau-pulau tersebut memiliki keindahan pantai, pulau-pulau tersebut memiliki keindahan pemandangan bawah lautnya.








Kamis, 04 April 2013

Tersihir Kecantikan Museum Ullen Sentalu


Udara sejuk siap menyambut kedatangan kita di Museum Ullen Sentalu ini. Museum yang terletak di kawasan Kaliurang ini memiliki keunikan baik dari segi arsitektur bangunan maupun dari koleksi yang ada di dalamnya. Perpaduan konsep arsitektur gothic ala Eropa pada bangunannya, dipadukan dengan koleksi peninggalan dari Dinasti Mataram yang memiliki nuansa budaya Jawa yang kental pasti membuat decak kagum bagi siapa saja yang datang mengunjungi Museum Ullen Sentalu ini.


Memasuki pintu masuk museum, kita serasa diajak untuk merasakan salah satu scene adegan dalam film The Chronicles of Narnia, di mana kita akan merasakan adegan seolah-olah masuk ke dalam sebuah almari kayu, kemudian keluar di dalam sebuah hutan yang sangat lebat dan terasa cukup lembab.
Seorang pemandu mengantarkan kita menyusuri jalan setapak bebatuan menuju ruang pertama yang diberi nama Goa Selo Giri. Goa buatan ini memiliki keuinikan sendiri dari segi desain arsitekturnya. Menerapkan bangunan yang ramah terhadap lingkungan, pembuatan bangunan ini sama sekali tidak menebang pohon yang sudah tumbuh dengan rindang. Alur bangunan pun sengaja dibuat mengikuti alur pepohonan sehingga tidak mengganggu habitat mereka. Di bangunan bawah tanah ini kita akan disuguhi koleksi seperangkat gamelan, lukisan-lukisan, serta foto-foto dan juga silsilah keluarga dari keluarga Dinasti Mataram yang kini pecah menjadi empat kerajaan, meliputi Yogyakarta, Surakarta, Pakualaman, dan Mangkunegaran. Ada sebuah koleksi lukisan yang cukup menarik di Goa Selo Giri ini. Lazimnya koleksi lukisan yang dimiliki oleh kraton pasti ada sebuah lukisan tiga dimensi di mana pada bagian mata jika kita amati dengan penuh konsentrasi seolah-olah sedang mengamati gerak-gerik kita saat berjalan.


Memasuki ruangan berikutnya, kita akan diajak memasuki ruangan Tineke yang berisi sajak, syair, dan beberapa surat dari Tineka yang ditulis dengan tangan, baik menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Belanda. Koleksi ini menggambarkan perkembangan syair dan sastra dalam Dinasti Mataram. Beralih ke ruangan berikutnya, kita akan diajak memasuki sebuah ruangan yang berisikan koleksi kain batik yang bercorakkan gaya Yogyakarta, Surakarta, bahkan batik pesisiran yang berkembang di kawasan utara Jawa. 


Museum Ullen Sentalu ini memiliki sebuah ruangan khusus yang menyimpan koleksi barang-barang milik Gusti Nurul Koesoemawardhani yang diberi nama Ruang Putri Dambaan. Gusti Nurul merupakan putri tercantik keturunan Dinasti Mataram. Beliau memiliki hobi berkuda, hobi yang tidak lazim bagi perempuan pada zamannya. Gusti Nurul merupakan orang pertama dari Dinasti Mataram yang menolak adanya poligami di dalam sebuah rumah tangga. Menurut pandangan saya, kecantikan dan sikap tegas yang dimiliki oleh Gusti Nurul ini seolah sebagai inspirasi setiap sudut dari bangunan Museum Ullen Sentalu ini. Hal ini dapat saya simpulkan dari penjelasan sang guide yang sedari awal tour selalu menampilkan sosok Gusti Nurul dalam setiap penjelasan koleksi yang ada di Museum Ullen Sentalu ini.



Di tengah-tengah tour, sang guide mempersilahkan kita untuk beristirahat di dalam sebuah ruangan. Kita akan disuguhi segelas minuman herbal dengan ramuan yang dirahasiakan. Konon, minuman yang memiliki  rasa manis dan memberikan rasa hangat pada tenggorokan ini berkhasiat mengembalikan stamina dan membuat awet muda. Usai beristirahat dan mencicipi minuman tradisional dengan resep yang dirahasiakan, pengunjung kembali diajak untuk memasuki ruangan yang diberi nama Sasana Sekar Buwana. Ruangan ini berisi lukisan prosesi tarian Bedhoyo Ketawang yang dianggap sebagai salah satu tarian sakral dalam Kerajaan Mataram. Ada pula sebuah patung wanita dengan tata rias pengantin Jawa yang terlihat sangat anggun. 


Di akhir tour, kita diajak untuk menyusuri taman-taman cantik yang semakin menambah keanggunan bangunan. Selain keunikan koleksi dan juga arsitektur bangunan, menikmati koleksi Museum Ullen Sentalu terasa tidak membosankan karena adanya seorang guide yang interaktif menjelaskan setiap display dari koleksi yang dipamerkan. Sebagai akhir perjumpaan, pengunjung akan diajak untuk memasuki toko souvenir yang berada di dalam kompleks museum. Anda dapat berbelanja batik dengan segala macam pernak-perniknya atau hanya sekedar melihat-lihat koleksi yang dijual. Bagi Anda yang gemar berwisata kuliner, di Museum Ullen Sentalu ini terdapat sebuah restoran yang bernama Beukenhof yang menyediakan masakan ala western yang siap memanjakan lidah Anda. So, siapa bilang berkunjung ke museum itu adalah hal yang membosankan?

keterangan :
  • Museum Ullen Sentalu terletak di Jalan Boyong, Taman Wisata Kaliurang, telp (0274) 895161, 895131
  • Jam buka : hari Selasa sampai dengan hari Minggu dari pukul 09.00 – 16.00 WIB
  • Tiket masuk Rp 25.000,00 untuk wisatawan domestik dan 5 USD untuk wisatawan mancanegara
  • Tidak semua bagian di dalam Museum Ullen Sentalu ini diperkenankan untuk dipotret, hanya beberapa tempat saja yang diperbolehkan